NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:24.2k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Berita pagi di saluran televisi ekonomi nasional biasanya hanya menjadi suara yang membosankan di kantor operasional PT Mandiri Alexander Investama. Namun hari ini, suara presenter berita itu membuat seluruh staf menghentikan pekerjaan mereka.

Sebuah spanduk teks berjalan di bagian bawah layar televisi menampilkan kalimat yang menggemparkan lantai bursa: LIN GROUP RESMI GANDENG PEMAIN BARU PT MANDIRI ALEXANDER INVESTAMA SEBAGAI PENJAMIN DANA PROYEK PELABUHAN UTARA SENILAI 10 TRILIUN RUPIAH.

Brak.

Pintu ruangan Bayu terbuka dengan kasar. Tari melangkah masuk, napasnya sedikit memburu, memegang tablet yang menampilkan grafik saham Mandiri Alexander yang sedang melesat naik menembus batas atas.

"Bay, lo harus jelasin ini ke gue sekarang," ucap Tari dengan nada yang bergetar antara marah dan tidak percaya. Ia menutup pintu ruangan rapat-rapat. "Proyek sepuluh triliun? Sejak kapan kita punya kapasitas buat jadi penjamin dana sebesar itu? Dan kenapa lo nggak ngomong apa-apa ke gue soal kesepakatan sebesar ini?"

Bayu yang sedang memeriksa beberapa dokumen di mejanya, meletakkan penanya dan menatap Tari dengan tenang.

"Gue baru menyepakatinya secara lisan kemarin sore, Tar. Semuanya terjadi sangat cepat. Lin Zhen, kakeknya Victoria, ngasih penawaran yang nggak bisa gue tolak," jawab Bayu lembut, mencoba meredakan ketegangan asisten sekaligus orang kepercayaannya itu.

Tari berjalan mendekati meja Bayu, menumpukan kedua tangannya di atas meja kaca tersebut.

"Tapi Bay, ini bukan sekadar buka cabang kafe. Ini proyek infrastruktur raksasa. Risiko hukumnya gila-gilaan. Kalau ada satu aja klausul yang menjebak, seluruh aset perusahaan kita, termasuk uang belasan triliun yang lo kumpulin, bisa disita negara," suara Tari sedikit meninggi. "Gue Manajer Operasional lo. Harusnya lo diskusiin ini dulu sama gue sebelum jabat tangan sama orang tua itu."

Bayu terdiam sejenak. Ia melihat gurat kekecewaan di mata Tari. Wanita itu merasa ditinggalkan. Selama ini, mereka selalu merencanakan segala sesuatu bersama-sama, dari menghancurkan Handoko hingga menyulap warung Pak Slamet. Kini, Bayu mengambil lompatan yang membuat Tari merasa seperti orang luar di perusahaannya sendiri.

"Gue nggak bermaksud ninggalin lo, Tar. Gue cuma mau narik garis api yang lebih besar supaya Konsorsium Sembilan nggak bisa nyentuh lo," batin Bayu.

Namun, Bayu tidak bisa menceritakan soal Konsorsium Sembilan atau hasil interogasinya menggunakan tetes mata kemarin. Itu akan membuat Tari semakin ketakutan.

"Maaf, Tar. Gue akuin gue salah karena jalan sendiri kemarin," kata Bayu tulus, menatap tepat ke mata Tari. "Tapi ini bukan soal keuntungan proyek. Ini soal perlindungan. Perusahaan kita lagi diawasi oleh pihak yang jauh lebih berbahaya dari Baskoro. Gabung sama Lin Group adalah satu-satunya cara supaya kita punya tameng politik yang kuat di ibu kota."

Tari menghela napas panjang. Amarahnya perlahan mereda mendengar permintaan maaf Bayu yang tulus, namun rasa tidak amannya belum sepenuhnya hilang.

"Pihak yang lebih bahaya dari Baskoro?" gumam Tari cemas. Tangannya tanpa sadar memutar gelang kayu gaharu di pergelangannya.

Tuk. Tuk. Tuk.

Suara ketukan langkah sepatu hak tinggi dari arah lorong luar menghentikan percakapan mereka. Langkah itu terdengar sangat berirama, memancarkan kepercayaan diri yang luar biasa.

Pintu ruangan Bayu yang terbuat dari kaca buram diketuk dua kali dari luar, lalu terbuka perlahan.

Seorang wanita melangkah masuk, membawa udara musim semi ke dalam ruangan yang kaku tersebut. Ia mengenakan setelan blazer putih gading rancangan desainer ternama yang membalut tubuh langsingnya dengan sempurna. Rambut hitamnya dibiarkan tergerai elegan. Di tangannya terdapat sebuah tas tangan kulit buaya berukuran kecil.

Itu adalah Victoria Lin.

"Selamat pagi, Bayu. Kuharap aku tidak mengganggu jadwal sibukmu," sapa Victoria dengan senyum menawan. Suaranya halus namun mendominasi.

Tari otomatis mundur selangkah, menatap tamu tak diundang itu. Insting wanitanya langsung menyala. Ada perbedaan kelas yang sangat mencolok di antara mereka. Tari mengenakan kemeja kerja standar dan celana bahan yang nyaman untuk bergerak cepat, sementara wanita di depannya ini terlihat seperti baru keluar dari sampul majalah bisnis internasional.

"Pagi, Victoria. Silakan duduk," Bayu berdiri dari kursinya menyambut tamunya. "Tari, perkenalkan. Ini Victoria Lin dari Lin Group. Victoria, ini Tari Hutagalung, Manajer Operasional sekaligus tangan kananku di perusahaan ini."

Victoria menoleh ke arah Tari. Ia tersenyum sopan dan mengulurkan tangannya yang terawat sempurna.

"Senang bertemu denganmu, Tari. Bayu banyak bercerita tentang betapa hebatnya kamu mengelola operasional perusahaannya," kata Victoria.

Tari menyambut jabatan tangan itu. Kulit Victoria terasa sangat halus, namun cengkeramannya tegas.

"Senang bertemu Anda juga, Nona Lin. Saya hanya melakukan pekerjaan saya," jawab Tari formal, berusaha menutupi nada pertahanannya.

"Panggil saja Victoria. Kita akan sering bekerja sama mulai sekarang," Victoria melepaskan jabat tangan itu dan beralih menatap Bayu. "Bayu, timku sudah menyiapkan draf awal kontrak kerja sama kita. Aku sengaja mengantarkannya langsung karena ada beberapa detail sensitif yang kakek ingin kau baca sendiri sebelum dibawa ke rapat direksi."

Victoria meletakkan sebuah map kulit hitam di atas meja Bayu. Saat ia membungkuk, aroma parfum mawar dan vanilanya kembali menguar, aroma yang persis sama dengan yang tercium oleh Tari dari jaket Bayu tempo hari.

Dada Tari terasa sedikit sesak. Ia tiba-tiba merasa sangat kecil di dalam ruangan itu. Dunia Bayu kini diisi oleh dokumen bernilai triliunan dan pewaris konglomerat yang cantik jelita.

"Kalau begitu, saya permisi dulu untuk memeriksa laporan harian, Bos. Silakan dilanjut diskusinya," pamit Tari dengan nada yang sedikit kaku. Ia tidak menunggu jawaban Bayu dan langsung berjalan cepat keluar ruangan, menutup pintu di belakangnya.

1
ラマSkuy
/Proud/
ラマSkuy
nah MC begini yang gua demen 👍
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!