Elsa Pervis merupakan anak satu-satunya dari kelurga Pervis, kelurga yang sangat terkenal akan kekayaannya, serta sifat kerja kerasnya, membuat Duke Pervis ayah dari Elsa menjadi mudah terkenal.
Hidup serba berkecukupan memang lah menjadi kebahagiaan bagi banyak orang termasuk dengan Elsa, dimana semua kebutuhan yang kau inginkan akan mudah didapatkan.
Namun itu semua tidak lah bertahan lama, kebahagian yang dulu sangat mudah Elsa dapatkan seketika sirna, saat kecelakaan kereta kuda yang dulu dia alami membuat kedua orang tuanya meninggal.
Meninggalnya kedua orang tuanya, membuat Elsa seketika menjadi gadis yang tidak berguna, dimana saat itu lebih banyak orang yang menyukai harta keluarganya dibandingkan orang yang ingin merawatnya.
Di kehidupan kedua ini Elsa akan bertekad, untuk membuat kelurga pamannya menjadi hancur, setelah dirinya mengetahui meninggalnya kedua orang tuanya ada hubungannya dengan pamannya saat itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zarina Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9_
Ini merupakan kejadian terdahulu tepatnya saat Elsa belum dilahirkan ke bumi, kerjaan Yurox dengan kerjaan Fersta tidak pernah sekali pun memiliki hubungan yang sangat baik, dua negara ini kerap sekali mengajukan perang dingin untuk mendapatkan keuntungan dari negara tersebut.
Seperti Kerjaan Yurox yang menginginkan tambang emas milik kerjaan Fersta, dan Fersta yang menginginkan hasil alam seperti rempah-rempah milik kerajaan Yurox.
Dari masalah ini lah dua kerajaan tidak pernah akur, sampai ada satu kejadian yang sangat fatal bagi mereka, mendiang Ratu Fersta yang diagung-agungkan oleh kerjaan Fersta melakukan kesalahan yang sangat fatal.
Beliau diam-diam melakukan hubungan badan dengan Kaisar Yurox tanpa sepengetahuan Kaisar Fersta, tentu saja dari kesalahan itu timbul sebuah bibit yang tidak diinginkan hadir.
Kaisar Fersta sangat marah saat tau istrinya telah mengandung anak diluar nikah, awalanya kaisar Fersta tidak tau bahwa anak yang dikandung oleh Ratu Fersta adalah anak dari Kaisar Yurox, selama Ratu Fersta mengandung anak tersebut kaisar Fersta selalu memberikan perhatian lebih pada Ratu Fersta begitu pula rakyat yang menyangi dirinya, mereka sungguh tidak sabar Ratu mereka melahirkan satu keturunan yang sehat.
Sampai hari itu tiba, Ratu Fersta melahirkan satu anak laki-laki, namun semua yang ada di ruangan itu terdiam begitu pula dengan Kaisar Fersta, saat tau anak yang dilahirkan Ratu Fersta tidak memiliki rambut ataupun mata yang sama dengan dirinya.
"Yang Mulia, saya bisa jelaskan."
Kaisar Fersta terpaku mengetahui bahwa anak yang dikandung oleh Ratu Fersta bukanlah anak kandungnya, melainkan anak dari Kaisar Yurox, matanya yang berwana merah itu, merupakan lambang dari kerjaan Yurox, sedangkan untuk Kerjaan Fersta mata keturunan kerjaan akan memiliki warna kuning terang seperti matahari.
"Katakan pada ku, dengan siapa kau melakukan itu?" tanya Enzo yang terlihat kecewa dengan istirnya.
"Maafkan Saya Yang Mulia!"
"TIDAK USAH MINTA MAAF, JUJUR SAJA PADA KU DENGAN SIAPA KAU MELAKUKANNYA!" Teriak Enzo yang sudah kecewa.
"Saya melakukannya dengan Kaisar Yurox."
"Apa?" tanya Enzo tak habis pikir.
"Kau melakukannya dengan musuh dari negara kita? Aku tidak menyangka ini Eva bisa-bisanya orang yang ku cintai melakukan hubungan badan dengan musuh ku sendiri!"
Terdengar sekali nada kecewa dari Kaisar Fersta, namun apa itu semua sudah terjadi hanya tangisan penyesalan saja yang bisa Enzo dengar dari Eva, Eva Ratu dari kerjaan Fersta telah melakukan hubungan badan dengan Kaisar Yurox yang merupakan musuh bebuyutan negaranya.
"Aku sungguh kecewa pada mu Eva, mulai sekarang aku tidak akan mencintai mu seperti dulu lagi."
Dengan mengalirkan air mata penyesalan Eva memohon maaf pada Enzo yang sudah tidak peduli lagi dengan dirinya.
"Eva perlu kau ingat mau sampai kapan pun, diriku ini tidak akan mau menganggap anak itu sebagai keturunan ku, mulai sekarang hiduplah kau dalam penyesalan seperti orang yang lebih memilih mati dibandingkan hidup seperti ini."
Dengan perasaan kecewa Enzo pergi meninggalkan Eva dengan perasaan kecewa, dari kejadian itu Enzo tidak pernah lagi menghubungi ataupun menjenguk Eva di istana Ratu.
Enzo memang benar-benar sudah membuang Eva, bahkan Eva sendiri sudah seperti mayat hidup karena Enzo yang tidak mau menjenguknya lagi.
Tepat 5 tahun setelah kejadian itu, Eva dikabarkan telah meninggal dunia, dan tepat pada waktu itu pula Enzo serta Hugo anaknya yang berusia 7 tahun datang ke pemakaman Eva untuk terakhir kalinya.
Di pemakan itu, Enzo dan Hugo bisa melihat sosok anak kecil yang sedang menangis memanggil Eva yang sudah dimakamkan.
"Yang Mulia, apa yang akan anda lakukan pada anak itu?" tanya Giotto yang merupakan asisten sekaligus tangan kanan Enzo.
"Jual saja dia, atau buang dia ke kerjaan Yurox!" perintah Enzo, Hugo yang mendegar itu hanya bisa diam melihat adiknya diperlakukan seperti itu oleh ayahnya.
Apa sebegitu bencinya ayahnya kepada ibu serta adiknya yang saat itu sedang berusia 5 tahun.
Sejak kejadian itu, Enzo tidak pernah lagi mau mengangkat seorang Ratu ataupun permaisuri, dia sampai sekarang menjabat sebagai Kaisar Fersta tanpa anda sosok Ratu disampingnya, mengetahui bahwa anak mending Ratu Fersta sudah di jual ke kerajaan Yurox, Enzo hanya diam, mau sampai kapan pun dirinya tidak akan pernah mau menganggap anak itu sebagai keturunannya, bahkan di sejarah pun anak itu tidak disebutkan sebagai keturunannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Nona? Nona?"
"Hmmm."
"Nona bangun ini sudah siang!" pekik Melly yang dengan kesal langsung menggeser korden kamar Elsa.
"Agh!"
Seterang cahaya pagi masuk ke kamar Elsa, di mana saat itu dia masih memanjakan dirinya dengan kasur yang paling nyaman.
"Bangunlah Nona, bukankah hari ini anda harus bekerja kembali, dengan Tuan Pervis?"
"Ya aku tau," jawab Elsa dengan malas.
"Segeralah mandi nona, saya sudah menyiapkan air hangat untuk anda."
"Hmm."
Setelah memberi pesan pada Elsa, Melly kembali keluar dari kamar Elsa untuk melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Elsa dengan malas berjalan ke arah kamar mandi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di lorong Mension kediaman kelurga Pervis, di saat Elsa ingin berjalan ke ruang kerja pamannya, tiba-tiba saja dirinya dipertemukan oleh Emma bibinya dan juga Tias.
Astaga kenapa aku harus dipertemukan oleh orang seperti mereka pagi-pagi begini.
"Selamat pagi bibi," sapa Elsa penuh hormat.
"Aku sudah mendegar semuanya dari Tias, apa benar kau tidak ingin memberikan jabatan kepala kelurga ke paman mu sendiri?" tanya Emma.
"Benar!" jawab Elsa dengan tegas.
"Hah? Apa kau ini tidak punya rasa malu? Kau tidak sadar kah selama ini yang menjaga mu dan mengurus mu itu siapa hah?"
"Bibi, apa selama ini bibi mengurus ku karena ada maksud lain?" tanya balik Emma.
"Apa?"
"Saya mengira, bahwa selama ini bibi adalah orang yang baik, dulu waktu bibi ingin mengurus ku di pemakan kedua orang tua ku, bibi dan paman bilang akan mengurus ku kan?" tanya Elsa.
"Apa aku salah?"
Emma langsung terdiam begitu juga dengan Tias, mata Elsa terlihat tajam menatap wajah Emma yang terlihat meremahkan dirinya.
"Bukan kah sudah wajar aku yang merupakan bibi mu meminta upah, seharusnya kau yang merupakan keponakan bisa tau diri Karena mau di urus oleh ku!" tekan Emma.
"Hah? Tau diri, apa ini maksudnya bibi mau mengurus ku?" tanya Elsa tak percaya.
"Sulit dipercaya, orang yang dulu ku hormati kini mulai menusuk ku dari belakang."
"Apa?Menusuk apa? Kau ini bicara apa Elsa! Kenapa jadi bibi yang seolah-olah jahat di sini!"
Dengan mengembuskan napas kasar Elsa kembali menatap wajah Emma, "Ha... Sudahlah bibi kita sudahi saja pertengkaran ini, saya ingin lanjut bekerja dulu, paman pasti sudah lama menunggu saya di ruangan" jawab Elsa yang langsung pergi meninggalkan Emma juga Tias di sana.
"Astaga anak itu, makin dibiarkan malah makin jadi."
Menyebalkan, pasti Tias yang melaporkan kejadian kemarin pada ibunya, anak itu dari dulu emang ular.
TBC
-YOU'RE MINE, SERRA
-POSESSIVE PILOT
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti
jd sebel aq,bodohnya ga kerulungan