Jarot, sang penguasa dunia bawah tanah yang sedang menyamar untuk menikmati masa pensiun santainya, tanpa sengaja terseret ke dalam masalah saat ia menyelamatkan seorang pengusaha wanita bernama Nisa dari kepungan preman. Terkesima oleh kemampuan bertarung Jarot, Nisa langsung menyewanya dengan bayaran fantastis untuk menjadi pengawal pribadi tiga putri angkatnya—Lyly, Tata, dan Melly—gadis-gadis keras kepala yang selalu sukses mengusir pengawal mana pun dalam hitungan jam. Di balik kemewahan rumah tersebut, sebuah permainan rahasia yang konyol namun mematikan dimulai; ketiga nona muda itu berusaha menggunakan kemampuan rahasia mereka sebagai ratu Wall Street, master bela diri, dan peretas dewa untuk mengerjai Jarot, tanpa sadar bahwa pria santai yang sedang mereka hadapi adalah monster paling ditakuti di dunia bawah. Kini, sambil meladeni tingkah laku mereka, Jarot harus menggunakan insting pembunuhnya untuk membantai ancaman nyata dari rival bisnis Nisa yang mulai mendekat dari balik
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Hanya dalam waktu tiga menit, lebih dari separuh pasukan Bos Naga sudah terkapar mengerang kesakitan di lantai kotor itu.
Tata menelan ludahnya melihat teknik pertarungan Jarot yang sangat brutal namun entah kenapa terlihat indah untuk ditonton.
"Itu bukan ilmu bela diri biasa, itu teknik membunuh murni yang diasah di medan perang sesungguhnya," analisis Tata dengan tubuh gemetar kekaguman.
Bos Naga yang berdiri di atas peti kemas mulai berkeringat dingin melihat pasukannya dibantai habis-habisan dalam waktu singkat.
"Tembak dia! Tembak bajingan itu sekarang juga!" teriak Bos Naga panik kepada kelima penjaga pribadinya.
Dor. Dor. Dor.
Suara letusan peluru tembakan senjata api terdengar memekakkan telinga dari pengeras suara televisi Melly.
Ketiga gadis itu otomatis menunduk dan berteriak histeris mendengar suara tembakan yang sangat nyata itu.
"Jarot!" teriak Tata memanggil nama pria itu karena panik setengah mati.
Namun saat mereka melihat kembali ke layar, Jarot tidak tumbang bersimbah darah seperti yang mereka bayangkan dalam ketakutan.
Pria itu sudah melompat dan bersembunyi dengan aman di balik pilar beton penyangga gudang yang sangat tebal.
"Mbak Melly, matikan semua lampu gudang ini dari sistem kontrol pusat sekarang," perintah Jarot dengan nada sangat dingin lewat alat komunikasinya.
"B-Baik! Aku matikan sistem kelistrikannya sekarang!" jawab Melly dengan jari bergetar mengetikkan baris kode perintah.
Tik.
Seluruh lampu di dalam gudang pelabuhan itu mati total meninggalkan kegelapan yang sangat pekat dan mencekam.
Kamera CCTV Melly otomatis beralih ke mode penglihatan malam yang membuat layar berubah menjadi warna hijau terang.
"Kalian tidak bisa menembak apa yang tidak bisa kalian lihat, kan?" suara Jarot menggema menyeramkan di dalam gudang gelap itu.
Kepanikan luar biasa langsung melanda para penjaga bersenjata api yang kini buta di dalam gelap.
Mereka mulai menembak membabi buta ke segala arah tanpa target yang jelas karena ketakutan.
Dor. Dor.
"Jangan menembak sembarangan, bodoh! Nanti kena temanmu sendiri!" bentak Bos Naga yang ikut tiarap memeluk peti kemas ketakutan.
Dalam layar mode malam televisi, terlihat Jarot bergerak merayap dari satu bayangan ke bayangan lainnya tanpa mengeluarkan suara langkah kaki.
Syuuut. Brak.
Jarot menarik kaki salah satu penembak dari bawah dan menghantamkan kepala pria itu ke lantai keramik hingga pingsan seketika.
Senjata api jatuh dari tangan pria itu dan langsung ditendang jauh oleh Jarot ke sudut ruangan agar tidak bisa diambil lagi.
Dalam waktu kurang dari dua menit, kelima penembak itu berhasil dilumpuhkan Jarot satu per satu di dalam kegelapan tanpa perlawanan berarti.
"Lampu menyala," perintah Jarot pelan ke arah kamera CCTV terdekat di dinding gudang.
Melly segera menekan tombol keyboardnya dan semua lampu sorot gudang kembali menyala terang benderang.
Bos Naga mengangkat kepalanya perlahan dan melihat pemandangan yang sangat mengerikan di sekelilingnya.
Seluruh lima puluh anak buah kebanggaannya sudah terkapar tidak berdaya di lantai gudang dengan luka memar di sekujur tubuh.
Hanya tersisa Jarot yang berdiri santai di tengah-tengah tumpukan tubuh manusia itu tanpa luka sedikit pun di bajunya.
"Monster... Kamu ini sebenarnya monster apa?" gagap Bos Naga merangkak mundur ketakutan hingga menabrak dinding peti kemas.
Jarot melangkah perlahan menaiki peti kemas dan berdiri menunduk tepat di hadapan bos preman tersebut.
"Aku cuma pengawal baru yang mau menjalankan tugas melindungi majikanku dengan baik," jawab Jarot dengan senyum ramah yang sangat mematikan.
Bugh.
Satu tendangan pelan dari Jarot mendarat di wajah Bos Naga dan langsung mengirim pria gemuk itu ke alam mimpi yang panjang.
Pertarungan besar yang sangat tidak seimbang itu akhirnya selesai dengan kemenangan telak dan absolut di pihak Jarot.
Di ruang keluarga rumah mewah, Lyly, Tata, dan Melly saling berpelukan erat dengan nafas tersengal-sengal mencari oksigen.
Mereka masih tidak bisa mempercayai apa yang baru saja mereka saksikan dengan mata kepala mereka sendiri.
"Dia mengalahkan lima puluh orang bersenjata sendirian tanpa terluka sama sekali," ucap Tata dengan tatapan kosong menyadari perbedaan level mereka.
Melly menatap layar laptopnya yang menunjukkan Jarot sedang merapikan rambutnya dan berjalan keluar dari gudang.
Jarot tiba-tiba berhenti sejenak dan menatap lurus tepat ke arah salah satu kamera CCTV jalanan yang diretas Melly.
Pria itu mengangkat tangan kanannya dan melambaikan tangan santai ke arah kamera sambil tersenyum lebar.
"Mbak Lyly, jangan lupa air hangat untuk mandiku segera disiapkan ya," pesan Jarot dari saluran komunikasi suara mengganggu lamunan mereka.
Suara Jarot terdengar sangat normal tanpa ada nada kelelahan atau deru nafas yang memburu layaknya orang sehabis bertarung.
Lyly terdiam mematung mendengar pesan menjengkelkan tersebut menggema dari pengeras suara televisi.
Air mata haru dan rasa lega yang luar biasa tiba-tiba menetes membasahi pipi wanita bisnis yang biasa tampil angkuh itu.
Lyly akhirnya menyadari sepenuhnya betapa beruntungnya keluarga mereka bisa menyewa sosok pelindung sehebat dan semengerikan Jarot.
"Aku akan menyiapkannya sekarang juga," gumam Lyly bangkit berdiri dengan kedua kaki yang masih sedikit gemetar.
Lyly berbalik badan dan berjalan patuh menuju kamar mandi tamu tempat Jarot biasa membersihkan diri tanpa membantah sedikit pun.
Tata dan Melly menatap kepergian kakak tertua mereka dengan senyum kecil yang melegakan di bibir mereka.
Harga diri ketiga nona muda itu benar-benar sudah ditaklukkan sepenuhnya malam ini oleh kekuatan mutlak sang monster jalanan.
Jarot telah membuktikan dengan tindakan nyata bahwa kata-katanya bukanlah sekadar bualan omong kosong belaka.
Mulai malam ini, posisi Jarot di rumah mewah itu bukan lagi sekadar pengawal rendahan yang bisa mereka remehkan dan kerjai sembarangan.
Ia kini resmi menjadi pilar utama pertahanan keluarga yang sangat dihormati dan tidak akan pernah berani mereka bantah lagi aturan-aturannya.