NovelToon NovelToon
Kaisar Keadilan

Kaisar Keadilan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Perperangan / Fantasi
Popularitas:409
Nilai: 5
Nama Author: Ahmad Rio

menceritakan tentang kekaisaran yang berjaya serta sangat gila kuasa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

membentuk aliansi

Keesokan harinya rombongan pasukan barvatia segera menuju wilayah Republik Lingardia dengan menggunakan kapal perang modern mereka segera berlayar, di perjalanan mereka menikmati indahnya lautan serta melihat lumba lumba berenang, Berjam jam di atas kapal hingga akhirnya mereka tiba di wilayah Lingardia mereka melewati wilayah hutan hutan milik kekaisaran numeria dengan jalur peta yang sudah di kasih oleh para kaum republikan mereka akhirnya bisa sampai menyusup memasuki wilayah numeria, setibanya di benteng perbatasan Lingardia dan numeria para pasukan Lingardia menyambut mereka serta membukakan benteng mereka agar para pasukan barvatia bisa masuk, para pasukan barvatia mulai di sambut, setelah itu di tempat lain para pasukan republikan mulai menyerang kekaisaran numeria mereka mulai menyerang bersama dengan para pasukan barvatia dari lautan mereka mulai menyerang gelombang serangan pertama di lakukan oleh para raksasa.

Para raksasa membuat tsunami besar hingga menenggelamkan kota kota dan pelabuhan di sekitar numeria hingga membuat masyarakat banyak yang tewas serta minimnya penjagaan dari para pasukan numeria, para pasukan raksasa mulai memasuki daratan numeria mereka mulai menyerang hingga menghancurkan bangunan masyarakat, para raksasa menghancurkan segalanya dan mulai mengaum raksasa berukuran 80 meter mulai mengambil reruntuhan bangunan, masyarakat di wilayah yang agak jauh dari lautan mereka mulai terkena banyak cipratan air mereka merasa ketakutan akan banjir akan tetapi, tiba tiba serpihan bangunan besar mulai terbang kearah mereka menimbun masyarakat yang sedang berkumpul serta meruntuhkan bangunan, masyarakat mulai terdiam melihat banyak korban berjatuhan, kepanikan melanda ketika mereka mulai melihat para pasukan raksasa mereka terkejut, lalu mereka mulai melarikan diri para raksasa mulai berlari mengejar masyarakat terinjak injak raungan mereka mulai membuat masyarakat semakin histeris, beberapa orang merasa ketakutan hingga mereka banyak yang melarikan diri namun hal itu tidak bisa mereka lakukan karena para raksasa melempari mereka dengan reruntuhan bangunan hingga semua akses jalan di tutup para raksasa berukuran 10 meter mulai memakan masyarakat hidup hidup banyak dari mereka yang termakan hingga tubuh mereka hancur di kunyah, para pasukan penjaga kota mulai menyadari bahaya mereka nekat melawan akan tetapi karena kalah jumlah mereka hanya bisa evakuasi warga yang terluka dan masih hidup, para raksasa mulai menyerang pasukan pasukan tersebut, para pasukan numeria melawan sebisanya mereka menembakan senjata api mereka akan tetapi para raksasa tidak terpengaruh dengan serangan itu, para raksasa mulai meremukan semua pasukan numeria hingga suara tersebut terdengar di sekitaran kota, masyarakat yang melihatnya mereka tidak percaya akan hal tersebut mereka mulai melarikan diri untuk menghindar dari kekejaman para raksasa, para pasukan numeria mulai berdatangan mereka menggunakan meriam untuk melawan para raksasa tersebut mulai merasakan panasnya peluru meriam, mereka mulai berlari dan menerjang semua meriam beberapa raksasa memedang meriam hingga terjadi ledakan teriakannya terdengar hingga membuat gendang telinga pecah, para pasukan numeria banyak yang tewas akibat para raksasa yang semakin agresif mereka mulai memakan para pasukan numeria hidup hidup mereka juga melemparkan jasad jasad manusia yang sudah mati.

Di perbatasan numeria dengan perbatasan Lingardia para pasukan barvatia, mulai menyerang dengan menggunakan pasukan berkuda yang di lengkapi dengan senjata api mereka segera merangsek maju menuju wilayah numeria mereka melewati pasar, para pedagang yang melihatnya mereka segera melarikan diri meninggalkan barang barang mereka, mereka takut kalau mereka akan di serang para pasukan nordonia dan Lingardia dengan mudah bisa masuk tanpa halangan pasukan pasukan segera mengamankan wilayah sekitar, beberapa dari mereka mulai masuk melewati perkotaan pada saat di perkotaan di beberapa gerai para pasukan numeria sedang asik bersantai beberapa dalam kondisi mabuk dengan mudahnya para pasukan barvatia dan Lingardia segera melumpuhkan mereka, para pasukan tersebut sudah lengah karena keasikan berpesta, para pasukan aliansi barvatia Lingardia segera mulai semakin masuk untuk menguasai kota kota lainnya mereka mulai mendapatkan perlawanan dari masyarakat, melihat hal tersebut para pasukan mulai menembaki masyarakat satu persatu tidak lama setelah itu para pasukan numeria segera ingin menuju pasar, akan tetapi mereka terkejut pada saat berjalan menuju pasar mereka melihat pasukan asing di perkotaan mereka, hingga akhirnya terjadilah baku tembak pasukan numeria segera menembaki para pasukan Lingardia barvatia, mereka mulai melawan serta menembaki para pasukan tersebut, para pasukan barvatia yang memasang meriam di pasar mulai menggunakan senjata meriam mereka menghancurkan bangunan kota kota numeria, para pasukan numeria tidak berkutik karena serangan tersebut hingga akhirnya mereka mulai bersembunyi di setiap bangunan sambil mengisi ulang peluru mereka, pada saat pasukan barvatia mulai kehabisan peluru pada saat itulah pasukan numeria mulai menembaki pasukan barvatia, banyak korban berjatuhan dari kedua belah pihak, para pasukan barvatia mulai menggunakan senapan gatling dengan dua roda mereka menghujani para pasukan numeria dengan hujan peluru, para pasukan numeria tetap bertahan dengan bersembunyi di balik bangunan bangunan, para pasukan barvatia mulai merangsek maju mereka dengan cepat segera masuk untuk segera memburu para pasukan numeria, akan tetapi pasukan numeria menolak menyerah mereka tetap menembakan senjata mereka pada saat pasukan barvatia mulai merangsek masuk, karena memakan banyak korban para pasukan barvatia enggan untuk masuk menembak, mereka meletakkan tumpukan dinamit di sudut sudut bangunan lalu menyalakannya, terjadilah ledakan besar hingga membuat para pasukan numeria tewas akibat ledakan, banyak dari mereka yang mati gosong para pasukan numeria mulai membalas mereka mulai menyerang dengan pasukan berkuda menggunakan pedang, dengan cepat menebas para pasukan barvatia satu persatu, para pasukan barvatia mulai bertumbangan, mereka banyak yang terluka akibat serangan tersebut, para pasukan Lingardia mulai menyapu bersih mereka semua dengan menembakan senapan gatling gun dengan dua roda menghujani para pasukan numeria dengan peluru hingga membuat mereka mundur, masyarakat numeria mulai menjadi korban mereka di tembaki oleh para pasukan Lingardia karena nekat membantu pasukan numeria, masyarakat numeria mulai berang dengan hal tersebut mereka mulai membantu para pasukan mereka sendiri, dengan cara melempari batu kearah para pasukan barvatia dan Lingardia, para pasukan numeria mulai berdatangan mereka menggunakan meriam untuk mengusir Lingardia dan barvatia, para pasukan barvatia yang berposisi tanpa perlindungan sedikitpun mereka mulai terkena ledakan, tubuh tubuh mereka hancur para pasukan barvatia banyak yang kocar kacir mundur perlahan, akan tetapi para pasukan numeria mulai maju dengan persediaan senjata baru mereka mulai mengisi senjata api mereka, mereka mulai membentuk formasi menyerang menembakan senjata mereka ke arah para pasukan barvatia para pasukan barvatia mulai kewalahan karena serangan numeria serta tidak ada perlindungan sedangkan numeria mereka bersembunyi di balik reruntuhan kota.

1
anggita
like iklan👍☝
Im Im: mampir dulu ke cerita saya dulu yuk mampir dulu ada kisah romansa sang istri dan satunya kumpulan cerita pendek
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!