NovelToon NovelToon
Traitors And Revenge

Traitors And Revenge

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:623
Nilai: 5
Nama Author: moonsun_09

kiano nama nya, orang-orang seakan melihat seorang pangeran kejam dan dingin pada dirinya dan sifat nya tidak jauh melenceng dari tanggapan mereka.

ia hidup dengan banyaknya penghianat sisinya, membuat kepribadiannya berubah, apalagi masa lalu kelam yang ia rasakan.

semua yang ia lakukan selalu salah Dimata orang lain, orang bilang dendam yang kau simpan itu tidak ada gunanya, Dengan balas dendam apa akan membuat kau lega?, pertanyaan dari orang yang tidak pernah berada di sisi korban.

mereka hanya bisa berkata luka orang lain tidak ada apa-apanya dengan luka mereka, seakan mereka tau yang ia rasakan.

#bromance
#kejam
#dendam
#benci
#family
#luka
#penghianat
#no romance

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsun_09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Kakak kakak readers yang cantik dan tampan jangan lupa untuk vote dan komen nya .

                 Happy reading!

______________________________________

Kiano sedang duduk di balkon kamarnya sambil memandangi hujan yang mulai mereda, menyisakan gerimis kecil.

"Sial, gue lapar, tapi malas ketemu para setan bajingan itu," gumamnya.

"Mana masih hujan lagi... eh, gerimis nggak sih?" lanjutnya sambil berdiri dan berjalan ke dalam kamar untuk mengambil jaket. Ia memutuskan untuk mencari makan di luar daripada bertemu dengan para 'setan' itu. Hanya gerimis, pikirnya, tidak akan membuatnya mati atau sakit.

Ia mengambil selimut, mengikatnya di pembatas balkon, lalu melompat turun menggunakan selimut itu seperti tali.

Setelah memastikan tidak ada bodyguard yang melihat, ia segera memanjat pohon mangga dan melompati dinding pagar. Kabur lewat belakang adalah pilihan aman, karena kalau lewat depan, pasti langsung ketangkap.

"Hap!"

Ia mendarat mulus di balik pagar dan mulai berjalan menyusuri jalan yang sepi. Karena hujan, sepertinya orang-orang malas keluar rumah. Genangan air membasahi sedikit bagian bawah celananya, tapi Kiano tak peduli. Ia terus berjalan, mencari tempat makan yang bisa memuaskan perutnya yang akhir-akhir ini sering merasa lapar.

Pandangan matanya menangkap warung nasi goreng tidak jauh dari tempatnya. Ia segera menghampirinya.

"Mas, nasgor satu sama teh anget," ucapnya sambil mencari tempat duduk.

Warung itu tak terlalu ramai, dan itu cocok bagi Kiano yang tidak menyukai keramaian.

"Ini mas," kata si penjual sambil meletakkan pesanannya. Kiano mulai menyuap nasi goreng sambil menatap layar ponselnya.

"Misi, Bang. Gue mau pinjam duit buat makan, boleh ya? Nanti kalau gue udah sukses jadi pengusaha kaya raya, gue ganti," kata seseorang yang tiba-tiba muncul di depannya.

Kiano yang tadi Masi betah menunduk lantas mendongak melihat siapa gerangan yang tidak tau malunya berkata seperti itu pada orang asing.

BRAKK!!

Suara meja yang dipukul cukup keras membuat mood Kiano anjlok. Tadi baru saja suasananya membaik, tapi kini hancur gara-gara kemunculan makhluk astral itu. Siapa lagi kalau bukan Alvin.

"Weh, lo si—"

Ucapan Alvin terhenti saat tatapan matanya bertemu dengan pandangan tajam dan dingin Kiano.

"L-lo ngapain liatin gue gitu? G-gue siram juga mata lo ya," ucap Alvin gugup. Tatapan Kiano benar-benar membuatnya merinding.

"Duduk," titah Kiano dingin.

Alvin ingin kabur, tapi ia tahu kalau kabur, mungkin nasibnya lebih buruk.

"Pesan," lanjut Kiano.

Alvin yang mendengar itu langsung senang. Sudah dua hari ia tak makan, terakhir hanya karena Kiano memberinya uang.

"Mas, mau nasi goreng tapi nggak usah digoreng. Tambah teh es anget satu ya!" teriak Alvin dengan suara cempreng.

Penjual nasi goreng itu menatapnya heran.

"Maksudnya gimana atuh Den, nasi goreng ya digoreng. Kalau nggak digoreng, bukan nasi goreng namanya," ujar si penjual sabar.

"Kan bisa dioseng aja, Mas, hehehe..." jawab Alvin sambil nyengir.

Penjual  nasi goreng itu menggeleng pelan dan pergi.

"Eh, Mas, kok nggak nanya pesanan teh es angetnya sih?" tanya Alvin lagi.

"Itu saya udah tau, udah sering denger pesanan begitu. Yang aneh tuh nasi goreng nggak digoreng," jawab si Mas, sedikit kesal.

Alvin duduk dan kembali menatap Kiano yang masih tenang makan sambil main ponsel.

Kiano merasa ditatap, lalu mengangkat sebelah alisnya, seolah berkata "Apa?"

"Ee... g-gue boleh manggil lo abang nggak?" tanya Alvin gugup. Entah kenapa, sejak kejadian di belakang sekolah beberapa hari lalu, ia merasa nyaman dan aman dekat Kiano.

berbeda ketika ia berada didekat orang yang berstatus Abang kandung sedarahnya,ia selalu terancam dan selalu mendapat luka serius.

Walaupun kiano adalah remaja dingin datar yang kadang membuat ia gemetar ketakutan dengan aura yang dikeluarkannya tapi ia ingin kiano menjadi Abang nya, karena kadang ia iri pada teman teman nya yang memiliki Abang.

Berbeda dengan Abang Abang kandung nya,adek sendiri ditirikan sedangkan adek tiri dikandungkan.

"Ini, Den," kata penjual sambil menghidangkan pesanan Alvin.

Alvin langsung menyantap makanannya dengan lahap.

"Pelan-pelan," ucap Kiano dengan suara tenangnya,lalu menepuk pelan kepala Alvin kemudian meletakkan uang seratus ribu di meja dan pergi membayar.

Alvin menatap Kiano dan uang itu bergantian. Hatinya terasa hangat. Perhatian kecil seperti itu saja sudah cukup membuatnya bahagia, karena ia tidak pernah merasakan kehangatan seperti itu di rumah.

                          🥀🥀🥀

Dalam perjalanan pulang, Kiano menatap langit yang penuh bintang dengan wajah datarnya.

Tap tap tap.

Langkah kaki terdengar tergesa-gesa dari arah hutan yang dikenal angker.

"Hah... hah... hah..."

Seorang pria muncul dari hutan, napasnya tersengal. Ia melihat Kiano, lalu langsung menghampirinya.

"P-pergi... m-mayat iblis..." ucapnya ketakutan, lalu lari menjauh.

Kiano mengangkat alis malas, mengabaikan ucapan aneh itu dan hendak melanjutkan langkah.

Wuuussshhh...

Angin tiba-tiba berhembus, membuat Kiano kembali berhenti.

Bersamaan dengan angin itu, sehelai bunga mawar putih beterbangan dari arah hutan.

Kiano menatap bunga itu. Wajahnya tetap datar dan dingin dipenuhi akan tidak kepedulian.

Hai guys gimana menurut kalian bab ini silahkan di koment ok dan bab nya terlalu panjang gak sih.

Author tidak akan bosan mengingati readers untuk janlup vote dan komen.☺️

1
Niwang Horee
lanjut kak
Niwang Horee
lanjut lagi, kak. jangan lama lagi pliss 🙏🙏
Niwang Horee
kak, ayo lanjut lagi. udah lama gak lanjut
Niwang Horee
lanjut kak, semangat semangat 🔥🔥
Niwang Horee
lanjut lanjut. SEMANGAT KAK🔥🔥🔥
Niwang Horee
semangat kak
Niwang Horee
lanjut lanjut semangat 💪
Niwang Horee
semangat kak. lanjut lagi yok!!
salsabillaaa 0506_
lanjut kaka cantikk semangattt terus yaa😍💪
Niwang Horee
lanjut kakk, semangat terus 💪💪💪💪
Niwang Horee
lanjut terus, kak. semangat 💪💪
salsabillaaa 0506_
kaka semangat terus ya 💪🏻🙂‍↕️
Niwang Horee
kak, jangan suka ngilang ya sekarang 🙏🙏 semangat...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!