NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: tamat
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32: Skenario yang Terbalik dan Panggung Pembalasan

​"Lo bener-bener siap bikin seisi gedung stasiun televisi ini jantungan, Declan?"

​Rian melangkah tergesa-gesa masuk ke dalam ruang rias eksklusif, langsung mengunci pintu rapat-rapat. Napasnya memburu menatap Declan yang sudah rapi dengan setelan jas hitam baru, kontras dengan kemejanya yang robek semalam. Di sebelahnya, Sienna duduk di kursi rias sambil memegangi cangkir berisi air hangat, dahinya ditutupi poni tipis untuk menyembunyikan perban kecilnya.

​Declan melirik dari pantulan cermin, mengancingkan jam tangan peraknya dengan tenang. "Kenapa harus jantungan? Mereka harusnya berterima kasih karena gue bakal ngasih rating tertinggi sepanjang sejarah acara ini."

​"Masalahnya, Maura sama Edrick baru aja masuk ke studio utama!" Rian mendekat, merendahkan suaranya setengah berbisik. "Muka Maura tebel banget. Dia sekarang lagi briefing sama sutradara, masih pake akting nangis-nangisnya kayak yang di berita tv tadi pagi. Edrick juga sibuk nelponin tim hukumnya di pojokan studio."

​Sienna meletakkan cangkirnya dengan hentakan kecil, membuat bunyi ting yang nyaring. "Biarin aja mereka puas-puasin akting sekarang, Kak. Makin tinggi mereka terbang, makin remuk pas kita jatuhin sebentar lagi."

​"Nah, denger kan? Pasangan gue aja udah gak sabar," ejek Declan miring, namun tangannya bergerak lembut mengusap puncak kepala Sienna yang duduk di sampingnya. "Gimana kepala lo? Masih pusing?"

​"Udah mendingan, Kanebo. Jangan mulai perhatian di depan Kak Rian deh, gue geli," cicit Sienna dengan wajah yang mendadak merona merah, ingatan tentang rahasia foto SMA semalam di rumah sakit seketika membuat jantungnya kembali ugal-ugalan.

​Rian memutar bola matanya malas. "Halah, semalam peluk-pelukan sampai gak mau lepas, sekarang sok-sokan geli. Udah, ayo cepat! Sutradara udah teriak-teriak lewat handy-talkie. Sesi wawancara live penutup episode empat mau dimulai tiga menit lagi!"

​Studio utama WGM mendadak hening begitu Declan berjalan masuk sambil menuntun langkah Sienna dengan sangat protektif. Puluhan pasang mata kru langsung tertuju pada dahi Sienna yang sedikit tertutup poni. Di seberang panggung sofa, Edrick dan Maura sudah duduk berdampingan. Maura sempat tersentak saat mata kucing Sienna menatapnya dengan tatapan yang sangat dingin tanpa rasa takut.

​"Satu... dua... tiga... Action!"

​Lampu sorot besar langsung menyala terang, memancarkan pendar putih ke arah kedua pasangan di atas sofa. Kamera utama bergerak perlahan mendekat.

​"Selamat pagi para penonton setia WGM seluruh Indonesia!" sapa pembawa acara dengan nada dramatis. "Pagi ini kita berada di sesi yang paling menegangkan. Setelah insiden mengejutkan di perkemahan bukit kemarin sore yang menimpa Nona Sienna Rose, kita akhirnya bisa mendengar langsung apa yang sebenarnya terjadi dari kedua belah pihak!"

​Pembawa acara langsung mengarahkan mikrofon ke arah Maura. "Nona Maura, publik fiks dibuat menangis oleh pernyataan Anda tadi pagi. Bisa diceritakan kembali bagaimana detik-detik menegangkan saat Anda mencoba menyelamatkan Nona Sienna yang terpeleset?"

​Maura langsung memajukan tubuhnya, memasang wajah paling sayu yang dia miliki. Matanya berkaca-kaca dalam sekejap. "Iya... saat itu angin kencang sekali. Aku melihat Sienna berdiri terlalu dekat dengan tepi jurang. Aku sudah berteriak melarangnya, tapi dia... dia kehilangan keseimbangan. Aku berlari sekuat tenaga, mencoba memegang tangannya, tapi... tapi tenagaku kalah besar. Aku bener-bener minta maaf karena gak bisa menyelamatkan kamu lebih cepat, Sienna..." Maura menutup wajahnya, terisak pelan.

​Sutradara di balik layar tampak mengangguk puas, merasa momen ini akan memecahkan rekor penonton. Namun, keheningan dramatis itu mendadak dihancurkan oleh suara tawa sinis yang sangat berat.

​"Bagus. Akting yang bener-bener luar biasa, Maura Gilbert," ucap Declan datar, menyandarkan tubuhnya dengan angkuh di sandaran sofa sambil melipat kaki. "Gue rasa agensi lo salah nanam modal. Lo harusnya dapet piala penghargaan buat kategori pembohong paling natural tahun ini."

​Maura menghentikan tangis buatannya, wajahnya memucat. "D-Declan... maksud lo apa ngomong gitu di siaran live?!"

​Edrick langsung pasang badan, menatap Declan dengan rahang mengeras. "Bryer! Jaga ucapan lo! Maura sudah cukup trauma karena gagal nyelametin istri kontrak lo itu. Gak usah lo nyari panggung dengan cara menyudutkan orang lain!"

​"Gagal nyelametin atau emang lo yang frustrasi karena gak bisa miliki gue lagi, Edrick?" timpal Sienna berani, memotong kalimat Edrick dengan nada ketus khas cegilnya yang mematikan.

​"Sienna, aku—"

​"Gak usah sebut nama gue pake mulut manipulatif lo itu!" gertak Sienna, matanya berkilat tajam. "Lo berdua bener-bener sepasang kekasih yang serasi ya. Yang satu hobi jadiin cewek bahan taruhan dari jaman sekolah, yang satu lagi hobi dorong orang ke jurang karena sirik setengah mati!"

​Studio langsung riuh oleh bisikan panik para kru. Sutradara berteriak lewat intercom, "Jangan di-cut! Terus rolling! Ratingnya naik gila-gilaan!"

​"Sienna! Jangan mengarang cerita tanpa bukti!" teriak Maura mulai histeris, wajah cantiknya mulai panik karena arah pembicaraan tidak sesuai skenarionya. "Gue gak pernah dorong lo! Lo terpeleset sendiri!"

​"Oh, lo butuh bukti?" Declan merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah flashdisk hitam lalu melemparkannya tepat ke atas meja kaca di depan pembawa acara. "Rian, hubungi tim operator ruang kontrol. Putar video di dalam flashdisk itu sekarang juga ke layar utama studio, atau gue pastiin stasiun televisi ini bakal digugat sama keluarga duBois siang ini juga."

​Mendengar nama 'duBois' disebut, Edrick langsung menoleh ke arah Declan dengan tatapan syok yang luar biasa. Dia tahu persis siapa pemilik nama itu—penguasa bawah tanah yang sangat ditakuti oleh ayahnya sendiri.

​Wush.

​Layar monitor besar di belakang panggung mendadak berubah memutar sebuah video rekaman ponsel dengan kualitas audio yang sangat jernih. Suara konfrontasi Edrick dan Maura di lorong rumah sakit semalam menggema keras ke seluruh penjuru studio, bahkan langsung tersiar ke jutaan penonton di rumah tanpa bisa dihentikan.

​"Oh, jadi lo peduli? Iya! Gue yang dorong cewek sialan itu! Kenapa? Lo mau ngelaporin gue ke polisi?!" suara histeris Maura terdengar sangat jelas di dalam rekaman.

​"Kalau sampai terjadi sesuatu yang parah sama Sienna, gue sendiri yang bakal seret lo ke penjara, Maura! Lo itu cuma alat!" suara balasan Edrick melengkapi bukti kejahatan mereka berdua tanpa celah.

​Brak!

​Maura langsung berdiri dari sofanya, wajahnya putih bersih bagai mayat, seluruh tubuhnya bergetar hebat menatap layar monitor yang menampilkan wajah ketakutannya sendiri. "N-gak... itu... itu editan! Itu bukan suara gue! Ed, tolongin gue, Ed!"

​Edrick hanya bisa terpaku di tempat duduknya, mulutnya terkunci rapat dengan tatapan mata yang kosong. Seluruh taktik hukum, manipulasi media, dan kesombongan masa lalunya runtuh seketika dalam hitungan detik di bawah kaki Declan Bryer.

​Declan ikut berdiri, memperbaiki letak kancing jasnya lalu menggandeng tangan Sienna dengan sangat erat untuk menuntun cewek itu keluar dari panggung. Sebelum melangkah pergi, Declan sempat berbalik, menatap Edrick dengan pandangan mata yang sangat meremehkan—sama persis seperti senyuman kemenangan yang Edrick berikan belasan tahun lalu.

​"Gue udah bilang kan sama lo, Jasper?" bisik Declan sangat rendah namun berwibawa. "Kali ini... Sienna ada di tangan gue. Dan lo... gak bakal pernah bisa menang lagi dari gue sampai kapan pun."

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baca marathon akhirnya End juga... 👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Oowhh bukan Satria Toh pelaku utamanya.. padahal sudah nuduh Dia tad tapi ternyata Asisten dan Agensi lain.i.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Feeling Aku sih pelakunya si Satria, apa lagi tadi terlambat masuk pas yang lain sudah ngumpul dan semua petunjuk mengarah ke dia karna sejak awal dia ga suka denganDeclan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Thor kenapa panggilan Declan sama Siena masih pake Lo Gue... padahal kan udah nikah, di kirain bakal di ganti Aku Kamu lebih mending enak di denger halus.🙏

Atau sekalian saja pake sebutan Sayang, Honey biar lebih romantis.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Siena protes mulu perasaan, sekali² bales lah Dec biar Dia ga ngerasa di cintai dan di posesifin terus sama kamu makanya ga tau rasanya Cemburu.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Coba bales aja Dec kamu deketin perempuan lain dengan ngobrol boasa di depan Siena, tar lihat gimana reaksinya bakal tetep cuek apa cemburu... biar Dia ngerasain juga kalau cemburu rasanya gimana.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
terus apa kabar dengan kedua musuh Siena Declan... niihh, ga kedengeran si Edrick dan si Maura kemana plus gimana kehidupannya.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm... Good para Orang Tua gercep.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah Bapaknya Siena Ketua mafia tapi kenapa bisa kecolongan hanya karna seorang Maura yang ga punya kekuatan apa²... emang yang ngasih info Siena jatuh ke jurang cuma liatin aja tah tapi ga gercep instingnya sebagai pengawas bayangan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya sih, Harab Maklum karna pengawal bayangan juga manusia ada lengahnya.🤭🤭
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah gitu kek jujur awal mula masalah kalian jadi sedikit lebih ringan kan jadinya dengan hubungan kalian... teruuusss sekarang ga harus Akting yerlalu di buat² lagi karna bisa dengan natural aja pasti lebih bisa buat ngalahin tuh si Edrick dengan Maura.
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mudah²an komflik di dalam ceritanya ga berat² alnya Aku suka males kalau ujung² musuh yang lebih bahagia dan bikin esmosii.🤣✌️🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Awas saja tar kena Aku seruduk lho Thor kalau kepalaku sudah berasap.🤣🤣🤣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau kamu takut Siena terluka lagi harusnya kasih tau biar bisa nyari jalan keluar dan hadepin bareng² atau siaga Declan beda lagi kalau dia ga tau malah masalahnya lebih ruwet... Dan Siena kalau kamu mau masuk dalam kehidupan Declan dan ngerasa perlu atau bersedia buat jadi pendengarnya harus usahakan cara bicaramu pada tempatnya dulu bukan dengan marah² dan ketus karna yanga ada Declan ga bakal buka suara sedang kamu saja ga bisa ambil kepercayaannya dengan sikapmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iiiihhh autor sampe soal pribadi di ajuin juga, depan umum lagi banyak yang liat.🫣

Perlu sapu ga Thor buat bantu bersihinnya biar ga Ngeres kemana².😁✌️
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hah... Siena padahal.kamu sendiri yang duluan sok²an jual mahal semua di sangkut pautin dengan Akting dan giliran di balas ketus sama Declan malah ngerasa jadi korban karna terluka sama jawabannya... hadeuuhh makanya kalau jangan sok jual, gaya mahal seolah ga butuh bantuan dia dan nuduh buruk mending diem saja.

Komunikasikan juga sama Declan tentang kesalahan mu dulu kalau memang kamu salah jangan gengsi di gedein.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Sanfok dengan kata HANCUNG itu suara bersih atau apa Thor.🤔

karna biasanya yang Aku sering denger dan lumrah bunyinya HATCIIHHH.🤭✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Oowwhh .. untung Aku ga sampe salfok sama dengan HANGC*T... Thor ya Ampuunn.🤣🤣🤣✌️🫣
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Wkwkwkk Kenapa ga di komunikasikan biar jelas kesalah pahaman dulu mungkin bisa terbuka dan ga bikin kalian menjauh lagi dengan batasan.🤭🤭

Tapi ngomong² siapa nih Edrick.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jangan marah² mulu Dec tar darah tinggi kan repot... harusnya di sayang² kek.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Lah kalau cinta ngapain di tutupin pake benci segala... mending di ungkapin aja Declan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: Iya jadi pengen di getok biar Tunjukin aja langsung tanpa harus sembunyiin lagi.😁😁
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
baru Mampir bab awal sudah berantem... moga² mah ga bikin darting, Maaf Thor bercanda.😁✌️
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Ayusha
herman, perasaan gada romantis2 nya /Sleep/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!