NovelToon NovelToon
Kontrak Naga

Kontrak Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: aisy hilyah

Seorang gadis tanpa bakat.
Menjadi aib bagi sebuah keluarga sihir api yang berkuasa.
Sebuah pengkhianatan yang menjatuhkannya ke jurang maut.

Tapi di kegelapan jurang, takdir memilihnya.
Kontrak dengan naga kuno mengubahnya menjadi wadah dari seluruh elemen.

Dari sampah keluarga ... menjadi ancaman bagi dunia.
Dari yang dibuang ... menjadi yang ditakuti.

Ini kisah tentang kebangkitan.
Ini kisah tentang KONTRAK NAGA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9 Kontrak Yang Berbisik

Malam itu, di sebuah penginapan sederhana, Eliya tertidur dengan pulas. Namun, saat di dalam lelap, suara Zharvion menggema di dalam pikirannya. Suara yang lemah, seperti bisikan angin lembut. Cukup membuatku untuk terjaga.

"Tiga Mahkota berikutnya lebih berbahaya. Petir, Cahaya, Kegelapan."

Bisikan itu membuat kedua mata Eliya terbuka. Malam yang sunyi menyambutnya, hanya nyanyian para binatang malam yang terdengar saling bersahutan.

"Dan?" tanyanya dengan suara yang sangat pelan. Sama pelan seperti angin yang berbisik.

Suara Zharvion tidak lagi terdengar seperti gema di dalam kepala, melainkan seperti gesekan pedang kuno yang ditarik dari sarungnya. Berat, dingin, dan penuh ancaman. Kalimat terakhirnya terus berputar di benak Eliya. Bahkan, setelah keheningan kembali menguasai kamar penginapan yang sempit itu.

Tak ada nyanyian binatang malam, tak ada hembusan angin yang menyelinap dari sela-sela dinding kayu penginapan. Waktu seolah-olah berhenti berputar, merasakan keberadaan sebuah entitas yang tidak biasa.

"Nocthus sudah terbangun dari tidurnya. Dia merasakan kehadiranmu. Mungkin dunia kegelapan tak lama lagi akan menyerang." Suara Zharvion membuat tubuhnya meremang. Mata Eliya terbuka dengan lebar.

Nocthus, sang penguasa kegelapan yang namanya saja tabu untuk diucapkan di benua bawah itu, dan kini telah membuka matanya. Dan yang lebih buruk, dia tahu keberadaan Eliya, sang wadah. Kehadirannya sebagai pewaris tujuh mahkota elemen telah memicu alarm gaib yang selama ribuan tahun tertidur.

"Nocthus? Ternyata selain keluarga, masih ada musuh yang berat untuk dihadapi. Dunia ini benar-benar mengerikan," gumam Eliya, matanya berkedip pelan, menatap sayu lampu minyak yang menggantung di dinding kayu.

Eliya bangkit dari tempat tidur, melangkah pelan mendekati jendela kayu yang berderit saat dibukanya. Di luar, malam terasa lebih pekat dari biasanya. Ia menatap jauh pada kegelapan malam.

Jauh di batas cakrawala, di seberang samudra kabut yang memisahkan wilayah manusia dengan teritori terlarang, langit Benua Nocthus berkedip. Kilatan itu bukan petir biasa, melainkan denyutan cahaya hitam yang menelan bintang-bintang di sekitarnya.

"Sistem dunia ini sedang merespons pergerakanku secara agresif. Jika aku tetap menggunakan ritme leveling yang normal, aku hanya akan menjadi mangsa empuk saat pasukannya menyeberang. Aku harus segera mengumpulkan kekuatan. Tujuh mahkota elemen sebelum mereka datang menyerang," gumam Eliya lagi mematri tatapan pada langit benua Nocthus yang gelap.

Ia harus menjadi tidak masuk akal dalam hal pertumbuhan kekuatan. Tidak bisa tinggal diam. Ketujuh elemen harus segara terisi. Atau saat kegelapan itu datang, dia hanya akan mengalami kekelahan.

"Dataran Badai," gumamnya lagi perlahan, menundukan pandangan, menatap telapak tangannya yang masih menyisakan sisa-sisa energi dari mahkota pertama dan kedua yang berhasil ia dapatkan.

"Tempat di mana petir abadi menyambar tanpa henti. Level rekomendasi untuk masuk ke sana adalah minimal tingkat enam puluh. Sedangkan aku ... entahlah. Aku sendiri tidak tahu berapa tingkat kekuatanku." Ia melanjutkan diakhiri helaan napasnya yang panjang.

Eliya mengepalkan tangan, menggenggam udara kosong di jemarinya. Dia bertekad untuk pergi ke dataran badai dan mendapatkan elemen selanjutnya. Mengisi mahkota yang kosong dan meningkatkan kekuatannya.

"Kau gila," suara Zharvion kembali berbisik, kali ini nadanya dipenuhi sinisme yang kentara.

"Manusia dengan daging lemah sepertimu akan hangus menjadi abu sebelum sempat menyentuh gerbang perbatasan Dataran Badai. Petir di sana bukan sekadar elemen, itu adalah manifestasi kemarahan para dewa kuno. Kau yakin akan pergi ke sana?"

Suara itu menggema, bagai cambuk keras yang membangkitkan tekad Eliya. Kata-kata Zharvion tidak serta merta membuatnya takut atau bahkan putus asa. Justru Eliya merasa tertantang untuk datang ke tempat itu.

"Kalau begitu, ini akan menjadi pertaruhan yang menarik," balasnya sambil tersenyum tipis.

Keadaan mendesak seperti situasi saat sekarang, justru membuat darahnya berdesir. Insting bertahan hidupnya yang paling primitif mendadak bangkit. Memberinya keyakinan dan kepercayaan untuk membangkitkan elemen berikutnya.

"Jika aku mati di sana, kontrak kita selesai dan kau bebas mencari wadah baru. Tapi jika aku berhasil, aku akan mendapatkan Mahkota Petir." Ia menatap jauh pada cakrawala di langit. Tangan kanannya mengepal, menggenggam tekad yang tak tergoyahkan.

Zharvion terdiam. Keheningan makhluk kuno itu adalah bentuk persetujuan terselubung. Dia tahu, seperti halnya Eliya tahu, bahwa tidak ada pilihan lain yang tersisa, selain mengambil semua resiko.

"Aku tidak akan mati semudah itu."

Kalimat yang diucapkannya dengan penuh keyakinan. Memberi Eliya motivasi untuk terus berjuang menyempurnakan kekuatan demi kedamaian dunia. Jika Nocthus terbangun, sementara ia belum memiliki cukup kekuatan, maka dunia Aethervan, dunia yang mereka tinggali tidak akan pernah memiliki kedamaian.

Penguasa kegelapan akan melahap habis seluruh benua di dunia Aethervan.

"Itu tidak boleh terjadi," pungkasnya sebelum jendela kayu itu tertutup.

1
Agus Tina
Baguus
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Agus Tina
Tinggal buka kedok siapa itu Sherina, apa alasan dia meracuni Eliya sehingga kekuatan sihirnya tidak muncul saat usia 17 tahun. siapa yg membantu Sherina
..
Aisy Hilyah: hehehe bener
total 2 replies
Swety
💪💪
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Elin Erliana
imajinasi yg luar biasa
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Yue Li MZy
Membayangkan betapa ngerj nya di dalam sana,Mana suhu lava dan magma ny panas nya sampai membuat tubuh manusia terbakar dan hangus 😲😲
Aisy Hilyah: Bener banget itu
total 1 replies
Yue Li MZy
keserakahan Seraphina akan menyebabkan kehancuran dirinya,dan lord Ignis menyesal pun ga ada gunanya.ayooo Aurel balaskan dendam mu 🤭🤭
Aisy Hilyah: Bener banget
total 1 replies
Agus Tina
🤍🤍🤍
Dwi Setyaningrum
masak kalah lg sih..kalau kalah tamat dong ya ga thor 😁
Aisy Hilyah: ehehehe betul
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
jd deg degan nih..
Aisy Hilyah: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
semangat eliya💪jdlah lbh kuat utk mengalahkan kegelapan
Aisy Hilyah: siap! semangat pasti bisa
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
waduh jgn mati dong msk pemeran utama mati Jadi apa nanti dunia kalau dikuasai dg kegelapan🤔
Aisy Hilyah: ehehe tidak tenang saja
total 1 replies
Agus Tina
Eliya, semoga kali berhasil
Aisy Hilyah: pasti berhasil
total 1 replies
Agus Tina
Jangan lama upnya y thor ...
Aisy Hilyah: bismillah insya Allah diusahakan
total 1 replies
Agus Tina
Bagus Eliya bongkar juga kejahatan mereka yg telah membuangmu juga kejahatan Seraphina yg telh meracunimu dulu
Dwi Setyaningrum
elemennya berarti sdh 7 kan ya🤔apa msh kurang 1🤔
Aisy Hilyah: Baru enam belum tujuh
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
ikut tegang juga..bayangin betapa panasnya lava dan magma gunung bisa melelehkan apa saja apalg ini hanya kulit manusia bisa jd bubur nih😁
Aisy Hilyah: Bener bener banget
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
eliya yg blm punya elemen api ya..🤔
Aisy Hilyah: betul
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kalau wajahnya sdh ada dimana2 kenapa ga nyamar saja sih jdnya ga kehambat utk menuju pencarian mahkota/elemen lainnya🤔
Aisy Hilyah: iya ya. mereka cuma nutupin pake jubah
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
waow taktik yg cerdas..kerennn..👏👏
Aisy Hilyah: terimakasih banyak
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
hadir thor...
Aisy Hilyah: terimakasih sudah hadir kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!