NovelToon NovelToon
Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Gelora Hati Seorang Gus Dan Gadis Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa / Kriminal dan Bidadari
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

INSPIRASI DARI BULAN RAMADHAN.

Seorang gus bernama Ali Mahendra adalah putra kiyai kharismatik yang dipersiapkan menjadi penerus pesantren—jatuh cinta pada Nayla Malika seorang gadis yang terjebak dalam dunia Mafia karena masa lalunya yang rumit antara ibunya wanita Indonesia dan sang ayah pria Arab Saudi.

Sang Kiyai yang tahu jika Putra tunggalnya mencintai Nayla, berusaha mencarikan calon istri yang baik---anak dari Kiyai di pesantren lain.

Ning Syifa Maulida seorang anak Kiayai yang akan di nikahkan oleh Gus Ali.

Mampukah Ali dan Nayla bersama dalam perbedaan dunia sosial dan lingkungan. Atau Bagaimana Ali mengatasi masalah ini agar tak kehilangan Nayla

Cinta mereka bukan hanya tentang dua hati, tapi tentang dua dunia yang saling bertolak belakang: sajadah dan senjata, doa dan darah, dzikir dan dendam semuanya menjadi satu dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Siang itu matahari dengan pancaran cahayanya jatuh ke atas rumah kediaman keluarga Suradinata, udara terasa terik dan panas.

Di halaman yang luas berlapis batu marmer dengan design modern, beberapa pria bersenjata berjaga dalam diam, namun tatapannya fokus.

Suasana biasanya tenang tetapi terasa berbeda lebih tegang dan cepat.

Pintu utama Aditya Suradinata melangkah keluar dengan derap langkah, jas hijau emerald melekat di tubuhnya.

Kemeja putih di baliknya tanpa kerut sedikit pun, tak lupa kacamata hitam, rahangnya mengeras.

Dirinya akan segera menemui seseorang, tiba-tiba Raffi melihat Aditya berjalan.

"Pedro," sapanya singkat.

Aditya tak langsung masuk, berhenti sebentar menatap halaman.

"Ah Raffi apa ada perkembangan?" tanyanya tanpa menoleh.

Raffi segera memberikan info mengenai yang terjadi di lapangan, mengenai aparat yang agresif dengan melakukan razia di beberapa titik.

"Dan Nayla?" tanya Aditya kepada gadis yang sudah dianggap sebagai putrinya sendiri.

“Istirahat di kamar. Tapi tetap mantau semua jalur.”

Raffi sekilas menatap bayangan lembut pria yang sudah menjadi tempat berteduh padanya selama ini.

Raffi bersyukur karena jika Pedro Aditya Suradinata tak memungutnya, maka dirinya akan terlantar di jalan.

"Pedro saya siap mengambil emas selundupan dari Kamboja," ujar Raffi.

Aditya menatap sekilas Raffi, lalu menghela napas.

"Tidak sekarang, Nak. Kamu dan Nayla sementara waktu jangan keluar dulu," ucap Aditya menepuk dengan bangga bahu Raffi.

Aditya menepuk dengan bangga bahu Raffi, dan segera menyuruhnya menjaga Nayla.

"Pedro mau kemana? Biarkan saya ikut," pinta Raffi.

"Tak perlu sedikit ada urusan kamu jaga Nayla, Gani, dan Yuka."

"Baik Pedro."

Aditya langsung pergi berlalu setelah mengatakan itu, jujur saja ada seseorang yang harus Aditya temui.

Dirinya tak mau Nayla pergi, karena gadis ini yang tersayang sudah seperti putri baginya---keras, cerdas, dan terlalu nekat di usianya yang muda.

Setelah kepergian Aditya---Raffi masuk menemui Nayla dan Yuka.

Dirinya melangkah masuk ke lorong menuju air mancur, matanya terpejam mengingat masa lalunya.

Masa lalu yang bisa di bilang kelam.

Flashback Masa Lalu Raffi.

"Gua nggak mau anak ini! Gua akan taruh di panti asuhan!" tekad Fera ibu kandung Raffi.

Seorang wanita paruh baya menghentikan tindakan Fera, menahan wanita itu agar tak melakukan hal gila.

"Fer jangan! Istigfar, Nak. Nadim udah mau bertanggung jawab menikahi kamu," ujar sang ibu yang sudah berlinang air mata.

Wanita itu nampak nekad mau membuang anak hasil pemerkos* dengan pria yang dulu membullynya.

"Yaudah yang penting bayi haram ini buang! Aku nggak sudi nerima anak haram!" hina Fera pada bayi---anak yang dilahirkannya sendiri.

Fera menanggung rasa trauma, sakit hati, dan rasa frustasi selama melahirkan bayi---yang akan di beri nama Raffi oleh Nadim pria yang akan dinikahinya.

Tiba-tiba Nadim masuk mendengar semuanya, dirinya segera mendekati Fera.

Bahkan menggelengkan kepala.

"Jika kamu dek, nggak mau rawat anak ini. Biar aku aja," ucap Nadim menggendong bayi itu dengan penuh cinta.

"Halah terserah! yang pasti aku nggak mau punya anak haram apalagi nerima dia!" tunjuk Fera pada anak yang tak bersalah itu.

Nadim---ayah biologis Raffi menggendong bayinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Sementara Fera, tak mau menatap apalagi berdekatan dengan bayi itu---entah karena trauma atau karena dirinya tak sanggup mendengar caci maki orang-orang.

Dan malam itu juga, akad nikah Fera akan diadakan dua hari lagi.

Fera nekad menggendong bayinya diantara guyuran hujan menuju panti asuhan yang agak jauh dari rumahnya.

Sungguh seorang wanita yang tak punya hati, tega sekali membawa bayi yang baru berusia dua bulan di bawah hujan untuk di taruh di panti asuhan.

Tangis bayi itu semakin keras di bawah guyuran hujan.

"Argh nih anak masih kecil nyusahin! Apalagi kalo udah gede! dasar bayi haram!" umpat Fera pada bayi yang baru berusia dua bulan.

Fera naik angkutan umum, lalu membawanya ke panti asuhan.

Bayi itu hanya di berikan selimut tipis dan bedong, "Oek...oek...oek."

Tangisnya di bawah hujan.

Sungguh wanita yang tak punya hati nurani, bayi itu hanya di letakan di bawah lantai.

Lalu pintu panti di ketuk, oleh Fera.

Ibu Panti melihat bayi yang terlantar dengan tulisan.

"Tolong jaga bayi ini," tulis Fera.

Fera tersenyum saat bayi itu di bawa masuk oleh pengurus panti.

Di dalam kamar ibunya Fera menjerit histeris saat bayinya tak ada di kamar, Nadi yang mengetahui hal itu juga panik.

Tapi Fera di malam ini masuk rumah dengan baju basah, melihat putrinya masuk rumah dengan baju yang sudah basah.

"Fera kamu darimana, nak?" tanya sang ibu.

"Lihat anak kamu hilang," lanjutnya.

Fera tertawa hambar dan dengan bangga dirinya sudah mengakui jika anaknya sudah di buang dan di hanyutkan ke kali ciliwung.

"Astagfirullah Fera!" teriak sang ibu dengan refleks menampar wajah putrinya.

"Sungguh kamu ibu yang tak ada hati nurani! Nadim saat tahu kamu berhati kejam tak akan mau menikahi kamu!" tunjuk sang ibu.

"Oh ya silahkan aku juga nggak butuh pria yang suka jajan LC!" maki Fera.

Fera langsung masuk kamar, dan membanting pintu.

Raffi bertemu orang tua kandungnya saat ibu Panti menunjukkan rekaman CCTV Fera yang menaruh bayinya di Panti asuhan dan saat Raffi kembali ke rumah.

Dirinya mendapatkan kekerasan dari sang ibu, bahkan sang ibu mematikan rokok di kulitnya.

Nadim menampar Fera karena perlakuannya, keluarga Raffi kurang Harmonis---hal yang membuat Pedro Aditya mengambilnya sejak usia 8 tahun.

Raffi yang masih berusia 8 tahun di sihir oleh Aditya menjadi kejam, tangguh, dan sangat cerdik.

Saat itu Raffi yang baru berusia 8 tahun di usir oleh Fera yang sedang hamil tujuh bulan, dan karmanya Fera keguguran karena kecelakaan membuatnya tak bisa punya anak lagi.

Raffi yang di bawa Aditya juga enggan kembali ke pelukan orang tua kandungnya, di rumah Suradinata Raffi menemukan kenyamanan.

Bahkan Raffi akan mengabdi seumur hidupnya pada keluarga Suradinata dalam beberapa generasi, lalu akan melayani putra Aditya yang sekolah di Swiss.

*

1
Dayang Rindu
Hay kak, karya baru? 🔥
Dayang Rindu: sama aja, 😁
total 2 replies
Muhammad Isha
iklan buat mu
Putri Sabina: makasih udah mampir Kak
total 1 replies
Muhammad Isha
jangan lupa mampir
knovitriana
cerita yang menarik
knovitriana: iklan buat mu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!