NovelToon NovelToon
PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

PEMBALASAN KETURUNAN DEWA ALKEMIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Action
Popularitas:551
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.

Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.

Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".

Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29: KEMBALI KE AKADEMI DAN KEJUTAN BARU

Kepulangan Raymond ke Akademi Roh Surgawi bagaikan kedatangan seorang pahlawan legendaris. Semua murid, dari Kelas S sampai F, keluar menyambutnya dengan sorak-sorai.

Kisah dia bertahan hidup di dalam reruntuhan, melawan pasukan pembunuh, dan berhasil naik level menjadi Alam Roh menyebar bagaikan angin badai.

Da Wei, Lin Mei, dan teman-teman Kelas F menangis bahagia melihat pemimpin mereka kembali dengan penampilan yang lebih gagah dan aura yang jauh lebih mengerikan.

"Kak Raymond! Kami tahu Kakak pasti kembali!" teriak mereka serentak.

Raymond tersenyum dan menepuk bahu mereka. "Kalian latihan dengan giat ya? Bagus, aura kalian juga makin kuat."

Namun, ketenangan di akademi tidak berlangsung lama. Tiga hari setelah kepulangannya, sebuah pengumuman besar dikeluarkan oleh Kepala Sekolah.

"Karena ancaman Istana Kematian semakin nyata dan untuk mempersiapkan Turnamen Jenius, seluruh murid yang berlevel Alam Asal ke atas diwajibkan mengikuti Ekspedisi ke Hutan Hitam untuk mencari bahan obat langka dan berburu Inti Roh Binatang tingkat tinggi!"

"Hutan Hitam? Itu tempat berbahaya kan? Di sana banyak binatang roh level Raja!" seru murid-murid.

"Tepat. Itu ujian terakhir sebelum kalian berangkat ke Ibukota," kata Kepala Sekolah Qing Yun saat memanggil Raymond ke ruangannya.

Di ruangan itu, selain Raymond, ada juga murid-murid elit lainnya. Termasuk Long Ao yang kini sudah sembuh dan levelnya juga meningkat menjadi Alam Asal Level 3.

Mereka saling bertatapan. Kali ini tidak ada kebencian, hanya rasa hormat dan persaingan sehat.

"Raymond," panggil Kepala Sekolah. "Di Hutan Hitam, ada satu daerah terlarang bernama Lembah Kabut. Di sana konon ada sarang Harimau Roh Api level Raja yang menjaga sebuah bunga langka bernama Bunga Api Surga. Bunga itu sangat dibutuhkan untuk membuat pil tingkat tinggi yang bisa membantumu di turnamen nanti."

"Nak, Bunga Api Surga itu bahan utama untuk Pil Api Naga! Kalau kita dapatkan, dasar api rohmu bisa berkembang pesat!" bisik Zhuo Yi antusias.

"Aku akan mengambilnya, Guru," jawab Raymond tegas.

"Bagus. Ingat, di sana kalian tidak hanya menghadapi binatang buas. Murid dari sekolah musuh dan mata-mata musuh juga pasti ada di sana. Waspadalah."

 

Seminggu kemudian.

Pasukan besar murid Akademi berangkat menuju Hutan Hitam yang luas dan misterius. Pepohonan di sana sangat tinggi hingga menutupi sinar matahari, membuat suasana selalu gelap dan lembap. Suara auman binatang terdengar dari segala arah.

"Kelompokku ke arah barat! Kelompok Long Ao ke timur!" perintah ketua ekspedisi.

Raymond memilih pergi sendirian ke arah utara, arah di mana Lembah Kabut berada.

"Kak Raymond, hati-hati ya!" pesan Lin Mei dari jauh.

Raymond mengangguk lalu melesat cepat masuk ke dalam hutan lebat. Kecepatannya sekarang menggunakan energi Alam Roh membuatnya hanya meninggalkan bayangan samar.

Dalam perjalanan, banyak binatang roh seperti beruang besar atau serigala api yang mencoba menyerangnya, tapi mereka langsung lari ketakutan atau tewas seketika hanya karena aura yang dipancarkan Raymond.

Akhirnya, ia sampai di pinggir Lembah Kabut. Kabut tebal menyelimuti lembah itu, dan suhu di sana sangat panas.

"Di sana... aku bisa merasakan energi api yang sangat kuat. Dan juga... ada aura manusia," Zhuo Yi memperingatkan.

Raymond menyelinap diam-diam di atas pohon besar. Ia melihat ke bawah.

Di dekat sebuah gua di mana bunga merah raksasa sedang mekar indah, ada sekelompok orang sedang berjaga.

Mereka memakai jubah putih dengan lambang pedang biru.

"Itu... murid dari Sekte Pedang Biru?!" mata Raymond menyipit. Di sana, ia melihat sosok yang sangat ia kenal.

Lei Hao! Pemuda yang pernah ia hajar di kota perbatasan dulu! Dan kali ini, Lei Hao tidak sendirian. Di sampingnya ada seorang pemuda yang jauh lebih tinggi dan gagah, dengan aura yang sangat kuat setara Alam Roh Level 2!

"Itu Kakak sulungku, Lei Ying! Dia adalah salah satu murid inti sekte!" batin Raymond teringat penjelasan sebelumnya.

Lei Hao sedang memegang cambuk, terlihat sangat sombong.

"Tunggu sebentar lagi! Setelah Kakak membunuh Harimau Raja itu dan mengambil Bunga Api Surga, kita akan langsung berangkat ke Ibukota! Dan saat turnamen nanti, aku akan mencari si Raymond itu dan memotong tangan kakinya sebagai balas dendam! Hahaha!"

Raymond yang berada di atas pohon tersenyum dingin.

"Dasar anjing yang belum sadar diri. Baru dapat kakak yang kuat sudah mulai menggonggong."

Tiba-tiba, suara auman menggelegar terdengar dari dalam gua!

ROAAAAARRR!!!

Seekor harimau raksasa seukuran rumah kecil, berbulu merah api dan mata menyala keluar! Itu adalah Harimau Roh Api Level Raja!

"Serang! Jangan biarkan dia lari!" teriak Lei Ying sambil menghunus pedangnya yang berkilau biru.

Pertempuran meletus! Lei Ying dan anak buahnya menyerang harimau itu dengan ganas. Api dan es bertabrakan membuat hutan itu terbakar di beberapa titik.

Raymond tidak turun membantu. Ia hanya menonton dari atas dengan tenang.

"Biarkan mereka bertarung dulu... biarkan mereka saling lelah. Saat mereka mau mengambil bunganya... barulah aku akan turun mengambil apa yang menjadi milikku."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!