NovelToon NovelToon
Sentuhan Semalam

Sentuhan Semalam

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

Hidup seorang wanita hancur dalam satu malam setelah memergoki tunangannya berselingkuh dengan orang terdekatnya. Dalam kondisi patah hati dan mabuk berat, dia tidak sengaja menghabiskan malam yang penuh gairah dengan seorang pria asing di dalam kamar hotel mewah. Pria itu ternyata adalah seorang CEO muda terkaya yang terkenal sangat dingin, kejam, dan berkuasa di dunia bisnis.

Keesokan paginya, wanita itu kabur karena panik dan memilih menghilang tanpa jejak. Enam tahun kemudian, dia terpaksa kembali ke ibu kota demi menghidupi anak kembar hasil dari malam itu. Tanpa diduga, anak kembarnya malah tidak sengaja bertemu dengan sang CEO karena wajah mereka yang sangat mirip.

Sang CEO yang selama ini terobsesi mencari wanita misterius dari masa lalunya langsung bergerak cepat. Begitu tahu kebenarannya, dia langsung menjerat wanita itu masuk ke dalam hidupnya kembali melalui pernikahan paksa demi hak asuh anak. Dari sinilah hubungan mereka yang penuh gengsi, rahasia, dan ketegangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamar Baru yang Asing

Xavier melepaskan cengkeramannya di pinggang Eli setelah puas melihat keputusasaan di mata wanita itu. Dia merapikan dokumen pernikahan mereka ke dalam laci meja kerja yang terkunci rapat.

"Daniel!" panggil Xavier dengan suara tegas.

Pintu ruang kerja langsung terbuka. Sang asisten pribadi yang sejak tadi berjaga di luar segera melangkah masuk dan menunduk hormat. "Iya, Tuan Xavier?"

"Antar Nyonya Arisatya ke kamarnya. Pastikan semua kebutuhannya dan anak-anak terpenuhi," perintah Xavier tanpa mengalihkan pandangannya dari Eli. Penekanan pada kata 'Nyonya Arisatya' sengaja dia lakukan untuk menegaskan status baru Eli di rumah ini.

"Baik, Tuan. Mari, Nyonya, silakan ikuti saya," ucap Daniel dengan sikap yang sangat sopan.

Eli tidak membuang waktu lagi. Dia berbalik dan melangkah cepat keluar dari ruangan dingin itu, mengabaikan tatapan intens Xavier yang terus mengawal punggungnya. Langkah kakinya terasa berat, namun kerinduannya pada Kenji dan Kiana memberinya kekuatan untuk terus berjalan menaiki tangga melingkar menuju lantai dua mansion.

Daniel menuntun Eli menyusuri lorong panjang berkarpet tebal sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah pintu ganda berukir mewah. "Ini kamar Anda dan anak-anak untuk sementara waktu, Nyonya. Tuan Xavier sudah memerintahkan pelayan untuk memindahkan pakaian baru yang sesuai dengan ukuran mereka."

"Terima kasih," jawab Eli pendek.

Begitu Daniel mundur dan berpamitan, Eli langsung mendorong pintu itu. Matanya membelalak melihat kemewahan di dalamnya. Kamar itu berukuran tiga kali lebih besar dari kontrakan batakonya. Ada sebuah ranjang king size ber-kanopi mewah di tengah ruangan, sofa beludru lembut, dan sebuah pintu penghubung yang terbuka, menampilkan kamar bermain anak yang dipenuhi mainan mahal.

Di atas ranjang besar itu, Kenji dan Kiana tampak sudah berganti pakaian dengan piyama sutra yang halus. Kiana langsung terbangun dari posisi berbaringnya begitu melihat sang ibu masuk.

"Ibu!" Kiana turun dari ranjang dan berlari memeluk kaki Eli. Tangisnya yang tadi sempat reda kini kembali berair karena sisa rasa takut. "Kiana takut... tempat ini besar sekali. Paman jahat itu tidak memukul Ibu, kan?"

Eli langsung berlutut, mendekap erat tubuh mungil putrinya. "Tidak, Sayang. Paman itu tidak menyakiti Ibu. Lihat, Ibu baik-baik saja," bisik Eli sambil mengecup kening Kiana berulang kali, mencoba menyalurkan rasa aman yang sebenarnya dia sendiri tidak miliki.

Kenji berjalan perlahan mendekati mereka. Berbeda dengan adiknya, bocah laki-laki itu tampak sangat tenang, namun matanya terus memperhatikan wajah Eli. "Ibu menangis lagi? Apa kita tidak bisa pulang ke rumah kita?" tanya Kenji datar, namun ada nada protektif yang kuat di suaranya.

Hati Eli mencelos. Dia menatap putra sulungnya yang memiliki mata persis seperti mata Xavier yang baru saja mengintimidasinya di bawah. Eli mengusap pipi Kenji dengan lembut. "Untuk sementara, kita akan tinggal di sini, Kenji. Tempat ini... adalah rumah baru kita."

"Bersama paman berjas abu-abu itu?" kejar Kenji lagi.

Eli mengangguk pelan dengan berat hati. "Iya. Dia... adalah pemilik rumah ini. Mulai sekarang, kalian tidak perlu takut lagi, oke? Ibu akan selalu ada di samping kalian."

Setelah berhasil menenangkan kedua anak kembarnya dan membujuk mereka untuk kembali tidur, Eli merebahkan tubuhnya di antara Kenji dan Kiana. Dia memeluk kedua anaknya dengan erat, mendengarkan deru napas halus mereka yang mulai terlelap.

Eli menatap langit-langit kamar mewah yang asing itu dengan mata berkaca-kaca. Dia memang berhasil mempertahankan haknya sebagai ibu, namun harga yang harus dibayar sangatlah mahal. Mulai besok, hidupnya akan sepenuhnya diatur oleh hukum dan kekuasaan Xavier Arisatya. Dia telah resmi masuk ke dalam sangkar emas sang CEO, dan tidak ada yang tahu kapan dia bisa keluar dari sana.

Tepat saat Eli hampir memejamkan mata karena kelelahan, suara klik halus dari pintu penghubung kamar terdengar. Di ambang pintu yang remang-remang, siluet tinggi tegap Xavier berdiri, menatap dingin ke arah ranjang tempat istri dan anak-anaknya tertidur. Perangkapnya telah tertutup sempurna, dan sang serigala kini siap mengawasi mangsanya setiap detik.

1
Bu Dewi
seru kak 👍👍👍👍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!