NovelToon NovelToon
Preman Sengklek Dan CEO Cantik

Preman Sengklek Dan CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Faris Arjunanurhidayat

Apa jadinya kalau mantan preman pasar yang paling ditakuti justru berakhir jadi pengawal pribadi seorang CEO cantik yang super dingin? Alih-alih merasa aman, sang CEO malah dibuat naik darah sekaligus baper tiap hari karena tingkah bodyguard-nya yang sengklek dan nggak masuk akal. Ikuti kisah komedi romantis penuh aksi antara si garang dan si cantik!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Faris Arjunanurhidayat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Markas Rahasia "Bintang Tujuh"

​.. Setelah drama kejar-kejaran yang membuat jantung hampir copot, Genta membawa Clarissa masuk ke sebuah gang sempit yang gelap. Aromanya sangat khas: perpaduan antara asap knalpot dan bau gorengan yang sudah dingin.

​.. "Genta, kita mau ke mana?! Tempat ini bau sekali, apa kamu yakin kita aman di sini?" keluh Clarissa sambil menutupi hidungnya dengan sapu tangan sutra mahalnya.

​.. Genta menoleh sambil cengar-cengir, wajah garangnya saat di rumah sakit tadi sudah lenyap entah ke mana. "Sabar, Mbak Bos. Ini namanya teknik penyamaran tingkat tinggi. Musuh pasti mengira kita sembunyi di hotel mewah, padahal kita bersembunyi di tempat bintang tujuh... alias bikin pusing tujuh keliling!"

​.. Mereka berhenti di depan sebuah warung kopi sederhana yang atap sengnya sudah mulai miring. Di papan kayu depan warung itu tertulis dengan kapur: "Warkop Cak Gentho - Hutang Boleh, Bayar Harus!"

​.. "Ini markas rahasiamu, Genta?! Yang benar saja! Ini lebih mirip gudang kayu daripada tempat perlindungan!" pekik Clarissa kaget melihat bangunan yang hampir roboh itu.

​.. Genta merogoh saku celananya yang sobek dan mengeluarkan kunci karatan. "Halah, Mbak Bos jangan terlalu banyak protes. Biarpun begini, CCTV-nya alami lho. Lihat Ibu-ibu yang pakai daster di sebelah itu? Itu intel paling tajam sedunia. Nyamuk lewat saja dicatat di grup WhatsApp warga!"

​.. Begitu pintu terbuka, udara pengap langsung menyambut mereka. Genta mengambil selembar sarung yang tergantung di paku, lalu menyampirkannya di pundak ala ninja. "Silakan masuk, Mbak Bos. Silakan duduk di 'singgasana' kebesaran ini," ucap Genta sambil menunjuk kursi plastik yang kakinya diganjal batu bata.

​.. Clarissa duduk dengan ragu, takut kursinya tiba-tiba patah. "Genta... luka di dahimu tadi bagaimana? Apa masih sakit?"

​.. Genta langsung memasang wajah memelas seperti kucing kehujanan. "Aduh, iya Mbak Bos... Sakit sekali. Rasanya seperti habis disundul truk tronton bermuatan semen. Tapi demi Mbak Bos, jantung saya copot pun akan saya pasang lagi pakai lem Korea!"

​.. Clarissa mendengus, antara ingin tertawa dan ingin menjewer telinga Genta. "Baru saja tadi kamu terlihat seperti naga sakti yang hebat, sekarang kenapa jadi ubur-ubur konyol lagi begini?"

​.. "Lho, itu namanya profesionalitas, Mbak. Kalau di depan musuh saya harus jadi harimau, tapi kalau di depan Mbak Bos saya cukup jadi kucing oren yang butuh kasih sayang... dan kenaikan gaji tentunya," sahut Genta sambil mengedipkan matanya dengan centil.

​.. Tiba-tiba, keheningan pecah oleh suara nyaring dari perut Clarissa. Kruuukkk... Suasana yang tadi tegang mendadak jadi sangat canggung. Clarissa langsung menunduk malu, wajahnya memerah sampai ke telinga.

​.. Genta tertawa lepas hingga deretan giginya terlihat semua. "Wah, ternyata Mbak Bos CEO kita ini manusia juga ya? Saya kira perutnya isi berlian, ternyata isinya keroncongan juga!"

​.. Genta bergegas ke dapur kecil warkop dan kembali membawa sepiring pisang goreng yang sudah dingin dan sangat keras. "Ini, Mbak. Amunisi tingkat tinggi. Pisang goreng 'beton' buatan Cak Gentho. Gigit satu, kenyangnya sampai minggu depan!"

​.. Clarissa menatap pisang itu dengan tatapan ngeri. "Genta... ini keras sekali. Gigiku bisa rontok kalau makan ini!"

​.. "Dicoba dulu, Mbak. Ini teksturnya memang keras seperti baja, tapi rasanya... luar biasa nikmat! Anggap saja sedang latihan mengunyah biar mental Mbak Bos makin kuat menghadapi musuh!" ucap Genta sambil asyik mengunyah satu pisang goreng dengan suara krak-kruk yang sangat keras.

​.. Clarissa akhirnya menyerah. Ia mencoba menggigit sedikit pisang goreng itu, dan benar saja, suaranya terdengar seperti sedang menggigit kerikil. Krak!

​.. "Genta! Gigiku hampir copot! Ini benar-benar pisang goreng dari zaman batu ya?" gerutu Clarissa sambil memegangi pipinya. Meskipun begitu, ia tetap mengunyahnya karena rasa lapar yang sudah tidak tertahankan.

​.. Genta tertawa sampai tersedak wedang jahenya sendiri. "Hahaha! Itu namanya sensasi, Mbak Bos. Di kantor Mbak Bos mungkin makannya steak yang empuk, tapi di markas Cak Gentho, kita makan yang bikin otot rahang jadi sekuat beton!"

​.. Tiba-tiba, suasana ceria itu lenyap. Terdengar suara ketukan pelan di pintu kayu warkop yang sudah rapuh itu. Tok... tok... tok...

​.. Clarissa langsung mematung. Wajahnya kembali pucat. Ia menatap Genta dengan pandangan ketakutan. "Genta... mereka sudah menemukan kita?" bisiknya hampir tak terdengar.

​.. Genta tidak menjawab dengan kata-kata. Gerakannya berubah seketika menjadi sangat waspada. Ia meletakkan pisang gorengnya, lalu berdiri perlahan tanpa suara sedikit pun.

​.. Ia memberi kode dengan jari di bibirnya agar Clarissa tetap diam. Genta melangkah mendekati pintu sambil memegang sebuah sapu lidi yang ada di dekat pojokan.

​.. "Siapa?" tanya Genta dengan suara rendah yang penuh ancaman. Tangannya sudah bersiap melakukan serangan balik jika yang datang adalah musuh.

​.. "Iki aku, Le... Cak Gentho. Bukakno pintune, aku nggowo kabar penting seko pasar!" suara serak seorang pria tua terdengar dari balik pintu.

​.. Genta mengembuskan napas lega. Ia membuka gemboknya dan seorang pria tua bertopi lusuh masuk dengan wajah penuh keringat. Cak Gentho, pemilik asli warkop ini sekaligus informan rahasia Genta.

​.. "Cak, kok malam-malam begini? Ada apa?" tanya Genta sambil menyilakan pria tua itu duduk.

​.. Cak Gentho melirik ke arah Clarissa yang masih ketakutan, lalu berbisik pada Genta. "Le, seluruh anak buah Tuan Wijaya lagi nyisir area kene. Fotomu karo Nona iki wis disebar nang grup-grup preman pasar. Mereka dijanjikan hadiah satu miliar buat siapa saja yang bisa menangkap kalian!"

​.. Clarissa yang mendengar itu langsung lemas. "Satu miliar? Harga nyawaku hanya dihargai segitu oleh mereka?"

​.. Genta mengepalkan tangannya. "Satu miliar ya? Murah sekali. Sepertinya kita harus memberi tahu mereka kalau harga seorang 'Arjuna' tidak bisa dibeli dengan uang receh seperti itu."

​.. Genta menatap Cak Gentho dengan tatapan yang sulit diartikan. "Satu miliar ya, Cak? Wah, kalau saya tangkap diri saya sendiri terus saya setor ke mereka, kira-kira uangnya cair nggak ya?"

​.. Clarissa langsung menjewer telinga Genta dengan gemas. "Genta! Dalam keadaan begini masih sempat-sempatnya mikir begitu! Nyawa kita di ujung tanduk!"

​.. "Aduh, aduh! Ampun, Mbak Bos! Ini telinga bodyguard, bukan telinga gorengan!" ringis Genta sambil mengusap telinganya yang memerah. "Maksud saya, kalau mereka main kasar, kita main halus saja."

​.. Cak Gentho mengangguk-angguk setuju sambil menyeruput sisa kopi di meja. "Terus piye rencanamu, Le? Anak buah Wijaya itu jumlahnya nggak main-main, lho. Mereka sudah menyebar di ujung gang."

​.. Genta Arjuna bangkit dari duduknya, aura "Sengklek"-nya mendadak berganti menjadi aura pemimpin yang sangat tenang. Ia mengambil sebuah spidol hitam besar dari laci meja Cak Gentho.

​.. "Mbak Bos, saya pinjam daster cadangannya istrinya Cak Gentho ya? Ada di lemari belakang kan, Cak?" tanya Genta sambil menunjuk ke arah ruang kecil di belakang warkop.

​.. Clarissa mengernyitkan dahi. "Daster? Untuk apa?! Kamu mau menyamar jadi ibu-ibu?"

​.. "Bukan saya, Mbak... tapi Mbak Bos!" sahut Genta sambil tertawa kecil. "Mbak Bos harus berubah jadi 'Mbak Lastri', asisten tukang cuci piring Cak Gentho yang lagi sakit gigi. Pakai kerudung kumal dan daster batik ini, saya jamin satu miliar itu nggak akan mengenali Mbak Bos."

​.. "Apa?! Aku pakai baju itu? Genta, aku ini CEO Wijaya Group!" protes Clarissa, meskipun dalam hatinya ia tahu ide Genta ada benarnya.

​.. "Di sini nggak ada CEO, Mbak. Yang ada cuma pelarian yang lapar," jawab Genta tegas. Ia kemudian menoleh ke Cak Gentho. "Cak, siapkan 'bom aroma' andalanmu. Bakar semua terasi dan bawang busuk di depan warung sekarang juga!"

​.. "Siap, Le! Musuh datang, langsung bersin-bersin darah mereka nanti!" Cak Gentho langsung bergerak ke depan warkop, mulai membakar sampah dan bumbu-bumbu dapur yang baunya sangat menyengat.

​.. Sementara itu, Genta mulai mencoret-coret wajahnya sendiri dengan arang dari dapur, membuat kumis palsu yang sangat tebal dan berantakan. Ia mengenakan topi caping yang sudah sobek-sobek.

​.. "Nah, sekarang saya bukan Genta Arjuna, tapi 'Gento Gundul', preman pasar yang lagi jaga warung. Mbak Bos, cepat pakai dasternya!" perintah Genta sambil menahan tawa melihat Clarissa yang terpaksa mengganti pakaian mahalnya.

​.. Tak lama kemudian, suara deru motor yang sangat keras berhenti tepat di depan warkop. Cahaya lampu senter menembus celah-celah dinding kayu yang bolong. "Woi! Buka pintunya! Ada buronan lewat sini nggak?!" teriak sebuah suara parau dari luar.

​.. Genta melirik Clarissa yang kini sudah memakai daster kedodoran dan kerudung yang menutupi wajahnya. Genta mengacungkan jempolnya, lalu perlahan membuka pintu warkop dengan gaya yang sangat songong.

​.. "Woi, pelan-pelan dong kalau ngetuk! Ini warung kopi, bukan sasana tinju!" bentak Genta dengan suara yang dibuat-buat serak dan kasar.

​.. Para preman itu terpaku melihat sosok pria kumisan berantakan yang berdiri di hadapan mereka. Mereka mulai menggeledah setiap sudut warkop dengan kasar, sementara Clarissa hanya bisa menunduk sambil pura-pura sibuk mencuci gelas yang sudah bersih.

​.. Akankah penyamaran konyol Genta dan Clarissa berhasil menipu anak buah Wijaya? Ataukah satu miliar rupiah akan membuat mata para preman itu jadi lebih tajam dari biasanya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!