NovelToon NovelToon
SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Terlahir kembali sebagai NPC ber-skill ampas [Fortify], Raka—yang kini bernama Kayy—hanya ingin hidup tenang dan memanjakan istrinya, Alya.
Siapa sangka, kebiasaannya merawat gubuk jutaan kali malah mengubah rumah dan pekarangannya menjadi [Sanctuary Domain]—zona perlindungan mutlak terkuat di dunia yang membalatkan semua sihir pemusnah, sementara sayur kebunnya sanggup menyembuhkan luka fatal secara instan.
Kini, di saat dunia terancam hancur oleh Raja Iblis, para Pahlawan malah mengantre dan berlutut di pagar rumahnya demi meminta bantuan. Namun bagi Kayy, tak ada urusan dunia yang lebih penting daripada menyeduh teh sore bersama Alya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

INVASI RAJA IBLIS

Langit di atas Ibu Kota Kerajaan Manusia berubah menjadi warna merah kehitaman yang mencekam. Bau belerang dan hawa kematian menyelimuti setiap sudut kota. Tembok benteng pelindung utama kerajaan yang telah berdiri selama ratusan tahun kini hancur berkeping-keping, menyisakan puing-puing batu yang berasap.

Ribuan monster kegelapan dan iblis tingkat tinggi menyerbu masuk melintasi gerbang utama. Di tengah kekacauan itu, melayang sosok berukuran raksasa dengan delapan sayap kelelawar hitam dan mahkota tengkorak yang membara—Raja Iblis Beelzebub, sang penguasa tertinggi alam kegelapan.

"Hancurkan kota ini! Biarkan darah Bangsa Manusia membasahi tanah mereka sendiri!" tawa menggelegar Raja Iblis bergema membelah angkasa, menekan mental ribuan prajurit kerajaan hingga gemetaran lemas.

Di garis depan pertempuran, berdiri seorang pria berzirah emas yang kini penuh dengan goresan dan noda darah.

Dia adalah Arthur, Pahlawan Utama Kerajaan Manusia. Napasnya terengah-engah hebat, tubuhnya memancarkan pendar cahaya emas yang kian meredup dari sihir [Zirah Cahaya Pusaka]. Di sekelilingnya, puluhan komandan ksatria kerajaan sudah terkulai tak berdaya.

"Hah... hah... Aku tidak boleh menyerah..." bisik Arthur dengan gigi terkatuk rapat. Tangan besinya memegang erat gagang pedang pusaka kerajaan. "Rakyat... raja... aku harus melindungi mereka!"

BASH!

Sebuah tebasan energi kegelapan dari lontaran pukulan Raja Iblis menghantam dada Arthur. Pahlawan Kerajaan itu terpental puluhan meter, menghantam sisa-sisa tembok benteng hingga terjerembap ke tanah.

CRACK!

Zirah emas kebanggaannya retak parah. Darah segar menetes dari sudut bibir Arthur. Pedang pusakanya terlepas, tertancap beberapa langkah di depannya. Arthur berusaha bangkit menggunakan siku tangannya, namun dadanya terasa sesak luar biasa dan seluruh persendiannya serasa remuk.

Raja Iblis melayang turun perlahan, menatap Arthur dengan pandangan jijik penuh kemenangan. "Kasihan sekali, Pahlawan Manusia. Kekuatanmu tidak ada apa-apanya di hadapanku. Berlututlah dan matilah bersama kerajaanmu ini!"

Raja Iblis mengacungkan tongkat tengkoraknya, mengumpulkan bola energi kegelapan raksasa yang siap membumihanguskan Arthur beserta seluruh area di belakangnya.

Arthur menatap bola energi itu dengan mata yang kian memberat. "Apakah... ini akhirnya? Maafkan aku... Lady Alya, Kayy, Elena... aku tidak bisa mampir minum teh lagi..." batin Arthur pasrah, memejamkan matanya erat-erat.

ROAAAAAAAAARRRRRRRRRRR!

Namun tepat di detik-detik kritis itu, sebuah raungan purba yang begitu dahsyat mengguncang seluruh benua! Tekanan aura magis dari langit mendadak meluluhantakkan bola energi kegelapan milik Raja Iblis hingga meledak di udara sebelum sempat dilepaskan.

Awan hitam pekat yang menutup benua mendadak terbelah menjadi dua. Dari balik celah awan tersebut, meluncur turun sosok mahakarya mitologi yang memancarkan pendar api merah keemasan.

Tubuhnya sepanjang ratusan meter, sisik merahnya keras bagaikan baja abadi, dan kepakan sayap raksasanya menciptakan angin puyuh yang memotong lautan iblis di daratan—Ignis, Naga Kuno Merah dalam wujud Purba Aslinya!

Namun, hal yang paling membuat seluruh prajurit kerajaan dan pasukan iblis terpana bukan hanya keberadaan naga purba legendaris itu.

Tepat di atas tanduk emas di kepala Ignis yang raksasa, berdiri seorang pria dengan sangat santai. Pria itu mengenakan pakaian sederhananya, lengkap dengan celemek kesayangannya yang terikat rapi di pinggang dan berkibar ditiup angin!

"K-Kayy...?!" jerit Arthur melotot tak percaya, menggosok matanya yang tertutup darah.

Ignis mendarat di tanah dengan hentakan dahsyat yang meremukkan ratusan iblis di bawah kakinya. Kayy melompat turun dari kepala naga dengan gerakan yang sangat halus, mendarat tepat di samping Arthur yang terkulai lemas.

"Aduh, Arthur... Kamu ini patrolinya jauh sekali sampai ke ibu kota," sapa Kayy santai seraya berjongkok di samping sang Pahlawan.

"K-Kayy?! Kenapa kamu bisa ada di sini?! Dan... Ignis... kenapa dia berubah jadi wujud raksasa purba?!" tanya Arthur dengan suara serak dan terbata-bata.

"Tadi Ignis bilang dia merasakan bau belerang iblis yang mirip dengan iblis di pekarangan rumah. Elena khawatir kamu terlambat makan siang, jadi saya minta Ignis mengantar ke sini," jawab Kayy tanpa beban.

Kayy melihat kondisi Arthur yang terluka parah. Pria berstatus MAX itu merogoh saku celemeknya, lalu mengeluarkan sebuah Wortel Emas berenergi suci berukuran sedang yang baru saja ia petik dari pekarangan rumahnya.

KRAK!

Kayy mematahkan wortel emas itu menjadi dua, lalu menyodorkannya tepat ke depan mulut Arthur. "Nih, kunyah ini cepat, Arthur. Wortel emas pekarangan rumah."

Mata Arthur yang tadinya redup seketika membelalak mengenali sayuran ajaib berenergi suci tersebut. Arthur tahu betul seberapa dahsyat khasiat bahan makanan buatan Kayy ini dari pengalaman sebelumnya!

Tanpa ragu sedikit pun, Arthur langsung menerima potongan wortel tersebut dan melahapnya seketika.

CRUNCH!

Seketika rasa manis nan segar meledak di dalam mulut Arthur. Energi suci (Celestial Energy) murni bermutu tinggi mengalir cepat bagaikan air bah melintasi seluruh pembuluh darahnya! Dalam hitungan detik, rasa sakit di dadanya lenyap total. Tulang-tulangnya yang retak menyatu kembali, luka-luka di tubuhnya mengering tanpa bekas, dan stamina sihirnya yang tadinya habis total kini meluap-luap melebihi batas maksimalnya!

FLASH!

Tubuh Arthur mendadak memancarkan pendar cahaya emas yang sepuluh kali lebih terang dan pekat dari biasanya! Zirah emasnya yang retak merapat kembali dan bersinar amat menyilaukan.

"Khasiat Wortel Emas ini memang selalu di luar akal sehat..." seru Arthur melompat berdiri dengan penuh bugar. Pahlawan Kerajaan itu mengepalkan tangannya, merasakan sensasi kekuatan murni yang meluap-luap di dalam tubuhnya. "Luka dan sihirku pulih total hanya dalam satu gigitan!"

Kayy tersenyum tipis seraya menepuk bahu zirah Arthur. "Bagus. Sekarang berdiri yang tegak, Arthur. Kamu itu Pahlawan Utama Kerajaan Manusia. Kerajaan ini dan rakyat di belakangmu butuh pahlawannya. Kamu sudah berjuang keras bertahan sejauh ini, sekarang selesaikan tugasmu."

Mendengar dorongan dari Kayy, dada Arthur berdesir hebat. Rasa percaya diri dan kebanggaannya sebagai pahlawan yang sempat tertekan kini membara kembali dengan membakar semangatnya!

"Terima kasih, Kayy..." ucap Arthur mantap seraya memungut pedang pusaka kerajaannya. "Aku tidak akan mengecewakanmu!"

Di sisi lain, Raja Iblis Beelzebub gemetaran hebat di udara. Penguasa kegelapan itu menatap Ignis yang menatapnya dengan pandangan dingin nan meremehkan.

"N-Naga Kuno Merah Purba?! Kenapa makhluk legendaris itu ada di sini?! Dan pria bercelemek itu... SIAPA DIA?!" jerit Raja Iblis histeris.

Ignis membuka mulut raksasanya. Suara naga purba berkumandang menggetarkan jiwa seluruh iblis di medan perang.

"Kalian para bangkai kegelapan... mengganggu waktu makan siang Tuan Kayy adalah dosa terbesarmu!"

FWOOOOOOOOOOSH!

Ignis menyemburkan Semburan Api Purba Merah (Ancient Hellfire Blast) skala penuh! Gelombang lautan api merah keemasan bergulung-gulung melintasi medan perang, membakar habis ribuan pasukan iblis dan monster kegelapan di darat maupun udara hingga lumat menjadi abu hanya dalam satu detik!

Di saat yang sama, Kayy melangkah pelan satu langkah ke depan. Tanpa mengeluarkan sihir apa pun, Kayy hanya melepaskan sedikit [Aura Tekanan MAX] miliknya yang ditujukan khusus pada Raja Iblis.

BUMP!

Tekanan aura tak kasat mata menghantam Raja Iblis Beelzebub bagaikan gunung raksasa yang menimpa tubuhnya! Gerakan Raja Iblis seketika terkunci total di udara, membuat penguasa kegelapan itu tak mampu menggerakkan bahkan satu jarinya pun.

"A-Apa ini... aku tidak bisa bergerak sama sekali?!" jerit Raja Iblis ketakutan setengah mati saat menatap mata santai Kayy dari kejauhan.

"Arthur! Sekarang!" seru Kayy dari bawah.

Arthur melompat tinggi melintasi udara. Dengan energi suci dari Wortel Emas Kayy yang meluap-luap di dalam tubuhnya, Arthur mengangkat pedang pusakanya tinggi-tinggi. Cahaya keemasan raksasa sepanjang puluhan meter membumbung menembus awan dari mata bilah pedangnya.

"[TEBASAN CAHAYA SUCI PURBA - SACRED CELESTIAL SLASH]!" jerit Arthur membelah udara.

FLASHHHHHH!

Tebasan cahaya emas raksasa meluncur melintasi tubuh Raja Iblis yang terkunci. Tebasan paling spektakuler sepanjang sejarah Kerajaan Manusia itu membelah tubuh Raja Iblis beserta awan kegelapan di langit menjadi dua bagian!

"T-TIDAAAAAAAAAKKKKK!" Jeritan terakhir Raja Iblis bergema sebelum tubuhnya meledak menjadi serpihan cahaya yang musnah tak berbekas.

Langit di atas Ibu Kota Kerajaan Manusia seketika bersih kembali. Cahaya matahari yang cerah menembus awan, menyinari medan perang yang kini telah damai sepenuhnya.

Prajurit dan rakyat kerajaan yang menyaksikan pertempuran itu dari jauh bersorak-sorai histeris meluapkan kegembiraan mereka.

Arthur mendarat di tanah dengan anggun, menyarungkan pedang pusakanya seraya menarik napas panjang penuh lega. Sang Pahlawan Kerajaan berbalik, menatap Kayy dan Ignis yang berdiri santai di dekat puing gerbang.

"Kita berhasil, Kayy!" seru Arthur dengan senyum lebar penuh rasa syukur. "Terima kasih atas dorongan dan wortel sucinya!"

Kayy menepuk-nepuk debu di celemeknya seraya tersenyum ramah. "Sama-sama, Arthur. Kerja bagus. Tebasanmu tadi keren sekali."

Ignis kemudian mengecilkan ukurannya kembali menjadi sebesar kucing rumahan, lalu melayang santai dan hinggap di bahu Kayy seraya menguap malas.

"Nah, karena masalah iblis ini sudah selesai, kami pulang dulu ya," kata Kayy santai. "Elena dan Alya pasti sudah menunggu di rumah untuk makan siang."

Arthur membelalakkan mata. "T-Tunggu! Kayy! Raja Kerajaan pasti ingin memberimu penghargaan tertinggi dan pesta kemenangan atas bantuan ini!"

Kayy melambaikan tangannya seraya berbalik jalan bersama Ignis. "Ah, tidak usah. Saya cuma rakyat biasa yang suka berkebun. Lagi pula, pesta terbaik adalah makan siang masakan istri di rumah. Sampai jumpa lagi di Hutan Kelam, Arthur!"

Arthur hanya bisa berdiri terpaku menatap punggung pria bercelemek yang berjalan santai menembus perbatasan kota. Sang Pahlawan Utama Kerajaan Manusia menyunggingkan senyum pasrah yang hangat seraya menggelengkan kepala.

Arthur tahu betul, sekuat apa pun ancaman yang akan mengguncang dunia ini di masa depan, selama pria bercelemek itu masih sibuk berkebun di Hutan Kelam, kedamaian dunia akan selalu terjamin aman.

1
Eka P
v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!