NovelToon NovelToon
Penyesalan Seorang Suami

Penyesalan Seorang Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mengubah Takdir / Cintapertama
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Penyesalan selalu akan datang di akhir. Seperti yang sekarang aku rasakan. Awal nya setelah istri ku meninggal aku belum benar benar kehilangan nya. Bahkan saat dia meninggal dunia aku masih bisa tertawa dan merasa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1.

Seorang wanita yang begitu kurus dan terlihat begitu tidak berdaya, terlihat tiduran diatas brangkar yang ada didalam ruang ICU.

Bahkan beberapa alat medis terlihat menempel dan menghiasi tubuh kurusnya itu.

Wanita yang berumur sekitar 30 tahunan terlihat pasrah, seperti orang yang akan menunggu sebuah ajal kematian yang akan datang menghampiri dirinya.

Air mata terus membasahi kedua pipi mulusnya. Dia sedang menunggu malaikat pencabut nyawa untuk datang mencabut nyawanya.

"Rena ... Bisakah kamu mendengar suaraku?" Tanya Marcell, seorang dokter yang selama ini mendampingi wanita sekarang yang bernama Renata.

"Bi - sa," ucap Renata dengan nada yang terdengar terbata bata, dia terlihat mengeluarkan sebuah senyuman yang terlihat begitu manis.

Dengan air mata yang berderai, dan tatapan penuh cinta. Marcell pun keluar dengan baju dokter kebesaran milknya. Untuk memanggil keluarga Renata.

"Renata sudah sadar kan diri," ucap Marcell kepada ke dua orang tua yang terlihat berumur setengah abad yang sedari tadi menunggu Renata didepan pintu ICU. Salah satunya terlihat menggendong seorang anak berumur 2 tahun setengah.

Kedua orang tua itu akhirnya berjalan menghampiri Marcelll, dengan air mata yang terus mengalir dikedua pipi keriput mereka. Wajah kedua orang tua itu juga terlihat penuh harap dengan sebuah keajaiban dari Tuhan.

Setalah diberitahu oleh dokter, perihal keadaan Renata yang berhasil bangun dari koma yang beberapa hari menghampirinya.

Kedua orang tua itu terlihat ikut masuk ke dalam ruang ICU, dengan mengekor di belakang dokter Marcell. Untuk menemui menantu, yang begitu mereka berdua sayangi.

"Renata ... Ibu mohon, bertahanlah. Demi anak mu," ucap ibu mertua Renata. Sembari terus mencium punggung tangan menantunya dengan penuh cinta dan juga kasih sayang.

Ibu mertua Renata juga terlihat mendekatkan cucunya keraha ibunya yang sedang sekarat.

Mencium anaknya pun Renata kesulitan, karena mulut juga terpasang sebuah alat. Renata hanya meremas jari jemari mungil milik anaknya, Renata menatap nanar ke arah anaknya yang sedang tertidur pulas di gendongan neneknya.

Akhirnya Renata memilih untuk memberikan kode pada ibu mertuanya itu, untuk menjauhkan anaknya. Renata tidak takut, jika anaknya malah akan menghalangi jalanya untuk kembali ke sang pencipta. Karena seorang berpakaian hitam besar yang terlihat begitu menyeramkan. Sudah berdiri tak jauh dari ranjang tempat tidur miliknya.

"Maafkan kami nak -- hiks." Ibu mertua Renata terlihat tidak sanggup untuk melanjutkan kata katanya lagi. Kala melihat wajah menyedihkan menantunya. Ibu mertuanya sungguh merasa kasihan.

"Maafkan kami anakku Renata, karena kami gagal untuk mendidik Ivan. Agar menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab untukmu. Kamu memang istri yang sangat baik Renata, begitu rapat kamu menyimpan semua keburukan yang dilakukan oleh anak bapak selama ini." Akhirnya ucapan ibu mertuanya dilanjutkan oleh ayah mertuanya. Ayah mertua Renata terlihat berbicara sembari mengigit bibir bawahnya. Mati matian dia menahan agar tidak menangis.

Sedangkan anak semata wayang Renata, kini sedang tertidur sedang tertidur dengan pulas di gendongan neneknya.

"Kalian adalah orang tua yang sangat baik, jadi tidak perlu meminta maaf kepadaku. Maafkan Renata, karena Renata bukan istri dan juga menantu yang baik untuk kalian. Sekarang Renata pamit untuk pergi," ucap Renata dengan suara yang sangat lirih dan terdengar begitu pelan.

Bahkan seulas senyuman juga terlihat menghiasi wajah pucat Renata.

"Renata, ... Aku juga mau minta maaf sama kamu. Karena dulu, aku selalu menyakiti mu, saat kamu bersama denganku. Aku juga hanya memberikan sebuah luka pada mu saja. Maafkan aku Renata," ucap Marcell tulus dengan berderai air mata. Marcell sudah tidak bisa membendung air mata yang memang sudah banyak mengumpul dipelupuk matanya.

"Aku memaafkanmu Marcell. Terima kasih, karena dulu kamu sudah pernah singgah didalam hatiku dan juga pernah ada didalam kehidupan ku, " ucap Renata dengan senyuman tulus.

"Renata, andai saja kamu mau, untuk bercerai dengan ivan. Lalu mau menikah denganku ... dan andai saja kamu mau menerima bantuanku, untuk berobat ke luar negeri. Mungkin kanker lambungmu itu, tidak akan sampai ke stadium akhir seperti sekarang ini," ucap Marcell dengan wajah penuh penyesalan.

"Iya Renata, padahal kami juga merestui hubungan kalian, hiks." Ibu mertua Renata tampak menimpali apa yang Marcell ucapkan walaupun dengan berderai air mata.

"Boleh kah, aku meminta permintaan terakhir pada kalian?" Renata masih berusaha berbicara walaupun dengan nafas yang terlihat tersenggal senggal, dan suara yang sangat lirih. Bahkan Renata terlihat sangat kesulitan hanya untuk mengucapkan sepatah kata.

"Iya Renata, apa permintaanmu itu? Aku akan mencoba mengabul kan permintaan terakhir mu ..." ucap Marcell dengan bibir yang bergetar, bahkan Marcell terlihat menggigit bibir bawahnya. Untuk menahan agar dirinya tidak kembali menangis.

"Iya anak ku sayang ... Katakanlah! Sebisa mungkin kami akan berusaha untuk mengabul permintaan terakhirmu itu," ucap bapak mertua Renata dengan wajah yang terlihat begitu tegar.

Sedangkan ibu mertua Renata, hanya bisa menangis tersedu sedu. Tanpa mengeluarkan suara, karena ibu mertua Renata sengaja untuk membekap mulutnya itu dengan tangannya. Agar tidak membangun anak Renata yang sekarang ini berada dalam gendongannya.

"Aku ingin bertemu dengan suami ku ... Mas Ivan, untuk yang terakhir kalinya, aku sangatlah merindukannya. Bagaimana pun? Dia adalah seorang suami yang sudah menemani ku selama 10 tahun. Mas ivan juga ayah dari anakku. Aku hanya ingin mengucapkan sebuah kata yang manis sebagai salam perpisahan kepadanya," ucap Renata dengan suara yang sangat pelan. Bahkan wajah Renata terlihat begitu kesakitan saat berbicara.

Terlihat saturasi oksigen, untuk nafas Renata menurun menjadi 60. Padahal saat awal Renata sadar dari komanya, saturasi oksigennya masih diangka 84.

Terlihat Marcell, bapak dan juga ibu mertua Renata pun saling pandang dengan wajah yang terlihat begitu sedih.

Lalu mereka terlihat memegang hape mereka masing masing, untuk segera menghubungi nomor Ivan secara bergantian.

Sayang nya, Ivan tidak menjawab panggilan telepon dari orang orang yang kini sedang menghubunginya. Setelah 50 panggilan telepon yang dilakukan oleh Marcell dan juga kedua orang tua Ivan sendiri. Lewat hp mereka masing masing yang dilakukan secara bergantian.

***

Sementara itu, di sebuah hotel yang sangat mewah.

Sepasang manusia sedang melakukan hubungan terlarang.

"Kenapa wajahmu terlihat begitu bahagia?" Tanya pria itu, sembari terus memainkan milik wanita yang selama ini menjadi selingkuhannya.

"Ya tentu aku bahagia. Karena sekarang istrimu itu sudah sekarat. Dan tak lama lagi pasti dia akan MATI. Aku juga akan menjadi nyonya Ivan. Sungguh hal itu membuat ku tidak sabar sayang." Wanita itu terlihat sangat senang.

Ucapan wanita yang kini berada di pelukannya seketika membuat Ivan tertegun. Bahkan dadanya tiba tiba terasa sesak dan nyeri, kala wanita yang ada di depannya sekarang ini membahas tentang kematian Renata istri SAHnya.

Padahal wanita di depan nya adalah sahabat istrinya, sejak istri nya itu masih kecil.

Melihat wanita di depannya yang terlihat begitu jahat dan juga begitu kejam, ada sedikit keraguan di dalam hati Ivan. Jika menjadikan wanita yang bernama Esther itu menjadi pendamping hidupnya. Ibu sambung untuk anak semata wayangnya.

"Apa kah nikmat sentuhan yang kini aku berikan mas," ucap Esther sembari memegang tongkat pusaka milik suami sahabatnya itu.

Karena Esther merasa cemburu, kala melihat wajah Ivan yang berubah murung. Kala dirinya membahas perihal kematian istri sahnya.

Tapi setelah mendapat kan sentuhan dari Esther. Gairah Ivan pun kembali muncul.

Drrt

"Mas, mendingan angkat dulu gih, siapa tahu penting," ucap Esther berjalan ke arah kamar mandi. Karena dari tadi dia menahan untuk buang air kecil. Esther tidak mau membuat Ivan menunggu dirinya.

Ivan yang akan menjawab panggilan telepon itu akhirnya mengurungkan niatnya. Kala sebuah pesan masuk kedalam hape miliknya.

[Van, gue mohon. Temui istri Lo, dia sedang sekarat. Dia ingin meninggal dengan tenang, dia ingin bertemu dengan Lo.] Sebuah pesan yang masuk di hape Ivan dari dokter Marcell.

Setalah itu hape Ivan kembali bergetar, kedua orang tua Ivanlah yang sekarang sedang melakukan panggilan telepon kepadanya.

"Astaga, mau mati ya tinggal mati aja. Gak usah nyusahin, selama ini hidup cuman nyusahin sama numpang lagi." Wajah Ivan terlihat begitu jengkel. Sembari bergumam.

Tanpa dia sadari, ada roh Renata yang ditemani oleh mahluk berwarna hitam. Sekarang ini berdiri tak jauh dari Ivan. Tapi tak lama, roh Renata pun pergi menghilang bersamaan dengan Esther yang kembali dari dalam kamar mandi.

Akhirnya mereka berdua melanjutkan permainan surga dunia mereka sampai pagi. Tanpa memperdulikan panggilan telepon yang terus saja berdering.

1
Uthie
Gak sabar terus mantau kelanjutan cerita yg penuh nguras emosi ini 👍👍😆
Uthie
dasar laki Lucknut 😡
gimana kalau nanti karma nya dia juga merasakan sakit yg sama kaya istrinya, kanker prostat 😏😆
Uthie
Nahhh lohhhhh.... 🤨
Uthie
Ada udang di balik batu kah itu 😏😏
Uthie
Ini masih POV ke belakang kan ya???
bukan nya menjalani hidup kali ke 2 Renata seperti harapannya dokter Leon?! 😁😁
Uthie
Yaaa ampun.... miris banget dan ikut sakit bacanya Thor 👍😭
Uthie
dasarnya wanita jahat 😡😤
Uthie
hmmmm... lucknut banget emangnya si Ivan😡😤
Uthie
makaya jangan jadi wanita bodoh dan malah menyakiti diri sendiri 😤
Uthie
istrinya terlalu pasrah dan lemah!
Uthie
suami lucknut 😡
Uthie
Duhhhh... terlalu lemah sihhhh tokoh utamanya 😤😤
Uthie
suami lucknut 😡😡😡😡
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍
Uthie
Ada baiknya hati melihat kebaikan orang lain....
Uthie
Jangan terlalu percaya orang yg tidak pantas di percayai 👍😡
Uthie
Baru baca aja udah nyesek😭
dasar suami lucknut 😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!