NovelToon NovelToon
Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Sugar daddy / Obsesi / Tamat
Popularitas:64.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Dipertemukan lagi dengan mantan sugar daddy nya secara tidak terduga membuat Bryssa Kalysandra menginginkan laki-laki yang pernah dengan sengaja ia tinggalkan itu, untuk sekali lagi memilikinya.

Terdengar egois dan sangat tidak tahu diri memang, pasalnya laki-laki yang pernah dekat dan membiayai sekolah semasa SMA nya itu kini sudah menjadi pacar sang kaka.

Nyatanya, itu tidak menjadi penghalang bagi Bryssa, 2 Tahun tidak bertemu dengan Davion Sakya Maharu ternyata banyak yang berubah, laki-laki tampan, matang, dan mapan itu membuat Bryssa merasa sedikit gila, tidak rela sekalipun Davion bersama dengan kakanya. Tetapi Davion yang sekarang tidak semudah itu untuk ditaklukan. Bryssa harus berjuang lebih untuk mendapatkan cinta pertamanya lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kantor Baru Amora

Melihat gedung tinggi di depannya, senyum Amora terus terukir, tidak dapat dipungkiri jika dengan dialihkannya ia di kantor anak bosnya, Amora semakin bersemangat, bahkan yang tadinya cukup dengan penampilan rapih dan sedikit polesan riasan, kini dengan sangat sadar Amora meninginkan dirinya tampil lebih baik lagi dari sebelumnya.

Rambut yang sudah wangi dan tertata rapih karena sebelumnya pergi ke salon terlebih dahulu membuat Amora terkekeh pelan.

Se exctide itukah dirinya?

Mengingat itu membuatnya merasa tersentil sendiri, ada perasaan malu dan aneh karena tingkahnya itu.

"Ara," panggil seorang wanita yang tanpa Amora lihat keberadaannya pun sudah sangat ia tahu siapa.

Suara itu akhir-akhir ini sangat familiar sekali, bahkan sesekali mengirimnya pesan.

Amora menoleh, memberikan senyum dan sedikit membungkuk untuk memberi hormat.

"Selamat pagi bu Yoshi," sapa Amora dibalas dengan senyuman dan bahkan tangan bu Yoshi memegang pundak Amora lembut.

"Cantik sekali," puji wanita yang masih memiliki keturunan jepang itu.

Sekali lagi, Amora membalasnya dengan sebuah senyuman, senyum mengembang yang begitu hangat.

"Ibu juga selalu cantik," balasnya merendah.

Ah, sepertinya setiap wanita jika dipuji oleh sesama jenisnya akan menjawab demikian, jawaban umum yang sering Yoshi dengar, tetapi karena Amora yang mengatakannya, beliau merasa suka.

"Ayo saya antar kamu ke ruangan Dav," ajak Yoshi membuat Amora sempat terkejut.

"Maaf bu, bukannya ruangan saya jauh dengan ruangan pak Davion ya?" bingung Amora mendapat anggukan kepala Yoshi.

"Memamg iya, tapi saya tadi sudah mengatakan pada Dav untuk memperkenalkan kamu secara langsung pada karyawan di sini," jelas beliau dijawab anggukan kepala Amora.

Keduanya berjalan menuju ke ruangan Davion, sedari perjalanan menuju ke ruangan laki-laki itu, banyak karyawan yang menyapa ramah Yoshi, beliau memang terkenal sangat dermawan dan juga baik hati, tetapi kebaikan beliau tidak berlaku untuk Bryssa, karena perbedaan usia yang terpaut jauh membuat beliau tidak menyukai Bryssa, tanpa mengenal terlebih dahulu.

Pintu ruangan Davion terbuka, Yoshi dan Amora masuk ke dalam dan duduk di sofa ruangan tersebut.

"Intan, buatkan saya dan Ara kopi ya?" titah beliau pada asisten kantor Davion.

"Baik bu, permisi," pamitnya keluar dari ruangan Davion.

Amora sedari tadi sibuk mengamati ruangan Davion yang sangat megah dan elegan, ruangan itu juga tertata sangat rapih, bahkan meja milik laki-laki itu juga sangat tertata rapih, kertas bertumpukan dengan rapih, tidak ada yang keluar dari tatanan.

Selera Davion untuk membuat ruangannya nyaman semakin membuat Amora penasaran dengan laki-laki itu. Untuk saat ini Amora merasa Davion ini laki-laki yang suka dengan kerapihan juga lurus-lurus saja.

"Permisi bu, kopinya," ujar Intan menaruh dua cangkir kopi yang masih mengepulkan asap di atasnya.

"Terimakasih Intan, oh iya dimana bosmu?" tanya Yoshi karena tidak mendapati Davion di ruangannya.

"Pak Davion keluar sebentar, tadi sudah datang bu," jelas Intan diangguki oleh Yoshi.

"Ya sudah, kamu boleh kembali ke ruanganmu," titah beliau diangguki Intan dengan sangat sopan.

"Bagaimana menurutmu Ara?" tanya beliau seketika membuat Amora yang sedari tadi masih sibuk mengamati interior ruangan Davion tersadar.

"Sepertinya pak Davion memiliki selera yang sangat tinggi ya bu," ujar Amora membuat Yoshi tersenyum.

"Setiap barang yang ada di ruangan ini terlihat mahal dan unik, saya yakin lampu di atas meja beliau itu merupakan lampu langka yang hanya ada beberapa di dunia."

Yoshi bertepuk tangan dengan senyum mengembang, ia bangga dengan Amora yang bisa melihat detail juga menilai barang-barang mewah, tidak salah memang kalau beliau menginginkan Amora untuk dekat dengan anaknya.

"Kamu punya pengamatan yang bagus sekali, apa mamamu juga menyukai barang antik dan langka?" tanya beliau seketika membuat Amora menggeleng dengan senyum.

"Ah, tidak bu, mama saya hanya ibu rumah tangga biasa, tetapi almarhum papa saya dulunya memang menyukai barang-barang antik," jelas Amora kembali mendapat pujian dari beliau.

"Wah, saya ikut berduka cita ya Ara, tetapi sepertinya bakat dari almarhum papa kamu kini berpindah padamu."

Obrolan ringan terus berjalan beberapa saat, sampai akhirnya laki-laki yang sedari tadi ditunggu itu muncul, namun kemunculan laki-laki itu membuat Yoshi membuka mulutnya lebar.

Davion datang dengan pakaian yang sedikit acak-acakan dan tidak rapih, sangat bertolak belakang sekali dengan apa yang sedari tadi beliau katalan pada Amora.

"Dav, apa-apaan kamu? Kenapa begitu?" tanya beliau membuat Davion menoleh, mendapati mamanya dan seorang wanita yang duduk tidak jauh dari mamanya.

"Ah maaf, aku kira mama sudah pergi karena aku sudah cukup lama meninggalkan ruangan," ujarnya semakin membuat Yoshi kesal.

"Dav," tekan Yoshi membuat Davion tersenyum simpul. Lalu berjalan ke arah mejanya, merapihkan kemeja yang dikenakannya juga rambut yang ia sugar sedikit ke belakang.

Amora justru tidak keberatan melihat penampilan berantakan Davion tadi, ia malah melihat sisi lain dari seorang Davion dengan penampilan berantakannya tadi, justru menambah kesan tampan pada laki-laki tersebut, tidak seperti ketika sarapan dan makan malam dengannya, Davion terlihat sangat rapih sekali sampai ke rambutnya.

"Sudah lah, mama ke sini mau memberitahumu jika mulai hari ini Ara sudah bekerja di kantor ini, kamu tidak lupa apa yang mama katakan tadi malam bukan?" tanya beliau diangguki Davion, tanpa bersuara sepatah kata.

"Baiklah Ara, saya pergi dulu ya? ada arisan jam 9 nanti, kamu kalau ada apa-apa bisa minta tolong Dav, jangan sungkan," ujar beliau diangguki Amora.

"Terimakasih banyak bu Yoshi, jamuan kopi pagi ini," balas Amora mendapat senyuman dari beliau sebelum kepergiannya.

Sekarang tinggal Davion dan Amora saja di ruangan itu, jujur saja Amora jadi kebingungan sendiri untuk melakukan apa, terlebih Davion sedari tadi hanya duduk tanpa menatap ke arahnya.

"Ehem, kalau begitu saya permisi ke ruangan saya pak Davion, semoga saya bisa bekerja dengan baik di sini," ujar Amora bangkit dari duduknya.

Tepat ketika Amora sudah melangkah sekitar 3 langkah, Davion baru membuka suaranya.

"Mari, saya antar ke ruangan anda, dan saya yang akan temani anda untuk memperkenalkan diri secara langsung dengan karyawan di sini."

Langkah Amora terhenti, dengan sudut bibir tertarik ke atas, tidak dipungkiri perasaannya menghangat atas tawaran Davion padanya.

"Baik pak, terimakasih banyak," ujarnya sangat tenang.

Keduanya keluar dari ruangan Davion untuk menuju ke ruangan Amora yang baru, namun sebelum Amora sampai di ruangannya, semua karyawan yang berada di lantai atas itu dikumpulkan oleh Davion untuk memperkenalkan Amora secara langsung sebagai menegar yang baru.

Davion melakukan itu karena permintaam Yoshi tadi malam.

1
Lestary Tri
kak riri. i lope u kak . . semangat nulis cerita" yg bagus lainnya . sehat" kak . .
nunggu cerita yg baru , beralih ke alsa dan gerald lagi ahh . . ❤️
Ayu Rahayu
/Good//Good//Good//Good//Good/
Herman Lim
harus ada extra part ne min , selalu di tgg karya baru nya
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
l lope yu kak❤️❤️💪💪
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
kasih extra part kak riri, mnimal kek Alsha smpe punya anak trs baru dehh END hihi..
💥💚 Sany ❤💕
Makasih ya Thoor dan kasih bonus. 🥰🥰
💥💚 Sany ❤💕
Mom Yossy masih aja blom bisa menerima. Cinta gak bisa dipaksa Mom..., lagian Dav dah dewasa biarkan dia menentukan hidupnya. Mom cukup melihat dan mengarahkan disaat dia salah aja.
💥💚 Sany ❤💕
Yang penting Ara dah berdamai dengan semuanya dan melepaskan apa yg seharusnya. Berharap Ara bertemu jodoh yang gak kalah dari Dav.
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😘 kereen 😘 terimakasih 🥰
Herman Lim
akhir bry BS bahagia setelah di kecewa kan sama keluarga sdr
Herman Lim
dav u srh bry pake mulut aneh bgt sih u apa g ans tahan dl sampe sah 🤪🤪
Herman Lim: harus cepat² di kawinkan ne Thor bahaya kllo tiap hari diajak mandi bareng bs² bunting anak org
total 2 replies
💥💚 Sany ❤💕
Mentang2 mau melangkah ke jenjang yang sah, eeehh... mulut si Dav gak pakek filter lagi, semua lolos tanpa editan 🤣🤣🤣
💥💚 Sany ❤💕: Iya emang, perlu di rukyah biar otaknya benar 😂😂
total 2 replies
Herman Lim
dav sabar Napa masak diperawanin di kamar mandi sih
Dian Rahmawati
😄😄😄
💥💚 Sany ❤💕
Sah kan aja dulu Dav... jangan main nyicil terus.... takutnya kebablasan 🤣
dwi alfiah
inget om blm sah ngk boleh yg aneh aneh
💥💚 Sany ❤💕
Ibarat kata, berpikirlah sebelum bertindak. Karena kesalahan ortu Bry, 3 wanita tersakiti, Mom Linda, Ara dan yg paling sakit Bry. Terlahir dalam lebel anak haram meskipun gak tertulis, kebencian dari Mom Linda dan harus mengalah dalam segala hal.
💥💚 Sany ❤💕
Benar Ara, bertahan dan berjuang untuk apa kalo tidak diharapkan. Cinta tidak bisa dipaksakan, dia bertahta dengan sendirinya. Malah akan lebih sakit kalo mencintai sendiri tanpa ada balasan, lepaskan Dav... suatu saat kamu pasti dapat pengganti yang benar-benar tulus mencintaimu.
💥💚 Sany ❤💕
Jujur ya, meskipun gak mudah diposisi Mom Linda tapi yang salah itu suami Mom dan mamanya Bry. Jangan limpahkan semuanya ke Bry, dia juga berharap lahir dari kluarga seperti itu. Tapi takdir gak ada yg bisa nolak.
💥💚 Sany ❤💕
Kasian Bry, mentang2 anak yang gak diharapkan dia harus selalu ngalah. Gak gitu juga kamus nya Mom...., sudah cukup sakit yg dia rasa. Seharusnya Anda tanya ma Dav... apa Bry yang merebut dia dari Ara ato sebaliknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!