seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. Peringatan Bahaya Dari Sistem
Yeti terdiam tidak tahu hendak menjawab apa, bahkan Putri nya sendiri sudah tidak percaya dengan kebohongan nya, selama ini Yeti menyembunyikan sifat buruk suami nya dari putri mereka agar putri nya tetap menghargai ayah nya, namun siapa sangka ternyata gadis itu mulai mengerti.
“Aku benci sama ayah, aku gak punya ayah seperti itu lagi,” ucap nya dengan wajah kesal.
Yeti yang mendengar itu menjadi sedih bukan main, hati nya seolah tak tega mendengar kalimat itu keluar dari mulut putri nya. “Jangan gitu sayang.. Gimana pun juga ayah kamu, yang selama ini ngasih kita makan.”
tapi Ziyan hanya menutupi telinga nya, tidak mau mendengar apa yang di ucapkan oleh ibu nya. “Pokok nya aku gak mau dengar mamah ngomong apapun, selama ini Ziyan juga tahu mah, ayah sering pukul mamah kan.”
“Da-dari mana kamu tahu itu sayang,” Yeti menatap dengan mata sembab.
Namun Ziyan hanya diam sambil berpikir, ia sering mendengar perdebatan ayah dan mamah nya, saat dia pura-pura tidur. “Jangan-jangan setiap malam kamu cuman pura-pura tidur.”
Ziyan mengangguk pelan lalu memeluk mamah nya, jujur sebagi seorang gadis yang sangat memiliki hati sensitif Ziyan merasa dendam dan marah besar kepada ayah nya.
Walau ia tak bisa melakukan apapun, tapi Ziyan ikhlas jika ada orang yang membunuh ayah nya itu, karena menurut nya selama Ziyan ada tidak pernah menerima perlukan baik jangankan dirinya, ibu nya sendiri selalu di perlakukan seperti hewan.
“Hiks..! Sayang mamah harap kamu selalu bahagia, itu sudah cukup! sudah kamu tidur, ini udah malem,” suruh Yeti meletakkan mangkuk bubur yang sudah habis, laku menyelimuti putri nya.
~
Pagi datang membawa cahaya baru embun pagi masih terlihat basah, dedaunan yang layu di tempa oleh angin pagi, suara jangkrik dan hewan lain nya membuat pagi menjadi syahdu.
Di rumah Yuda pemuda itu baru saja terbangun dari tidur nya karena mendengar suara dari arah kamar mandi.
“Hoamm!! Apakah sudah pagi..” mengucek-ucek mata nya Yuda bangun, lalu menatap layar hologram yang langsung muncul begitu ia bangun.
“Selamat pagi Tuan, bagaimana keadaan tidur tuan malam ini di zaman kuno?”
“lumayan nyenyak daripada tidur di kolong jembatan, apalagi aku di temani oleh gadis cantik,” gumam Yuda membayangkan wajah istri kecil nya.
“Baik itu bagus, Tapi ada peringatan bahaya untuk tuan hari ini, harap tuan berhati-hati dalam melakukan sesuatu.”
Deghh.!!
“peringatan bahaya? Maksud nya hari ini ada yang mau berbuat jahat pada ku,” pikir Yuda sambil melamun ia tak sadar kalau pintu kamar mandi sudah terbuka dan memperlihatkan sosok wanita keluar dengan pakaian tipis ada bekas sobekan di bagian belakang.
“Mas!! Kamu mau mandi dulu?”
Yuda diam, fokus dalam lamunan nya, tidak sadar kalau Leni sudah ada di hadapan nya. “Hey, mas kamu kenapa?” tegur Leni sekali lagi.
“eh!!, iya..” namun Yuda kembali diam sata melihat tubuh istri nya yang molek seperti durian baru di belah walau harum nya sedikit menggangu bagi sebagian orang namun tetap terlihat menggoda.
“Kok, handuk kamu banyak sobekan nya,” ujar Yuda sambil menyentuh bagian yang sobek tapi hal itu sukses membuat Leni sedikit merinding karena kembali merasakan sentuhan suami nya.
“Terakhir kamu yang beli bekas, ini masih bagus, lagi pula kita gak ada uang untuk membeli nya lagi,” jawab Leni melangkah mundur sedikit malu pada suami nya.
“Huh..! Pagi ini aku mau ke kota beli barang, kamu tunggu di rumah jangan kemana-mana tanpa izin dari ku.”
Leni mengangguk, lagi pula hendak kemana ia paling hanya diam di rumah sambil menunggu suami nya pulang menyelesaikan urusan nya. “Mengerti mas, kalau gitu kamu mandi dulu, biar pagi ini aku bikin sarapan,” ujar Leni mendorong tubuh Yuda untuk masuk ke kamar mandi sederhana yang ada di rumah kayu itu.
Leni langsung mengganti pakaiannya, lalu berjalan ke arah dapur untuk membuat sarapan meski bingung harus masak apa, tapi Leni ingat suami nya sekarang sudah punya beras putih.
Leni memutuskan untuk membuat bubur spesial untuk sarapan pagi ini. “Oke tinggal tunggu bubur nya matang.”
sambil menunggu bubur matang Leni mengambil kayu bakar untuk menambah api.
Selang beberapa saat bubur sudah matang dan Yuda sudah siap dengan pakaian sederhana dan membawa tas kecil untuk menjadi wadah.
“Biar aku bantu kamu,” ujar Yuda membantu istri nya membawa mangkuk yang berisi Bu ur yang sudah matang.
Keduanya duduk di meja makan sambil tersenyum. “Mas apa semalam ada bi Yeti ke sini, Leni seperti dengar suara nya semalam.”
Yuda menoleh ke arah istri nya kemudian menjawab dengan jujur. “Iya, tadi malam bi Yeti minta sedikit makanan untuk dia dan Ziyan yang sedang sakit.”
“Terus kamu kasih mas?” tanya nya dengan wajah dengan penuh rasa penasaran.
“Ya aku kasih sayang, lagian kasian mereka sudah mah Bagas di brengsek itu tidak bertanggung jawab dan hanya kasar kepada mereka,” jawab Yuda kesal.
“Sama seperti kamu dulu,” ucap Leni pelan merasa lucu melihat suami nya membicarakan Bagas.
“Leni, aku sudah bilang aku yang dulu sudah beda dengan yang sekarang,” rengek Yuda karena merasa tersinggung oleh ucapan istri nya.
“Heheh, iiya mass, semoga gitu.”
“Dasarr! ternyata kamu jail juga,” ucap Yuda dalam hati, lebih senang karena melihat perubahan sikap Leni yang kemarin sangat kaku pada nya, kini sudah santai.
“Mas,, tapi Leni juga merasa kasian kepada bi Yeti, dulu saat aku tidak punya makanan bi Yeti yang bantu untuk kita makan, tapi sekarang dia menderita dengan Bagas,” ucap Leni sendu merasa sedih atas nasib Yeti.
“Iya, aku paham! Tapi kita gak bisa berbuat apa-apa dulu, apalagi masih ada Ziyan di antara mereka, sebaiknya kita bantu sebisa kita aja,” Tutur Yuda dan Leni pun mengangguk setuju.
Setelah selesai sarapan Yuda langsung pamit dan berangkat pagi ini ke kota untuk mencari barang-barang, padahal Yuda tidak punya uang, yang ia punya hanya dua ribu entah bisa atau tidak untuk belanja.
Setiba nya di kota Yuda tertarik kepada toko bahan obat dan obat obatan tradisional yang tampak menarik perhatian Yuda karena tempat ini tidak pernah terlihat di zaman modern. Paling ada kualitas bahan nya biasa saja.
Saat Yuda masuk pelayan yang melihat awal nya senang, tapi begitu melihat penampilan Yuda ia langsung membuang muka sambil berdecih remeh. “Hanya pengemis bau ternyata.”
“permisi, ada di sini ada gingseng berumur 500 tahun?” tanya Yuda kepada pelayan yang tengah duduk santai itu.
Namun alih alih menjawab pertarungan Yuda melayang itu justru hanya diam sambil mengambil cermin lalu mulai berias kembali.
“Mba! Hey permisi,” panggil Yuda sekali lagi, tapi jawaban pelayan itu justru membuat Yuda terdiam.
“Kami gak Nerima pengemis bau di sini.”