sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kansszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
Hari ini. Kawasan Kowloon Hong Kong
Jamuan makan malam bersama Master Dragon sudah hampir selesai, tamu-tamu di meja makan sedang santai bercakap-cakap, sesekali tertawa.
Aku menghabiskan air putih di gelas sekali teguk. Saatnya menyampaikan maksud dan tujuanku. Saatnya berhenti berbasa-basi dengan tamu-tamu lainnya. Aku meletakkan gelas, lantas dengan suara tenang Aku memotong semua percakapan.
"izinkan aku bicara tentang pekerjaan, master dragon"
11 perwakilan keluarga menoleh padaku . Tawa 1-2 orang terhenti
Dragon yang duduk di sebelahku menatapku .
"dengan segala hormat , Aku sungguh minta maaf perayaan ulang tahun Master Dragon harus terpotong sebentar oleh urusan sederhana . Tapi aku tidak punya pilihan . Jadi Izinkan aku bicara ." aku menatap sekeliling dengan tenang .
"keluarga Lin di Makau , 6 bulan terakhir menolak melakukan pertemuan dengan kami , menolak seluruh pembicaraan . Namun malam ini , dengan terpaksa aku meminjam jamuan ini disaksikan keluarga lain dan master Dragon , masalah kami dengan mereka diselesaikan"
Wajah orang di seberang mejaku merah padam . Sejak tadi dia sudah tidak suka dengan kehadiranku , terlihat dari wajahnya yang tidak bersahabat . Adalah putra tertua keluarga Lin dari Makau , usianya 45 tahun .
"Ayolah , Kenzy, Kau tidak perlu membahas pekerjaan di meja ini" perwakilan kepala keluarga Vietnam memotong .
Aku menggeleng tegas . Aku harus membahasnya .
"Mereka mencuri teknologi pemindai yang telah kami kembangkan 5 tahun terakhir di laboratorium Makau . Mereka pencuri yang pengecut" ucapku dingin
"kami tidak mencurinya , b******* , Kami membelinya dari Profesor riset tersebut . Puluhan juta dolar" putra tertua keluarga Lin berteriak demi mendengar kalimatku .
Aku menyeringai tipis , "Oh ya ? Apakah menculik anak istri Profesor tersebut juga harga yang kalian bayar ? Puluhan juta dolar ? Omong kosong . Kami yang menghabiskan jutaan dolar untuk lembaga itu , Membantu biaya riset mereka bertahun-tahun . Seluruh laboratorium itu milik kami dan saat penelitian itu rampung , lalu kalian mencurinya begitu saja tanpa rasa hormat ."
"masalah ini sebaiknya dibicarakan setelah jamuan makan . Ini pesta ulang tahun besar Master Dragon , tidak pantas kita bertengkar ." salah satu perwakilan keluarga lain berusaha menengahi , menahan Putra sulung keluarga Lin yang hampir berdiri .
"tidak apa . Aku ingin mengetahuinya ." Master Dragon menggeleng , tangannya terangkat , "lagi pula kita telah selesai . Apa sebenarnya pemindai itu ? Kenapa dua keluarga memperebutkannya ?"
"itu teknologi paling depan di dunia medis" aku menjelaskan , "teknologi itu bermanfaat untuk memindai tubuh hingga ke bagian terkecilnya , yang secara instan bisa memberitahu status kesehatan pasien . Alat diagnosis paling canggih . Harganya Tidak Ternilai . Tidak memperebutkannya Master Dragon , anda itu milik kami . Mereka mencurinya . Pencuri rendahan"
"berani-beraninya kau menyebut kami pencuri hah!" Putra sulung keluarga Lin berdiri dari kursinya , kali ini tidak ada yang bisa menahan tubuhnya . Tangannya teracung balas menghina
"kalianlah keluarga rendahan , yang memanfaatkan orang lain , termasuk memanfaatkan jamuan makan ini untuk menyerang keluarga Lin"
"duduk! Semua duduk" master dragon berkata dingin.
Suasana di ruangan itu terasa sekali pengap oleh ketegangan - makan malam akrab beberapa menit lalu menguap begitu saja . Hanya karena semua orang menghormati Master Dragon , mereka masih menahan diri untuk tidak ikut mulai berteriak . Biasanya mereka malah mencabut senjatanya , mulai menembak siapa pun.
Aku tahu , tidak hanya keluarga Lin yang menginginkan teknologi itu , keluarga lain juga ada di balik pencurian tersebut . Satu atau dua di antara mereka pasti bersetongkol dengan keluarga Lin . Itulah kenapa aku membutuhkan Master Dragon , agar Master tersebut bersikap Netral , tidak memihak siapapun . Separuh dari kepala keluarga di meja makan Sebenarnya masih kerabat dengan Master Dragon .
"Apa yang kau inginkan dengan merusak jamuan makan malamku , Kenzy ?" master dragon bertanya. tatapannya tajam . Aku bisa merasakan Aura mengerikan miliknya .
Tapi aku tidak takut .
Aku balas menatapnya tajam "pemindai itu milik kami Master . Hingga kapanpun itu milik kami . Jika keluarga lin menolak mengembalikannya baik-baik kami akan mengambilnya dengan paksa . Itu bisa memicu perang antar keluarga di Asia Pasifik , ku tahu .
tapi kami tidak punya pilihan . Mereka sengaja mencuri pemindai itu saat tauke sakit . Mereka pikir , kami akan mengalah , karena kami juga akan menghadapi masalah internal di negara kami , menghadapi keluarga-keluarga lain di sana yang berusaha merebut kekuasaan . Tapi kami tidak selemah itu . Merekalah yang pengecut . Mereka menolak pembicaraan menolak bertemu secara hormat bahkan malam ini lin tidak datang . Dia menyuruh anaknya untuk hadir . Dia mengira tauke akan datang , dia takut bertemu dengan tauke."
"Apa kau bilang ? Kami takut kepada kalian ? Kau menghina ayahku ."
"aku tidak menghinanya . Dialah yang menghina dirinya sendiri . Di mana dia sekarang ? Duduk bersembunyi di dalam benteng gedung Kasino puluhan lantai ? Gedung yang dia pikir bisa melindunginya dari serangan ? Omong kosong , tidak ada tempat yang aman dari kami sekali kami memutuskan penyerang ."
"cukup, Kenzy. Cukup. aku sudah mendengar masalahnya" master dragon mengangkat tangan.
meja makan kembali lengang. Semua orang menunggu pendapat master dragon atas situasi ini.
Master dragon menangkupkan tangannya. Pemimpin klan berusia delapan puluh tahun itu menoleh ke putra sulung keluarga Lin, "apakah kalian mencuri pemindai itu?"
"tentu saja tidak, master dragon. Kami membelinya"
"apakah kalian menculik anak dan istri profesor penemu pemindai itu?"
Kali ini putra sulung keluarga Lin terdiam. Wajah merah padamnya mengeras.
"jawab pertanyaan ku. Iya atau tidak?" suara master dragon terdengar tajam, "jangan mencoba coba berbohong, karena mata mataku ada di mana mana. Aku hanya butuh lima belas menit untuk mengkonfirmasi kebenarannya."
Putra sulung keluarga Lin mengangguk pelan.
Aku tersenyum tipis.
"baik!" master dragon memukul meja, menyuruh yang lain memperhatikan penuh.
"jika demikian yang dikatakan Kenzy adalah kebenaran. Makan, masalah ini adalah antara keluarga Thong dan keluarga Lin. aku memutuskan agar mereka berdua menyelesaikannya tanpa melibatkan siapa pun. Jika ada satu keluarga pun yang mendukung pihak bertikai, itu berarti berhadapan denganku. keputusan ini adalah final"
Aku mengangguk senang. Itulah keputusan yang aku harapkan. aku tidak berharap master dragon akan meminta pemindai itu dikembalikan, karena saling mencuri antara keluarga sebenarnya lumrah saja-yang membuatnya berbeda, seberapa penting benda yang dicuri. Master dragon telah mengunci ruang lingkup masalah, dan itu lebih dari cukup. Putra sulung keluarga Lin terlihat sebaliknya. Dia hendak berseru tidak terima, juga beberapa perwakilan keluarga lain yang ada di pihaknya.
Master dragon lebih dulu berdiri, "terima kasih telah hadir di jamuan makan malam ini. Semoga kesejahteraan selalu bersama kalian."
Itu berarti kami diminta segera pergi, diusir secara halus. putra sulung keluarga Lin menatapku marah saat berjalan keluar, penuh ancaman dan kebencian. aku balas menatapnya tanpa ekspresi.
Itulah spesialis ku, penyelesaian konflik tingkat tinggi.