Naufal hanyalah seorang sales smartphone miskin yang sering diremehkan karena tidak pernah mencapai target. Ditekan oleh target yang mustahil, dikhianati oleh rekan kerja, dan dianggap remeh oleh pelanggan sombong adalah makanan sehari-harinya.
Namun, segalanya berubah saat sebuah suara mekanis bergema di kepalanya:
[Ding! Sistem Analisis Nilai Aktif!]
[Menganalisis Target...]
[Budget: Rp150.000.000 ]
[ Keinginan: memboron 50 unit untuk yayasan pendidikan |
[Tingkat Kepercayaan: 15%]
[Misi Terbuka! Closing produk!]
[Hadiah misi pembukaan RP 10.000.000!]
Dengan bantuan Sistem Analisis Nilai, Naufal tidak hanya bisa melihat isi dompet pelanggan, tapi juga titik lemah kompetitor dan tren pasar masa depan. Dari seorang sales yang hampir dipecat, ia merangkak naik menjadi raja industri teknologi.
Satu per satu wanita hebat mulai masuk ke dalam hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9--Datangnya Pelanggan baru Dan Misi Dadakan
Siska berdiri di depan toko tempat ia kerja lebih dahulu daripada siapapun. Jam telah menunjukan pukul 08.45 namun teman seshifnya belum juga datang, ia merogoh cermin membenarkan tatanan rambutnya. Karena dia bakal satu shift berdua dengan orang itu, ia harus jaga imagine, ya masih ada satu kasir juga sih.
Lima menit terlewat, sepuluh menit … naufal belum datang pun. Siska mencibir.
“Dih, baru juga sekali closing gede udah berani telat! Dasar cowok, dikasih duit dikit langsung ngelunjak," cibir Siska sambil menghentakkan kakinya ke lantai mal yang masih sepi.
Ia melirik jam tangannya untuk yang kesepuluh kali. Hatinya dongkol, tapi ada sedikit rasa khawatir yang terselip. Apa dia kecelakaan? Atau jangan-jangan dia langsung resign karena ngerasa udah kaya? Pikiran itu membuat Siska makin tidak tenang. Ia kembali memoles lip tint di bibirnya, memastikan penampilannya sempurna hanya untuk menunjukkan pada Naufal bahwa ia tidak terpengaruh oleh kejadian semalam.
'Masa sih dia resign? Atau targetnya kena masalah dan dia kena SP 3!?’ entah darimana skenario negatif itu terpatri, pasalnya dia bahkan belum mengucapkan perkataan terima kasih atas kejadian masa lalu yang bahkan naufal pasti lupa juga.
Beberapa detik kemudian, sosok itu menampakkan batang hidungnya. Siska menghela napas puas, namun mulutnya masih tajam dan mencibir seperti biasa.
Naufal berhenti di depan Siska, terengah-engah dengan butiran keringat di dahi. "Maaf, Sis... tadi gue evaluasi pagi dulu.”
“Gue juga evaluasi bos!” Cibirnya. “Kamu juga yang pegang kunci, kita bisa telat ini. Belum absen masuk toko lagi.”
“Iya-iya maaf, masih juga lima belas menit.” Naufal merogoh celana, dia membuka kunci, lalu saat pintu toko terbuka dan serta Siska masuk, datangnya sang kasir nama dia Amel seorang kasir part time di toko ini.
“Pagi, kak!” Sapanya penuh energik dengan seragam merah—khas kasir toko sini.
“Pagi-pagi, kamu juga telat,mel” cibir siska yang barusan presensi.
“Maaf, kak.”
"Pagi, Mel. Semangat banget lo, padahal toko baru juga dibuka," jawab Naufal sambil memberikan jalan untuk kasir mungil itu masuk.
Amel tertawa renyah, matanya melirik ke arah Siska yang masih memasang wajah ditekuk. "Iya dong, Kak! Semalam kan ada yang pecah rekor 50 unit! Siapa tahu hari ini ketularan hoki Kak Naufal, biar bonus kasir Amel ikutan naik!"
Siska hanya mendengus, tangannya sibuk menaruh tas di loker belakang. "Hoki itu nggak datang dua kali, Mel.’
“Dih, kak Siska ini pedes banget, tapi gitu-gitu dia perhatian lo kak sama kak Naufal,” adu Amel ke Nuafal.
“Apaan sih lo, Mel! Masih pagi udah halu!" semprot Siska cepat, wajahnya mendadak panas. Ia segera menyibukkan diri dengan mengelap etalase kaca yang sebenarnya sudah mengkilap. "Gue cuma nggak mau performa toko ini hancur gara-gara ada yang telat atau nggak fokus. “
“Ah, kak siska itu benar-benar gak pernah jujur.”
Naufal sedari dulu bingung. Ini cewek sebenarnya mau apa? Ia kembali teringat akan kemampuan sistem miliknya, dan dia melakukan hal sama dengan kak nadila tadi.
[Ding!]
[Sistem analisis berhasil!]
[Menganalisis karakter!]
[Nama: Siska Amalia]
[Tingkat Ketertarikan: 60% (cukup Tertarik/Gengsi Tinggi)]
[Status: Tsundere Berbahaya]
[Catatan: Karakter ini memiliki mekanisme pertahanan diri berupa kata-kata tajam untuk menutupi rasa peduli. Disarankan Inang tidak baper.]
Naufal nyaris tersedak ludahnya sendiri saat membaca status "Tsundere Berbahaya" di layar transparan itu. Enam puluh persen?! Itu bahkan lebih tinggi dari Kak Nadila. Naufal melirik Siska yang sedang sibuk mengelap hp display dengan tenaga ekstra—sepertinya dia sedang melampiaskan rasa malunya pada hp demo tersebut,
"Duh, mending gue fokus jualan daripada mikirin sistem eror begini," gumam Naufal pelan. “Gak mungkin cewek mulut pedas ginian. Hm benar-benar, kayaknya emang eror.”
"Woi, Fal! Malah bengong!" Siska menyentak, jempolnya menunjuk ke arah pintu masuk. "Tuh, ada pelanggan masuk. Buruan sikat! Anggap aja pemanasan sebelum Kak Andre datang. Gue mau tata HP display dulu, jangan ganggu gue!"
Naufal mengangguk. "Siap, Siska cantik ..”
"Gak usah panggil cantik! Ke gr-an! Pergi sana!" usir Siska, meski matanya diam-diam mencuri pandang ke arah Naufal.
Naufal berjalan menghampiri pelanggan tersebut. Seorang pria paruh baya dengan jaket ojek online yang tampak lusuh. Pria itu berdiri canggung di depan meja display dia memperlihatkan produk dari brand Naufal OMNI.
[Ding!]
[Misi Sampingan Terdeteksi: 'The Dream Phone'.]
[Target: Bapak Supri (Driver Ojol).]
[Analisis: Target ingin membelikan hadiah untuk anaknya yang baru lulus, namun ragu dengan budget.]
[Hadiah: Rp 2.000.000 ,
Motor Ducati panglima v2 warna hitam]
DAYA KHALYAL MEMBAGINGKAN