NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:112.1k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hati-Hati

"Mama, sudah Alka bilang lho kalau ada Om bakwan itu langsung tutup pintunya. Ndak usah dia dikasih masuk toko atau lumah. Dia itu olang jahat, matanya aja seling mau kelual itu kalau tatap Alka." ucap Arka mengomeli Ariska.

"Masa ada tamu dibiarkan di luar, Nak. Nggak sopan itu. Lagian di sini ada Nenek Yuli dan Mbak Lina. Kalau ada apa-apa kan bisa teriak," ucap Ariska yang merasa tak enak hati jika Wawan tidak diijinkan masuk. Apalagi selama ini, Wawan baik kepadanya dan dulu sering membantunya.

"Kalian semua di sini itu wewek, ndak bisa itu lawan. Pokoknya kalau Om bakwan datang ke sini, tutup pintunya. Kalau sudah telanjul masuk, ajak saja ke pos londa yang banyak olangnya. Bial sekalian lumpi sama Ibu-Ibu," ucap Arka memberikan peringatan sekali lagi.

"Benar tuh kata Arka, tidak boleh dekat-dekat sama si bakwan. Kalau bakwan makanan sih enak, tapi ini kan bukan. Paitttt..." ucap Frans menyetujui peringatan Arka.

Ariska memelototkan matanya ke arah Frans. Ariska tahu kalau anaknya itu memang tidak suka dengan Wawan. Sejak awal Wawan mendekati Ariska ketika saat itu Arka berusia satu tahun, bocah cilik tersebut sering menangis. Apalagi kalau dipaksa untuk digendong oleh Wawan. Entah apa yang terjadi, Ariska tidak tahu. Alasan dari Arka tak menyukai Wawan pun Ariska tidak mengetahuinya.

Sedangkan Frans merasa senang karena Arka ternyata tidak menyukai Wawan. Ada kesempatan besar untuknya bisa mendekati Ariska. Apalagi Arka lebih menyukai dirinya. Ariska sedari tadi dibuat kesal oleh Frans yang seenak jidatnya mengakui dia sebagai calon istrinya. Dia saja belum bisa memaafkan sepenuhnya perbuatan Frans malah tiba-tiba diakui seperti itu. Saat ini Arka malah minum susu dari dot yang dibuatkan oleh Nenek Yuli. Duduk di pangkuan Frans untuk menikmati sisi anak kecilnya yang selama inj terpendam.

"Kamu tuh menyebalkan banget sih, Frans. Bisa-bisanya mengaku sebagai calon suamiku. Aku belum memaafkan kamu ya," seru Ariska dengan raut wajah kesalnya.

"Ini pasti kamu ngajarin Arka buat mendukungmu kan?" lanjutnya dengan tatapan menyelidiknya.

"Enak saja. Aku nggak kaya begitu ya. Aku saja baru mengenal dan tahu tentang Wawan mendekati kamu hari ini kok," seru Frans tak terima.

"Lha terus kamu mau didekati sama si bakwan itu? Anakmu aja nggak suka lho sama si bakwan. Kalau sudah tahu anaknya nggak suka, ya ditendang aja sih. Lagian aku mengatakan itu agar dia segera pergi, nggak gangguin kamu dan Arka lagi. Pikirkan sisi positifnya, jangan berpikir buruk terus sama aku." lanjutnya tak mau kalah.

"Dasar cowok nggak mau mengalah. Seharusnya diturutin atau diiyain aja sih kalau cewek ngomel," omel Ariska lagi yang menyalahkan Frans.

"Astaga... Kok jadi cowok lagi yang salah. Perasaan aku cuma ngasih tahu dan arahan biar tidak terjebak pada laki-laki itu deh," gerutu Frans sambil menghela nafasnya pelan.

"Akhilnya ada yang jadi teman Alka kalau disalahkan sama semua wewek di sini. Selama ini Alka cuma sendili wowoknya lho, Papa. Jadi halus mengalah telus. Sekalang ada Papa yang melasakan itu," ucap Arka sambil terkekeh pelan.

Seakan satu beban beratnya sudah terangkat karena kedatangan Frans dan Carlo. Jika nanti berdebat, dia tak bisa selalu disalahkan lagi karena ada dua cowok lain. Ariska yang kesal pun memilih bergabung dengan Nenek Yuli dan Azura. Ternyata bocah cilik itu sudah tertidur pulas setelah minum susu. Lina sedang membersihkan diri kemudian akan membawa Azura pulang.

"Frans, sana pulang. Udah malam, nanti digerebek warga kamu." seru Ariska meminta Frans agar segera pergi dari tokonya.

"Nggak papa digerebek, malah habis ini langsung dinikahin kok." ucap Frans dengan santainya.

"Ihhh... Nenek, dia nyebelin. Usir aja pakai sapu," seru Ariska mengadukan semuanya pada Nenek Yuli.

"Masalahnya itu anakmu lagi manja-manjaan sama Frans. Kasihan kalau tiba-tiba dipindah dan ditinggal pergi," ucap Nenek Yuli yang tidak tega dengan cucunya. Baru saja merasakan kehadiran sosok Papa malah langsung ditinggal.

"Terus gimana? Ini udah maghrib lho, Nek. Apa kata tetangga nanti?" ucap Ariska sambil mengacak rambutnya frustasi.

"Tutup telinga, nggak usah dengarkan. Lagian di sini ada Nenek, Nana, dan Nak Carlo juga." ucap Nenek Yuli membuat Ariska mendengus sebal.

Akhirnya Ariska memilih pergi ke rumahnya kemudian memasak untuk makan malam. Mungkin nanti setelah jam 7, baru dia usir itu Frans dan Carlo. Tadi Ariska melihat sekilas interaksi antara Frans dam Arka. Begitu hangat, tidak terlihat seperti dua orang yang sudah berpisah lama. Tak dapat dipungkiri, Ariska bahagia melihat Arka yang seperti menemukan pelindungnya.

***

"Arka, kamu sejak kapan bisa pakai komputer? Terus itu kok tadi Papa lihat ada aplikasi bukan resmi di laptop kerja Mamamu," tanya Frans pada anaknya yang masih bersandar badannya pada sang Papa.

"Emm... Tahun lalu kayanya, Pa. Atau belapa ya? Alka lupa," jawab Arka dengan raut wajah bingungnya.

"Itu Alka sendili yang buat bial mudah buat lapolan kelual masuk balang. Telus lapolan keuangannya juga sudah langsung nyambung dali kelual masuk balang," ucap Arka dengan santainya.

"Wah... Bisa nih kalau minta itu install aplikasinya di laptop Om Carlo. Nggak perlu pusing nanti..."

"Bayal, Om calo tiket. Minta... Beli dong," sela Arka membuat Carlo mengerucutkan bibirnya sebal.

"Tuan Frans, beli dong itu aplikasinya. Biar kerjaan saya nggak terlalu banyak periksa dari tim produksi. Itu kan otomatis kayanya," Carlo pun sudah berada di depan laptop kerja milik Ariska.

Carlo tampak mengotak-atik aplikasi yang ada di laptop milik Ariska. Sedari tadi dahinya mengernyit pelan karena tak bisa membuka akses dalamnya dari aplikasi itu. Bahkan dia tidak bisa melihat spesifikasi dari aplikasi itu. Aplikasi yang bernama "Duit Arka" itu tidak bisa dirinya cek penggunaannya. Arka tersenyum sinis ke arah Carlo yang kebingungan dengan aplikasi buatannya.

"Om calo tiket, jangan otak-atik kalau nggak bisa. Nanti tangan Om kesetlum lho," ucap Arka memperingatkan.

"Om penasaran, Arka. Kenapa ini spesifikasinya tidak terdaftar? Berarti ilegal dong. Mana Om juga tidak bisa masuk untuk tahu detail bagaimana kerjanya? Panduannya juga tidak ada," tanya Carlo dengan pertanyaan beruntun.

"Maaf, Om calo tiket. Itu bukan untuk umum, jadi buat apa ada panduan penggunaannya? Sedangkan yang menggunakan hanya aku," ucap Arka dengan sombongnya.

"Berarti Om nggak bisa..."

"Ndak bisa. Bayal dulu kalau mau pakai aplikasinya. Alka pelit ini bial kaya laya," sela Arka dengan cepat.

Anakmu ini pelitnya, Tuan Frans.

Nanti kita jadikan ladang bisnis, Nak.

Siap, Papa.

1
Sani Srimulyani
tenang aja kalian berdua akan diajak juga Lo, jadi ga bakalan terpisah.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gayanya
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
bnr👍👍👍👍👍👍👍🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
bawa aja mereka semua.....🫣🤭
Novita Sari
Alhamdulillah semoga lina memberi izin omong dua tinggal sama alka
Lim Kursini
keren lanjut
tia
lanjut thor
Novita Sari
semoga lina memberi izin azula jadi anak frans n ariska
lina n nana mengembangkan usaha ariska
Maria Lina
dsr keraa kepala lo ariska kesel jdi nya huu
Ita Xiaomi
Suka ama Arka dan Azura yg selalu bergandengan tangan😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Novita Sari
frans ngajak Ariska nikah
Sani Srimulyani
nah Lo apaan tuh.....
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gpp
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dungdet
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sadar diri
Ita Xiaomi
Jujur dan spontan 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!