Dihina, dipandang rendah, dan hidup tanpa harapan di dalam Keluarga Zhang, Zhang Tian tumbuh sebagai pemuda lemah yang bahkan tidak mampu membangkitkan energi spiritual.
Di mata semua orang, hidupnya tidak lebih dari beban dan aib keluarga.
Namun semuanya berubah karena Sambaran petir yang membuat hidupnya hampir di ambang kematian.
Ini membuat Zhang Tian memperoleh warisan legendaris yang telah hilang selama ribuan tahun. Itu adalah warisan Kaisar Naga Petir, penguasa petir kuno yang pernah mengguncang dunia kultivasi di era kuno.
Sejak hari itu, takdirnya berubah.
Dia bangkit menjadi tak terkalahkan setelah di kenal sebagai sampah di seluruh kota.
Lalu bagaimana kisah selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niana Eve., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wujud Kedua Kaisar Naga Petir
Langit malam berubah menjadi lautan petir dan kegelapan.
Di satu sisi, aura hitam Tetua Bayangan Hitam menyelimuti langit seperti kabut kematian.
Di sisi lain, petir ungu memenuhi udara dengan tekanan naga kuno.
Clang! Clang! Clang!
Gadis bertopeng perak dan Tetua Bayangan Hitam bertarung dengan kecepatan luar biasa.
Setiap tebasan pedang gadis bertopeng perak meninggalkan jejak energi dingin yang mampu membelah tanah membuat lelaki tua itu terus mundur sambil bertahan.
Namun sekuat apapun dia mencoba, dia tidak bisa membunuh lelaki tua itu.
Boom!
Satu hantaman telapak hitam mengenai gadis bertopeng perak karena dia ceroboh.
Tubuhnya terdorong mundur puluhan meter. Dia menahan darah yang akan keluar dari mulutnya.
Tetua Bayangan Hitam melayang di udara dengan mata menyipit. "Bakatmu memang luar biasa. Kalau diberi waktu beberapa tahun, mungkin aku bisa mati di tanganmu." Tatapannya berubah dingin. "Sayangnya kau masih terlalu muda."
Boom!!!
Telapak tangan hitam yang jauh lebih kuat dari sebelumnya menghantam gadis bertopeng perak dari samping.
Brakk.. Gadis bertopeng perak terlempar seperti karung pasir. Tubuhnya menembus beberapa reruntuhan batu. Topeng peraknya retak semakin besar—sebagian wajah putihnya mulai terlihat.
Gadis itu perlahan berdiri lagi. "Aku belum kalah."
Pria tua itu merasa kesal, karena gadis ini benar-benar merepotkan. Ratusan bayangan jiwa muncul di belakang tubuh pria tua itu. Aura kematian juga menyebar ke segala arah.
Gadis bertopeng perak menjadi serius. Lawannya mungkin tidak akan membuang waktu lagi dengannya.
Tidak jauh dari sana, Zhang Tian masih duduk bersila. Tubuhnya diselimuti petir ungu, simbol naga di dadanya bersinar semakin terang.
Energi naga petir terus mengalir ke seluruh tubuhnya. Tulangnya seperti dihancurkan lalu dibentuk ulang, darahnya mendidih seperti magma.
Di dalam lautan kesadarannya, naga petir kuno menatap dirinya. "Manusia… apa kau siap menanggung kekuatan ini?"
"Aku siap." Zhang Tian mengangguk.
Rooooar!!!
Naga itu berubah menjadi lautan petir dan menghantam Zhang Tian sekali lagi. Rasa sakit kali ini berkali-kali lebih mengerikan. Meridiannya hampir hancur total.
Namun simbol naga di dadanya langsung menyebar ke seluruh tubuh, petir mengalir di darah dan tulangnya.
Di dunia nyata, gelombang energi besar meledak dari tubuh Zhang Tian. Tanah runtuh. Petir di langit bergerak liar.
Bahkan Tetua Bayangan Hitam ikut menyipitkan mata.
"Tubuhmu mulai menerima darah naga petir kau harus bertahan.” Roh Kaisar naga petir mengingatkan Zhang Tian.
Tubuh Zhang Tian perlahan melayang. Rambut hitamnya berubah sedikit keunguan. Di belakangnya, bayangan naga petir muncul kembali, namun kali ini jauh lebih besar, lebih jelas, lebih menakutkan dari sebelumnya.
Beberapa bayangan jiwa milik Tetua Bayangan Hitam langsung hancur hanya karena bersentuhan dengan cahaya dari naga itu.
Mata pria tua itu berubah. "Tidak bisa dibiarkan! Kalau bocah itu selesai bertransformasi, aku benar-benar bisa mati!"
Salah satu kartu truf yang dia miliki adalah bayangan jiwa hantu ini, jika mereka di lenyapkan, kekuatannya akan berkurang dan dia juga akan terluka terkena dampak serangan. Oleh karena itu dia langsung menyerang Zhang Tian.
Whoosh!
Gadis bertopeng perak mencoba menghentikannya. Namun Tetua Bayangan Hitam melambaikan tangan..
Brakkk!
Tubuh gadis itu terpental, darah mengalir dari bahunya.
Pria tua itu tidak lagi memperhatikannya. Tatapannya hanya tertuju pada Zhang Tian. "Kau harus mati sekarang." Tubuhnya melesat seperti bayangan hitam.
Gadis bertopeng perak itu berteriak, "Awas!"
Namun itu tetap terlambat. Tetua Bayangan Hitam sudah muncul tepat di depan Zhang Tian, telapak tangan dipenuhi energi hitam pekat memukul kepala Zhang Tian.
"Mati!"
Tepat sebelum serangan itu mengenainya, mata Zhang Tian terbuka. Kilatan ungu langsung menyambar dari matanya.
Rooooar!!! Boom!!!
Petir meledak dari tubuhnya. Tetua Bayangan Hitam terpental, telapak tangannya langsung mati rasa.
Zhang Tian perlahan berdiri. Di kedua lengannya kembali muncul sisik naga ungu, hanya saja kali ini jauh lebih jelas dan kuat dari sebelumnya.
Matanya berubah emas keunguan. Aura yang keluar jauh melampaui apapun sebelumnya.
"Wujud Kedua Kaisar Naga Petir! Sekarang kau akhirnya mulai terlihat seperti pewarisku!"
Roh Kaisar naga petir berkata bangga.
Zhang Tian mengepalkan tangan.
Boom!
Udara di sekitarnya meledak hanya dari tekanan telapak tangannya.
Tetua Bayangan Hitam menatap semua itu lalu justru tertawa penuh kegilaan.
Tawanya terlihat sangat aneh, lebih mirip jika di bilang itu menakutkan. Matanya dipenuhi kegilaan. "Bagus… aku semakin menginginkan tubuhmu!"
Wushhh!!
Energi hitam mengerikan meledak dari tubuhnya. Udara juga perlahan berubah gelap total.
Perlahan, sebuah mata hitam raksasa mulai terbentuk di langit.
Wajah gadis bertopeng perak berubah pucat. "Tidak mungkin… itu teknik terlarang tertinggi Organisasi Bayangan Hitam…”
...----------------...
Dan plot twistnya:
Game Changer: Zhang Tian dihadapi suara kuno yang menyambarnya dengan petir (Di sini kondisi Zhang Tian gaakan sama lagi, set-up yang harus dibayar di konflik ke depannya).
Rating 8/10 dari segi aspek storytelling.
Rating 7/10 dari segi narasi.
Rating 9 dari segi tone.
Rating 8, pacing aman walau agak terasa cepat, dan bagus karena ini bisa dibilang chapter prolog (pembukaan), dan langsung menanamkan benih konflik.
saranku, bisa dipadatkan jadi lebih simple langsung dekat kepala tokoh utama, agar lebih hidup tokohnya.
Zhang Tian meremas tangannya hingga jari-jari tangan memutih, ia bisa menerima segala hinaan yang tertuju padanya, tapi tidak demikian jika ayahnya diperlakukan sama seperti dirinya.
Mendengar ayahnya direndahkan, mata Zhang Tian menatap dingin.
Itu apa naga petir ungu masuk ke raganya Zhang ?