NovelToon NovelToon
Asisten Tak Terduga

Asisten Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Abil_

"Menjadi asisten pribadi seorang CEO paling dingin di ibu kota bukanlah rencana awal hidupku."

Bagi Kenzo, perfeksionisme adalah segalanya. Baginya, asisten bukan sekadar pembantu, tapi mesin yang harus bekerja 24/7 tanpa celah. Namun, kedatangan asisten barunya yang "tak terduga" mulai mengacaukan ritme hidupnya yang kaku.

Ia tidak menyangka bahwa di balik kopi yang selalu pas suhunya dan jadwal yang tertata rapi, asistennya menyimpan rahasia besar yang bisa menjungkirbalikkan dunia bisnisnya. Setiap babak baru dalam hubungan mereka hanyalah awal dari lapisan misteri dan percikan rasa yang lebih dalam.

Akankah hubungan profesional ini tetap pada jalurnya, atau justru terjebak dalam permainan perasaan yang tak berujung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abil_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benang Merah yang Berdarah

Nabila merasakan kakinya lemas, seolah lantai dansa yang mewah itu tiba-tiba berubah menjadi rawa yang siap menenggelamkannya. Pesan singkat di ponselnya tadi bukan sekadar gertakan; itu adalah bom waktu. Ia menatap Kenzo, mencari celah di balik wajah dingin nan tampan itu. Apakah pria ini tahu? Ataukah Kenzo justru sedang menanti saat yang tepat untuk menghancurkannya setelah semua kebenaran terungkap?

"Nabila? Kamu pucat," bisik Kenzo, suaranya terdengar lembut di telinga Nabila, namun genggamannya di pinggang Nabila justru semakin mengerat.

"A-aku hanya butuh udara segar, Kenzo," jawab Nabila terbata-bata.

Kenzo tidak membantah. Ia langsung menuntun Nabila keluar dari aula besar menuju balkon yang sepi, menjauh dari jepretan kamera wartawan yang sejak tadi mengincar mereka sebagai pasangan tunangan baru. Angin malam Jakarta yang lembap menerpa wajah Nabila, namun tidak mampu mendinginkan gejolak di dadanya.

"Katakan padaku, pesan apa lagi yang kau terima?" tanya Kenzo langsung pada intinya begitu mereka hanya berdua.

Nabila gemetar, ia menyerahkan ponselnya pada Kenzo. Begitu membaca baris kalimat tentang kematian ayahnya, rahang Kenzo mengeras. Urat-urat di lehernya menonjol, dan matanya yang semula tenang kini berkilat penuh amarah yang tertahan.

"Siapa pun orang ini, dia tahu cara memancing monster dalam diriku keluar," ucap Kenzo dengan suara rendah yang mengerikan.

"Kenzo... apakah benar... ayahmu meninggal karena kecelakaan yang melibatkan perusahaan ayahku?" tanya Nabila, suaranya nyaris hilang ditelan angin malam.

Kenzo terdiam lama. Ia menatap lampu-lampu kota yang berpendar di kejauhan. "Sepuluh tahun lalu, ayahku sedang dalam perjalanan menuju pertemuan darurat untuk membahas kegagalan proyek ayahmu. Mobilnya disabotase. Remnya blong di jalan tol. Ayahku tewas di tempat, sementara ayahmu... dia menghilang tepat setelah kejadian itu membawa sisa modal yang ada."

Tangis Nabila pecah. "Aku tidak tahu... aku bersumpah aku tidak tahu kalau Ayah melakukan hal sekeji itu."

Kenzo berbalik, ia melangkah maju hingga Nabila terdesak ke pagar balkon. Ia meletakkan kedua tangannya di pagar, mengurung Nabila di tengah-tengahnya—posisi yang selalu membuat Nabila merasa terintimidasi sekaligus terlindungi.

"Dengar, Nabila. Aku sudah menghabiskan sepuluh tahun untuk mencari ayahmu. Aku ingin membalas dendam. Tapi melihatmu sekarang... melihatmu ketakutan karena orang asing ini..." Kenzo menggantung kalimatnya. Ia mendekatkan wajahnya, hidung mereka nyaris bersentuhan. "Aku sadar bahwa menghancurkanmu tidak akan mengembalikan ayahku. Tapi membiarkan orang lain menyentuhmu? Itu jauh lebih tidak bisa kuterima."

"Kenapa? Kenapa kau melindungiku?"

"Karena kau adalah asistenku. Tunanganku. Dan sekarang... kau adalah satu-satunya kunci untuk menarik ayahmu keluar dari persembunyiannya," bisik Kenzo. Ia mengusap pipi Nabila yang basah dengan ibu jarinya, sebuah gerakan yang terasa sangat intim namun penuh dengan peringatan. "Jangan pernah berpikir untuk lari dariku, Nabila. Karena sekarang, musuhmu adalah musuhku juga."

Tiba-tiba, Kenzo menarik Nabila masuk kembali ke dalam apartemen melalui pintu rahasia. Ia tidak membawa Nabila kembali ke pesta, melainkan ke sebuah ruangan tersembunyi di balik perpustakaan. Di sana, terdapat monitor-monitor canggih yang memantau setiap sudut gedung.

"Mulai malam ini, kau tidak akan bekerja sebagai asisten administrasi lagi," ujar Kenzo sambil menyalakan salah satu layar. "Kau akan membantuku melacak pengirim pesan ini. Tim IT-ku sudah menemukan koordinat pengirimnya. Dan tebak di mana posisinya?"

Nabila menatap layar dengan jantung berdebar. Titik merah itu berkedip tepat di sebuah gedung tua yang berada tepat di seberang kantor pusat Aditama Group.

"Dia mengawasi kita sejak awal, Kenzo," bisik Nabila ngeri.

"Bukan kita. Dia mengawasimu," koreksi Kenzo. Ia mengambil sebuah kalung dari laci mejanya, sebuah kalung emas putih dengan liontin kecil yang tampak elegan. "Pakai ini. Ini bukan sekadar perhiasan. Ada pelacak GPS dan mikrofon di dalamnya. Jangan pernah dilepas, bahkan saat kau mandi sekalipun."

Nabila menurut, membiarkan Kenzo memasangkan kalung itu di lehernya. Sentuhan tangan Kenzo yang dingin di tengkuknya mengirimkan sensasi aneh ke seluruh tubuhnya. Saat Kenzo selesai, ia tidak langsung menjauh. Ia justru memeluk Nabila dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu gadis itu sambil menatap pantulan mereka di cermin.

"Kita akan menjebak mereka, Nabila. Dan saat saat itu tiba, aku ingin kau berada tepat di sampingku untuk melihat siapa sebenarnya yang ingin menghancurkan hidup kita."

Nabila memejamkan mata. Ia tahu ini adalah awal dari permainan yang jauh lebih berbahaya. Ia bukan lagi sekadar asisten yang mencari kerja, tapi pion utama dalam perang dendam antara dua keluarga. Dan yang paling menakutkan adalah, ia mulai menikmati rasa aman yang diberikan oleh sang singa, Kenzo Aditama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!