NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang Bersama Ayah Mertua

Hubungan Terlarang Bersama Ayah Mertua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Pelakor / Bertani / Selingkuh / Cinta Terlarang / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Zhy-Chan

Perkenalkan namaku Tuti berusia 25 tahun, anak pertama dari dua bersaudara.

Aku sudah menikah satu tahun dan belum mempunyai anak. Suamiku, Mas Sugeng (26) dia anak tunggal. Sedangkan ayahnya, Bapak Hendra (46). Beliau pensiunan PNS, kebetulan beliau pensiun dini untuk membuka usaha di rumah nya. Ibu dari mas Sugeng, Ibu Ani (42) kesibukannya menjaga toko di rumah.

Sampai suatu ketika tingkah pak Hendra begitu aneh, tingkahnya jauh berbeda saat aku baru pertama kali tinggal di rumahnya. Akhir-akhir ini beliau selalu mendekatiku saat suamiku bekerja dan Ibu mertuaku sibuk menjaga tokonya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhy-Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 9

"Kamu jaga toko dulu, ayah mau mandi," pinta ayah sambil berjalan ke kamar mandi tanpa pakaian.

"Iya, Yah," jawabku melihat ke arah ayah mertuaku.

Kemudian aku memakai pakaian dan merapikan tempat tidur. Setelah semua rapi aku kembali menuju ke toko.

Tidak berselang lama, Sekitar 15 menit aku menjaga toko, ibu mertuaku datang dari pasar. Aku pun membantu ibu mertuaku mengangkat barang dagangan nya dari atas becak.

"Ayahmu kemana?" tanya ibu mertuaku sambil mengangkat barang dagangannya.

"Ada di dalam, Bu," jawabku sambil membantu membawa dagangan ibu mertuaku

"Bagaimana lancar jaga tokonya Nak?" tanya ibu mertuaku.

"Lancar, Bu," jawabku dengan tegas.

"Ya sudah sana kamu masak, ibu sudah beli ikan kesukaan suamimu," ujar ibu mertuaku sembari memberikan ikan kepadaku.

"Iya Bu," ucapku kemudian menuju ke dapur.

Ketika aku berjalan ke dapur, aku melihat ayah mertuaku sudah tertidur pulas di depan televisi, aku hanya tersenyum melihat beliau tidur pulas dengan penuh kepuasan.

Petualangan cinta paling menakjubkan dalam hidupku, walaupun tindakanku salah, tapi aku menikmatinya, aku mulai cinta kepada ayah mertuaku sendiri.

Cinta memang bisa tumbuh karena sering terbiasa bersama, yang awalnya biasa-biasa saja kemudian menjadi terasa istimewa karena banyak waktu dan kesempatan yang di habiskan bersama.

Bahkan yang tadinya benci bisa jadi cinta karena saking seringnya bersama. Karena seringnya menghabiskan waktu bersama jadi lebih paham, lebih mengerti karakter masing-masing.

Lalu, muncul sikap saling memahami satu sama lain, ketika sudah bisa saling memahami satu sama lain, kedekatan akan terbentuk dengan sendirinya. Bahkan aku bisa menemukan berbagai sisi menarik dari ayah mertuaku.

Ada rasa nyaman di dalam diriku yang terbentuk dengan sendirinya, dari setiap momen dan waktu yang aku habiskan bersama ayah mertuaku.

Kenyamanan ini kemudian berubah wujud menjadi perasaan cinta, karena salah satu alasan utama seseorang jatuh cinta adalah merasa nyaman. Saat sudah merasa nyaman, cinta bisa tumbuh dengan sendirinya.

Setelah itu aku naik becak bersama ibu mertuaku.

Kurang lebih 30 menit perjalanan untuk sampai ke tempat praktek Dokter. Setelah sampai di tempat praktek Dokter. Kurang lebih 15 Menit aku di periksa, dan ternyata benar aku hamil.

"Selamat ya Bu, Ibu hamil," ucap Dokter kepadaku.

Sungguh bahagianya diriku, aku akan mempunyai anak yang aku idam-idamkan selama ini. Ibu mertuaku juga sangat bahagia mendengarnya, dokter mengatakan aku hamil 4 Minggu.

Aku juga mengabarkan kabar gembira ini kepada orang tuaku lewat telepon. Bapak dan ibuku sangat bahagia mendengarnya, ibuku berpesan untuk menjaga kandunganku.

Aku jadi tidak sabar ingin mengabarkannya kepada suamiku, aku sengaja tidak menelponnya, aku ingin mengatakannya langsung saat dia pulang kerja nanti.

Setelah di periksa aku dan ibu mertuaku pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah, ayah mertuaku sudah menyambut kami di pintu gerbang.

"Bagaimana hasilnya," tanya ayah penasaran.

"Mantumu hamil, Yah," jawab ibu mertuaku dengan wajah bahagia.

"Syukurlah, ayah bahagia sekali," ucap ayah mertuaku.

"Sebentar lagi kita punya cucu, Yah," kata ibu mertuaku senang.

"Iya, Bun," jawab ayah dengan wajah bahagia.

"Nak Tuti, jangan terlalu capek ya, biar ibu yang mengurus rumah," ujar ibu mertuaku.

"Iya biar ayah bantu juga," ucap ayah mertuaku.

"Ayah bisa apa, paling bisanya makan sama tidur," canda ibu mertuaku sambil melihat ke arah ayah.

"Ha Ha Ha." Ayah tertawa.

Aku senang sekali melihat kedua mertuaku bahagia. mungkin mereka sudah lama mendambakan lahirnya seorang cucu.

1
Thoma Thoma
bodoh si Sugeng masaiya membiarkan ayahnya genjot istrinya
Thoma Thoma
aduh kapan sadarnya pk mertua ya
Thoma Thoma
mantap itu baru suami istri yg harmonis
Thoma Thoma
Sugeng membiarkan Tuti sama ayahnya
santi damayanti
cerita nya jelek tapi aku baca sampai habis
penyampaian sederhana kronologis
aku yakin ini bukan ai
penulisnya luar biasa
Thoma Thoma
Sugeng sudah tahu hubungan istri nya dengan ayahnya
Thoma Thoma
dasar sudah ketagihan
Thoma Thoma
ayah dan anak sama bejatnya, mempermainkan kakak dan adik
Thoma Thoma
Sugeng bermain di belakang sama Nisa, wajarlah Tuti sama ayahnya
Thoma Thoma
alur cerita nya lancar berhubungan tanpa ada yg tau, lanjutkan
Thoma Thoma
Sugeng membiarkan Tuti sama ayahnya
Thoma Thoma
Sugeng tau hubungan Tuti sama ayahnya, Sugeng kan maunya sama Nisa
Thoma Thoma
Tuti pingin sama ayah mertua nya, suaminya mungkin ada hubungan di luar kaliya
Thoma Thoma
suami macam apa masaiya gak liat istri nya di genjot bapak nya
Thoma Thoma
sambung dong cerita bpk mertua dan menantu seru
Thoma Thoma
idih tua tua kelapa tu bpk mertua
Thoma Thoma
Tuti mengoda bpk mertuanya
Thoma Thoma
laki laki gak pandang bulu kalau liat benda pusaka wanita 💪💪💪
Thoma Thoma
ibu mertua kayaknya lugu deh
Thoma Thoma
bikin aku terbawa suasana dng anak dan menantu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!