Mantan Sugar Baby

Mantan Sugar Baby

Kejutan Dikelulusan

"Bye."

Gadis cantik dengan seragam putih abu-abu yang sudah terdapat banyak coretan itu melambaikan tangannya. Langkahnya semakin menjauh dari gerombolan teman-temannya, lalu memasuki sebuah mobil yang bisa dibilang cukup mewah untuk anak seusianya.

Sangat jarang teman-teman sekolahnya bisa mengemudikan mobil dengan nilai hampir mendekati 1 miliar. Dan ia bisa dikatakan beruntung karena bisa menggunakan kendaraan bernilai tidak biasa itu.

Wajah cantiknya terus mengukir senyum setelah ia dinyatakan lulus sekolah. Sembari bersenandung, Bryssa Kalysandra fokus dengan setir mobilnya. Ia ingin segera sampai ke rumah untuk memberitahu mamanya, juga berniat memberi kejutan pada kakanya dengan datang ke kantor nanti setelah berganti pakaian. Sementara untuk malam nanti, Bryssa sudah menyiapkan kejutan untuk orang terkasihnya.

Sampai di depan rumah, kening Bryssa mengernyit saat melihat mobil milik kakanya sudah terparkir di depan rumah, biasanya kakanya akan pulang sore hari setelah selesai dengan pekerjaannya.

Melirik jam tangannya, Bryssa semakin penasaran apa yang membuat saudaranya itu pulang cepat.

"Tumben, baru juga jam 2," gumamnya keluar dari mobil.

Tetapi justru adanya kakanya malah membuat Bryssa semakin tidak sabar untuk memberitahu kelulusannya.

Langkah Bryssa semakin mendekati rumah, kebingungannya semakin bertambah saat pintu rumahnya terbuka lebar, tetapi langkah pelannya semakin membawa Bryssa masuk ke dalam, dimana kini sekujur tubuhnya terasa kaku saat mendengar obrolan tidak biasa dari mama dan kakaknya.

"Ma, kasian Sasa, dia tidak tahu apa-apa."

"Kamu kasian sama anak itu? Tapi kamu nggak kasian sama mama?"

"Bertahun-tahun mama mendam ini sendiri Mora, sudah saatnya dia tahu siapa dia sebenarnya," ujar seorang wanita yang Bryssa sebut sebagai mama. Tetapi entah kenapa setelah mendengar itu, Bryssa tiba-tiba merasa asing, ada yang mengganjal dalam hatinya dan entah Bryssa tidak tahu itu apa.

"Nggak gitu ma, Sasa baru aja lulus, ini hari bahagianya, dan bukan waktu yang tepat buat mama kasih tahu semuanya, dia akan sedih ma, please Mora mohon ya ma."

Amora Kalysandra, seorang wanita yang sudah cukup usia untuk menikah, tetapi masih sibuk dengan kegiatannya sebagai seorang menejer di suatu perusahaan.

Kesuksesannya membuatnya tuli akan sebuah hubungan atau cinta. Mora tidak begitu memikirkan tentang sebuah hubungan dengan lawan jenis, termasuk pernikahan, maka dari itu, meski memiliki paras cantik dan karir yang gemilang, Amora masih sendiri, tidak sedang menjalin hubungan dengan seorang laki-laki.

"Mora, kamu itu terlalu baik dan manjain dia, mama nggak suka."

Amora mendekati mamanya. Memeluk untuk meredakan emosi mamanya yang hampir saja meledak dan tidak terkendali.

"Ma, mau bagaimanapun Sasa itu tetep adik Mora, aku sayang Sasa walau kita tidak sekandung."

Bagai disambar petir di siang bolong. Bryssa yang sedari tadi mendengar percakapan mama dan kakaknya membeku di tempatnya. Tubuhnya tidak bisa digerakan bahkan untuk menghirup udara di sekitar pun terasa berat.

Sakit? Tidak, Bryssa tidak merasakan itu, karena rasa terkejutnya mengalahkan apapun.

Gue bukan adik kandung ka Mora?"

Bryssa menutup mulutnya tidak percaya.

"Terserah kamu Mora, tapi mama tidak sanggup lagi rasanya kalau harus pura-pura sayang dengan anak itu. 18 tahun bukan waktu yang sebentar, batin mama sakit selama bertahun-tahun."

"Aku tau ma, aku sangat tahu bagaimana sabarnya mama selama ini, tapi kalau bukan karna Sasa, kita juga tidak akan hidup seperti sekarang ini ma, jadi aku mohon banget sama mama, tolong jangan kasih tahu Sasa dulu ya ma? tunggu sampai dia benar-benar dewasa nanti."

Linda, mama dari Amora dan Bryssa akhirnya mengangguk setuju. Keduanya kembali berpelukan sementara Bryssa masih berada di tempatnya. Menatap keduanya dengan pikiran berkecamuk.

mama?

Batin Bryssa saat melihat keduanya dengan hangat saling berpelukan. Sementara dirinya baru saja dikejutkan dengan sebuah fakta.

Dengan kaki gemetar, Bryssa memundurkan langkahnya secara perlahan, ia kembali ke mobilnya dan langsung pergi dari sana. Niatnya untuk memberitahu kaka dan mamanya tentang kelulusannya pupus sudah, justru ia yang secara tidak langsung diberitahu siapa ia sebenarnya.

Kata-kata mamanya terus terngiang di otak Bryssa. Tentang kepura-puraan mamanya selama ini. Perhatian dan kasih sayang yang Bryssa terima selama ini hanya sandiwara belaka, mendadak hatinya mencelos, ada rasa sakit juga kecewa yang tidak bisa Bryssa pahami.

Dengan perasaan berkecamuk, Bryssa masuk ke dalam sebuah apartemen elite yang sering ia kunjungi. Masih sepi, tidak ada keberadaan orang di sana. Bryssa duduk di sofa, tangannya gemetar memencet kontak seseorang yang ia beri nama om tampan. Tetapi panggilan yang sedang ia coba tidak kunjung mendapat jawab. Dengan hati masih sangat gelisah, Bryssa terus mencoba sampai akhirnya sebuah suara dapat ia dengar dari sebrang sana. Namun bukan suara si pemilik nomor, melainkan suara seorang wanita yang mengaku sebagai ibunya.

Mata Bryssa mendelik tajam, bibirnya terasa kaku untuk sekedar mengatakan sesuatu atau kalimat untuk menjawab pertanyaan dari suara disebrang sana. Alih-alih menjawab meski dengan terbata, Bryssa justru mematikan sambungan teleponnya. Bodoh.

Ia kemudian menatap layar ponsel miliknya yang kini sudah redup. Dengan dada yang masih berdebar hebat.

"Mamanya om Dav?" gumamnya mulai menggigit ujung kukunya.

Sangat terdengar jelas ketika suara wanita di sebrang sana tadi menanyakan siapa yang menelpon? Itu berati Davion atau sugar daddy nya tidak menyimpan kontak miliknya.

Sialan

Bryssa menutup mulutnya tidak percaya menyadari hal itu, pasalnya sudah selama 2 tahun ini mereka memiliki hubungan, dan sudah sejauh ini sampai Bryssa bisa keluar masuk apartemen Davion dengan bebas. Rasanya sangat mustahil jika Davion mengabaikan nomornya begitu saja.

Meski merasa sedikit kesal, tetapi Bryssa tidak ingin mengambil pusing, gadis itu beranjak dari duduknya untuk membersihkan diri, banyak baju-bajunya yang berada di apartemen om tampannya itu. Jadi tidak perlu khawatir untuk sekedar berganti pakaian ketika Bryssa di sana.

Namun sebelum ia benar-benar melangkahkan kakinya ke kamar mandi, ponsel miliknya kini yang mendapat sambungan telepon. Lagi-lagi Bryssa merasakan perasaan yang aneh setelah tahu siapa yang sedang mencoba menghubunginya.

"Ka Mora?" lirihnya bimbang untuk mengangkat. Namun pada akhirnya Bryssa memilih untuk membiarkan saja ponsel miliknya terus bergetar.

Kejadian tadi siang sangat mengguncangnya, fakta yang baru saja ia tahu membuat Bryssa merasa asing dengan orang-orang yang selama ini menjadi keluarganya, apa lagi kata-kata mama Linda yang sampai detik ini masih terngiang di pikirannya.

Pantas saja kalau selama ini, meski Bryssa mendapat perhatian dari Linda, tetapi ada perbedaan dari pada perhatian yang Linda berikan untuk Amora. Dan bodohnya Bryssa baru menyadari sekarang setelah apa yang baru saja diketahui olehnya.

"Sial, secantik gue gini anak terbuang?" ujarnya memejamkan mata sejenak, sebelum akhirnya Bryssa menyambar handuk dan melangkah ke kamar mandi.

Namun handuk di tangannya malah membuatnya terpaku sejenak. Aroma khas dari Davion masih melekat pada handuk yang akan Bryssa gunakan.

"Om," lirih Bryssa mencium aroma khas Davion yang masih tertinggal pada handuk di tangannya.

Terpopuler

Comments

Herman Lim

Herman Lim

lanjot Thor pasti seru ini cerita nya

2025-10-02

0

Miss F

Miss F

genrenya SM kah Thor kyk crta loba??

2025-10-01

0

💥💚 Sany ❤💕

💥💚 Sany ❤💕

Waduh, masih bocil dah jadi Gula aja ni anak. Padahal dari cerita hidupnya lumayan kaya n nyaman. Alasannya napa ya?

2025-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 Kejutan Dikelulusan
2 Hadiah Kelulusan
3 Tidak Mendapat Restu
4 Dikhianti Sugar Daddy?
5 Bryssa Galau
6 Davion Galau?
7 Diujung Akhir
8 Memulai Hidup Baru
9 Kantor Baru Amora
10 Jomblo Abadi
11 Kehidupan Baru Bryssa
12 Makan Berdua
13 Rapat Dadakan
14 Bertemu Klien Cantik
15 Usaha Elgan Untuk Bryssa
16 Pekerjaan Baru Bryssa
17 Mulai Gundah
18 Sosok Misterius
19 Bertemu Bryssa
20 Mejemput Bryssa
21 Bryssa Pulang
22 Siapa Atasan Amora?
23 Diajak Makan Malam
24 Gagal Makan Malam Bersama
25 Bertemu Masa Lalu
26 Bryssa Ketahuan?
27 Pertemuan Setelah Sekian Lama
28 Hubungan Lebih Serius
29 Tindakan Kurang Ajar
30 Bertemu Lagi
31 Kedatangan Elgan
32 Bertemu Di Acara
33 Tindakan Licik Davion
34 Tragedi Pohon Natal
35 Amora Berubah
36 Bryssa Pulang, Davion Galau
37 Pertemuan Tidak Sengaja
38 Pengakuan Amora
39 Bingkai Foto Misterius
40 Jangan Pergi
41 Ada Yang Aneh Dengan Bryssa
42 Balikan?
43 Penolakan Davion
44 Syarat Yoshi?
45 Menolong Bapak Tua
46 Menentang Keinginan
47 Menemui Bryssa
48 Keseriusan Davion
49 Berterus Terang
50 Kecoak Mainan
51 Mulai Posesif
52 Masih Ditolak
53 Tahan Om
54 Belum Mendapat Jawaban (Amora)
55 Terungkap
56 Khawatir Tapi Gengsi
57 Tetap Waspada
58 Pahlawan Untuk Bryssa
59 Ketulusan Seorang Kaka (Amora)
60 Adik Davion?
61 Mulai Posesif
62 Mendapat Restu
63 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Kejutan Dikelulusan
2
Hadiah Kelulusan
3
Tidak Mendapat Restu
4
Dikhianti Sugar Daddy?
5
Bryssa Galau
6
Davion Galau?
7
Diujung Akhir
8
Memulai Hidup Baru
9
Kantor Baru Amora
10
Jomblo Abadi
11
Kehidupan Baru Bryssa
12
Makan Berdua
13
Rapat Dadakan
14
Bertemu Klien Cantik
15
Usaha Elgan Untuk Bryssa
16
Pekerjaan Baru Bryssa
17
Mulai Gundah
18
Sosok Misterius
19
Bertemu Bryssa
20
Mejemput Bryssa
21
Bryssa Pulang
22
Siapa Atasan Amora?
23
Diajak Makan Malam
24
Gagal Makan Malam Bersama
25
Bertemu Masa Lalu
26
Bryssa Ketahuan?
27
Pertemuan Setelah Sekian Lama
28
Hubungan Lebih Serius
29
Tindakan Kurang Ajar
30
Bertemu Lagi
31
Kedatangan Elgan
32
Bertemu Di Acara
33
Tindakan Licik Davion
34
Tragedi Pohon Natal
35
Amora Berubah
36
Bryssa Pulang, Davion Galau
37
Pertemuan Tidak Sengaja
38
Pengakuan Amora
39
Bingkai Foto Misterius
40
Jangan Pergi
41
Ada Yang Aneh Dengan Bryssa
42
Balikan?
43
Penolakan Davion
44
Syarat Yoshi?
45
Menolong Bapak Tua
46
Menentang Keinginan
47
Menemui Bryssa
48
Keseriusan Davion
49
Berterus Terang
50
Kecoak Mainan
51
Mulai Posesif
52
Masih Ditolak
53
Tahan Om
54
Belum Mendapat Jawaban (Amora)
55
Terungkap
56
Khawatir Tapi Gengsi
57
Tetap Waspada
58
Pahlawan Untuk Bryssa
59
Ketulusan Seorang Kaka (Amora)
60
Adik Davion?
61
Mulai Posesif
62
Mendapat Restu
63
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!