fadli seorang siswa penyendiri yang di panggil ke dunia lain bersama teman sekelas nya. namun ia justru tidak memiliki, skil, sihir mau pun kekuatan. setelah itu ia di buly oleh semua teman sekelas nya. akhirnya raja membuang dia ke hutan. saat fadli pasrah di hutan dan menunggu kematian teringat kembali hinaan yang di lontarkan teman- teman nya. ia pun memilih untuk tidak menyerah, ia mulai berpetulang dan mendapatkan skil, sihir dan kekuatan sedikit demi sedikit. sampai akhirnya ia menjadi yang terkuat di dunia itu. bagaimana kisah fadli? silakan di baca sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hilman padli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 3 jamur yang berharga
Setelah berjam- jam mencari akhirnya fadli mendapatkan jamur yang ia cari. Ia sangat senang sampai meneteskan air mata.
"Akhirnya, jamur yang ada di misi aku dapatkan juga. Ah.. saat nya kembali ke kota dan masuk serikat lalu tidur di penginapan sial....sialan selesai juga," kata fadli sambil berlari menuju ke kota.
Sesampai nya di kota fadli langsung memberikan jamur itu. Resepsionis terkejut ia lalu berkata, "mengejutkan sekali. Kamu bisa mencari jamur yang sangat langka ini?"
"Eh.. langka, ah.. pantas saja sulit untuk di cari, pasti bayaran nya mahal kan?" Tanya fadli sambil tertawa.
"Hah.. jangan- jangan kamu tidak melihat tulisan di bagian bepakang kertas?" Tanya resepsionis itu terkejut.
"Tidak memang nya ada apa" tanya fadli sambil melihat isi di belakang kertas. "Bayaran yang mendapatkan jamur ini adalah 1 koin perak? Hah...." sambung nya terkejut.
"Sebenar nya ini adalah jamur obat. Sangat langka dan cukup mahal, kamu di tipu oleh orang yang memberikan misi ini dasar bodoh," kata resepsionis itu dengan kesal.
"Begitu ya, hem.. tetapi masa sih ada orang jahat kaya gitu," kata fadli bingung.
"Bisa jadi juga sih orang miskin yang sakit," jelas resepsionis tiba- tiba.
"Ya baiklah, sekarang berikan 1 keping perak itu dan ambil lah jamur nya," perintah fadli dengan tegas.
"Ini 1 keping perak. Dan lain kali hati- hati ketika menerima misi, teliti dahulu dengan benar, pastikan bayaran nya cukup dengan apa yang kamu alami saat menjalankan misi nya," jelas resepsionis itu memberikan nasehat.
Fadli mengangguk dan pergi dari resepsionis menuju ke papan misi. Ia melihat semua misi dan menemukan bahwa banyak sekali misi mencari jamur- jamur. Ia berbisik dalam hatinya, " di tas ku ada 57 jamur. Aku yakin pasti dalam perintah ini ada jamur yang aku ambil di hutan tadi," ia pun mulai mengeluarkan jamur satu demi satu sambil mencocokan dengan kertas misi.
Setelah 1 jam kemudian fadli kembali ke meja resepsionis dan berkata, "aku mengambil misi ini, tidak sudah selesai"
Mendengar itu resepsionis bertanya,"jangan- jangan saat mencari jamur tadi kamu mendapatkan banyak jamur lain?"
"Ya begitulah, aku ambil saja karena aku tau khasiatnya rata- rata obat sih," jelas nya dengan senyuman.
"Baiklah keluarkan jamur nya dan kita mulai menghitung total semua yang kamu dapatkan," perintah resepsionis itu.
Fadli meletakan 45 jamur dan 45 kertas misi, "aku yakin semua nya benar," kata fadli dengan percaya diri.
"Iya, kamu kembali lagi setelah 30 menit, aku harus minta bantuan temanku untuk mengitung dan memastikan jamur nya sama," jelas resepsionis itu.
Fadli mengangguk dan memutuskan untuk pergi makan dahulu. Ia memesan beberapa makanan di serikat itu dan mulai makan dengan tenang. Namun, tiba- tiba teman sekelas fadli yang datang dari dunia lain bersama nya, masuk ke serikat.. Fadli langsung menutup kepalanya dengan jubah yang ia miliki.
"Mereka ngapain di sini? Ya benar juga sih mereka petualang, pahlawan dan aku ngak pelindung negara ini, tetapi aku juga tidak peduli. Tapi kenapa mendekat ke sini?" Tanya fadli dalam hatinya.
Kedua teman fadli mendekati fadli dan bertanya, " maaf apa kami bisa ikut duduk di sini, yang lain sudah penuh,"
Fadli melambaikan tangan menandakan boleh. Helmi dan hamidah pun duduk di dekat fadli.
"Maaf ya, kami malah menganggu kamu makan," ucap hamidah terseyum.
"Ya bukan masalah," jawab fadli menyamarkan suara nya.
Hamidah dan helmi membeli banyak makanan. Mereka pun makan bersama fadli.
"Bagaimana menurut kamu tentang raja?"tanya hamidah tiba- tiba.
"Entahlah, tapi dia cukup jahat aku rasa, fadli bahkan di buang begitu saja, entah bagaimana keadaan dia sekarang," jawab hamidah.
"Fadli ya... ya dia kan tidak memiliki kekuatan. Jadi aku rasa dia tidak akan berguna juga bagi kita. Namun bu guru menyuruh kita untuk mencari nya, dia bilang dia mau menyembunyikan fadli," ucap hamidah sambil tertawa.
"Tapi tidak ada yang setuju di kelas, semuanya tidak ingin fadli ada, karena dia tidak akan berguna," sambung helmi tertawa.
Mendengar itu fadli hanya diam saja. Setelah selesai makan ia kembali ke resepsionis dan bertanya, " apakah sudah selesai?"
"Iya, barus selesai. Ini adalah bayaran kamu. Total semua nya 70 keping perak saja, sekarang lebih baik kamu pulang dan istirahat sudah malam," kata resepsionis itu terseyum.
Fadli mengambil uang nya dan pergi kembali ke penginapan. Sesampai nya di penginapan ia mandi dengan tenang. Setelah mandi ia duduk di kasur.
"Helmi dan hamidah ya. Ternyata mereka juga tidak ingin aku ada di sana. Tapi bu guru ingin mencari aku? Kenapa dia peduli padaku? Aku tidak punya kekuatan kan? Hah... merepotkan sekali," kata fadli dalam hatinya.
Ia lalu mengeluarkan semua uang yang ia miliki. Ia berbisik sambil menghitung nya, "aku sekarang memiliki 1 keping koin emas, dan 366 keping perak. Hem.... masih bisa sih aku hidup tenang. Ambil 10 keping perak untuk makan besok dan masukan sisa nya ke tas sihir. Jadi uang aku ada 1 keping emas dan 356 keping perak. Yang 10 ini untuk makan besok. Sekarang saat nya tidur,"
Ia langsung tiduran namun ia tidak bisa tidur. "Sulit sekali tidur, padahal penginapan ini cukup nyaman kasur nya empuk juga. Tetapi kenapa? Kenapa aku tidak bisa tidur!! Ini pasti gara- gara aku mengingat teman- teman sekelas, " kata fadli dalam hati nya.
Tiba- tiba fadli menunduk dan berkata, "tidak mereka bukan teman aku. Sekarang aku tidur saja lah," ia pun menutup mata dan berusaha untuk tidur.
Namun meski ia berusaha ia tidak bisa tidur. Ia bangun kembali dan berkata, "status buka," layar kembali muncul di depan fadli. Ia terkejut saat melihat tulisan sihir api level 1. "Ini apa?" Tanya fadli. "Bukan nya kamu bisa baca ya, baca sendiri," bentak sistem itu. "Astaga, aku tau tapi kenapa aku memiliki sihir api? " tanya fadli lagi. "Itu karena sihir penilai anda sudah naik ke level 2. Jadi otomatis anda mendapatkan satu skil tambahan, skil tambahan itu adalah skil api," jelas sistem itu.
"Hei.. kamu boleh aku panggil kei tidak? Soal nya sulit memanggil kamu," tanya fadli tiba- tiba.
"Ya tentu saja. Tapi saya hanya seorang sistem saya bukan manusia. Saya hanya bisa menjelaskan status anda saja," jelas kei.
"Tidak masalah, status tutup," kata fadli.
Layar itu langsung menghilang. Fadli lalu berbisik pada diri nya sendiri, "sejak kapan level penilaian aku naik? Aku tidak tau. Tapi kenapa aku bisa mendapatkan skil api (sihir api)?tapi bagaimana ya aku bahkan tidak bisa menggunakan nya. Hem..besok aku tanya kei saja deh," ia pun tertidur pulas setelah hari yang sangat panjang itu.