Aurora sudah terlihat cantik dengan riasan wajah natural flowles dan glowing. ia mengenakan gaun pengantin impiannya rancangan sahabatnya sendiri Vera.
Di sudut ruangan rias Maxime yang tak lain sahabat Aurora berdiri mengamati kecantikannya dengan takjub.
Tiba-tiba sebuah kabar buruk datang jika pengantin pria yaitu Andre tidak datang melainkan pergi tanpa kabar sejak semalam. kepanikan seketika melanda terutama Aurora sampa jatuh pingsan dan harus di tenangkan oleh teman dan keluarganya. hingga waktu yang di tentukan Andre tak juga datang. demi menyelamatkan nama keluarga besar akhirnya Maxime bersedia menikahi Aurora.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20 Pagi Bersama
Setelah Aurora memutuskan bertahan di sisi Maxime dan menjalani pernikahan mereka, Maxime sangat senang dan bahagia. ia bertambah mencintai Aurora meskipun Max tahu Aurora belum mencintai dirinya. tapi tidak masalah bagi Maxime yang penting ia mencintai Aurora. Malam ini Max dan Rora tidur satu kamar. rasa gugup melanda keduanya. Aurora jelas terlihat takut jika Max akan menyentuhnya.
"Rora aku tidak akan pernah memaksa kau untuk melakukannya denganku kecuali kau siap dan memberiku izin" kata Max sembari berbaring di samping Rora menengadah ke atas menatap langit-langit kamar.
Aurora mengangguk ia menoleh menatap Max lalu menyusupkan kedua lengannya di pinggang Max. Rora berada di dekapan Max sekarang. rasanya nyaman, hangat dan menenangkan. Max tersenyum ia mengusap perlahan punggung Rora sampai Rora terlelap.
Max tahu pasti hari ini berat bagi Rora. ia harus bertemu mantan kekasih yang pernah sangat di cintainya. entah apa yang Rora dan Andre bicarakan Max tidak ingin bertanya secara detail pada Rora yang jelas Rora lebih memilihnya di banding Andre.
Max mengecup rambut Rora lalu ikut memejamkan mata dan tertidur lelap memeluk Rora.
Pagi tiba, Aurora menggeliat menggerakkan badannya. ia membuka mata perlahan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah Maxime. Rora mengamatinya meski tidur pun Max tetap terlihat tampan. Rora iseng ia menggerakkan jemarinya menyusuri lekuk wajah Max dari kening beranjak ke hidung Max yang mancung dan lancip lalu turun ke bibir tipis kemerahan. meski sering merokok tapi bibir Max tidak hitam mungkin ia merawatnya Rora tidak tahu. Rora menggerakkan satu jemarinya meraba bibir Max perlahan dan lembut. Max terbangun membuka matanya menatap wajah Rora.
Rora salah tingkah dan menjauhkan jemarinya dari wajah Max lalu merapikan rambutnya dan hampir beranjak dari ranjang. lengan Max dengan cepat menangkap pinggang ramping Rora sambil tersenyum.
"Mau melarikan diri?" tanya Max dengan suara berat dan sedikit serak.
Max menarik tubuh Rora kembali jatuh ke dekapannya. ia melingkarkan lengannya di pinggang Rora seolah menguncinya agar Rora tidak bisa lari darinya.
"Max aku harus ke kantor, kau juga kan?"
"Hmmm aku ingin memeluk mu seharian"
"Max jangan bergurau ayo cepat mandi"
Max beranjak perlahan menindih tubuh Rora yang seketika terkejut dan membeku. jantung Rora berdebar kencang merasakan tubuh berat Max ada di atasnya.
Apa Max akan melakukannya sepagi ini? tidak! aku belum siap!
"Max hentikan berat sekali!" kata Rora sambil mencoba menyingkirkan Max dari atasnya.
"Sebentar saja aku ingin memelukmu" gumam Max.
Sepertinya Max pria yang sangat agresif kalau pagi. Rora masih ingat kejadian saat ia ikut tidur di kamar Max berada satu ranjang denganya, ada sesuatu yang menonjol membuat Rora tertawa mengingat kejadian itu.
"Apa yang lucu?" tanya Max heran karena tiba-tiba Rora tertawa.
"Kau ingat saat kita tidur bersama? ada yang menonjol di balik celana mu?"
Max langsung berguling dari atas tubuh Rora. ia meraih bantal lalu menutup wajahnya karena malu.
"Max...hei" Rora tertawa melihat Max salah tingkah.
Giliran Rora yang naik ke atas tubuh Max jika Max berpikir ia agresif maka Rora akan membiarkannya. tidak tahu kenapa tapi Rora jadi terbawa suasana.
"Max aku mau bertanya" Rora meraih bantal yang menutup wajah Max.
"Apa?"
"Kau pernah melakukannya dengan wanita lain?" Rora tahu image Max sebagai playboy sering berganti wanita cantik untuk di pacari. mustahil jika salah satu dari wanita itu tidak menggoda Max dan Rora tidak yakin Max juga tidak tergoda.
"Tidak pernah sama sekali tidak pernah, aku tidak berbuat aneh-aneh dengan wanita manapun" jawab Max jujur.
Max tidak mungkin bilang jika ia berganti-ganti wanita karena patah hati Rora menjalin hubungan dengan Andre.
"Baiklah aku percaya...." Rora beranjak dari atas tubuh Max lagi-lagi Max menahan tangan Rora.
Kali ini wajah Max sedikit cemas takut jika Rora tidak percaya padanya.
"Sungguh aku tidak melakukannya dengan wanita manapun" wajah Max serius.
Rora mengangguk tersenyum lalu mengecup pipi Max sebagai tanda ia percaya ucapan Max.
Max terdiam ia melepas tangan Rora dan membiarkan istrinya itu mandi. Max meraba bekas ciuman Rora di pipinya, wajah tampannya merona karena senang sekaligus malu-malu.