NovelToon NovelToon
Balas Dendam Nyonya Cha

Balas Dendam Nyonya Cha

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mayraa Ibnurafa

Han Ji-an rela dicap "mandul" dan dihina mertua demi menutupi aib suaminya, Kang Min-woo, yang tidak subur. Namun, ketulusannya dikhianati. Min-woo berselingkuh dengan sahabat sekaligus dokter kandungan Ji-an, memalsukan rekam medisnya, lalu mendepaknya tanpa sepeser uang pun.

​Di titik hancur, Ji-an dinikahi Cha Jin-wook, CEO nomor satu di Korea. Tiga tahun berlalu, Ji-an membuktikan kebohongannya dengan melahirkan dua anak. Kini, ia kembali ke Seoul sebagai Nyonya Besar Cha Group yang elegan, siap menghancurkan karier, rumah tangga, dan harga diri orang-orang yang telah membuangnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayraa Ibnurafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Akar yang Merayap di Balik Dinding

​Bentley mulsanne hitam membelah jalanan distrik Gangnam yang mulai dipadati arus kendaraan menjelang makan siang. Di dalam kabin yang kedap suara, atmosfer terasa begitu kontras. Han Ji-an duduk bersandar dengan tenang, jemari lentiknya tidak pernah lepas dari genggaman besar Cha Jin-wook yang terasa begitu hangat dan kokoh.

​Meskipun baru saja terjadi insiden penangkapan kurir gadungan di basemen rumah sakit, Jin-wook tidak membiarkan setitik pun ketegangan merusak binar kebahagiaan di wajah istrinya. Tatapan matanya yang tadi sempat mendingin di koridor klinik, kini telah sepenuhnya melunak saat ia menoleh menatap Ji-an.

​"Kau tidak takut, Ji-an?" bisik Jin-wook lembut, mengangkat tangan Ji-an ke depan bibirnya lalu mengecup punggung tangan itu dengan jalinan rasa bersalah yang samar. "Aku berjanji akan membersihkan segalanya, tapi tikus-tikus itu masih saja menemukan celah untuk mendekat."

​Ji-an menyunggingkan senyuman manis khas drakor, menggelengkan kepalanya perlahan sembari menyandarkan kepalanya di bahu tegap Jin-wook. "Mengapa aku harus takut jika suamiku adalah Cha Jin-wook? Aku tahu kau tidak akan pernah membiarkan sebutir debu pun melukaiku atau anak kita. Lagipula, mendengar detak jantungnya tadi membuatku merasa memiliki kekuatan sepuluh kali lipat."

​Jin-wook terkekeh rendah, sebuah suara seksi yang menggetarkan dada bidangnya tempat Ji-an bersandar. Ia melingkarkan lengan kekonnya ke pinggang Ji-an, menarik tubuh ramping istrinya semakin rapat tanpa menyisakan celah di antara mereka. Tangan besarnya merayap turun, mengusap perut Ji-an dengan penuh kasih sayang yang pekat dan posesif.

​"Aku akan memperketat seluruh lini, mulai dari tim medis pribadi hingga pasokan vitaminmu. Mulai siang ini, Dokter Kang akan memindahkan seluruh peralatan laboratorium portabel ke penthouse. Kau tidak perlu lagi menginjakkan kaki ke rumah sakit umum sampai hari persalinan tiba," ujar Jin-wook mutlak, mendeklarasikan proteksi tingkat tertingginya sebagai penguasa tertinggi Cha Group.

​Ji-an hanya bisa mendesah pasrah di dalam pelukan suaminya, tahu benar bahwa berdebat dengan sifat perfeksionis Jin-wook saat sedang mode pelindung penuh adalah hal yang sia-sia. Namun, di dalam hatinya, jalinan kehangatan romantis itu justru membuatnya merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia.

​Pukul dua siang, di sebuah markas taktis tersembunyi milik tim keamanan komando pusat Cha Group di kawasan pergudangan khusus Seongsu-dong.

​Ruangan bawah tanah itu diterangi oleh lampu neon putih yang dingin. Kurir gadungan yang ditangkap di basemen rumah sakit tadi terduduk di kursi besi dengan tangan terikat kuat ke belakang. Tubuhnya basah oleh keringat dingin, dan wajahnya pucat pasi menatap dua pengawal bertubuh raksasa yang berdiri tegak di depan pintu.

​Klek.

​Pintu besi terbuka, dan Cha Jin-wook melangkah masuk. Jas hitamnya sudah ditanggalkan, menyisakan kemeja sutra hitam pekat yang melekat sempurna di tubuh tegapnya. Langkah kakinya yang berat bergaung di atas lantai beton, menciptakan tekanan psikologis yang instan dan mematikan.

​Jin-wook berhenti tepat dua langkah di hadapan pria itu, menatapnya dengan sepasang mata elang yang pekat oleh kegelapan murni—tatapan seorang pemangsa puncak yang tidak akan memberikan ampunan sedikit pun.

​"Aku tidak suka membuang waktu untuk tikus yang tidak memiliki nilai tawar," suara Jin-wook terdengar sangat rendah, namun dinginnya sanggup menusuk hingga ke tulang sumsum. Ia memberi isyarat kecil pada Sekretaris Kim, yang langsung meletakkan botol vitamin berisi bubuk putih sitaan tadi di atas meja besi.

​"Siapa yang memberikan botol ini padamu?" tanya Jin-wook dingin. "Jangan katakan itu Cha Tae-sung. Paman sialanku itu sudah mendekam di sel isolasi dengan pengawasan berlapis tanpa akses luar. Kau bergerak atas perintah orang lain."

​Kurir itu menelan ludah dengan susah payah, suaranya bergetar hebat. "S-Saya bersumpah, Tuan Presdir! Saya tidak pernah bertemu langsung dengan orangnya! Saya hanya menerima panggilan dari nomor terenkripsi dan kiriman paket ini di loker stasiun Yongsan... Tapi... tapi ada satu hal yang saya ingat!"

​"Katakan," desis Jin-wook, matanya menyipit tajam penuh ancaman.

​"Pria di telepon itu memiliki aksen yang sangat aneh... Dia berbicara bahasa Korea dengan lancar, namun sesekali menggunakan istilah medis asing yang hanya digunakan di klinik kesuburan eksklusif di Eropa Barat. Dan... dia mentransfer uang mukanya melalui rekening sekuritas yang terikat pada yayasan medis bernama 'Lineage Bio' di Swiss!"

​Mendengar nama Lineage Bio, rahang tegas Jin-wook mengencang hingga urat-urat di lehernya menegang. Ingatannya seketika melayang pada dokumen rahasia peninggalan mendiang kakeknya yang tersimpan di Swiss.

​Yayasan medis itu bukan milik Cha Tae-sung ataupun Edward Chen. Itu adalah lembaga riset genetika privat yang didirikan oleh mantan istri pertama kakeknya—seorang wanita berdarah aristokrat Eropa yang puluhan tahun lalu dicoret dari silsilah keluarga Cha karena terbukti melakukan eksperimen manipulasi garis keturunan demi merebut hak waris takhta korporasi.

​Tampaknya, berita tentang kehamilan Han Ji-an telah membangunkan kembali dendam lama yang tertanam jauh di bawah tanah benua Eropa, memicu faksi lama yang terlupakan untuk bergerak memotong garis keturunan sah Cha Jin-wook sebelum sang penerus lahir ke dunia.

​"Sekretaris Kim," Jin-wook berdiri tegak, membalikkan tubuhnya dengan aura membunuh yang begitu pekat. "Hubungi perwakilan hukum kita di Jenewa. Bekukan seluruh aliran dana masuk dari Lineage Bio ke wilayah Asia Timur dalam waktu satu jam. Dan serahkan bajingan di kursi ini ke kejaksaan tanpa hak jaminan."

​"Baik, Presdir. Lalu, bagaimana dengan perimeter keamanan di rumah?"

​"Aku sendiri yang akan menjaga gerbangnya," ujar Jin-wook mutlak, suaranya terdengar begitu dingin dan penuh perhitungan yang tak tertembus.

​Sore harinya, angin musim semi berembus lembut menerpa taman mawar mini di balkon lantai dua penthouse Hannam-dong.

​Ji-an sedang duduk di kursi rotan putih, menikmati sore yang tenang ditemani oleh Hyun-woo dan Seo-ah yang sedang asyik menggambar di atas meja kecil. Sinar matahari senja yang berwarna jingga keemasan menyelimuti sosok anggun Ji-an, memberikan pendar keibuan yang sangat memikat pada wajah cantiknya.

​Tap, tap.

​Langkah kaki yang familier terdengar mendekat. Jin-wook melangkah keluar ke balkon dengan penampilannya yang kini jauh lebih santai—mengenakan sweter rajut abu-abu longgar yang membuat tubuh kekarnya tampak sedikit ramah, namun tetap tidak bisa menyembunyikan aura dominannya yang kuat.

​Melihat suaminya kembali, Ji-an tersenyum manis. Namun, sebelum ia sempat berdiri, Jin-wook sudah melangkah cepat, menahan bahu Ji-an dengan lembut agar istrinya tetap duduk dengan nyaman. Pria itu kemudian berlutut di atas satu lutut di hadapan Ji-an—sebuah posisi yang sangat intim dan rendah hati yang hanya ia tunjukkan di hadapan wanita ini.

​"Ayah sudah pulang!" seru Seo-ah gembira, langsung menunjukkan gambar rumah besarnya kepada Jin-wook.

​"Wah, Seo-ah menggambar dengan sangat baik," Jin-wook mengusap rambut putrinya dengan senyuman hangat, sebuah ekspresi kelembutan murni yang selalu membuat Ji-an terpesona. Setelah anak-anak kembali fokus pada buku gambar mereka, Jin-wook mengalihkan pandangannya sepenuhnya pada Ji-an.

​Ia meraih kedua tangan lentik Ji-an, menggenggamnya erat, lalu menempelkan telapak tangan hangat istrinya ke pipi tegasnya sendiri. "Maafkan aku karena harus pergi mendadak tadi, Ji-an."

​"Tidak apa-apa, sayang. Aku tahu kau sedang melindungiku," Ji-an mengusap rahang tegas Jin-wook dengan ibu jarinya, merasakan sisa ketegangan yang masih tertinggal di sana. "Apakah urusannya sangat rumit?"

​Jin-wook menggeleng perlahan. Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, merapatkan jarak di antara mereka hingga napas hangatnya yang beraroma mint menerpa wajah Ji-an. Dengan gerakan yang sangat sensual namun penuh dengan pemujaan, Jin-wook menangkap bibir merah muda Ji-an dalam sebuah ciuman sore yang lambat, manis, dan begitu mendalam di bawah saksi pendar matahari terbenam.

​Ji-an mendesah lembut, membiarkan jemari tangannya menyusup ke rambut hitam legam Jin-wook, membalas ciuman suaminya dengan seluruh cinta dan kepercayaan yang ia miliki. Di tengah kepungan konspirasi global yang mulai merayap dari Swiss, kehangatan romantis di balkon Hannam-dong ini menjadi oasis suci yang tidak akan pernah bisa dijamah oleh musuh mana pun.

​Ketika ciuman itu terlepas, Jin-wook menyandarkan dahinya di dahi Ji-an, sepasang mata elangnya menatap lekat ke dalam manik mata istrinya dengan binar kepemilikan yang mutlak. "Siapa pun mereka, dari mana pun mereka datang... aku akan memastikan mereka berlutut di bawah kakimu sebelum mereka sempat melihat ujung gaunmu, Nyonya Cha."

​Akar konspirasi masa lalu dari benua Eropa mulai merayap mendekati takhta Hannam-dong! Bagaimanakah taktik cerdik Cha Jin-wook memotong jalur infiltrasi Lineage Bio demi melindungi Nyonya Cha dan calon bayinya?

1
Mutia Kim🍑
Seneng banget deh Ji-An dapat pengganti yg jauh lebih baik🥰
Mutia Kim🍑
Memang lebih baik kamu pergi saja dari keluarga toxic itu Ji-an😌
Mayraa_Tapaa: makasih ka udah mampir
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
Mampir ya readers readers yg baik dan keren-keren, udah up banyak episode loh jadi enak bacanya...setiap hari juga bakal up min 4 episode sehari ya....
kutunggu kehadiran kaliam🤗✨️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!