NovelToon NovelToon
Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Ogah jadi istri kedua aki-aki tapi tak mau rugi, Elara (22) memutar otak saat hendak dijadikan istri muda oleh Pak Broto (65). Di tengah acara lamaran yang tegang, dengan nekat dia menunjuk pria berjas hitam di seberang meja.

"Maaf Pak, saya nolak jadi istri kedua Bapak. Tapi kalau nikah sama anak Bapak yang itu... saya mau."

​Arka (30), CEO sekaligus anak tunggal Pak Broto, mendadak tersedak dan langsung mengiyakan tawaran gila itu, demi menyelamatkan perasaan ibunya. Namun, niat Arka menyelamatkan rumah tangga orang tuanya justru menjadi awal dari bencana di rumah mewahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melanggar Guling Pembatas

Subuh baru saja menyingsing. Cahaya samar keemasan menerobos masuk melalui celah gorden kamar utama. Suasana masih sangat sunyi, hanya menyisakan suara embusan AC yang dingin menusuk tulang.

Arka perlahan membuka matanya. Indra perasanya yang peka merasakan ada sesuatu yang janggal. Ada beban berat dan rasa hangat yang menempel di dada kirinya, serta aroma wangi samar sampo stroberi yang sama sekali bukan miliknya.

Ketika Arka menunduk, jantungnya hampir melompat keluar dari rongga dada.

Guling pembatas yang semalam dia letakkan di tengah ranjang sudah terlempar mengenaskan ke ujung bawah kasur. Dan pelaku utamanya, Elara, kini sedang tertidur lelap tanpa beban dosa. Meringkuk nyaman bagai anak kucing dengan kepala menempel tepat di dada bidang Arka. Tangan kirinya bahkan melingkar erat di pinggang Arka, sementara satu kakinya menumpang santai di atas paha pria itu.

Arka membeku total. Napasnya tertahan.

"Elara," panggil Arka dengan suara bisikan yang ditahan di tenggorokan.

Gadis di pelukannya tatap bergeming. Elara justru makin mengeratkan pelukannya, menggesekkan hidungnya di dada kaus abu-abu Arka mencari kehangatan. Lalu bergumam pelan dalam tidurnya, "Emm, empuk banget boneka beruangnya."

"Boneka beruang?!"

Muka Arka langsung memerah padam sampai ke leher. Tubuhnya makin kaku bagai patung batu. Antara menahan napas dan menahan gengsi, Arka mencoba memindahkan tangan Elara secara perlahan-lahan dari pinggangnya. Persis seperti orang yang sedang menjinakkan bom.

Namun, baru saja Arka berhasil mengangkat tangan Elara beberapa sentimeter, gadis itu mendadak mengeliat. Mata bulat Elara perlahan terbuka.

Kedua mata mereka bertemu dalam jarak tak sampai sepuluh sentimeter.

Elara berkedip sekali. Dua kali. Mengumpulkan kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya. Pikirannya perlahan mencerna situasi. Dadanya menempel pada dada Arka, tangannya memeluk pinggang Arka, dan kakinya menumpang manis di atas paha CEO yang sangat menjaga jarak itu.

"Selesai menikmati boneka beruangnya?" desis Arka dingin dengan mata menyipit tajam, meski detak jantungnya berdegup sangat kencang, hingga pasti bisa dirasakan oleh Elara.

Elara melotot seketika. "WAHHH!"

Dengan gerakan refleks yang sangat dramatis, Elara langsung berguling menjauh hingga gadis itu terjatuh bebas dari atas kasur dan mendarat telentang di atas karpet.

"Aww! Duh, pantat Ara!" ringis Elara sambil memegangi pinggulnya, mengaduh kesakitan.

Arka langsung duduk di tepi ranjang, menatap Elara dari atas dengan alis terangkat. "Saya sudah peringatkan semalam. Kalau melewati guling pembatas, saya lempar keluar. Tapi ternyata kamu sendiri yang melempar diri kamu ke lantai."

Elara buru-buru bangkit duduk, wajahnya sudah merona merah padam hingga ke ujung telinga, karena malu tingkat dewa. "Y-ya, ya mana Ara tahu! Ara kalau tidur, kan, memang suka jalan-jalan. Lagian kenapa Mas Arka nggak ngebangunin dari tadi, malah didiemin?!"

"Gimana mau membangunkan kalau kamu memeluk saya seperti memeluk boneka beruang?" sindir Arka telak, merapikan kausnya yang kusut karena ulah Elara. "Lain kali saya akan pasang pagar besi di tengah kasur."

"Dih! Posesif banget sama badan sendiri. Dikira Ara doyan apa?!" sembur Elara gengsi, lantas buru-buru berdiri dan memeluk kembali gulingnya yang tadi sempat jatuh.

Jam menunjukkan pukul tujuh pagi.

Setelah pertengkaran kecil subuh tadi, Elara memutuskan untuk membuatkan sarapan yang simpel tapi lezat yaitu roti bakar keju kornet dan teh manis hangat.

Arka yang sudah rapi mengenakan kemeja putih bersih dan celana bahan dan siap untuk berangkat ke kantor Valora Group, telah duduk di meja makan. Pria itu menatap dua tangkup roti bakar yang tersaji manis di depannya.

"Ini roti bakar anti kaku," ujar Elara seraya meletakkan cangkir teh hangat di dekat tangan Arka. Gadis itu lalu duduk di hadapannya sambil mengunyah rotinya sendiri dengan santai.

Arka mengambil satu tangkup roti, menggigitnya pelan. Renyahnya roti yang dipanggang dengan mentega berpadu pas dengan gurihnya keju leleh dan kornet. Diakui atau tidak, masakan Elara memang selalu sukses memanjakan lidahnya.

"Hari ini saya ada rapat penting sampai sore," kata Arka di sela mengunyahnya. "Kamu jangan buat ulah di rumah. Dan jangan membongkar bal baju thrifting lagi di ruang tengah."

"Iya, Mas CEO. Lagian hari ini Ara mau packing baju yang semalam udah laku di live TikTok, kok," sahut Elara sambil tersenyum jahil. "Tapi, Mas, foto Mas Arka yang pake jaket bomber hijau semalam benar-benar bawa hoki."

Arka mendadak menghentikan kunyahannya. "Maksud kamu?"

Elara memajukan ponselnya ke depan wajah Arka. Di layar ponsel itu, terlihat unggahan foto katalog Instagram toko thrifting milik Elara. Tampak foto punggung Arka yang tegap memakai jaket bomber hijau, dan slide kedua adalah foto bonus dari depan, wajah Arka yang dingin dan tampan meski hanya terlihat separuh.

"Tuh, lihat! Kolom komentarnya gempar! Jaket bomber-nya sold out dalam tiga menit, terus banyak yang nanya 'Admin, ini modelnya siapa? Boleh dibeli sekalian nggak?'" Elara tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Arka yang makin menggelap.

"Elara Paramita!" desis Arka menahan kekesalannya. "Hapus foto itu sekarang."

"Nggak mau! Ini branding toko Ara, Mas! Sekali pasang foto Mas CEO, omzet Ara naik tiga ratus persen!" Elara buru-buru menarik kembali ponselnya dan mendekapnya erat-erat di dada.

Arka menghela napas panjang, memijat pelipisnya yang mulai berdenyut. Berhadapan dengan Elara selalu saja menghabiskan sisa kesabarannya. Namun, anehnya, Arka tidak pernah benar-benar bisa marah padanya.

Pria itu mengaduk teh hangatnya, lalu menatap Elara yang masih tersenyum penuh kemenangan.

"Nanti malam saya pulang agak terlambat," tutur Arka mengalihkan pembicaraan, seraya meneguk tehnya pelan. "Ibu bilang ingin mengajak kita makan malam keluarga hari Sabtu besok."

Elara yang tadinya tertawa langsung tersedak ludahnya sendiri. "Uhuk!"

"Makan malam keluarga? Sama Pak Broto juga?!" tanya Elara kaget.

"Ya. Dan Papa pasti akan menguji keabsahan pernikahan kita lagi," sahut Arka datar. Pria itu berdiri, merapikan jas yang tersampir di kursinya. "Jadi siapkan mental kamu, Elara. Jangan sampai kebiasaan tidur 'jalan-jalan' kamu itu diceritakan ke Papa."

Elara memanyunkan bibirnya. "Eleh, nakut-nakutin aja! Lihat aja nanti, Ara bakal bikin Pak Broto makin percaya kalau Mas Arka itu emang udah kepepet bucin sama Ara!"

Arka tidak membalas. Pria itu melangkah menuju pintu keluar, namun sebelum benar-benar melangkah keluar, dia sempat menoleh sedikit ke arah Elara.

"Tehnya ... enak," ucapnya singkat dan datar, lalu segera berjalan cepat keluar rumah menuju mobil operasional Doni yang sudah menunggu di depan.

Elara yang ditinggalkan sendirian di meja makan berkedip polos, sebelum akhirnya senyum tipis terukir di bibirnya. "Tuh, kan, gengsiannya kumat lagi!"

1
Adinda
🤣🤣🤣🤣🤣
gadis bucin: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rian Moontero
lanjooott👍😍
gadis bucin: pantengin terus updatenya, ya, kak. 🤗❤️
total 1 replies
Putry Chan
untung dia masih waras ya walaupun kaya raya tapi dia udh tua punya bini lagi , ogah lah 🤣
gadis bucin: iyaa bener 🤣🤣🤣
total 1 replies
Putry Chan
buset pria kaya tua bangka pengen nikah
gadis bucin: nikah lagi tepatnya, kak 🤭
total 1 replies
gadis bucin
Kalau suka jangan lupa like dan komen, ya. Terima kasih untuk dukungannya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!