NovelToon NovelToon
TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

TEBUSAN RANJANG ( Kontrak Pernikahan 1 Tahun )

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Five Vee

*Novel dengan Alur Sat Set dan Bab Pendek.*


Junee tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan Ben Pratama.

Anak culun yang dulu ia tolak di SMA, sekarang jadi CEO muda yang dingin dan sukses. Ketika panti asuhan tempat Junee mengabdi terancam digusur, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran Ben: Menjadi istri kontraknya selama satu tahun. Tidak ada cinta. Hanya kesepakatan.


Begitu pikir Junee. Tapi tinggal serumah dengan Ben ternyata tidak sesederhana itu. Setiap tatapannya penuh teka-teki. Setiap sikapnya seperti menyimpan amarah yang belum selesai.


Junee mulai bertanya: Apakah Ben benar-benar membencinya? Atau selama ini, ia salah paham tentang alasan penolakan itu? Satu tahun. Satu kontrak. Satu kesempatan untuk memperbaiki masa lalu. Pertanyaannya… apakah hati mereka masih bisa diperbaiki?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Kedatangan Ibu Mertua.

Hari - hari Junee pun berlalu dengan damai dan tenang beberapa hari setelah pengumuman pernikahan mereka.

Semuanya seakan berjalan tanpa hambatan.

Seperti siang ini, Junee baru selesai meeting dengan pengacara, membahas mengenai yayasan panti.

Junee duduk di sofa ruang tamu penthouse, sembari minum teh tawar. Baru kali ini rasanya ia dapat menikmati hidupnya.

Saat hendak meletakkan cangkir teh ke dapur, bel pada pintu penthouse pun berbunyi. Junee mengurungkan niatnya, lalu pergi untuk membuka pintu.

Deg!!

Junee tertegun.

Di depannya kini berdiri seorang wanita paruh baya — Bu Ratna. Berusia 52 tahun, rambut disanggul rapi, menggunakan kemeja dan celana bahan yang sedikit longgar.

Junee ingat dengan baik wajah wanita paruh baya itu.

Ibu penjual bakso yang dulu menjadi langganan Junee waktu SMA. Ia bahkan pernah berhutang beberapa kali. Karena kekurangan uang jajan.

“Bu… Ratna?” Ucap Junee pelan.

“Boleh masuk, Neng?” Tanya Bu Ratna datar.

Junee mundur perlahan. “Silakan, Bu.”

Bu Ratna pun masuk ke dalam. Matanya menyapu seluruh sudut penthouse. Ruangan seluas 400 meter, langit-langit tinggi, dan jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota Jakarta.

Bu Ratna tidak berkomentar. Tanpa di persilahkan ia pun langsung duduk di atas sofa kulit.

Junee pun duduk di seberangnya. Jantung wanita itu berdebar kencang.

Apakah Bu Ratna mengenali dirinya? Atau mengetahui statusnya di rumah Ben?

“Maaf Bu, tidak ada kabar kalau Ibu akan datang —”

Bu Ratna memotong dengan cepat.

“Kamu Junee ‘kan? Yang 10 tahun lalu menolak anak saya di lapangan sekolah?”

Junee terdiam. Jantung wanita itu semakin bertalu dengan kencang.

“I-iya, Bu. Tapi—”

“Tapi apa?” Bu Ratna potong Bu Ratna lagi. Suaranya tidak keras, tetapi menusuk.

“Kamu tau tidak, Neng? Sejak kamu menolak dia, anak saya jadi berubah. Dari Ben yang ceria, menjadi pendiam. Ben yang selalu juara olimpiade matematika, menjadi tidak pernah ikut lomba lagi. Dari yang pulang tepat waktu, menjadi pulang jam 2 pagi, tidak makan, tidak bicara.”

Junee tidak bisa menjawab. Karena semua itu pasti benar adanya.

“Saya melihat anak saya hancur, Neng. Saya sama Bapaknya yang menemani dia bekerja selama 18 jam sehari. Saya yang membuatkan makanan saat dia lembur. Meski tidak di makan. Saya yang mendengar dia ngomong sendiri, ‘Aku harus menjadi orang kaya biar dia tidak bisa menolak aku lagi.’

Lalu sekarang?” Imbuh wanita paruh baya itu.

Bu Ratna menunjuk ke arah Junee.

“Sekarang kamu muncul lagi. Menjadi istrinya. Dengan alasan panti asuhan, kamu mendapatkan uangnya. Beruntung sekali hidup kamu, Neng. Dulu menolak, sekarang datang lagi saat Ben sudah menjadi orang terpandang.”

Junee merasa seperti ditampar.

“Bu, saya tidak—”

“Tidak apa?” Bu Ratna berdiri dari tempat duduknya. “Tidak memanfaatkan? Kamu pikir saya tidak tau tentang pernikahan kontrak kalian? Kamu menjual diri demi panti asuhan agar tidak di gusur. Itu hanya alasan bukan? Supaya kamu bisa hidup enak? Saya masih ingat, dulu kamu sering ngutang bakso sama saya.”

Deg!!

Junee pun iku berdiri juga. Air matanya sudah di pelupuk.

“Bu, saya tidak pernah meminta uangnya Ben. Saya juga tidak pernah meminta untuk dinikahi! Saya hanya ingin menyelamatkan panti supaya tidak digusur! Kalau saya bisa, saya tidak mau ada di sini!” Ucap Junee pelan. Ia tak dapat lagi menahan air matanya.

“Kalau tidak mau, kenapa kamu tidak pergi? Malah sibuk menikmati hidup mewah.” Bu Ratna balik bertanya.

“Karena kamu nyaman, ‘kan? Sudah enak tinggal di penthouse, mendapat nama Pratama, dan makan gratis.” Imbuh wanita paruh baya itu.

Junee hendak bersuara, namun pintu tiba - tiba terbuka.

Ben masuk ke dalam. Wajah pria itu terlihat tegang.

Ia mendengar semua dari luar.

“Ibu.” Ucap pria itu pelan.

Bu Ratna pun memutar tubuhnya.

“Ben! Akhirnya kamu pulang. Kenapa kamu menjadikan wanita ini istri kamu? Dia hanya mau sama uang kamu saja! Apa kamu lupa dengan perbuatannya 10 tahun yang lalu?”

“Ibu cukup!” Teriak Ben.

Junee menatap pria itu.

Ben melangkah ke arah sang istri. Ia berdiri di depan Junee, seperti melindungi.

“Ibu, Junee bukan orang yang seperti Ibu pikir.” Ucapnya pelan.

Bu Ratna tertawa meremehkan.

“Kamu membela dia, Ben? Setelah apa yang dia lakukan sama kamu 10 tahun yang lalu?” Tanya sang ibu.

Ben terdiam sejenak.

“Yang menolak aku itu Junee yang berusia 18 tahun, Bu. Dan yang ada di depan aku sekarang, adalah Junee dewasa berusia 28 tahun.

Dia berbeda. Dan aku yang memilih dia untuk menjadi istri aku, Bu.” Ucap Ben kemudian.

Bu Ratna membulatkan matanya. Ia tifak menyangka sang putra akan berbicara seperti itu.

“Kamu… kamu memilih dia daripada Ibu?”

Ben tidak membantah

“Ibu adalah orang tua aku. Tapi Junee adalah istri aku.

Kalau Ibu tidqk bisa menerima dia, berarti Ibu tidak bisa menerima aku yang sekarang.”

Hening.

Bu Ratna tidak menjawab ucapan sang putra. Ia kembali duduk di atas sofa.

Wanita paruh baya itu melihat ke arah Junee yang masih berdiri, dengan mata merah.

“Ben, Ibu tidak ingin kamu tersakiti lagi. Ibu sudah melihat kamu hancur sekali. Ibu tidak mau melihatnya lagi.” Ucap Bu Ratna.

Ben menekuk lutut di depan ibunya.

“Ibu, aku tidak akan hancur lagi. Aku hidup karena Junee.”

Ibu Ratna tak menjawab. Wanita itu kemudian bangkit dari tempat duduknya, dan memilih pergi ke kamar tamu.

Untung saja pakaian Junee sudah di pindahkan ke kamar utama sebelumnya.

Junee hanya mampu menatap kepergian sang mertua dengan lemas.

“Ben.”

Ben meraih tubuh sang istri, kemudian memeluk wanita itu dengan lembut.

“Jangan dengarkan ucapan ibu.” Ucap pria itu.

“Ibu kamu tidak suka sama aku, Ben.” Ucap Junee kembali terisak.

“Jangan memikirkan hal itu, Junee. Ada aku yang akan selalu membela kamu.”

Junee mengeleng pelan. Ia tidak mau Ben membantah ibunya demi membela dirinya.

“Jangan durhaka sama ibu, Ben.” Ucap Junee.

“Aku sudah dewasa, Junee. Sudah bisa menentukan apa yang terbaik untuk hidup aku.” Ucap Ben dengan tegas.

Ia tidak akan membiarkan sang istri merasa sedih karena penolakan dari Ibu Ratna.

- - -

1
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor
ardiana dili
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Hennyy exo
wow awal yg bagus thor
Naufal Affiq
gak usah dengar ocehan si arga ini ya jun,ingat jun ada ben yang selalu mencintaimu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
jangan di ingat masa lalu yang penyakit kan,entar timbul masalah baru ben,ingat ben masa depan lebih indah dari pada masa lalu
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
semoga kedepan nya hubungan mu dengan suami mu lebih baik lagi ya junee
merry yuliana
crazy up ya kak
Author Amatir🍒: Satu bab lagi masih nyangkut kak..
total 1 replies
ardiana dili
lanjut
Naufal Affiq
lanjut thor seru ceritanya
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!