NovelToon NovelToon
ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

ISTRI CADANGAN SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: indah yuni rahayu

Istri Cadangan Sang Mafia

Di hari pernikahan, Selena Kustiono menghilang.
Demi menyelamatkan keluarganya, Serina Kustiono dipaksa menggantikan sang kakak menikahi Vincent Timothy, bos mafia paling berkuasa sekaligus ayah tunggal dari Viren, putra genius yang menolak kehadiran ibu baru.
Pernikahan mereka hanyalah kesepakatan.
Tak ada cinta.Tak ada pilihan.

Namun saat Viren mulai memanggil Serina "Mama", Vincent menyadari satu hal—musuhnya kini tak lagi mengincar kekuasaannya, melainkan keluarganya.

Mampukah seorang istri cadangan bertahan di sisi pria yang seluruh hidupnya dipenuhi darah, pengkhianatan, dan rahasia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah yuni rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Beberapa orang tua masih mengerumuni bocah yang tadi nyaris tenggelam.

Seorang staf perempuan menghampiri Serina sambil membawa handuk besar dan satu kantong plastik. "Bu, silakan pakai ini. Di ruang petugas ada baju ganti."

Serina menerima handuk itu dengan sopan. "Terima kasih. Tapi tidak usah."

"Yakin? Baju Ibu masih basah."

Serina mengangguk kecil. "Kelas renangnya juga belum selesai. Saya akan tetap menunggu Tuan Muda sampai selesai."

Staf itu memandang ke arah kolam, lalu mengangguk mengerti. "Kalau begitu, silakan gunakan handuknya dulu."

"Terima kasih." Serina mengusap rambut dan lengannya dengan handuk, lalu duduk di bangku panjang yang menghadap kolam. Hangat sinar matahari siang perlahan mengurangi basah di pakaian yang dikenakannya.

Matanya tak pernah lepas dari Viren yang masih mengikuti instruksi pelatih di dalam air. Sesekali anak itu menoleh ke arah tempat Serina duduk.

Setiap kali pandangan mereka bertemu, Serina hanya mengangkat ibu jarinya sambil tersenyum kecil. Viren tidak membalas senyum itu. Namun ia kembali fokus berlatih tanpa menoleh lagi.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, peluit panjang terdengar menandakan kelas berenang telah usai.

Satu per satu anak keluar dari kolam, lalu berlarian menuju ruang ganti sambil membawa handuk masing-masing.

Tak lama kemudian, mereka mulai bermunculan kembali dengan pakaian yang sudah berganti rapi.

Viren berjalan paling depan. Rambutnya masih sedikit basah. Ia langsung membuka pintu mobil dan masuk tanpa banyak bicara.

Sopir yang sejak tadi menunggu segera turun menghampiri Serina. "Nyonya, Anda tidak apa-apa?" melihat penampilan Serina masih lembab.

"Saya baik."

"Saya dengar tadi Anda meloncat ke kolam."

Serina tersenyum kecil. "Untung anak itu cepat tertolong."

Sopir mengangguk lega, lalu membukakan pintu belakang. "Silakan."

Serina masuk ke dalam mobil. Sopir menutup pintu. Mobil perlahan meninggalkan area kolam renang. Serina mengusap pelan ujung rambutnya yang masih lembap.

Beberapa saat kemudian, suara Viren memecah keheningan. "Kamu bisa berenang."

Serina menoleh. "Iya."

"Kenapa tidak pernah cerita?"

Serina tersenyum tipis. "Kamu tidak pernah bertanya."

Viren terdiam. Jawaban itu membuatnya kehilangan kata-kata.

Beberapa detik berlalu. "Kamu belajar dari siapa?"

"Dari Ayahku." Serina menatap ke luar jendela. "Dulu setiap akhir pekan beliau selalu mengajakku ke kolam renang. Katanya, seseorang tidak boleh takut pada air."

Viren mendengarkan tanpa menyela. "Itu sebabnya kamu berani langsung melompat?"

Serina menggeleng pelan. "Bukan karena berani."

"Lalu?"

"Karena anak itu tidak punya banyak waktu untuk menunggu."

Mobil kembali dipenuhi keheningan.

Viren menundukkan kepala, memandangi kedua tangannya sendiri. Hari ini...Ia melihat sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan logika. Wanita yang dipaksakan menjadi ibu tirinya itu tidak berpikir tentang dirinya sendiri saat melihat orang lain dalam bahaya.

Tanpa disadari, pandangannya beralih ke lengan Serina yang masih basah. Ia bertanya dalam hati,

"Kalau tadi yang tenggelam adalah aku... apakah dia juga akan langsung melompat?"

Mobil berhenti di depan mansion. Serina keluar lebih dahulu.

Vincent sudah berdiri di teras. Tatapannya langsung jatuh pada pakaian Serina yang masih menyisakan bercak-bercak basah. Alisnya berkerut tipis.

"Ayah." Viren menghampiri ayahnya. "Dia tadi melompat ke kolam." Vincent menatap putranya.

"Untuk menyelamatkan seorang anak." sambung Viren.

Tatapan Vincent kembali kepada Serina. "Kamu bisa berenang." Bukan pertanyaan.

Serina mengangguk pelan. "Iya."

Vincent tidak mengatakan apa pun lagi. Ia berbalik hendak masuk. Namun sebelum melangkah, ia berhenti. "Lain kali...jangan mengambil keputusan seperti itu."

Serina mengernyit. "Kenapa?"

Vincent menoleh sedikit. "Karena sekarang kamu bukan lagi orang biasa. Setiap orang yang berdiri di sisiku, akan selalu menjadi sasaran."

Setelah itu Vincent masuk begitu saja. "Kalau ingin menolong seseorang, pastikan masih ada orang yang bisa menolongmu."

Serina memandangi punggung Vincent hingga pria itu menghilang di balik pintu utama.

"Nyonya." Suara Soraya membuyarkan lamunannya.

"Silakan masuk. Air hangat sudah disiapkan."

Serina mengangguk pelan. "Terima kasih." Ia menoleh kepada Viren yang sudah lebih dulu menaiki tangga tanpa berkata apa-apa. Anak itu tidak menoleh lagi.

Serina mengembuskan napas pelan, lalu melangkah menuju kamarnya. Begitu pintu terbuka, kehangatan ruangan langsung menyambutnya. Aroma sabun memenuhi udara.

Ia meletakkan tas di atas sofa, lalu memandang sekilas pakaian yang masih sedikit lembap.

"Untung sudah tidak terlalu basah," gumamnya.

Tanpa menunda lagi, Serina mengambil pakaian dari lemari dan masuk ke kamar mandi.

Air hangat membasuh tubuhnya, perlahan menghapus rasa lelah sejak pagi.

Namun... Entah mengapa, yang terus terlintas di benaknya bukan kejadian di kolam. Melainkan ucapan Vincent. "Sekarang kamu bukan lagi orang biasa."

Serina memejamkan mata sesaat di bawah guyuran air. Ia baru menyadari... Sejak mengucapkan akad waktu itu, hidupnya benar-benar bukan miliknya sendiri lagi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Malam semakin larut.

Jarum jam di kamar Serina sudah melewati pukul satu. Namun matanya belum juga mau terpejam.

Ia membalikkan badan untuk kesekian kalinya.

Percuma. Perutnya justru berbunyi pelan. "Lapar..." gumamnya.

Sejak siang ia nyaris tidak makan. Setelah kejadian di kolam, ia hanya sempat minum teh hangat sebelum langsung beristirahat.

Akhirnya Serina turun dari tempat tidur. Ia mengenakan cardigan tipis, lalu membuka pintu kamar dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

Lorong mansion begitu sunyi. Hanya lampu-lampu dinding yang memancarkan cahaya temaram.

Serina menuruni tangga perlahan hingga tiba di dapur. Ruangan itu kosong. Ia membuka pintu kulkas. Beberapa piring berisi lauk tertata rapi di rak. Semuanya sudah dingin.

Serina mengambil satu piring, lalu menghembuskan napas pelan. "Harus dipanaskan dulu..."

Tangannya baru hendak menutup pintu kulkas ketika sebuah suara berat terdengar dari belakang.

"Kalau dimakan sekarang...perutmu malah sakit."

Serina tersentak. Ia segera menoleh.

Vincent berdiri beberapa langkah di belakangnya. Masih mengenakan kemeja hitam, hanya jasnya yang sudah tidak ada. Di tangannya tergenggam segelas air putih. Entah sejak kapan pria itu berada di sana.

1
Kayla Rane
Vincent kayak gak suka Ibunya. apa jangan² ada sesuatu dibalik itu
Kam1la
ibu tirinya Vincent...kak
Kayla Rane
neneknya viren kah? orangtuanya ibunya viren🤭
Kayla Rane
serina mah tipe cewek yang gak kegatelan mandiri juga. mungkin itu yg di sukai vincent🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Anonim
Heeemmm😍😍
Anonim
Semakin menarik 🤭🤭🤭
Anonim
Lanjut 💪💪💪
Kayla Rane
kereen
Anonim
Lanjut 🤭🤭🤭
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Iya, iya, yuk.
Tio Buki
Iya lengkaplah, kan udah tersedia
Tio Buki
Iya sama sama.
Tio Buki
Jangan tanya aku, aku juga tidak tau
Tio Buki
Minumlah
Tio Buki
Itu cuma secara kebetulan saja
Tio Buki
Itu kamar namanya, kalau rumah, ada diluarnya🤣🤣
Tio Buki
Biarkanlah
Tio Buki
Oh begitu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!