NovelToon NovelToon
Solo Reaper At The End Of The World

Solo Reaper At The End Of The World

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: RyzzNovel

Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.

Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.

Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.

Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.

Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Babak belur.

Ya, ungkapan itu benar-benar menggambarkan kondisi mereka saat ini.

Nate menerima cukup banyak luka di sekujur tubuhnya, jauh lebih parah sebenarnya jika bukan karena ramuan penyembuhan yang terus dia konsumsi. Zenith berada di pojokan, tampak kesulitan mengendalikan keinginannya untuk membunuh. Loen sama babak belurnya, tubuhnya yang kuat penuh dengan luka meski dia masih bergerak seolah-olah itu bukan apa-apa. Rome terbaring telentang dengan busa mengepul di mulutnya, sudah melupakan segala urusan yang menyangkut visual. Nine berada dalam kondisi yang lebih baik karena kemampuannya yang diam-diam memungkinkan setiap serangannya menyembuhkan dirinya sendiri, meski setiap luka yang dia terima ternyata meninggalkan beban tersendiri pada mentalnya. Nelphy menggerutu dan mengumpat tentang situasinya yang menyebalkan.

Sudah hampir lima hari berlalu.

Pertarungan yang terus-menerus itu meninggalkan kelelahan yang sangat nyata pada mereka semua. Bahkan ketika waktu istirahat satu jam akhirnya diberikan, tidak satu pun dari mereka yang benar-benar melepas ketegangan atau menolak untuk menjaga kewaspadaan.

Kecuali Rome, tentu saja.

Nate sendiri benar-benar ingin tidur, tapi situasinya tidak memungkinkan. Ada sesuatu yang membuatnya agak tegang saat memikirkan gelombang terakhir yang membuat sistem memberi mereka waktu istirahat di akhir lima hari pertarungan ini. Itu pasti tidak akan mudah.

'Yah, itu kabar buruknya. Kabar baiknya aku sudah naik ke level tujuh belas, dan setelah gelombang ini, barulah aku benar-benar bisa kembali dan beristirahat dengan benar.'

Nate menghela napas kasar, berbaring dengan gedung di belakangnya sebagai sandaran.

Wajahnya tampak cekung, pupil abu-abunya lebih gelap dan pucat dari biasanya. Kulitnya tertutup darah monster yang sudah mengering, membuatnya sulit untuk dikenali.

Saat itulah dia mendengar suara langkah kaki yang mendekat.

Nelphy, dengan langkah yang anehnya ringan untuk seseorang yang baru saja bertarung selama lima hari, mendekatinya.

"Kenapa?" Nate bangkit dan mundur beberapa langkah dengan waspada.

Hal tersebut membuat Nelphy mengerutkan wajahnya. "Kenapa kamu mundur? Aku tidak melakukan sesuatu yang mencurigakan!"

"Tidak mungkin! Kamu sangat mencurigakan. Apa yang kamu rencanakan? Aku takut!"

Dan alasan terbesarnya ada pada benda yang berada di tangan Nelphy. Dia memegang sesuatu yang menyerupai liontin berbentuk setetes air mata berwarna ungu gelap, dan bahkan dari jarak ini Nate bisa merasakan sesuatu yang salah dari benda itu. Sesuatu yang mengarah pada pencemaran dan korosi, jenis energi yang membuat naluri bertarungnya langsung waspada.

Belum lagi pupil matanya yang gelap dan berputar-putar saat ini.

Nelphy mendecakkan lidahnya kesal, tidak menyadari hal tersebut.

"Kenapa kamu kasar sekali? Padahal aku secantik ini, bahkan si cantik ini dengan berani mendekatkan diri kepadamu, dan kamu malah menjauh?"

Sementara dia terus melangkah mendekat, Nate mengambil langkah mundur dengan jumlah yang sama.

"Baiklah! Katakan tujuanmu! Tapi berhentilah mendekat, kamu cewek aneh sialan."

"Huh...?"

Nelphy berkedip.

"Cewek aneh?" Suaranya menjadi dingin. "Kasar sekali."

Dia benar-benar menghentikan langkahnya, berdiri beberapa meter dari Nate yang tidak berniat mengurangi jarak itu sedikit pun.

"Selanjutnya tidak akan kumaafkan." Katanya, sebelum melakukan sesuatu pada sistemnya dan meneruskannya kepada Nate.

[Player 12.222 telah meminta Trading. Menerima?]

"Untuk apa ini?" Nate melirik Nelphy dengan bingung.

Nelphy hanya mendesaknya dengan tatapan. Dengan berat hati, Nate menerima permintaan itu dan menemukan halaman trading yang terbuka, di mana liontin yang sebelumnya ada di tangan Nelphy kini muncul di halaman penawarannya.

Deskripsi segera muncul:

\=\=\= ITEM \=\=\=

Nama: Abyss Pendant

Peringkat: [E]

Deskripsi:

Liontin berbentuk tetesan air berwarna

ungu gelap yang memancarkan energi void

samar. Terasa dingin saat disentuh,

seperti menyentuh kegelapan itu sendiri.

Efek:

- [Void Resonance]: Efek korosi dari

serangan pengguna menyebar ke target

terdekat dalam radius kecil begitu

target pertama terkena. Penyebaran

maksimal tiga target sekaligus.

- [Abyss Amplify]: Resistensi korosi

target berkurang sebesar 40% selama

pengguna memegang item ini. Efek korosi

yang seharusnya diblokir tetap masuk

dengan damage yang dikurangi.

Catatan:

Item ini beresonansi secara unik dengan

energi void. Efeknya tidak akan aktif

pada pengguna manapun kecuali mereka

yang memiliki afinitas void atau energi

kegelapan sejenis.

\=\=\= ITEM \=\=\=

"Ini...?"

Nate berkedip. Item ini cocok untuknya dengan cara yang hampir terlalu sempurna.

Dengan dua kemampuan dari Abyss Pendant ini, kelemahannya akan tertutup secara signifikan. Satu serangan akan mampu menyebar seperti wabah, lalu diledakkan sekaligus dalam satu gerakan. Efek ledakan beruntunnya akan menjadi jauh lebih luas dan kacau. Ditambah pengurangan resistensi korosi, dia tidak perlu lagi terlalu khawatir saat bertemu makhluk yang sangat kebal terhadap korosi.

Item yang sempurna.

"Kamu akan memberikan ini padaku?" Nate menatap Nelphy dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.

Sesaat, gadis itu tampak seperti malaikat.

Sesaat, sebelum akhirnya wajahnya meringis tidak senang.

"Tidak mungkin. Kamu harus membayarnya!"

"Ah..." Suara Nate sangat kecewa. "Masuk akal."

Meski begitu dia tidak berat hati dan langsung bertanya, "Apa yang kamu inginkan sebagai bayaran?"

Nelphy bertindak seolah sedang berpikir sejenak. Lalu senyuman gelap muncul di wajahnya, cukup untuk membuat Nate merasa tidak nyaman.

"Berikan peringkat pertama padaku."

"Tidak mungkin."

Jawabannya datang lebih cepat dari kedipan mata. Bukan karena peringkat itu berharga, tapi karena untuk membiarkan Nelphy mengejarnya, Nate harus berhenti berburu dalam beberapa waktu. Dan bagaimana bisa Nelphy mengejarnya ketika dia punya perolehan EXP dua kali lipat? Itu konyol.

Seolah sudah mengantisipasi jawaban itu, Nelphy mendesah panjang.

"Kalau begitu berikan sesuatu yang sama berharganya."

Nate berpikir sejenak. Jika harus sama berharganya, dia takut tidak ada satu pun benda di inventorinya yang akan memuaskan gadis ini. Jadi apakah jalannya hanya satu itu?

Nate mendesah.

"Aku tidak punya apapun untuk ditawarkan saat ini. Tapi begitu aku menemukan sesuatu yang bagus, aku akan memberikannya padamu. Bagaimana?"

Nelphy menatapnya tajam. "Apa itu artinya kamu ingin berhutang?"

"Bukan berhutang tapi menunda pembayaran. Kita sedang berada dalam masa sibuk sekarang."

Nelphy memutar bola matanya. "Bagaimana bisa seseorang begitu tidak tahu malu?"

Dia meringis, tapi pada akhirnya menyetujuinya juga. Nate menuai sesuatu yang sangat bagus kali ini.

Sambil memperhatikan liontin yang baru saja berpindah ke inventorinya, Nate mendengar suara Nelphy bergumam di depan pantulan cermin kecil yang menampakkan wajahnya sendiri yang penuh darah hitam.

"Ugh... Aku jadi jelek sekali."

Tanpa melirik sedikit pun, Nate menambahkan:

"Seseorang akhirnya sadar di..."

Selanjutnya, Nate menemukan dirinya dibenci sepenuhnya oleh gadis itu.

***

1
Pradama Okta
harusnya udah peringkat D gak sih, kan syarat dari E ke D 5600 kill
Nameless: yang dihitung monster peringkat E keatas, kalau F kebawah gak kehitung
total 1 replies
SETH
cerita nya bagus..mudah2an rajin update dan gak hiatus
blueby
bagus
Nameless: terimakasih!
total 1 replies
KayyLawrence
mampir cuyy,jujur ceritanya bagus,langsung saja terbitkan dan adaptasi jadi manhwa
tintakering
mampir, k
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!