" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perseteruan
"Aku tidak menyangka ternyata seleramu masih di bawahku " Tommy kepancing emosi karena Ester begitu membandingkan David dengan dirinya.
" Jangan suka meremehkan orang lain, mungkin semua orang tidak seberuntung kau, memiliki keluarga sepertimu, memiliki kekayaan sepertimu, ataupun memiliki wajah sepertimu tetapi percayalah banyak orang di luar sana yang jauh lebih memiliki hati dirimu. " sarkas Ester.
Tommy menaikkan alisnya.
" Secara tidak langsung kamu memuji apa yang ada pada diriku "
" Aku bukan orang yang munafik Tommy, jika aku merasa orang itu baik aku akan memujinya tetapi jika orang itu buruk aku tidak akan segan untuk melawannya "
Tommy memejamkan matanya untuk menahan emosi.
" Makanan sudah datang " ucap seorang pelayan lalu menghidangkan makanan di atas meja.
Suasana kembali membaik ketika seorang pelayan datang dan menghentikan perdebatan di antara mereka, Ester hanya terdiam dan Tommy emosi karena mendengar ucapan Ester.
Akhirnya mereka makan dalam diam tak ada pembicaraan apapun, sesekali Ester membuang muka ke arah lain, ia melihat ke arah pemandangan luar yang lebih nyaman untuk ia lihat.
" Aku bisa melakukan sesuatu yang jauh dari yang kamu bayangkan Ester " ucap Tommy tiba-tiba
" Aku juga memiliki keberanian yang tidak pernah kamu bayangkan Tommy." tajam Ester.
" Kamu memiliki hutang budi padaku"
" hutang budi seperti apa ? atau karena menyelamatkan aku sebelum meninggal saat itu? Tommy... bahkan kamu dengan tidak tahu malunya memanfaatkanku dan mengambil catatan milik ayahku "
" Catatan itu adalah hal penting, bukan sembarangan yang bisa dipegang orang lain"
" jika itu penting, lalu kenapa harus kau rebut? Bukankah itu hakku karena aku adalah anak dari ayahku " kecam Ester.
" Semuanya tidak semudah dan sesimpel yang kamu pikirkan " geleng Tommy.
" Aku sangat tidak percaya padamu Tommy, bagaimanapun alasanmu... aku memang sudah tidak percaya karena kepercayaanku sudah mati padamu " ucap Ester dengan getir.
" aku tahu tipu muslihatmu Tommy, kesalahan yang dulu kau perbuat berdampak besar untuk masa depanku."
" Kau terlihat begitu membenciku "
" Tentu... rasa benciku seperti mendarah daging padamu, rasa sakit yang kau ciptakan padaku tidak akan pernah semudah itu untuk aku lupakan Tommy "
" Jika begitu mari kita berperilaku profesional, kita adalah sebatas hubungan kerja " ucap Tommy gengsi.
" Kamu berpikir kita ini apa ? Aku tidak pernah berpikir bahwa ada sesuatu yang spesial di antara kita setelah bertemu kemarin, kau hanya bos dari perusahaan yang bekerjasama denganku sudah tidak lebih.. Aku ulangi tidak ada yang spesial di antara kita "
Tommy mengepalkan tangannya kuat, ia tak tahan dengan ucapan Ester.
" Kau milikku Ester "
Ucapan Tommy yang tiba-tiba membuat Ester cukup terkejut.
" Semuanya sudah terlambat Tommy Apa yang kamu lakukan dulu membuahkan hasil yang sekarang"
Tanpa ia ketahui seorang wanita berpenampilan seksi berjalan ke arah mereka dengan lenggak-lenggok ke arah mereka berdua,
" Kamu sudah lama tidak mengangkat panggilanku, ternyata ini yang terjadi " ucap wanita itu.
Tommy melirik ke arah wanita yang berdiri di depannya dengan berkacak pinggang. Ester melihatnya tampak terkejut siapa wanita yang ada di sana
" Kau " ucap Monika begitu kaget ketika melihat Ester berada di sana.
Monica terkejut dan dia tak menyangka jika Ester berubah jauh dari yang ia pikirkan. Bahkan ia melihat Ester yang benar-benar terlihat begitu cantik dengan tubuh yang terawat
" Kau datang pasti untuk merebut calon suamiku kan? Tommy adalah calon suamiku, "marah Monika,
Ester menatap ke arah Monika dengan sinis.
" Ohh.. sayang sekali karena calon suamimu terlihat tertarik padaku " ucap Ester dengan nyalang.
Monika melotot tajam dan tangannya akan memukul Ester tapi siapa sangka jika Tommy menahan tangan Monika.
" Sejak kapan kau berani melawanku ? " Tommy menatap ke arah Monika dengan tatapan dingin dan emosi.
" T-tommy..aku datang karena aku merasa ada yang berubah denganmu "
" Jika ada lalu kau mau apa? " tajam Tommy.
Ester melihat mereka yang beradu mulut ia mengambil tasnya dan akan pergi.
Tangannya ditahan oleh Tommy.
" Lepaskan aku Jerk " umpat Ester dengan menepis tangannya.
Monika kaget karena Ester begitu berani, Ester lalu pergi begitu saja.
Tommy dan menatap ke arah Monica dengan tetapan tajam. Tanpa banyak bicara Tommy langsung pergi meninggalkan Monika yang berdiri di sana, sungguh Monica merasa kesal dengan adanya Ester.
" Tommy.. " Teriak Monica mengejar Tommy.
Monica melihat mobil yang dikendarai oleh Tommy pergi begitu saja.
" Sialan kau Ester.. tunggu saja, penampilannya seakan dirinya adalah orang kaya.. " ucap Monica dengan tatapan emosi.
Ester kembali ke hotel ia merasa kesel dengan apa yang terjadi barusan, emosinya seakan meninggi dan pikirannya kalut, begitu melihat ternyata Tommy bertunangan dengan Monica sungguh membuat Ester semakin membenci keduanya, itu mungkin saja terjadi karena dahulu Monica bersama dengan orang tua Tommy.
Ester meletakkan tasnya dan berbaring di ranjang, ia menatap ke arah langit-langit kamar dengan tatapan menyelidik, ia benar-benar merasa kesal dan emosi, ia tahu Tommy saat ini seperti mengejarnya entah itu perasaannya saja atau memang Tommy memperlihatkan perasaannya.
" Dulu aku mengejarmu, sekarang kau harus tahu bagaimana rasanya berjuang demi cinta Tommy "
Moga sukses selalu ya Thor 🫶