NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:194.7k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Dengan lambaian tangan yang angkuh, Li Zie dan Ji Yu menghilang ke dalam kegelapan, meninggalkan Feng dan para pengawal yang masih terheran-heran melihat kakek yang bisa bertarung seperti monster itu.

Setelah memastikan Feng dan para pengawal bayangan benar-benar pergi ke arah yang berlawanan, Li Zie tidak langsung pulang. Ia sengaja berputar-putar di pasar yang sudah tutup, melewati lorong-lorong tikus, bahkan sempat melompati tembok kediaman lain untuk menghilangkan jejak.

Dengan Mata Dewa-nya, ia memastikan tidak ada satu pun ekor yang membuntutinya.

Dini hari, saat kabut mulai turun menyelimuti ibu kota, dua bayangan kumal akhirnya merayap masuk lewat jendela paviliun reot di pojok kediaman Menteri Li.

"Ji Yu, bangun! Jangan tidur di situ, kau bisa mati kedinginan," ujar Li Zie sambil menendang pelan kaki kursi tempat Ji Yu meringkuk.

Ji Yu mengerang, matanya yang lebam karena pertarungan tadi terbuka sedikit. Ji Yu benar-benar mengantuk.

"Guru... biarkan aku jadi kambing guling saja... aku lelah sekali..." gumamnya ngelantur sebelum kembali mendengkur di kursi yang berderit setiap kali ia bernapas.

Li Zie menghela napas panjang. Ia berjalan menuju ranjang kayunya sendiri. Begitu ia merebahkan tubuhnya, ranjang itu mengeluarkan bunyi KREEEKK yang sangat memilukan, seolah-olah kayu itu akan patah menjadi dua.

"Argh! Sialan!" Li Zie memaki pelan. Ia menatap langit-langit paviliun yang bocor. lalu kembali bergumam, "Jiwaku ini seorang dokter elit, ahli bela diri, pemilik ruang dimensi penuh emas... tapi kenapa setiap malam aku harus tidur di atas tumpukan kayu yang lebih keras dari batu nisan ini?!"

Ia mencoba mencari posisi nyaman, tapi setiap kali ia bergerak, ranjang itu memprotes. Bau apek dari kasur jeraminya menusuk hidung, sangat jauh berbeda dengan aroma dupa mewah di paviliun Pangeran Es tadi.

"Tunggu saja," gerutu Li Zie sambil memejamkan mata, memeluk jubah bulu rubah milik Feng sebagai selimut darurat.

 "Begitu emas ini cukup untuk membeli satu distrik, aku akan membangun rumah dengan ranjang dari giok hangat dan bantal dari bulu angsa paling lembut. Aku akan meninggalkan tempat sampah ini dan membiarkan Menteri Li itu menangis memohon-mohon padaku!"

Di tengah omelannya yang makin mengecil, kelelahan akhirnya menang. Li Zie tertidur dengan satu tangan tetap memegang jarum peraknya, bermimpi tentang sebuah mansion mewah di mana tidak ada lagi ranjang yang berbunyi krek saat ia bermimpi indah.

Matahari baru saja naik, tapi ketenangan Li Zie sudah hancur. Pintu paviliunnya didorong terbuka dengan pelan namun penuh kepura-puraan.

"Kakak... kau masih hidup, kan?" suara yang lembut dan dibuat-buat merdu itu masuk ke telinga Li Zie.

Itu adalah Li Mei, adik tirinya. Di luar, ia dikenal sebagai. Bunga Lili yang Rapuh, tapi di depan Li Zie, matanya selalu berkilat penuh kebencian. Li Mei datang dengan hanfu merah muda yang mewah, kontras dengan wajah Li Zie yang sekarang kembali dicoreng bubuk putih agar nampak seperti mayat berjalan.

Li Zie mendesah dalam hati. Baru saja aku mau bermimpi makan ayam panggang, si lili busuk ini datang.

Li Zie langsung memejamkan mata, mengatur napasnya agar terdengar pendek dan berat. "Uhuk... uhuk... Mei-er... ada apa?" bisiknya lemah sekali, seolah-olah kata-kata itu adalah napas terakhirnya.

Li Mei mendekat, menutup hidungnya dengan sapu tangan sutra. Li Mei berkata dengan ekspresi jijik, "Kakak, aku datang membawa kabar gembira. Ayah dan Ibu sudah setuju... bulan depan, aku akan menikah dengan Tuan Muda Wang."

Li Mei sengaja menjeda kalimatnya, menunggu reaksi Li Zie. Tuan Muda Wang adalah pria yang dulu bertunangan dengan Li Zie sebelum ia dibuang ke paviliun reot ini.

"Kasihan sekali Kakak," lanjut Li Mei dengan senyum manis yang berbisa. "Seharusnya kau yang berada di sisinya. Tapi lihat dirimu sekarang... tidur di tempat yang lebih buruk dari kandang kuda, menunggu ajal menjemput. Tenang saja, setelah aku jadi Nyonya Wang, aku akan memintanya mengirimkan sisa makanan untukmu."

Li Zie yang terbaring di bawah selimut merasa sangat jengkel. Tangannya di bawah selimut sudah mengepal kuat, ingin sekali ia melakukan shuto-uchi tepat ke mulut berisik adiknya itu.

"Sabar Zie, sabar... jangan sampai emas di ruang dimensimu ketahuan," batinnya menahan diri.

"Uhuk! Baguslah... kau memang... cocok dengan barang bekas," bisik Li Zie pelan, namun cukup tajam untuk membuat senyum Li Mei menghilang sesaat.

"Apa kau bilang?!" wajah Li Mei memerah. Ia hendak mencubit lengan Li Zie untuk melampiaskan kekesalannya, tapi sebelum tangannya sampai, Li Zie tiba-tiba mengejang hebat.

1
Atik Kiswati
next....
Pa Muhsid
kalau bisa minta sama otor ibu suri sama anaknya boleh dong dijadikan tikus percobaan senzie
Retno Palupi
oh ternyata musuhnya saudara sendiri tho
Nurhayati Sobana
Shen Zie emang benar2 matre habis. di episode ini baru ketahuan.penjahatnya adalah saudara tiri dan ibu tiri Kaisar. cerita tambah seru
Nurhayati Sobana
Kaisar dan Shen Zie untuk kali ini aku angkat tangan no comment atas tingkah kamu berdua 🙏😄😄
Maria Lina
klo bisa mau minta 1 lgi thor blh hehe.ngelunjak ni thor wkwk
Maria Lina
shen zie ud msk jebakan batman lo wkwk kasian..sll gtu klo ada adik tdi ya gtu maruk kekuasaan wkwk
Pa Muhsid
apakah tren 2026 melamar di kamar mandi????
Biyan Narendra
Panik ga tuh..
🤣🤣🤣🤣
Maria Lina
lgu ya thor pliss ..sama cerita pawang tu di up lgi ya thor
Fitria: Iya kak, ini author masih nulis. Terimakasih sudah mampir di karya baru author.
total 1 replies
sasa adzka
nah loh mulai mau bucin...
Sribundanya Gifran
lanjut
Urwatun Nafisa
bau makanan yang menyelamatkan kaisar,kenapa gak makan apel dulu ya🤭 apa makan kaisar lebih nikmat ya😄😄😄
Osie
ampun ampun dah shen zie..terapi rahang ya🤣🤣🤣🤣🤣
sasa adzka
😂😂😂 akhirnya bab ini yg aku tunggu.. ngerampok gudang harta nya mentri li🤣🤣🤣 nunggu 2 hari lagi marga baru li zie berubah..
Atik Kiswati
nah....kan....🤣🤣🤣🤣
sasa adzka
kagak tanggung tanggung ngambil makanan nya s dapur🤣🤣🤣🤣 kelakuan li zie
sasa adzka
🤣🤣🤣 yan ketipu 1 perak🤭🤭
Yayuk Yuhanah
gawat kalo penyakit lapar bakut itu tidak hilang......
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝗍𝖾𝗋𝗃𝖾𝗆𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗇? 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗍 𝗄𝖺𝗇? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗇𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗍, 𝗌𝖺𝗒𝖺 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎𝗂𝗇
Fitria: Oke, kk
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!