NovelToon NovelToon
Bayang Rembulan

Bayang Rembulan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:808
Nilai: 5
Nama Author: Fadhil Asyraf

Di tengah kekacauan lima klan bela diri yang saling berebut pengaruh dan rahasia kuno, lahirlah sebuah organisasi bernama bayangan kegelapan. Mereka adalah sekelompok pembunuh bayaran yang dilatih untuk menjadi mesin kematian tanpa emosi, sering kali ditugaskan untuk menghabisi para petinggi klan yang dianggap mengganggu keseimbangan atau menyimpan kekuatan terlarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhil Asyraf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 - TARIAN SEPULUH MONSTER ES

Sepuluh Tentara Mayat Es itu bergerak secara serempak, sebuah koordinasi sempurna yang hanya bisa dicapai oleh makhluk-makhluk tanpa kehendak bebas. Mereka adalah mimpi buruk yang terbuat dari daging, racun, dan hawa dingin. Begitu kaki mereka menyentuh lantai aula, embun beku menyebar dengan cepat, mengubah marmer hitam menjadi medan es yang licin.

Kaelan tidak menunggu mereka menyerang. Ia adalah seorang pembunuh, dan prinsip pertama pembunuh adalah mengambil inisiatif.

"Sutra Rembulan: Jaring Kematian Tak Terlihat!"

Kaelan melompat ke udara, jemarinya bergerak dengan kecepatan yang hampir tidak tertangkap mata. Puluhan benang perak transparan terpasang secara horizontal di depan para monster yang sedang menerjang. Namun, sesuatu yang mengejutkan terjadi.

Monster pertama menabrak benang itu dengan dadanya. Alih-alih terpotong, kulit abu-abunya yang keras hanya tergores sedikit. Mereka memiliki ketahanan fisik yang jauh melampaui Panglima Baros.

"Percuma, Kaelan!" Tuan Besar tertawa dari atas singgasana. "Darahmu telah dikombinasikan dengan alkimia terlarang. Tubuh mereka sekeras baja meteorit!"

Salah satu monster meluncurkan pukulan jarak jauh. Sebuah gumpalan Qi es yang padat melesat ke arah Kaelan. Kaelan memutar tubuhnya di udara, namun monster lainnya sudah menunggu di titik pendaratannya. Sebuah cakar besar yang dipenuhi kuku-kuku hitam tajam mengincar jantungnya.

Kaelan menggunakan belati hitamnya untuk menangkis cakar tersebut.

*Clang!*

Getaran hebat merambat ke lengan Kaelan, membuatnya terlempar mundur beberapa meter. Ia mendarat dengan satu lutut menyentuh lantai, napasnya mulai memberat. Untuk pertama kalinya, ia menghadapi lawan yang memiliki jenis energi yang sama dengannya, namun dengan cadangan kekuatan fisik yang lebih besar.

"Domain Kesunyian: Analisis Aliran," bisik Kaelan.

Ia memejamkan mata selama setengah detik. Dalam pandangan mentalnya, ia melihat sepuluh titik cahaya biru yang berdenyut di dalam dada para monster itu. Itu adalah inti energi mereka—sumber kehidupan buatan yang ditanamkan oleh sekte.

"Jika kulit kalian tidak bisa dipotong, maka aku akan menghancurkan kalian dari dalam."

Kaelan menyimpan belatinya ke pinggang. Ia merentangkan kedua tangannya, dan suhu di dalam aula turun secara drastis hingga napas siapapun yang tersisa di sana berubah menjadi kristal es.

"Teknik Bulan Dingin: Manifestasi Jarum Embun Berbisa."

Ribuan jarum es mikroskopis terbentuk dari uap air di udara. Jarum-jarum ini begitu kecil sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Saat para monster itu merangsek maju lagi, Kaelan mendorong tangannya ke depan.

Gelombang jarum tak kasat mata itu masuk melalui pori-pori kulit dan saluran pernapasan para monster. Begitu berada di dalam, Kaelan menjentikkan jarinya.

*BOOM!*

Qi es di dalam tubuh monster-monster itu dipaksa membeku secara instan oleh jarum-jarum Kaelan. Terjadi reaksi rantai. Tubuh mereka yang tadinya sekeras baja tiba-tiba menjadi rapuh seperti kaca yang didinginkan secara ekstrem.

Kaelan bergerak maju seperti kilat perak. Ia menghantam dada monster terdekat dengan telapak tangannya.

*PRANG!*

Tubuh raksasa itu pecah berkeping-keping menjadi ribuan kristal es yang berserakan. Satu tumbang.

Sembilan monster lainnya meraung, namun Kaelan tidak memberi mereka kesempatan. Ia meluncur di antara kaki-kaki mereka, menghantam sendi-sendi dan titik-titik inti mereka. Setiap sentuhan Kaelan membawa hawa kematian yang menghancurkan struktur seluler mereka dari dalam.

Dalam waktu kurang dari satu menit, aula itu dipenuhi oleh pecahan es abu-abu yang dulu merupakan Tentara Mayat Es. Sepuluh mahakarya Tuan Besar telah hancur sebelum mereka sempat menunjukkan kekuatan penuhnya.

Kaelan berdiri di tengah puing-puing es, menatap Tuan Besar yang kini wajahnya pucat pasi. Rambut putih Kaelan bersinar lebih terang dari sebelumnya, dan aura di sekelilingnya begitu pekat hingga lantai marmer di bawah kakinya mulai retak karena tekanan Qi.

"Percobaanmu gagal," ucap Kaelan dengan suara yang mengguncang aula. "Sekarang, bayar harganya."

Tuan Besar gemetar, tangannya meraih pedang pusaka sekte di samping singgasananya. Ia menyadari bahwa ia tidak lagi menghadapi seorang murid, melainkan dewa kematian yang ia ciptakan sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!