NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 09. Aneka Riuh

...~•Happy Reading•~...

Di sisi lain ; Alena yang kembali dari tempat Nelson, duduk percaya diri di depan teman-temannya sambil tersenyum. Agar citranya tidak terjun di mata mereka, bahwa dia telah gagal mendekati Nelson.

Namun di pikiran ketiga temannya berbeda. "Selamat Alena." Mereka tersenyum senang akan keberhasilan Alena.

Alena minum air mineral di depannya, perlahan. "Jangan ngucapin selamat dulu. Ini baru awal, mesti berusaha lagi. Apa lagi bukan aku sendiri yang berminat." Sikap Alena berubah dalam sekecap.

"Tapi untuk yang tadi, kau sudah sukses besar mendekati Kak Nelson." Darcy memuji Alena sambil mengacungkan jempol.

"Sukses besar gimana?" Alena ingin tahu pendapat mereka tentang pertemuan pertamanya dengan Nelson.

"Aku bilang sukses, karna setahuku, Kak Nelson tidak banyak bicara. Apa pagi dengan wanita. Tapi tadi banyak bicara dan terus memandangmu." Darcy mengemukan yang dia tahu tentang Nelson dan yang dia lihat di meja Nelson.

"Siapa dulu, dong. Alena gitu, loh." Danna tersenyum. Dia ikut memuji dan menyanjung Alena.

Hal itu membuat hati Alena jadi berbunga. 'Oh, begitu. Jadi sebenarnya dia mulai tertarik.' Alena membatin untuk menyemangati. Dia kembali pada rencana awal untuk mendekati Nelson.

'Kalau begitu, tadi cuma gaya, berlaga memberi nasehat di depan teman-temannya. Padahal sama saja dengan pria lain yang mau pedekate.' Alena membatin dan mulai melihat dari sudut yang lain.

"Jadi Kak Evi benaran pacaran dengan Kak Angga?" Alena menyebut sopan nama Evie untuk memastikan. Dia penasaran dengan interaksi mereka yang tidak biasa.

"Setahuku, iya. Kak Evi pacaran dengan Kak Angga." Arni meyakinkan yang dia tahu.

"Iya. Mereka sering berduaan naik motor, makan di sini, ke perpus atau ke Musola." Darcy menambahkan yang dia tahu.

"Ok. Cukup dulu. Arni, sudah bayar?" Tanya Alena saat melihat Evie berdiri ke kasir.

"Sudah. Kau mau tambah lagi?" Tanya Arni serius.

"Gak. Kalau begitu, mari kita keluar." Alena mau keluar lebih dulu dari Nelson.

"Sebentar, Alena. Aku habiskan juiceku dulu. Sayang, masih banyak." Danna menahan sambil menunjuk juice alpukat di depannya.

"Astaga. Kau sangat lama minum itu." Alena terkejut. "Ya, sudah. Kami tunggu. Cepat...!" Alena kembali duduk sambil menahan rasa kesal.

Saat menunggu Danna, Alena melirik ke arah Nelson, Angga dan Evie yang keluar sambil bercanda dan tertawa. 'Tunggu waktunya. Lihat saja nanti.' Alena membatin.

Dia tahu, apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan Nelson. Dan tidak perlu bantuan apalagi berkongsi dengan Evie atau Angga.

Kemudian dia berdiri dengan tidak sabar melihat Danna minum berirama. Sehingga Arni yang ada di dekatnya menyenggol. "Cepatan minumnya. Sebelum angin topan bertiup." Bisiknya kepada Danna yang tidak menyadari sedang ditunggu.

Tanpa menunggu, Danna segera minum dalam satu tarikan nafas lalu berdiri mengikuti ketiga temannya. Dia mengerti maksud Arni, saat melihat wajah Alena mulai mendung.

"Ayo, cepat keluar." Alena berkata sambil berjalan cepat agar bisa melihat yang dilakukan Nelson dan teman-temanya.

"Alena, tungguuu. Aku punya ide." Danna berlari mendekati Alena. Dia mau menebus salah, karena sudah membuat Alena kesal.

"Apa lagi?" Alena bertanya dengan nada tinggi. Dia merasa terganggu karena sedang berpikir sambil melihat punggung Nelson yang belum tahu mau menuju kemana.

"Nah, itu. Kak Nelson berpisah dengan mereka berdua. Sepertinya Kak Nelson mau naik fery." Danna menunjuk dengan wajah ke arah Nelson.

"Terus? Kita juga tahu, ke arah itu bukan mau naik perahu atau helikopter." Alena kesal.

"Ayo, kita ikutan naik fery." Danna memberi ide dengan wajah riang.

"Kau sudah miring? Kita masih ada kuliah." Arni mendorong bahunya hingga oleng.

"Ini masih lama jam kuliahnya. Dari pada kita bengong tunggu di kampus dan dijadikan objek cuci mata awowo, lebih baik kita ke seberang. Nanti balik lagi dengan fery berikutnya." Usul Danna yang mau menyenangkan hati Alena.

"Masih keburu?" Arni bertanya sambil melihat jam tangan begitu juga dengan yang lain.

"Kalau bisa begitu, hayo." Alena langsung setuju. Sontak mereka berempat berlari ke dermaga, agar tidak terlambat naik fery.

Setelah Danna membeli tiket, mereka kembali berlari ke fery yang akan melepaskankan tali. Setelah berada dalam fery, mereka menunduk sambil tersengal. "Jangan sekali lagi kasih ide gila seperti ini." Darcy memegang dadanya yang bergemuruh dan ngos-ngosan.

"Iya, jantung dan nafasku hampir putus." Arni membenarkan sambil terus menunduk dan memegang dada.

"Mulai sekarang, harus sering olah raga. Coba lihat kita. Cantik dan modis, tapi menunduk seperti mau adu banteng." Alena tidak mau memuji atau menyalahkan ide Danna yang membuat mereka berkeringat.

"Iya. Aku akan pikirkan. Kalau dikejar anjing, tulang tumitku duluan disikat jadi santapan." Danna mengakui, idenya hampir membuat mereka celaka, karena tidak biasa lari cepat.

"Ayo, naik ke atas lihat buruan kita. Eh, buruan Alena." Darcy meralat dan menepuk teman-temannya yang masih berdiri di bawah dan jadi objek perhatian penumpang yang duduk di atas motor sambil tersenyum tertahan.

"Astaga, kita hampir lupa sama buruan Alena. Cepatan, mumpung dermaga masih jauh. Bisa scan Kak Nelson yang lama, atau didekati Alena lagi." Danna langsung naik ke tempat duduk penumpang untuk melihat Nelson.

"Alena, persiapkan alasan bagus, kalau ditanya Kak Nelson." Darcy mengingatkan.

Alena segera naik setelah bisa bernafas lebih tenang. "Jangan duduk di dekatnya. Di sudut lain saja." Alena mengingatkan ketiga temannya saat melihat Nelson sedang berdiri sambil melihat ke arah lekukan teluk.

Mereka pergunakan kesempatan menyusup ke tempat berlawanan, agar tidak diketahui Nelson. Tapi Alena duduk tidak jauh dari Nelson sambil memikirkan alasan yang masuk akal, jika ketahuan.

Ketika sudah duduk, mereka baru menyadari, banyak kapal layar sedang berlabu di teluk, sehingga menciptakan pemandangan yang indah dengan layar beraneka warna dan perahu berayun-ayun oleh gelombang.

"Sepertinya mau ada event, perlombaan perahu layar." Bisik Arni yang melihat ke arah teluk dan perahu layar mulai berlayar ke tengah teluk, diikuti oleh speed.

"Iya. Sepertinya begitu. Cuaca lagi baik dan air laut cukup tenang." Darcy mengakui perkiraan Arni. "Pasti akan seru dan ramai." Darcy menambahkan melihat Nelson tertarik dengan yang ada diteluk, tanpa merasa terganggu oleh penumpang lain yang mulai berdiri di sekitarnya untuk mengabadikan pemandangan di teluk dengan ponsel.

"Eh, bukannya itu ciwi yang traktir Kak Nelson juice?" Bisik Darcy sambil menyenggol Arni di dekatnya, lalu menunjuk dengan wajah ke arah yang dia maksud.

"Oh, iya. Kenapa baru sekarang dia naik fery? Padahal sudah dari tadi aku lihat dia menuju dermaga." Arni heran. Dia berbisik dan menyenggol Danna untuk melihat juga.

"Apa mungkin dia sengaja duduk di ruang tunggu dermaga fery untuk menunggu Kak Nelson pulang?" Danna jadi curiga sambil menatap gadis yang sedang asyik mengambil gambar ke arah teluk dengan ponselnya. Sikapnya dalam mengambil gambar agak mencurigakan. Bukan keindahan teluk yang difoto, tapi Nelson.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah Nelson lulus dengan nilai bagus, untung teman-teman Nelson langsung menariknya keluar dari situ sehingga si Alena tidak bisa mendekatinya dan berbuat macam-macam, kamu itu seperti penguntit saja Alena selalu membuntuti Nelson dimanapun dia berada padahal Nelson sudah berusaha menghindari mu
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Keluarga yg mana Alena yg sedang kau kunjungi, atau kamu lagi curi-curi kesempatan untuk bertemu dengan Nelson, pakai acara suruh nganterin ke dermaga, memang nya kamu sampai ketempat itu naik apa kok minta diantar balik
Rahmawati
selamat Nelson, lulus dengan predikat summa cumlaude
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
Selamat dan sukses babang nelson. semoga jadi pados yang membanggakan juga ❣️
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jelas beda dnk, circle Nelson tulus sdgkn Alena pny circle ...
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
aku udah mulai paham nih. ternyata alena hanya bergaya punya banyak uang ya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau numpang sama saudara emang begini sih. ga enak rasanya. mendingan kost
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
marah2 aja nih mamanya. apa mama dan papa alena sdh berpisah ya
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Huaaa itu salah satu taktik & strategi Alena spy bisa deket dgmu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena sadis. berubah cuma buat menarik hati babang nelson. semua cara ditempuh. wanita begini menyeramkan 🙊🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
hilihh Alena itu cuma pencitraan biar terlihat berubah baik dihadapan Nelson lagian udah kayak penguntit aja sich tau segala kegiatan Nelson di luar 😒😒🤧
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk kasih tau dulu Evi takut jatah buatnya dihabiskan sama Angga 🤭🤣🤣
Rahmawati
ikut terharu liat kasih sayang kakek pada nelson🥰
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Walaupun tidak punya pohon durian Nelson dapat jatah durian super yg banyak namanya juga rezeki tak terduga malah bisa berbagi sama teman-teman Nelson malah jadi ajang barter oleh-oleh dari hasil pulang kampung walaupun Nelson sendiri yg pulang ke kampung kakeknya
🍁🐰Avrily❤🔍🌐
persahabatan sudah jarang ditemukan saat ini. semoga bisa jadi inspirasi 👍👍💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
senang baca persahabatan dan cara pertemanan babang nelson angga dan monce ❣️
Rahmawati
angga harus tutup mulut biar liurnya gk netes😂
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
persahabatan antara Nelson Angga dan Monce benar benar sudah seperti saudara kandung aja saling berbagi saling support satu sama lainnya keren
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Angga, kita samaaa, mau dua²ny 🤣👍🥳
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Kalau pas loncat kunjungi kakek mu Nelson biar beliau tidak merasa kesepian walaupun ada Tine bersamanya tetaplah orang tua itu mendambakan cucu-cucu nya yg lain untuk berkunjung walaupun sebentar ❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!