NovelToon NovelToon
Cinta Maraton

Cinta Maraton

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:164
Nilai: 5
Nama Author: Eli Elita Septiyani

menceritakan tentang perjalanan seorang wanita yang mencari cinta sejatinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Elita Septiyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hitam di Atas Putih

"Latifa, nama yang bagus … artinya lemah lembut, anggun, dan manis. Cocok sekali dengan pemiliknya."

Baru akan keluar ke teras, Yogi mengurungkan niatnya saat Dany muncul.

Kenapa lagi Dany pagi-pagi udah di sini.

**

"Dek Ifa," panggil Dany yang baru saja muncul dari belakang Dicky. Sebagai sahabat Yogi, Dany pun tak terlalu menyukai Dicky. Bisa dibilang pria berkulit kuning itu tipe yang pilih-pilih teman, tidak membaur dengan yang lainnya.

Dany memutar langkah, berdiri di dekat Ifa.

"Mas Dany," balas Ifa dengan mimik bertanya. "Mas Yogi ada di dalam."

Pria dengan lesung pipi itu menggeleng pelan. "Enggak, aku nggak nyari dia. Aku nyari Dek Ifa."

Kening Dicky berkerut, cukup aneh baginya melihat cara Dany memandang istrinya Yogi, padahal itu istri sahabatnya.

Apa mungkin Ifa dan Yogi tidak saling cinta, tetapi menikah …?

Senyum di sudut bibir Dicky tersungging, ia sangat yakin yang terjadi adalah seperti yang dipikirkannya.

"Mbak Ifa, saya pulang dulu, ya."

"Iya, Mas. Hmm, Mas Dicky kalau ada apa-apa kabarin, ya."

Senyuman kecil terpasang di wajah kalem Dicky. Dengan langkah santai ia melewati Dany tanpa menyapanya, begitu pula pria yang dilewatinya.

"Kenapa si Dicky di sini, Dek?"

"Kebetulan lewat, trus kena abu sampah ini nih, gara-gara Mas Yogi bkr sampah," sungut Ifa.

"Kok aku?"

Baik Ifa maupun Dany menoleh, ternyata yang jadi topik pembicaraan berada di teras.

Gadis bermata bundar itu diam saja, malas bicara sama Yogi, seperti tidak ada titik temunya. Ia kemudian menoleh kembali ke Dany.

"Mas Dany tadi bilang nyari Ifa, ada apa, Mas?"

Tanpa mempedulikan Yogi, Dany memberikan sebuah bungkusan ke istri sahabatnya. "Buat Dek Ifa."

Bungkusan kecil itu diterima Ifa dengan raut bingung. "Apa ini, Mas?"

"Buka aja," balas Dany, terangkai senyum pula di wajahnya.

Perlahan Ifa mengintip isi di dalam bungkusan itu, giginya yang berderet rapi kemudian muncul disertai rinai tawa kecil. "Ya ampun, Mas Dany, repot-repot."

"Enggak repotlah, ya udah, Dek, aku cabut dulu, ya, mau cari sarapan."

Anggukan kecil ditunjukkan Ifa. "Makasih, ya, Mas Dany."

Sebelum berlalu pergi, Dany menyapa basa-basi ke Yogi dengan melambai saja.

"Dany ngasi apa ke kamu?" tanya pria bermata sedikit sipit itu ke Ifa saat hampir melewatinya.

"Ngasi barang," jawab simpel Ifa.

"Iya, udah tahulah ngasi barang," balas Yogi dengan nada sedikit keras.

Sudah cukup rasanya kesabarannya pagi itu. "Mas Yogi maunya apa sih? Ifa begini salah, begitu salah."

Yogi jadi m4ti ku tu ditantang Ifa. "Aku kan cuman nanya yang dikasi Dany itu apaan."

"Flashdisc, udah puas?"

"Kenapa dia ngasih flashdisc?" tanya balas Yogi.

"Ifa memang butuh buat nyimpen tugas-tugasku, tapi nggak sempat belinya."

"Kan bisa nyuruh aku," ucap Yogi tanpa sadar.

Senyum simpul ditunjukkan Ifa. "Suruh Mas Yogi? Ifa minta baik-baik Mas Yogi buang sampah aja nggak mau, apalagi kalau aku minta tolong beliin flashdisc di kota. Sampai suster ngesot berdiri lagi juga nggak bakalan kali Mas Yogi jalan, udah ah, Mas, Ifa mau mandi."

Sebenarnya ada perasaan bersalah tatkala ia harus ketus ke suaminya tadi, setelah mndi Ifa mendatangi Yogi di kamarnya.

"Kenapa?" tanya Yogi dengan nada tak ramah seraya berpegangan pada kusen pintu kamar.

Ifa berusaha tersenyum. "Maaf, ya, tadi Ifa sudah balas marah ke Mas Yogi. Hmm, Mas Yogi belum sarapan kan? Aku masakkan nasi goreng, ya."

Hati Yogi bukan batu, ia pun tersentuh dengan sikap Ifa yang sangat menghargainya, minta maaf karena kedewasaan bukan karena ada maunya saja.

"Iya," balas Yogi yang mulai melunak.

"Oke, Ifa masak dulu, Mas."

Di dalam kamar saja Yogi menunggu, terkadang terdengar suara-suara dari dapur. Pikirannya melalang buana, biasanya di rumah itu hanya sendirian, kosong, dan kini sejak ada Ifa, mulai terasa berbeda. Hanya saja Yogi belum bisa me ra ba arah perasaannya. Egonya masih besar.

Gaes ini udah TAMAT di aplikasi KBM App ya. Ceritanya emang BIKIN PENASARAN, tanggung kalau nggak dibaca sampai ending.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!