100.000 tahun yang lalu, dunia ini telah ditaklukkan oleh sebuah sekte bernama Sekte Sang Raja! Pemimpinnya dijuluki Huang atau Sang Penjaga. Huang telah menjelajahi dunia dan menciptakan legendanya sendiri.
Hingga suatu saat ia pergi dari dunia untuk menjelajahi dunia lain. Sebelum kepergiannya, ia mewariskan posisinya kepada para muridnya yang ia pilih. Selama 10.000 setelah kepergiannya, dunia masih baik-baik saja.
Hingga pada tahun 10.001 setelah kepergiannya, portal raksasa terbuka diberbagai penjuru dunia, makhluk-makhluk aneh dan menyeramkan keluar dari portal itu, membunuh dan membantai apapun yang mereka lihat. Orang-orang menyebutnya, RAS IBLIS!
Sejak saat itu, dunia yang dulunya damai dan tentram, kini kembali kedalam kekacauan, demi melindungi dunia sekte Sang Raja jatuh hingga titik terendah dan memaksanya untuk menutup diri. Kini 90.000 tahun lagi telah berlalu, dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh ras iblis.
Huang kembali, tapi orang sudah hampir lupa dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdullah Perwira Ginting, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 09 Seorang Pemuda Dari Sekte Sang Raja"
Berita tentang Sekte Sang Raja telah turun gunung dan menerima calon murid baru mulai tersebar keseluruh penjuru. Han Li yang sedang berada di sebuah kota besar bernama Xianchen, kini tengah melakukan perekrutan di alun-alun kota.
Awalnya semua berjalan baik-baik saja dan lancar, tapi semuanya berubah menjadi tegang ketika tuan penguasa kota datang bersama beberapa keluarga berpengaruh lainnya.
"Hahaha...lelucon macam apa ini? Sekte yang selama ini bersembunyi dan ketakutan seperti semut, sekarang sudah keluar dan merekrut murid baru?"
Tuan kota yang bernama Chen Shan terang-terangan mengejek. Han Li langsung pasang badan dan membalas,
"Tuan kota, apa maksud anda menghina Sekte Sang Raja terang-terangan?"
Tuan kota itu menyunggingkan senyuman sinis, "Apakah masih kurang jelas? Maksudku, sekte Sang Raja dulunya memang kuat dan berkuasa, tapi sekarang telah sangat lemah. Bahkan selama 100.000 tahun bersembunyi, sekte yang dijuluki Sang Penjaga ini bukankah hanya pecundang?"
Wajah Han Li berubah muram, "Chen Shan, kau telah menghina terlalu dalam. Apakah kau tidak memikirkan jika Sekte Sang Raja akan bertindak?"
"Bertindak? Sekte yang hanya tahu mengangungkan nama leluhurnya dan bersembunyi dibalik namanya juga berani mengancamku seorang tuan kota?"
Seseorang dari keluarga Xiao pun menimpali, "Leluhur kalian memang luar biasa, wajar saja kalian mengagungkannya. Tapi kalian sendiri punya apa?"
Keluarga Ling pun menambahkan, "Benar. Setelah dunia hampir seluruhnya dikuasai iblis, dan kalian baru keluar sekarang. Apakah kalian punya urat malu?"
Han Li mengepalkan tangannya erat, situasi yang tadinya hangat dan orang-orang menyanjung kini berubah pikiran dan berbalik ikut menghina. Karena menurut mereka perkataan tuan kota dan kedua keluarga besar itu ada benarnya.
Sekte yang dijuluki sebagai Sang Penjaga ini seharusnya sesuai dengan namanya, melindungi dunia ini dari serangan dunia luar. Tapi apa yang mereka lakukan? Sekte Sang Raja malah menutup diri dan menolak membantu, akibatnya jutaan manusia harus mati, banyak orang kehilangan keluarganya dan bahkan dunia hampir sepenuhnya dikuasai oleh iblis. Setelah seratus ribu tahun baru keluar dan menunjukkan diri?
Inilah yang membuat mereka marah dan benci pada Sekte Sang Raja! Bagi mereka Sekte Sang Raja hanyalah aib bagi dunia ini!
Han Li sudah tidak tahan dan hendak membalas, tapi di dahului oleh seorang pemuda yang dipanggil Huang dari portal sebelumnya.
"Sudah puas bicara?" Ucapnya dingin dengan wajah menggelap.
Han Li menoleh, dari tadi orang ini hanya diam dan baru bicara setelah tuan kota dan dua keluarga besar menghina mereka. Sepertinya dia marah karena Sekte yang dibangun oleh tuannya dengan susah payah dihina.
Orang itu berjalan perlahan kedepan, menaiki sebuah panggung arena.
"Bagaimana kalau kita buktikan dengan kekuatan? Jika kalian bertiga bisa mengalahkan ku, kami akan pergi dari sini. Tapi jika sebaliknya, aku ingin kepala kalian untuk dipersembahkan!" Ucapnya penuh tekanan dan seringai kejam.
Tuan kota dan dua temannya itu seketika tertawa, "Hahaha..."
"Kamu anak bau kencur, juga berhak mengajukan tantangan?"
"Aku tidak mau dibilang sombong karena menindas seorang anak dibawah umur."
"Anak yang tidak tahu diri."
""Hahahaha...""
Ketiga orang itu mencibir secara bergantian. Tapi....
Wosh!!
Bang!!
Ketiga orang itu tiba-tiba terpental bersamaan tanpa tahu apa penyebabnya.
"Apakah sekarang aku punya kualifikasi untuk mengajukan tantangan?"
Seorang pemuda terlihat berdiri ditempat tuan kota dan kedua temannya dengan tinju tergantung didepan. Orang-orang langsung diam dengan mata terbelalak.
Tuan kota merasa malu dan sangat marah karena seorang pemuda berhasil melukainya. "Bajingan sialan! beraninya kamu menyerang diam-diam!"
Tuan kota segera mengerahkan kekuatannya dan melesat kedepan sembari mengayunkan tinjunya.
Pemuda itu tersenyum merendahkan, "Aku anggap tuan kota sudah menerima tantangan ku."
Bam!!
Pemuda itu menahan tinju tuan kota dengan satu tangan. Tuan kota mendelik tidak percaya.
"Aku sarankan kalian bertiga maju bersamaan."
Ucap pemuda itu dan menghempaskan tuan kota kembali kebelakang. Tuan kota terhuyung dan ditangkap oleh kedua temannya.
"Bocah ini kuat, ayo serang bersama!" Ucap tuan kota.
Kedua temannya itu mengangguk dan mulai menyerang bersamaan.
"Bocah sombong terima kematianmu!"
Orang dari keluarga Xiao itu melesatkan tombaknya kedepan, disisi oleh orang keluarga Ling dibelakangnya dan tuan kota dibelakangnya lagi.
"Begini baru benar.."
Pemuda itu menangkap ujung tombak Xiao dengan mudah, lalu dilemparkan menjauh. Ling menyerang dengan pedang yang dihunuskan dari atas, pemuda itu bergeser sedikit kesamping dan menghindar, lalu memukul punggung Ling dengan sikunya ketanah, membuat Ling merasa ada yang patah dipunggungnya, tapi dengan cepat pemuda itu menendangnya dengan kejam menjauh.
Anak panah tuan kota muncul tepat didepan wajah pemuda itu, tuan kota tersenyum berpikir pemuda itu pasti akan mati. Tapi yang selanjutnya terjadi adalah pemuda itu menangkap anak panah tuan kota dengan dua jari lalu mematahkannya.
"Kalian harus berlatih lagi, kombinasi serangan kalian mudah dibaca!"
Pemuda itu menghilang dan muncul lagi dalam sekejap dihadapan tuan kota yang mendelik terkejut. Namun pemuda itu langsung menangkap wajahnya dan membantingnya ketanah dengan keras.
Baam!!
"Uaahkkk!!"
Tidak berhenti disana, pemuda itu mengangkatnya dan melemparnya ketengah arena. Terlihat tuan kota sudah tidak berdaya, tenaga pemuda itu benar-benar sangat kuat!
"Serahkan nyawamu bocah!!" Orang dari keluarga Xiao itu mengerahkan kekuatan penuhnya, siluet tombak spiritual yang besar menyerang pemuda itu yang baru saja berbalik.
Pemuda itu tidak gentar sama sekali, ia melirik kearah lain, disana orang keluarga Ling juga mengeluarkan jurusnya.
"Sepuluh ribu pedang menghancurkan bumi!" Teriaknya.
Pemuda itu menghela nafas, dari sisi kiri ada tombak, dari kanan ada pedang.
"Sudah cukup!!"
Pemida itu menggenggam dua serangan itu dan meremasnya hingga hancur seketika.
Semua orang terkejut hampir mati. Yang barusan adalah serangan terkuat dari dua orang terkuat yang ada diranah Tahap Jiwa bintang 4, tapi dihancur dengan mudah olehnya!
"Kalian terlalu lemah!"
Pemuda itu kemudian bergumam pelan, 'Tehnik angin kekacauan!"
Serangan tak kasat mata menyerang kedua orang itu dan menebasnya hingga tangan dan kaki mereka terputus! Kedua orang dari keluarga besar itu langsung menjerit kesakitan, darah segar dan hangat berceceran ditanah.
"Aaarrrgghh"
Pemuda itu menghampiri keduanya secara bergantian dan mengumpulkannya ditengah arena.
"S-siapa sebenarnya kau bocah, bagaimana kau bisa sekuat itu."
Tuan kota yang masih tidak percaya mereka bertiga dikalahkan oleh seorang pemuda dari sekte Sang Raja, bertanya sambil menahan rasa sakitnya.
"Bukankah sudah jelas? Aku adalah seorang murid dari Sekte Sang Raja yang telah kalian hina!" Pemuda itu dengan sengaja mengeraskan suaranya.
Orang-orang mendengar itu langsung berbisik-bisik, ada yang kagum, namun tidak sedikit juga yang masih ragu.
Pemuda itu kembali kesisi Han Li yang dari tadi hanya menonton saja.
"Lakukan bagianmu tuan Han Li." Ucapnya sambil memegang pundaknya.
Han Li mengerti apa maksudnya, jadi dia mengangguk dan maju kedepan dengan tatapan tajam.
.........