NovelToon NovelToon
Petani Ndeso Di Dunia Game

Petani Ndeso Di Dunia Game

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Romansa / Slice of Life
Popularitas:11.7k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Bima Saputra, seorang sarjana pariwisata yang hidupnya terjerat lilitan utang keluarga, kini terjebak menjadi juragan warung sayur di Kabupaten Jatiroso. Realita yang pahit, ibu sakit, dan pernikahan diam-diam dengan wanita impiannya, Dinda, membuatnya merasa terhimpit. Namun, nasibnya berubah drastis saat ponselnya kesetrum, membuka gerbang menuju ladang virtual game Harvest Moon! Kini, ia bisa menanam buah dan sayur berkualitas dewa yang tumbuh sekejap mata, memindahkannya ke dunia nyata, dan menjualnya untuk meraup omzet gila-gilaan. Dari semangka manis hingga stroberi spesial, Bima menemukan jalan ninjanya menuju kekayaan. Bisakah ia melunasi utang ratusan juta, membahagiakan ibunya, dan meresmikan pernikahannya dengan Dinda secara terang-terangan, tanpa ada yang mencurigai rahasia ladang gaibnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bayar Pajak Pertama Dalam Hidupnya! Sampai Kiamat Pun Dia Nggak Bakal Percaya!

Malam harinya.

Sehabis makan, Bima asyik bermain sebentar dengan Hoki. Sejak diadopsi, anjing itu jadi agak manja dan pintar banget cari muka. Ia suka menatap dengan sepasang mata bulatnya yang berbinar, lalu menggosokkan kepalanya pelan ke kaki Bima. Siapa pun pasti nggak bakal tahan untuk nggak mengelus kepalanya.

Kembali ke kamar, bibit stroberi dan okra di dalam game terlihat agak kekeringan dan butuh disiram.

Bima mengontrol karakternya untuk mengambil ember dan gembor, lalu menyirami seluruh bibit tersebut. Setelah beres, ia kembali asyik chatting-an di WhatsApp dengan Dinda.

Begitulah rutinitasnya berlanjut hingga dua hari ke depan.

Pagi-pagi buta, Bima menyetorkan stroberi dan okra yang sudah matang ke Toserba Makmur Jaya. Begitu kembali ke warungnya di jalanan pasar, ia terpaksa harus duduk anteng sibuk di depan layar laptop.

Soalnya, jadwal lapor SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan/Masa) pajak untuk UMKM sektor buah dan sayur yang ditetapkan Kantor Pajak Pratama (KPP) Jatiroso sudah tiba.

Lapor pajak dan bayar pajak itu dua hal yang berbeda. Mau itu perusahaan gede atau UMKM kelas teri, nggak semuanya wajib bayar pajak, tapi WAJIB lapor pajak. Lapor pajak itu intinya melaporkan omzet, pengeluaran, dan rekap keuangan ke kantor pajak. Kalau omzetnya nol atau belum memenuhi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), ya nggak usah bayar.

Meskipun sudah setahun lebih mewarisi warung buah ini, urusan setor tagihan pajak itu benar-benar hal asing buat Bima.

Apalagi untuk UMKM sektor ini ada kebijakan khusus: omzet bulanan di bawah Rp 200.000.000 tidak kena PPN. Dan berkat kebijakan insentif Pemda setempat, omzet di bawah Rp 100.000.000 dibebaskan dari pajak penghasilan.

Warung buahnya yang mungil itu, setelah dipotong sewa ruko, listrik, dan air, sebulan mentok untung bersihnya nggak nyampe dua puluh juta. Margin labanya sekitar 25%, jelas masih jauh di bawah ambang batas wajib bayar pajak.

Artinya, sampai detik ini, Bima belum pernah nyumbang pajak penghasilan sepeser pun buat negara, tapi asyik menikmati fasilitas kesehatan BPJS dan subsidi lainnya. Bisa dibilang, secara tidak langsung dia ini termasuk golongan yang menahan laju pembangunan negara.

Bikin malu aja!

Tapi kalau urusan lapor pembukuan sih nggak pernah bolong tiap bulan, itu kan kewajiban.

Demi menghindari antrean server, KPP Jatiroso mematok dua hari ini khusus untuk pelaporan pajak UMKM perorangan sektor sembako dan buah. Dulu sih pas omzetnya kembang kempis, laporannya tinggal diisi seadanya dan langsung lewat, petugas pajak juga nggak mau ambil pusing. Banyak pedagang yang ngelakuin hal sama.

Tapi kali ini beda cerita. Dia fix harus setor tagihan pajak!

Kalau nggak lapor jujur, saldo rekeningnya yang tadinya cuma nyisa delapan juta perak terus tiba-tiba meledak menembus ratusan juta dalam waktu belasan hari (dan bakal makin gila ke depannya) pasti bakal langsung keciduk radar pemantauan transaksi bank. Bisa berabe urusannya kalau sampai kena audit!

Karena fix mau bayar pajak, dia harus menghitung pembukuannya dulu dan merapikan semua faktur akhir-akhir ini.

Ngitung pajak UMKM itu lumayan ribet. UMKM perorangan memang tidak kena Pajak Penghasilan Badan, tapi kalau sudah tembus batas insentif, harus bayar PPh Final UMKM dan PPN.

Hitungan kasarnya sesuai regulasi daerah sini:

Laba bersih di bawah Rp 60.000.000 kena PPh 5%.

Laba antara Rp 60.000.000 sampai Rp 180.000.000 kena 10% PPh + 3% PPN.

Laba antara Rp 180.000.000 sampai Rp 600.000.000 kena 20% PPh + 3% PPN.

Bima sendiri belum tahu pasti berapa total tagihan pajaknya sekarang.

Meskipun omzet ratusan juta yang didapatnya itu murni tanpa modal, pas lapor pajak dia harus tetap memasukkan Harga Pokok Penjualan (HPP) layaknya standar modal di pasar normal.

Nggak mungkin kan dia polos banget mengisi laporannya pakai "Modal Rp 0"?

Kalaupun dia nekat lapor omzet full tanpa modal, petugas pajaknya pasti ngira dia orang gendeng yang nggak paham akuntansi dasar, terus malah diceramahi panjang lebar soal cara ngitung beban biaya operasional. Orang pajak aja pasti nggak berani nge-ACC laporan ajaib kayak gitu. Nggak ada orang waras yang mau bayar pajak overprice pakai sistem modal nol.

Makanya, dia harus merapikan pembukuannya dulu agar laporannya terlihat wajar sebelum di-submit.

Setelah seharian ngetik sampai leher dan pundaknya kaku, Bima akhirnya selesai merekap pembukuannya pakai software akuntansi.

Selama periode ini hingga omzet hari ini, penjualan semangkanya mencapai Rp 373.954.000 dengan penyesuaian laba pembukuan sebesar Rp 70.530.000. Stroberi terjual Rp 295.506.000 dengan laba pembukuan Rp 73.876.000. Sedangkan okra meraup omzet Rp 270.330.000 dengan laba pembukuan Rp 67.582.000.

Artinya, meskipun aslinya Bima meraup nyaris satu miliar tanpa modal, tapi setelah dikurangi HPP fiktif harga pasar, laba bersih "resmi" yang harus dilaporkan adalah sebesar Rp 211.988.000.

Dengan nominal di atas ambang batas itu, dia terkena lapisan tarif PPh 20% untuk porsi di atas Rp 180 Juta, ditambah PPN 3%. Setelah dihitung menggunakan formula progresif, total tagihan pajaknya mencapai sekitar Rp 40.000.000-an!

Bener kata pepatah, makin gede cuan yang didapat, makin gila pajaknya. Nggak heran banyak lintah darat yang hobi ngemplang pajak.

Dulu, bayar pajak puluhan juta begini adalah hal yang di luar nalar buat Bima. Di daerah pinggiran macam Jatiroso, nyari orang yang gaji bulanannya Rp 40 Juta aja susahnya minta ampun, apalagi yang setor pajaknya doang Rp 40 Juta!

Tapi yah, mengingat dia punya laba invisible ratusan juta dari game yang sama sekali nggak kena potong operasional, tagihan pajak empat puluh juta ini ikhlas dia bayarkan.

Setelah semuanya clear, Bima login ke DJP Online dan mulai mengisi e-Filing seperti biasa. Tinggal menunggu laporannya di-ACC oleh sistem.

Keesokan harinya.

Bima bangun tidur, melakukan rutinitas harian memanen stroberi dan okra, lalu menaburkan benih baru.

Begitu membuka pintu kamar, Hoki langsung mencicit "kaing-kaing" gembira dan menyodorkan kepalanya dengan manja. Bima tertawa sambil mengusap-usap kepala anjing kesayangannya itu.

Anjing ini rupanya udah punya rutinitas nongkrong di depan pintu kamarnya tiap subuh, setia menunggu momen interaksi morning greeting mereka.

Sehabis sarapan, saat Bima mau berangkat, Hoki malah dengan inisiatifnya sendiri menggigit tali tuntun dan menyodorkannya ke tangan Bima. Setelah meletakkan anjingnya di dalam warung, Bima pergi ke gudang sewaan.

Usai menyetorkan panen stroberi dan okra kloter pagi ke Makmur Jaya, ia kembali ke warung. Begitu mengecek web dan melihat status laporannya sudah "Diterima", ia pun bisa bernapas lega.

Tanpa buang waktu, ia langsung melompat ke atas motor listriknya dan meluncur ke KPP Jatiroso.

Kalau laporannya udah di-ACC, langkah selanjutnya adalah mengambil kode billing dan membayar ke loket. Sebenarnya bisa saja bayar online dari rumah, tapi dia harus menyerahkan hardcopy berkas pendaftarannya secara fisik terlebih dahulu.

Lagipula, ini adalah momen bersejarah: "Bayar Pajak Perdana Dalam Hidupnya!" Jelas dia harus setor muka langsung ke kantor.

Yang tak disangka-sangka, baru saja motor listriknya merapat di parkiran depan KPP, sebuah mobil Audi putih yang sangat familiar ikut menepi.

Candra keluar dari dalam mobil bersama dua rekan kerjanya. Candra sempat tertegun sekilas melihat Bima. Ia sama sekali tak menyangka bakal berpapasan lagi dengan suami Dinda Saraswati sesaat setelah ia pulang tugas lapangan.

Jujur, setelah dua kali dipermalukan secara mental gara-gara kalah saing dari pemuda ini, cowok yang paling bikin dia bad mood di muka bumi ini ya si Bima.

Tapi, melirik dua temannya di samping, Candra mendadak dapat ide busuk. Ia memasang senyum palsu dan menyapa Bima, "Eh, ketemu lagi kita?"

Dua rekannya otomatis menoleh ke arah Bima. Salah satunya bertanya, "Lho Ndra, kowe kenal tah?"

Dengan senyum miring penuh arti, Candra menjawab, "Ya... lumayan kenal lah. Kenalin, ini suaminya Dinda Saraswati."

Senyum miring menyebalkan itu adalah taktik utamanya. Inilah yang dia incar!

Selama ini, semenjak rekan sekantor tahu dia lagi pedekate sama Dinda, mereka sering banget menginterogasi sejauh mana progresnya, dan Candra selalu mati kutu mau jawab apa. Sekarang, ini adalah momen emas untuk ngasih tahu mereka kalau kembang desa kantor itu ternyata udah bersuami, dan suaminya... cuma abang-abang kere naik motor listrik!

Di zaman sekarang, pemuda yang finansialnya lumayan pasti minimal nyicil mobil LCGC buat modal mobilitas. Apalagi kalau punya istri secantik Dinda, masa iya rela nurunin derajat dengan ngejemput istrinya panas-panasan naik motor kecil?

Dengan reveal ini, fokus teman-temannya nggak bakal mengarah ke fakta bahwa Candra 'ditolak', melainkan bakal bergeser jadi menggosipkan Dinda yang seleranya terjun bebas milih suami kere! Dua temannya ini dijamin bakal langsung menyebar gosip ini seantero kantor.

Mendengar ucapan Candra, tatapan kedua rekannya langsung berubah aneh. Dinda itu primadona di kantor mereka, siapa sangka ternyata udah status sold out. Dan melihat penampilan suaminya... yah, kondisinya emang kelihatan mengenaskan.

Bima tentu saja kenal siapa Candra. Agak kaget rasanya cowok songong ini mau bertegur sapa dengannya. Tapi demi menjaga adab sopan santun, Bima mengangguk pelan. "Halo, Mas."

"Mau jemput Dinda lagi ya? Wah, masih lama lho jam pulangnya!" sahut Candra, seolah-olah ramah mengingatkan. Padahal niat aslinya cuma mau menekankan ke teman-temannya kalau 'Suami Dinda ini ke mana-mana jemput istrinya cuma pakai moped listrik butut!'

"Oh nggak, saya habis lapor SPT, ini mau ngurus setoran pajaknya," balas Bima. Bima sama sekali tak bodoh. Ia bisa mencium aroma superiority complex murahan dari nada bicara Candra. Malas meladeni orang yang lagi pansos, Bima menjawab seadanya lalu melenggang santai masuk ke dalam gedung pajak.

Mendengar jawaban itu, Candra dan kedua temannya malah melongo di tempat.

Salah satu temannya nyeletuk, "Eh, hari ini kan jadwal pelaporan PPh Final buat UMKM buah sama sayur, kan? Jadi suaminya Dinda ini juragan buah? Wah, kalau sampai dia wajib setor bayar pajak... berarti omzetnya lumayan ngeri tuh."

Temannya yang satu lagi langsung menimpali, "Bener juga! Minimal banget untung bersihnya di atas dua puluh juta sebulan tuh, hitungannya udah kategori crazy rich kalau di Jatiroso. Kalau lagi gacor pasarnya, laba bersih empat puluh juta sebulan juga gampang. Gaji kita sebagai PNS di kabupaten pinggiran mah jelas dilibas abis sama dia."

"Hah? Nggak masuk akal!" Candra mengerutkan kening, harga dirinya langsung tercabik. Sambil mendumel dalam hati, matanya menatap sinis ke arah motor listrik reyot yang terparkir itu. "Penghasilan empat puluh juta sebulan tapi tunggangannya motor listrik butut?! Ngarang!"

Biar sampai kiamat pun, Candra nggak bakal percaya!

1
Maz Shell
lanjut update
Yuliana Tunru
kapqnnih kejutan x buat dinda ..pasti dinda ternehek2 takjub bina sdh jd orkay 🤭🤭
Maz Shell
lanjutkan Thor
Yuliana Tunru
mantap bima hrs jd suami setia hempaskan cwek2 halu sok cantik pula mulut x penuh filter racun 🤭🤭
Yuliana Tunru
bima mmg the best tak sabar nunghu oeresmian vila oleh dinda jgn lupa klga x dinda ya sekian lamaran resmi ke ihu x dinda vila jd mas kawin bakqlqn shock habis tuh ibu2 💪💪💪bima up 3 napa thorrr blm puas ini
Tio Kusuma
mantappppp
Manusia Biasa
auto diborong🤣
Hardjoe Kewek
terima kasih
Hardjoe Kewek
cerita nya bagus,alurnya jg bagus
Jujun Adnin
lanjut
Yuliana Tunru
tak sabar gmn para karyawan bima yrrmehek2 liat bijit tanaman bogenvile x di tata aplg yg kelas sultan up x kurang thorrr 🤭🤭🤭
ZHIVER
thor tak bisa bahasa jawa
Yuliana Tunru
kwalitas gila tuh tak sabar nunggu bima nanam semua hunga di tanah koßoang trus buat gazebo2 buqt qisatawan nikmati ..cuan ngalir kyk air 💪💪 bimaa
Yuliana Tunru
smoga bimo yg dapat vila x buat hadiah pernikahan x dgn dinda ..gassss
Jack Strom
Lah dapat ikan hias legend, masalahnya mau diletak dimana itu ikan???🤔😁
Blue Izoel
tetap semangat thor bikin cerita petani 👍💪
Jack Strom
Ikan² kualitas 2 gak usah dijual, buat dikonsumsi saja, sayang efeknya tuh... 😁
Jack Strom
Selain lunasi pinjaman 100jt, juga kasih bantuan nikah 50jt cukup... 😁
Yuliana Tunru
mantal bima...bayarin utang2 mu duku bima hbs tuh siap2 ngumpuli buat beliin dinda rmh jd lapang tuh hati
Blue Izoel
update terus thor bakal saingan nih sma lahan mustika klo bnyk episode nya👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!