NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9. Bertekad Merubah Takdir

Malam itu langit tampak cerah, nyaris tak ada awan yang menggantung. Sang Dewi Malam bersinar begitu terang, begitu indah, begitu lembut. Sinarnya seolah hendak menyelimuti seluruh pelosok kotaraja Kerajaan Nan-feng.

Tampak Liu Xui berjalan agak cepat dan sedikit terburu-buru di tengah siraman sinar rembulan menuju paviliun kecil Ling Qingxue.

Dia menenteng di kedua tangannya sebuah nampan berisi hidangan makan malam yang tergolong sederhana; dua mangkuk nasi putih, beberapa lauk serta sayuran hijau dengan olahan sederhana.

Hidangan itu jelas jauh sekali dari kategori mewah yang biasa dinikmati keluarga kediaman Jenderal Ling Guojin. Amat jauh....

Namun bagi Ling Qingxue maupun Liu Xui, hidangan seperti itu sudah lebih daripada cukup.

Tak lama Liu Xui sudah sampai di paviliun Ling Qingxue, tepatnya di depan pintu kamar. Sebelum masuk, Liu Xui mengetuk pintu terlebih dahulu, cukup pelan. Lalu berkata.

"Shao jie, makan malam sudah siap...!"

"Masuk saja....!" menyahut sebuah suara dari dalam bernada merdu nan lembut, kalem dan tenang.

Tanpa menunggu diperintah dua kali, Liu Xui segera masuk setelah mendorong pelan daun pintu yang tak terkunci.

Tapi begitu seluruh badannya sudah berada di dalam kamar, dia langsung berhenti melangkah seketika. Sedangkan sepasang mata indahnya terbelalak kaget tak percaya.

Hampir saja nampan hidangan terlepas dari kedua tangannya jika dia tidak cepat-cepat tersadar.

Dia tidak lagi melihat nona mudanya yang dulu yang ringkih, berwajah buruk, bertubuh kurus dan nyaris penuh bekas luka korengan.

Akan tetapi yang dia lihat kini seperti orang lain, seorang gadis berwajah amat cantik laksana bidadari berambut lebat nan hitam, yang tengah duduk bersemedi menghadap pintu.

Kulitnya amat halus, amat putih bagai giok tanpa cela. Sepasang bibirnya begitu indah berwarna merah delima. Rambutnya begitu lebat, halus bagai sutra, dan hitam berkilap.

Sungguh pemandangan di depan mata Liu Xui itu begitu indah mempesona. Akan tetapi amat kontras dengan pakaian yang dikenakan sang gadis bidadari yang amat biasa dan sederhana.

Beberapa saat lamanya Liu Xui hanya berdiri mematung, menatap gadis cantik itu tanpa berkedip. Sampai akhirnya gadis yang tak lain adalah Ling Qingxue --versi terbaru-- berkata bernada pelan, lembut dan kalem, dihiasi dengan senyum lembut yang begitu menawan.

"Kemari lah, Liu Xui, letakkan hidangan itu di meja! Jangan berdiri terus di situ seperti patung...!"

"Si-siapa Anda? Kenapa Anda berada di kamar shao jie-ku?" seru Liu Xui agak gugup sedikit panik, seolah tak menggubris ucapan Ling Qingxue. "Di-di mana Ling Shao jie?"

"Jangan panik dan jangan berisik begitu, Liu Xui!" tegur Ling Qingxue, masih kalem dan lembut. "Tingkahmu itu nanti bisa mengundang orang ke mari...."

"Siapa Anda, Gu Niang?" Liu Xui bertanya sekali lagi, masih tanpa menggubris teguran Ling Qingxue.

"Aku Ling Qingxue, shao jie-mu," sahut Ling Qingxue masih tersenyum lembut dan hangat. "Apa kamu tiba-tiba terkena amnesia?"

Liu Xui segera meletakkan nampan hidangan di atas meja. Lalu mendekat dan menatap gadis cantik bak bidadari yang duduk di sisi depan tempat tidur itu.

Telapak tangannya bergerak pelan, meraba kedua pipi yang amat halus itu. Sedangkan Ling Qingxue membiarkan saja perbuatan pelayan setianya itu tanpa melarang.

"Benarkah Anda Ling Shao jie?" Liu Xui masih bimbang antara percaya dan tidak jika gadis berparas bidadari itu adalah nona mudanya.

Masalahnya, semua yang ada pada diri Ling Qingxue telah berubah. Wajahnya yang dulu buruk kini amat cantik mempesona. Kulitnya yang dulu rusak, kini begitu putih begitu halus, tanpa cela tanpa noda.

Yang lebih penting, tatapan matanya yang dulu penuh kepatuhan dan rasa takut, kini begitu berani begitu tegas begitu tajam begitu dingin, penuh amarah yang membara.

Menatap sepasang mata itu, membuat Liu Xui merinding ngeri. Namun sepasang mata yang familiar itu Liu Xui masih bisa menghafalnya, itu sepasang mata Ling Qingxue, nona mudanya.

Ling Qingxue segera mengangguk pasti. Dan detik itu juga Liu Xui langsung memeluk nona mudanya itu. Menumpahkan air mata haru dan bahagia dalam pelukan sang nona muda.

"Shao jie, aku selalu berdoa untuk kesembuhan Anda," ucap Liu Xui begitu lirih di sela tangis harunya. "Dan akhirnya... akhirnya doaku terkabul, Shao jie...."

"Terima kasih, Liu Xui," Ling Qingxue juga larut dalam keharuan, memeluk pelayannya dengan erat, penuh kelembutan, kasih sayang dan perlindungan.

★☆★☆

Setelah puas meluapkan rasa haru dan rasa gembiranya, Liu Xui kini ingat jika dia harus kembali melayani nona mudanya untuk makan malam. Menggelar tikar butut di lantai di ruang belakang, lalu menghidangkan hidangan yang tadi dia bawa.

Selang beberapa lama kemudian Ling Qingxue dan Liu Xui telah asyik menikmati makan malam, hidangan yang begitu sederhana, namun terasa nikmat dan penuh rasa kekeluargaan.

Sambil menikmati hidangan, Liu Xui menceritakan apa saja informasi atau berita-berita yang dia dapat di kediaman utama. Termasuk dan tak lupa dia menceritakan tentang kejadian kedua tuan muda yang sedikit menghebohkan tentang ketidak hadiran nona mudanya di kediaman utama.

Terutama dia menceritakan bagaimana sikap Su Yinfei yang seolah menunjukkan kepeduliannya kepada Ling Qingxue. Namun sikap itu hanyalah kepedulian palsu, Liu Xui merasa yakin akan hal itu.

Sedangkan Ling Qingxue hanya sebagai pendengar setia saja sambil menikmati hidangannya dengan tenang. Hanya sekali dua kali saja dia menggapi penuturan pelayannya itu.

Dan tidak terlalu mengambil hati tentang sikap kedua kakaknya itu kepadanya, karena dia tidak mau perduli lagi dengan mereka.

Adapun mengenai Su Yinfei dan Ling Yaofei, dua ular betina, dia semakin bertekad untuk membalas perbuatan mereka terhadapnya di masa lalu.

Karena kedua wanita ular itu yang menyebabkannya mati dipenggal dengan tragis. Sebelumnya itu, Liu Xui juga telah mati dipenggal akibat mati-matian membelanya.

Mengingat akan pengorbanan pelayan setianya itu, membuat Ling Qingxue amat terharu. Itulah manusia satu-satunya yang setia menemani dirinya dan rela mengorbankan dirinya hingga mereka berakhir dengan tragis.

Namun di kehidupan kedua ini dia sudah bertekad akan melindungi Liu Xui. Dia juga akan membekali gadis imut itu dengan ilmu bela diri dan kekuatan spiritual. Dia akan mejadikan Liu Xui sebagai seorang kultivator juga, sama seperti dirinya.

Dia akan berusaha keras untuk itu....

Energi spiritualnya sekarang sudah aktif. Tinggal meningkatkan lagi ke tingkat yang lebih tinggi, agar dia bisa mentransfer energi spiritual kepada Liu Xui.

Setelah menyelesaikan makan malamnya bersama Liu Xui, Ling Qingxue merebahkan dirinya di tempat tidurnya yang reot. Di sebelahnya sang pelayan setia juga ikut tidur bersamanya.

Sepasang matanya yang jernih nan indah menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya mulai diputar, memikirkan rencana masa depan yang dia dan Liu Xui bakal lakukan.

"Aku harus melakukan perubahan yang besar," gumamnya lirih. "Jika tidak begitu, maka nasibku dan nasib Liu Xui sama seperti dulu, mati dengan tragis...."

Ling Qingxue amat paham, masa yang akan datang penuh dengan bahaya dan kelicikan. Pengkhianatan Zheng Liang, kejahatan Ling Yaofei dan Su Yinfei sang ibu tiri, perlakuan yang tidak adil oleh seluruh keluarganya.

Semua itu sudah tertulis dengan sadis pada takdirnya di masa lalu.

Namun pada kehidupan keduanya ini, semua itu Ling Qingxue bertekad tidak akan membiarkannya berjalan seperti dahulu.

Ling Qingxue akan merubah takdirnya....

★☆★☆★

1
Muft Smoker
akhirnya ny yg aq tunggu2 dr jaman dinosaurus akhirnya di lakukan juga ma Ling qingxue ,,

luph byk2 buat km Ling er ,,
Adhie: hehehehe
total 1 replies
kaylla salsabella
yeeeeeeeee terus semangat qingxue
Adhie: semangat... pantang mundur
total 1 replies
kaylla salsabella
ah lagi thor😭😭😭
Adhie: siap....
diusahakan up tiap hari
total 1 replies
Muft Smoker
aaaaa d gantuuung ,,
pgen tak HI'IH tuh guru Bing ,,
awas jgn melongo yx kalo nanti Ling qingxue menang😏😏😏😏😏
Adhie: tentu saja dia bakal tercengang nanti
total 1 replies
Maysa Maysa
kannn bener bener pek ketiplek novel kak Yulianti
kak kalau berkarya jangan jiplak dong😡
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kakak aja ngeh. Apalagi aku yang penulisnya masih teringat jelas aku nulisnya. Cari idenya sampai lupa makan dan kurang tidur. Tapi enteng banget penulis ini malah nyontek.
total 1 replies
Maysa Maysa
semakin lama aku baca kok ceritanya bener bener mirip kayak punya kak Yulianti Azis ya.
Maysa Maysa
kok tetep mirip karya sebelah
Adhie: terima kasih sudah berkunjung...
total 1 replies
Maysa Maysa
kok alurnya gak asing ya, kek pernah baca
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Alurnya kan emang nyontek punyaku, kak. Yang Guo Mei. "Kesempatan Kedua: Sang Putri." 🤣🤣
total 1 replies
Kustri
lao tian itu apa dewa? 🤔
Adhie: benar, artinya dewa atau dewata yang agung
total 1 replies
Muft Smoker
aduuh knp gx langsung nunjukin Dy sypa siih ,, tutup mulut mereka dg kemampuan mu Ling quexue ,,
Adhie: siap kaka...
total 1 replies
Adi Sudiro
terlalu bertele tele.. bukan seru malah bosen... 🤣🤣🤣🤣
Adhie: siap...
saran dan kritik diterima...
terima kasih
🙏🙏🙏
total 1 replies
kaylla salsabella
qingxue terlalu bertele-tele 🤣🤣
Adhie: biar penasaran kaka... hehehe...
terima kasih selalu mengikuti...
total 1 replies
L
Alur plek ketiplek Kesempatan Kesempatan Kedua; Sang Putri.

Author; Yulianti Aziz.

Dari banyaknya ide di dunia ini, coba deh kamu kreatif, jangan plagiat punya orang, terus kamu modifikasi.

Uang yang didapat gak akan berkah pun hasilnya gak seberapa, apa gak takut ke makan keturunan mu?
kaylla salsabella
lanjut thor
Adhie: siap...
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis
Kira-kira dong kalau plagiat. Kau pikir gak bakalan ketahuan? Sudah banyak pembaca yang kasih tahu mirip banget alurnya sama novelku yang judulnya "Kesempatan Kedua: Sang Putri"
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Aku udah baca sampek bab 40an. Aku tahu novelku karena aku yang tulis tiap detailnya. Jangan karena diubah beberapa jadi gak tahu, pembacaku aja yang udah baca novelku langsung tahu. Karena mereka yang kasih tahu aku.
total 2 replies
Muft Smoker
baru ujian larii aj ,,
udh pada iri dan heboh ,, gmn nanti kalo Ling quexue nunjukin kekuatan elemen ny ,,
Muft Smoker: waah udh gx sabar liat moment tu kak ,, dtggu2 banget ma aq ,,
total 2 replies
kaylla salsabella
yeeee akhirnya bersama nenek
Adhie: ya, zhu qianlu adalah satu satunya keluarga qingxue yang perduli...
entah nanti jika masih ada keluarga jauh
total 1 replies
Muft Smoker
aq sukaaaa
Muft Smoker: ooo gt kah???
ok klo gitu ,, 🫡🫡😁😁😁
total 6 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Adhie: lanjuuuut
total 1 replies
kaylla salsabella
lagi thor
Adhie: siap... lanjut...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!