Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flexing
Susana menatap horor ke Daisy. Wajah dokter cantik itu tampak serius dan terlihat dirinya tidak main-main. Dia sedikit merasa merinding dengan sorot mata bewarna hijau itu seperti hendak menusuknya.
Suara pintu terbuka dan Laksono terkejut saat melihat seorang wanita cantik seperti model dengan tinggi semampai. Dia merasa ada yang tidak beres.
"Maaf, anda siapa?" tanya Laksono.
Daisy mengulurkan tangannya dan disambut oleh pria itu dengan perasaan bingung.
"Perkenalkan, saya Dokter Daisy Mancini Buwono, istri sah Dokter Lucky Buwono. Anda ayah dari pasien Susana?" senyum Daisy membuat Laksono merinding.
"I ... istri sah?" beo Laksono.
"Benar. Suami saya sudah bercerita bahwa anda memintanya menjadi teman dekat putri bapak. Jadi, konsepnya gimana ya pak?" tanya Daisy sambil mencengkram erat tangan Laksono, membuat pria itu meringis kesakitan.
"Sa ... Saya ... Anda tahu kan Dokter Daisy ...."
"Tidak! Saya tidak tahu dan tidak mau tahu! Yang saya tahu adalah, bagaimana seorang ayah memberikan jalan pada permintaan putrinya untuk jadi ani-ani!" potong Daisy.
"Bu ... Bukan ani-ani tapi ....." Laksono melepaskan jabatan tangannya. "Memberikan kesempatan, eh ...."
"Pelakor?" sindir Daisy. "Sama saja!"
Laksono menatap Daisy. "Tolong Dokter Daisy, putri saya kondisinya tidak baik dan dia membutuhkan sosok pendamping ...."
"Tapi tidak suami saya, Pak! Astagaaa ... sekarang saya balik. Apakah bapak rela jika anak bapak punya suami terus suaminya saya minta? Pasti tidak Pak!" potong Daisy lagi. "Dokter bujang banyak disini! Ambil salah satu dari mereka yang pasti mau uang bapak buat tambahan biaya kuliah spesialis!"
"Aku hanya ingin dokter Lucky!" eyel Susana.
"Wani Piro?" sindir Daisy. "Berapa kamu berani membayar suamiku mau sama kamu? Semua asetnya atas nama aku! Dokter Lucky itu dokter miskin!"
Tanpa Daisy tahu, dokter Lucky berada di luar dan nyaris protes bahwa dia tidak miskin! Cuma dia baru tahu, itu omongan istrinya saja buat pawlakor.
"Berapa anda berani membayar seorang dokter Lucky Buwono yang merupakan menantu pengusaha anggur di Italia yang juga Mafioso. Berapa anda berani membayar saya agar melepaskan suami saya?" tantang Daisy.
Laksono menyebutkan angka dengan beraninya membuat Daisy terbahak.
"Maaf pak Laksono, itu uang receh! Kekayaan saya pribadi, jauh lebih banyak dari itu! Dengar, tidak semua harus dinilai dari uang! Anda mau menyogok saya rumah Kemang atau pondok indah senilai seratus miliar sekalipun, tidak ada seujung kuku kekayaan keluarga Mancini!" ujar Daisy.
Laksono tampak merah padam wajahnya. Susana menatap sebal ke Daisy karena baginya itu hanya omong besar.
"Oh satu lagi, Dokter Lucky adalah keponakan Aizen Akihiro. Anda tahu kan siapa beliau?" senyum Daisy membuat Laksono terkejut. "Saya adalah keturunan keluarga Pratomo, pemilik PRC Group. Jadi anda tahu kan kenapa saya bilang nilai segitu adalah uang receh!"
"Anda menghina saya, Dokter Daisy!" geram Laksono.
"Lalu anda dan putri anda tidak? Kalian terang-terangan hendak merebut apa yang menjadi milik saya secara sah!" ujar Daisy.
Laksono hendak membalas namun dokter Lucky masuk ke dalam ruangan itu. Pria berkacamata itu langsung merangkul mesra pinggang Daisy.
"Aku cari-cari kamu ternyata disini. Oh, pak Laksono, saudari Susana, sudah bertemu dengan istri saya. Oh, dia anak Mafioso Turin lho ...." Dokter Lucky tersenyum manis.
"Sudah selesai Jumatan sayang?" tanya Daisy sambil membalas dengan merangkul pinggang suaminya.
"Sudah dong. Aku kan suami yang baik," senyum dokter Lucky.
"Baik sekali, sampai semua aset atas nama aku kan ya?" ujar Daisy.
"Iya. Aku hanya punya gaji saja ... Semua aset bergerak dan tidak bergerak, atas nama kamu semua. Maafkan suamimu yang missqueen dan sedikit misterqueen tapi bukan Silverqueen," jawab dokter Lucky dengan wajah memelas.
Daisy mengernyitkan dahinya. Dasar suamiku random! Ini tuh lagi serius!
"Pak Laksono, saya minta jangan ganggu saya dan istri saya apalagi rumah tangga saya yang sudah berjalan adem ayem. Masih banyak pria lain yang lebih baik serta single dari saya tapi pria ini, sudah milik wanita yang cantik dan terbaik di pelukan saya. Kami sudah punya satu anak yang sedang lucu-lucunya. Alangkah bodohnya saya jika mau mengorbankan semuanya untuk sesuatu yang sudah saya miliki. Saya mencintai Dokter Daisy sepenuh hati dan sudah berjanji akan setia bersamanya hingga maut memisahkan." Dokter Lucky menatap serius ke Laksono dan Susana.
"Paham ya Pak, Susana. Lebih baik kalian fokus dengan penyembuhan penyakit Susana daripada cari penyakit baru!" Daisy mengajak dokter Lucky pergi. "Ayo, mas. Kita masih banyak pekerjaan."
"Permisi." Pasangan suami istri itu pun keluar dari ruang rawat inap Susana.
"Papa ... kenapa Papa diam saja!" protes Susana.
"Ana, maafkan Papa karena kita kalah. Uang sekian puluh juta dollar yang kita miliki, tidak ada seujung kukunya PRC Group yang kekayaannya menembus hampir empat puluh tujuh miliar dollar. PRC Group Jakarta saja ada sekitar sepuluh miliar dollar kekayaannya. Kita kalah semuanya, Susana."
Susana hanya diam saja. Mungkin bukan dari uang yang bisa aku raih. Aku bisa memakai cara lain.
***
Ruang kerja tim bedah
"Sakittt Jeng!" rengek dokter Lucky yang kena jewer Daisy.
"Kamu itu lho mas! Masa gitu saja aku harus yang maju!" omel Daisy.
"Lha ... aku kan milikmu Jeng Daisy, jadi hak kamu buat jadi petahana aku," rayu dokter Lucky.
"Apa maksud kamu dengan petahan hah?"
Dokter Rahmat dan Suster Lia hanya menikmati keributan pasangan suami istri itu sambil makan mendoan.
"Jangan dipisah, Dok Rahmat," ucap Suster Lia.
"Yang mau misah siapa, Sus Lia," kekeh dokter Rahmat sambil menggigit cabe rawitnya.
***
Yuhuuuu up Siang yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣