NovelToon NovelToon
Pewaris Tersembunyi

Pewaris Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: JAYDEN AHMAD

LIMA TAHUN IA DI INJAK-INJAK. SATU MALAM IA MEREBUT SEGALANYA.

Rizky Santoso adalah aib. sampah. suami tak berguna yang ditakdirkan untuk hidup di dapur, di bawah kaki istrinya yang kaya raya,
Adelia. selama 5 tahun, hinaan adalah sarapannya dan pengkhianatan adalah makan malamnya.

Ketika Adelia mencampakkannya demi seorang selingkuhan, ia pikir hidup Rizky telah berakhir.

DIA SALAH BESAR.

Di malam tergelapnya, takdir datang menjemput. Dua sosok misterius berjas hitam membawakan sebuah kebenaran yang mengguncang kota: pria yang ia buang adalah PUTRA MAHKOTA dari kerajaan bisnis yang paling berkuasa.

kini, Rizky kembali. Bukan lagi sebagai suami yang tunduk, tapi sebagai raja yang dingin dan tak tersentuh. ia akan duduk di singgasana kekuasaannya dan menyaksikan mereka yang pernah menghinanya...
bertekuk lutut.

Penyesalan Adelia tidak akan ada artinya. Karena dalam permainan takdir ini, sang pewaris telah kembali untuk mengambil apa yang jadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JAYDEN AHMAD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: JATUHNYA SANG RATU SOMBONG

Langkah Adelia terasa berat, seolah setiap ubin di koridor Hadiningrat Tower adalah beban yang menariknya ke bawah. Udara dingin dari pendingin ruangan terasa menusuk, namun tidak sedingin tatapan mata Rizky. Wajahnya pucat pasi, air mata yang tadi ia tahan kini mengalir deras, membasahi pipinya yang tirus. Ia tidak peduli jika ada karyawan Hadiningrat yang melihatnya. Harga dirinya sudah hancur berkeping-keping di hadapan mantan suaminya.

Ia menekan tombol lift, menunggu dengan tidak sabar. Di dalam lift, ia menatap pantulan dirinya di cermin. Wanita yang dulu selalu tampil sempurna, kini terlihat seperti pecundang. Rambutnya sedikit berantakan, riasannya luntur, dan matanya bengkak. Ia tidak mengenali dirinya sendiri.

"Rizky," bisiknya, suaranya penuh kebencian dan penyesalan yang bercampur aduk.

"Bagaimana bisa? Bagaimana bisa dia menjadi seperti itu.

Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa pria yang dulu ia hina, pria yang ia anggap tidak lebih dari seorang pelayan, kini duduk di singgasana kekuasaan, memegang nasibnya di ujung jari. Tawaran akuisisi itu adalah sebuah penghinaan, sebuah pukulan telak yang jauh lebih menyakitkan daripada sekadar kebangkrutan. Itu adalah pengakuan bahwa ia telah kalah. Kalah telak dari pria yang ia buang.

Begitu sampai di lobi, Adelia langsung mencari Bramantyo. Ia melihat asistennya itu sedang menunggu di sudut, wajahnya terlihat cemas.

"Bagaimana, Sayang? Apa yang dikatakan Rizky?" tanya Bramantyo, mencoba meraih tangan Adelia.

Adelia menepisnya. "Jangan sentuh aku! Dia... dia ingin mengambil alih Maheswari Corp.

Bramantyo terkejut. "Mengambil alih?"

Maksudmu akuisisi?"

"Ya! Dia menawarkan untuk membeli proyek apartemen kita di Cilandak dan beberapa aset lainnya. Dengan harga yang pantas, katanya!" Adelia tertawa sinis. "Harga pantas? Itu adalah harga yang akan membuat kita kehilangan segalanya.

"Tapi... tapi itu lebih baik daripada bangkrut, kan?" Bramantyo mencoba berpikir logis. "Setidaknya kita masih punya sesuatu.

Adelia menatap Bramantyo dengan tatapan jijik. "Kau tidak mengerti, Bram! Ini bukan hanya tentang uang! Ini tentang harga diri! Dia ingin melihatku bertekuk lutut! Dia memberiku waktu sampai besok sore. Setelah itu, tawaran ini hangus.

Bramantyo mulai panik. Jika Maheswari Corp diakuisisi, posisinya sebagai asisten Adelia akan hilang. Dan jika perusahaan itu bangkrut, ia tidak akan mendapatkan apa-apa. Ia harus bertindak cepat.

"Kita harus mencari investor lain, Del!" kata Bramantyo. "Pasti ada bank lain yang mau membantu kita.

"Kau pikir aku belum mencoba?" Adelia membentak. "Semua pintu sudah tertutup! Tidak ada yang mau berinvestasi di perusahaan yang sedang diincar Hadiningrat Group! Mereka semua takut pada Rizky.

Adelia kembali ke kantornya, pikirannya kalut. Ia mencoba menghubungi beberapa kenalan lama, para investor dan bankir yang dulu selalu menyambutnya dengan senyum.

Namun, semua teleponnya tidak diangkat, atau ia hanya mendapatkan jawaban dingin bahwa mereka tidak bisa membantu. Nama Hadiningrat Group, dan kini nama Rizky Hadiningrat, telah menjadi tembok raksasa yang tak bisa ia tembus.

Ia duduk di kursinya, menatap tumpukan berkas di mejanya. Laporan keuangan yang menunjukkan kerugian, surat peringatan dari bank, dan proposal proyek yang kini terasa seperti tumpukan kertas tak berguna.

Ia teringat bagaimana Rizky dulu selalu mengurus semua detail ini, memastikan semuanya berjalan lancar. Ia teringat bagaimana Rizky selalu ada di sampingnya, mendukung setiap keputusannya, bahkan ketika keputusan itu salah.

Penyesalan itu datang menghantamnya seperti gelombang tsunami. Bukan penyesalan karena kehilangan uang, melainkan penyesalan karena telah membuang pria yang tulus mencintainya, pria yang selalu ada untuknya. Pria yang kini menjadi musuh terbesarnya.

"Rizky," bisiknya, air mata kembali mengalir. "Aku... aku benar-benar minta maaf.

Namun, permintaan maaf itu terlambat. Terlambat lima tahun.

Sementara itu, di kantornya, Rizky menerima laporan dari Haryo.

"Nyonya Adelia sudah meninggalkan gedung, Tuan Muda," lapor Haryo. "Wajahnya terlihat sangat terpukul.

Rizky mengangguk. "Bagus. Bagaimana dengan Bramantyo?"

"Bramantyo terlihat sangat gelisah, Tuan Muda. Setelah berbicara dengan Nyonya Adelia, ia langsung masuk ke ruangannya dan melakukan beberapa panggilan telepon. Kami menduga ia sedang mencoba mencari jalan keluar sendiri.

"Tentu saja," Rizky menyeringai. "Lintah itu tidak akan tenggelam bersama kapalnya. Terus awasi dia. Saya ingin tahu setiap langkahnya.

"Siap, Tuan Muda," jawab Haryo. "Bagaimana dengan tawaran akuisisi? Apakah kita akan benar-benar mengambil alih Maheswari Corp?"

"Tidak seluruhnya," jawab Rizky. "Kita hanya" akan mengambil aset-aset yang strategis, terutama proyek apartemen di Cilandak itu. Itu adalah lokasi yang sangat menjanjikan, dan dengan sentuhan Hadiningrat, kita bisa mengubahnya menjadi proyek unggulan.

"Dan sisanya?"

"Sisanya biarkan mereka berjuang sendiri, kata Rizky, tatapannya dingin. "Saya ingin mereka merasakan pahitnya kegagalan. Saya ingin mereka tahu bagaimana rasanya kehilangan segalanya.

Rizky kemudian memberikan instruksi lain. "Haryo, saya ingin Anda siapkan tim hukum dan tim keuangan. Besok pagi, kita akan mulai proses due diligence untuk aset-aset Maheswari Corp yang akan kita akuisisi. Pastikan semua berjalan sesuai rencana.

"Siap, Tuan Muda," Haryo mengangguk.

Malam itu, Adelia tidak bisa tidur. Pikirannya terus berputar. Ia mencoba mencari celah, mencari jalan keluar. Tapi semua jalan buntu. Bank-bank menolak. Investor menghilang. Dan waktu terus berjalan.

Ia menatap Bramantyo yang tertidur pulas di sampingnya.

Pria yang dulu ia anggap sebagai penyelamat, kini terlihat begitu lemah dan tidak berdaya. Ia teringat bagaimana Bramantyo selalu memujinya, selalu menyanjungnya. Tapi sekarang, di saat ia membutuhkan dukungan, Bramantyo hanya bisa memberinya kepanikan.

Adelia bangkit dari ranjang. Ia berjalan ke jendela, menatap ke arah kota. Di kejauhan, Hadiningrat Tower menjulang tinggi, seolah mengejeknya. Ia tahu, ia tidak punya pilihan.

Keesokan paginya, Adelia tiba di kantor dengan wajah lelah, namun dengan keputusan yang bulat. Ia memanggil Bramantyo.

"Bram, hubungi Rizky," kata Adelia, suaranya datar. "Aku menerima tawarannya.

Bramantyo terkejut. "Kau yakin, Del? Itu berarti kita akan kehilangan sebagian besar perusahaan kita.

"Aku tidak punya pilihan lain!" Adelia membentak. "Ini lebih baik daripada bangkrut dan kehilangan segalanya! Setidaknya kita masih punya sisa.

Bramantyo mengangguk. Ia segera menghubungi Haryo.

Di kantornya, Rizky menerima telepon dari Haryo.

"Tuan Muda, Nyonya Adelia menerima tawaran kita," lapor Haryo.

Rizky tersenyum tipis. "Bagus. Siapkan tim. Kita akan mulai proses akuisisi hari ini."

"Siap, Tuan Muda," jawab Haryo.

Rizky bersandar di kursinya, menatap ke luar jendela. Ia tidak merasakan euforia kemenangan, hanya sebuah kepuasan yang dalam. Ini bukan akhir, ini adalah awal dari babak baru. Babak di mana ia akan membangun kerajaannya sendiri, dan memastikan bahwa penyesalan Adelia akan menjadi legenda.

Beberapa minggu kemudian, berita tentang akuisisi sebagian aset Maheswari Corp oleh Hadiningrat Group menjadi headline di berbagai media bisnis. Maheswari Corp berhasil diselamatkan dari kebangkrutan, namun dengan harga yang sangat mahal. Mereka kehilangan proyek-proyek unggulan mereka, dan kini hanya menjadi bayangan dari kejayaan masa lalu.

Adelia tetap menjadi CEO Maheswari Corp, namun kekuasaannya telah terkikis. Ia harus bekerja di bawah bayang-bayang Hadiningrat Group, dan setiap keputusannya kini diawasi ketat. Ia melihat bagaimana proyek apartemen di Cilandak yang dulu ia anggap sebagai kegagalan, kini di bawah kendali Rizky, mulai dibangun kembali dengan cepat, menjadi sebuah kompleks hunian mewah yang sangat diminati.

Setiap kali ia melihat berita tentang kesuksesan Rizky, setiap kali ia mendengar namanya disebut sebagai "The New King of Property", penyesalan itu semakin menggerogoti jiwanya. Ia telah membuang berlian demi sebuah batu kerikil. Dan kini, berlian itu bersinar lebih terang dari sebelumnya, sementara ia terperangkap dalam kegelapan penyesalannya sendiri.

Bramantyo, di sisi lain, diam-diam telah menjual semua aset pribadinya dan menghilang. Ia tidak ingin tenggelam bersama kapal yang ia tahu akan karam. Adelia ditinggalkan sendirian, menghadapi konsekuensi dari kesombongan dan pengkhianatannya.

Rizky Hadiningrat, sang pewaris tersembunyi, telah membuktikan dirinya. Ia tidak hanya mengambil kembali apa yang menjadi haknya, tetapi juga membangun sebuah kerajaan yang jauh lebih besar.

Dan penyesalan Adelia, seperti yang ia janjikan, telah menjadi legenda. Sebuah legenda yang akan diceritakan dari generasi ke generasi, tentang bagaimana seorang pria yang diremehkan bangkit dari abu, dan membuat mereka yang pernah menghinanya menyesal tanpa ampun.

1
AHMAD SAEPUDIN
Mohon dukungannya yah warga NOVELTOON 🥰
"jangan lupa share, like, dan komen, maaf kalo ada alur yang berantakan komen aja di kolom komentar ini yahh☺️🙏♥️
Gio Raraawi
suka cerita nya
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙏 seneng banget kakak suka ceritanya, ditunggu terus ya kelanjutannya 😊
total 1 replies
Ngeju Aroma
joss
Ngeju Aroma
💪💪
Ngeju Aroma
semangat kak💪💪
AHMAD SAEPUDIN: Makasih banyak kak 🙌 sering-sering mampir ya, biar makin rame 😁☺️🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!