NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:833k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Dengan lambaian tangan yang angkuh, Li Zie dan Ji Yu menghilang ke dalam kegelapan, meninggalkan Feng dan para pengawal yang masih terheran-heran melihat kakek yang bisa bertarung seperti monster itu.

Setelah memastikan Feng dan para pengawal bayangan benar-benar pergi ke arah yang berlawanan, Li Zie tidak langsung pulang. Ia sengaja berputar-putar di pasar yang sudah tutup, melewati lorong-lorong tikus, bahkan sempat melompati tembok kediaman lain untuk menghilangkan jejak.

Dengan Mata Dewa-nya, ia memastikan tidak ada satu pun ekor yang membuntutinya.

Dini hari, saat kabut mulai turun menyelimuti ibu kota, dua bayangan kumal akhirnya merayap masuk lewat jendela paviliun reot di pojok kediaman Menteri Li.

"Ji Yu, bangun! Jangan tidur di situ, kau bisa mati kedinginan," ujar Li Zie sambil menendang pelan kaki kursi tempat Ji Yu meringkuk.

Ji Yu mengerang, matanya yang lebam karena pertarungan tadi terbuka sedikit. Ji Yu benar-benar mengantuk.

"Guru... biarkan aku jadi kambing guling saja... aku lelah sekali..." gumamnya ngelantur sebelum kembali mendengkur di kursi yang berderit setiap kali ia bernapas.

Li Zie menghela napas panjang. Ia berjalan menuju ranjang kayunya sendiri. Begitu ia merebahkan tubuhnya, ranjang itu mengeluarkan bunyi KREEEKK yang sangat memilukan, seolah-olah kayu itu akan patah menjadi dua.

"Argh! Sialan!" Li Zie memaki pelan. Ia menatap langit-langit paviliun yang bocor. lalu kembali bergumam, "Jiwaku ini seorang dokter elit, ahli bela diri, pemilik ruang dimensi penuh emas... tapi kenapa setiap malam aku harus tidur di atas tumpukan kayu yang lebih keras dari batu nisan ini?!"

Ia mencoba mencari posisi nyaman, tapi setiap kali ia bergerak, ranjang itu memprotes. Bau apek dari kasur jeraminya menusuk hidung, sangat jauh berbeda dengan aroma dupa mewah di paviliun Pangeran Es tadi.

"Tunggu saja," gerutu Li Zie sambil memejamkan mata, memeluk jubah bulu rubah milik Feng sebagai selimut darurat.

 "Begitu emas ini cukup untuk membeli satu distrik, aku akan membangun rumah dengan ranjang dari giok hangat dan bantal dari bulu angsa paling lembut. Aku akan meninggalkan tempat sampah ini dan membiarkan Menteri Li itu menangis memohon-mohon padaku!"

Di tengah omelannya yang makin mengecil, kelelahan akhirnya menang. Li Zie tertidur dengan satu tangan tetap memegang jarum peraknya, bermimpi tentang sebuah mansion mewah di mana tidak ada lagi ranjang yang berbunyi krek saat ia bermimpi indah.

Matahari baru saja naik, tapi ketenangan Li Zie sudah hancur. Pintu paviliunnya didorong terbuka dengan pelan namun penuh kepura-puraan.

"Kakak... kau masih hidup, kan?" suara yang lembut dan dibuat-buat merdu itu masuk ke telinga Li Zie.

Itu adalah Li Mei, adik tirinya. Di luar, ia dikenal sebagai. Bunga Lili yang Rapuh, tapi di depan Li Zie, matanya selalu berkilat penuh kebencian. Li Mei datang dengan hanfu merah muda yang mewah, kontras dengan wajah Li Zie yang sekarang kembali dicoreng bubuk putih agar nampak seperti mayat berjalan.

Li Zie mendesah dalam hati. Baru saja aku mau bermimpi makan ayam panggang, si lili busuk ini datang.

Li Zie langsung memejamkan mata, mengatur napasnya agar terdengar pendek dan berat. "Uhuk... uhuk... Mei-er... ada apa?" bisiknya lemah sekali, seolah-olah kata-kata itu adalah napas terakhirnya.

Li Mei mendekat, menutup hidungnya dengan sapu tangan sutra. Li Mei berkata dengan ekspresi jijik, "Kakak, aku datang membawa kabar gembira. Ayah dan Ibu sudah setuju... bulan depan, aku akan menikah dengan Tuan Muda Wang."

Li Mei sengaja menjeda kalimatnya, menunggu reaksi Li Zie. Tuan Muda Wang adalah pria yang dulu bertunangan dengan Li Zie sebelum ia dibuang ke paviliun reot ini.

"Kasihan sekali Kakak," lanjut Li Mei dengan senyum manis yang berbisa. "Seharusnya kau yang berada di sisinya. Tapi lihat dirimu sekarang... tidur di tempat yang lebih buruk dari kandang kuda, menunggu ajal menjemput. Tenang saja, setelah aku jadi Nyonya Wang, aku akan memintanya mengirimkan sisa makanan untukmu."

Li Zie yang terbaring di bawah selimut merasa sangat jengkel. Tangannya di bawah selimut sudah mengepal kuat, ingin sekali ia melakukan shuto-uchi tepat ke mulut berisik adiknya itu.

"Sabar Zie, sabar... jangan sampai emas di ruang dimensimu ketahuan," batinnya menahan diri.

"Uhuk! Baguslah... kau memang... cocok dengan barang bekas," bisik Li Zie pelan, namun cukup tajam untuk membuat senyum Li Mei menghilang sesaat.

"Apa kau bilang?!" wajah Li Mei memerah. Ia hendak mencubit lengan Li Zie untuk melampiaskan kekesalannya, tapi sebelum tangannya sampai, Li Zie tiba-tiba mengejang hebat.

1
May Dwi
luar biasa
Erni andi arifuddin
padahal dia bisa makan apel sementara
Andrea
3 gunung emas🤑🤑
Erni andi arifuddin
guru hentikan guru😂😂😂
Erni andi arifuddin
bisa ngak le zie nya agak bijak dlm berkata kok perasaan karakter seorang dokter jd hilang di ganti dgn kerakusan dan kesombongan, maunya sih MC nya di bikin agak bijak dan berpendidikan atau mmg karakter dia sewaktu masih di dunia masa depan sdh kasar🙏
Erni andi arifuddin
kenapa mesti tinggal terus di situ
Sfarlett Alexana
Ceritanya bagus💪
Andrea
abu gosok🤣🤣🤣
Andrea
sungguh terlalu Shen Zie gx puas2 koin dah bnyk juga🤣🤣
Andrea
jgn pelit2 lah Shen Zie🤭🤭
iluh asrini
🥰🥰🥰🙏
Atri
ya Allah lucunya bab yg ini😂😂
RIANIE
ini maksudnya si feng ya?kan yg laporan si feng ma kaisar pas kebakaran n si feng kan jg tau klo tabib agung cewek ..di bab sblm²nya yg pas shen zie minta ganti marga ini mlm² itu
Atoen Bumz Bums
👍👍👍👍👍
Atoen Bumz Bums
buat obat kejujuran bisa nggak.
kalau bisa kasih untuk pangeran kedua dan ibu suri
Atoen Bumz Bums
seharusnya Li zi jangan minta emas aja tapi juga makanan kan nggak perlu buang duit buat beli makanan sendiri
Atoen Bumz Bums
kok emasnya nggak disimpan sih dalam cincin giok
Atoen Bumz Bums
mau cari duit dengan cara kayak li zue
tapi aku nggak punya kemampuan kalau jadi orang gila mampu
🤭🤣
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
agak Laen memang
Andrea
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!