NovelToon NovelToon
DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

DI ANTARA DUA NEGARA,SATU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Naryati

Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 27

Wajah Wang Xuan berubah ketika melihat Lin Chou. Kebenciannya pada laki-laki itu seperti telah mendarah daging. Jika bukan karena keegoisan laki-laki itu mungkin dia masih bisa Alesya dan mungkin Xioyi tidak akan menderita seperti saat ini..

"Lin Chou... Kamu akan membayar semuanya. Jika bukan karena Xioyi mungkin kamu sudah hancur di tanganku."

Wang Xuan menatap tajam laki-laki yang sedang menunduk itu. Laki-laki yang terlihat sangat rapuh,bukan laki-laki yang keras kepala dan egois lagi.

"Kak Chou.. Gimana kondisi Xioyi?"tiba-tiba Lin Zhao datang untuk melihat kondisi keponakannya.

Tatapan Wang Xuan tertuju pada Lin Zhao yang tengah berada didekat Lin Chou. Tatapan itu terlihat tajam.

Wang Xuan menatap Lin Zhao dari kejauhan.

"Ternyata kamu tidak berbeda jauh dari kakakmu."

"Saat wanita yang kamu cintai membutuhkan kepercayaan, kamu justru memilih keraguan."

Wang Xuan mengepalkan tangannya.

"Aisyah... aku tidak akan membiarkan sejarah Alesya terulang lagi."

Bagi Wang Xuan mencari tahu tentang keluarga Lin itu sesuatu yang sangat mudah. Bahkan dia bisa mengetahui hal yang mungkin orang lain tidak pernah tahu.

"Jika nanti kamu membuat Aisyah menderita aku akan pastikan kamu mendapatkan balasan yang sama Lin Zhao."

Wang Xuan pun langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah sakit tempat Xioyi dirawat.

****

Dari kejauhan Lin Zhao seperti melihat seseorang yang sedang mengawasinya. Namun setelah dia cari bayangan itu tidak nampak..

"Mungkin hanya perasaanku saja." pekiknya dalam hati.

Lin Zhao pun kembali menghibur kakaknya. Saat ini hanya dia yang bisa menguatkannya.

"Kak Chou,percayalah kita pasti bisa mendapatkan seorang pendonor yang cocok untuk Xioyi kita."

Lin Zhao mengelus pundak Kakaknya sementara kini Lin Chou seperti sedang tenggelam didalam ketakutannya sendiri.

"Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Xioyi apakah aku akan sanggup melanjutkan hidup ini lagi?" ucapnya lirih.

Lin Zhao langsung mengguncang tubuh Kakaknya dengan penuh amarah.

"Kak.. Kita harus mendoakan yang baik untuk Xioyi bukan seperti ini. Kita punya Tuhan Kak yang akan menolong Xioyi."

Ucapan Lin Zhao membuat Lin Chou menatapnya..

Setelah kepergian Alesya membuat Lin Chou tak percaya lagi pada Tuhan. Baginya Tuhan tidak bisa menolongnya dia tetap tidak bisa menemukan Alesya hingga saat ini..

Tapi kini putrinya yang terbaring disana. Berjuang sendiri melawan takdirnya sendiri.

"Apakah Tuhan akan mendengarkan doaku. Apakah Tuhan akan menyelamatkan Xioyi kita?" ucapan itu terdengar seperti keputusasaan yang terlihat jelas dimatanya.

Lin Zhao terdiam. Dia pun tak memiliki jawaban atas pertanyaan Kakaknya itu.

Lin Zhao menatap ruang ICU itu cukup lama.

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa tidak berdaya.

Selama ini ia berpikir bahwa uang, kekuasaan, dan koneksi keluarga Lin mampu menyelesaikan segalanya.

Namun kini, di hadapan kehidupan dan kematian, semua itu terasa begitu kecil.

Ia ingin menyelamatkan Xioyi.

Ia ingin menghapus kesedihan di wajah kakaknya.

Namun untuk pertama kalinya, Lin Zhao tidak tahu harus meminta pertolongan kepada siapa.

"Tenangkan dirimu dulu Kak aku akan pergi sebentar." ucapnya lirih..

Lin Zhao pun pergi dia menuju suatu tempat namun bukan Wihara yang dia datangi melainkan masjid..

Lin Zhao mengingat dengan jelas apa yang pernah diucapkan oleh Aisyah kala itu.

"Jika seseorang berdoa dengan bersungguh-sungguh maka Allah pasti akan mengabulkannya."

Kata-kata itu melekat dipikiran Lin Zhao sehingga dia memutuskan untuk datang ke Masjid bukan ke Wihara tempat dimana biasanya dia berdoa.

Lin Zhao duduk didepan Masjid,kepalanya menunduk entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini.

"Tuan muda kedua Lin sedang apa anda disini?" tanya seorang laki-laki yang merupakan seorang imam di Masjid itu.

Lin Zhao menatap kearah laki-laki yang bertanya kepadanya. Semua orang mengenal keluarga Lin sehingga tak aneh jika orang yang kini ada disampingnya mengenalnya.

"Tuan,saya sedang bingung."ucapnya lirih.

Laki-laki itupun menepuk pundak Lin Zhao pelan..

"Bersabarlah semua orang memiliki permasalahan hidup yang berbeda. Apa yang sedang Tuan muda kedua Lin pikirkan. Katakanlah siapa tahu saya bisa membantu?" ucap laki-laki itu dengan tenang.

"Aku bingung anak dari Kakakku sedang kritis dirumah sakit. Dia membutuhkan pendonor ginjal namun kami belum juga menemukannya. Dan juga aku juga sedang bingung dengan permasalahan pribadi namun Lin Zhao tak bisa menceritakannya."

Laki-laki itu mengangguk menandakan mengerti. Laki-laki itupun mengatakan bahwa dia akan meminta orang-orang untuk ikut mendoakan kesembuhan Xioyi.

"Tuan muda Lin, terkadang doa tidak langsung memberikan apa yang kita inginkan. Tapi doa sering kali menunjukkan jalan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya."

Tatapan Lin Zhao tertuju pada laki-laki yang kini ada didepannya itu.

"Asalkan kita percaya dan yakin akan kekuatan sebuah doa tidak ada yang mustahil bagi Allah."

Ucapan itu membuat hati Lin Zhao merasakan sesuatu getaran yang hebat. Ini bukan tentang kesedihannya,ini bukan tentang ribuan masalah yang ada didalam pikirannya namun ini tentang kedamaian yang tak pernah dia temukan selama ini.

"Pak.. Apakah aku boleh meminta tolong doakan keponakanku. Aku sangat menyayangi dia." Lin Zhao pun menundukkan kepalanya. Kini dia terlihat seperti orang biasa bukan lagi Lin Zhao yang ditakuti karena keluarga Lin yang memilik pengaruh besar.

"Baiklah, tentu saja boleh. Sebentar lagi akan masuk waktu sholat Dzuhur sebaiknya Tuan muda ikut saya masuk kedalam. Setelah selesai sholat kita bisa berdoa bersama-sama untuk kesembuhan keponakan Tuan muda Lin.."

Ajakan itu terasa sangat istimewa untuknya. Selama ini dia tidak pernah berani masuk kedalam Masjid karena dia berbeda keyakinan.

"Apakah aku boleh masuk kedalam Masjid. Aku bukanlah seorang muslim seperti kalian?" pertanyaan Lin Zhao membuat laki-laki yang bernama Ustadz Yusuf mengangguk.

"Ini adalah rumah Allah dan siapa saja di perbolehkan masuk kedalamnya selama mereka memiliki niat yang baik." jawaban itu membuat Lin Zhao tak kuasa menahan airmatanya.

Untuk pertama kalinya dia takut memasuki suatu tempat namun hatinya selalu menuju ketempat itu.

"Terima kasih Pak, apakah saya harus membersihkan diri dulu sebelum saya masuk kedalam?" pertanyaan Lin Zhao membuat Ustadz Yusuf bingung.

"Maksudnya?"tanya Ustadz Yusuf lirih.

"Kata Aisyah kita harus mensucikan diri terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam sana." jawab Lin Zhao pelan.

Ustadz Yusuf pun tersenyum dan tersentuh dengan ucapan Lin Zhao. Dia bukan seorang muslim tapi dia telah memahami tata cara masuk kedalam Masjid salah satunya mensucikan diri.

"Tidak perlu. Tidak apa-apa,lagipula Tuan muda Lin bukanlah seorang muslim dan kita bisa mentoleransi akan hal itu."

Lin Zhao mengikuti Ustadz Yusuf masuk ke dalam masjid.

Suara lantunan ayat suci terdengar pelan memenuhi ruangan.

Entah kenapa, untuk pertama kalinya setelah berhari-hari dihantui kecemasan, dadanya terasa sedikit lebih ringan.

1
Muhamad Yati
pesan dari Alesya benar benar bikin aku 😭😭😭😭😭
Muhamad Yati
kan,😭😭😭 kasihan Aisyah difitnah mulu.
Muhamad Yati
jangan salah paham pliss. Aisyah tak seperti yang kalian pikirkan.
Muhamad Yati
jangan pergi Aisyah kamu harus bertahan.
Muhamad Yati
woiiii Aisyah tidak salah,kamu yang salah Lin Chou.
Muhamad Yati
semakin nyesss deh.
Muhamad Yati
Nah loh. Lin Chou berani banget.
Ihda Rozi
lanjut 💪
Naryati: sudah ada kelanjutannya ya.
total 1 replies
Naryati
semangat untuk aku.
Muhamad Yati
😭😭 alurnya mulai sedih.
Muhamad Yati
Lin Chou ternyata?😭
Muhamad Yati
semangat author. aku suka ceritanya.
Muhamad Yati
suka.
Yatiee Selawase
Thor mana ada muslim makan 🐷 tapi lucu si Lin Zhao ini. 🤣🤣
Yatiee Selawase
Wah Lin Zhao baik juga ya.
Yatiee Selawase
Wah,kok aku deg-degan dengan Aisyah ya. apa dia akan selamat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!