NovelToon NovelToon
Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Istri Kedua Yang Dirahasiakan

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:13.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: heni

Keegoisan istrinya, yang bersikeras menolak untuk hamil. Membuat Sam terpojok dengan permintaan neneknya. Satu sisi wanita yang dia cinta sepenuh hati menolak untuk hamil, satu sisi, wanita yang Sam cinta, yaitu nenek dan ibunya. Sangat menginginkan akan kehadiran penerus keluarga Ozage. Sam terpaksa menyetujui, untuk menikah lagi, demi membahagiakan neneknya dan ibunya.

Pernikahan kedua pun terjadi. Seorang wanita bernama Moresa Haya. Menjadi istri kedua Sam. Apakah Sam akan berpaling hati pada istri keduanya? Atau dia tetap setia dengan perasaannya pada Vania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8 Menderita

Setelah kejadian beruntun tadi siang, Resa maupun Sam, sama-sama membisu. Keduanya seakan kehilangan suara mereka, karena kejadian sebelumnya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Resa mengerti apa maksud Sam. Setelah selesai makan siang, Sam kembali ke kamarnya, reaksi obat yang masih terasa, membuat dirinya tidak mampu memandang wanita yang baru ia nikahi itu.

Resa, hanya mengenakan baju kaos Sam, hingga pahanya yang mulus, kedua kakinya yang jenjang, jelas terlihat, karena tidak tertutup apapun. Menghindari wanita itu, membuat Sam, merasa lebih aman.

Selesai dengan tugasnya di dapur, Resa segera kembali ke ruang tamu, sofa panjang yang empuk itu, yang akan menjadi tempat tidurnya, dia menepis semua perasaan aneh yang mulai menyeruat dalam benaknya.

Resa perlahan merebahkan tubuhnya, dia menutupi sebagian tubunya dengan selimut yang dia ambil dari kamar Sam. Tenaga yang terkuras begitu besar, membuat mata indah itu perlaham terpejam.

Hening, keheningan menyelimuti villa itu, karena dua orang yang berada di villa itu, sama-sama berkelana ke alam mimpi.

********

Kediaman keluarga Ozage.

Ramida mulai kesal, dari tadi siang ponsel Sam terus berdering, terlihat ratusan panggilan tidak terjawab, juga banyak pesan yang masuk kedalam ponsel itu. Belum hilang kekesalan Ramida, kini giliran ponsel miliknya yang berdering, terlihat nama perawat yang dia bayar untuk menjaga mama Resa yang menelpon. Panggilan yang satu ini, Ramida tidak membiarkannya begitu saja. Dia langsung menggeser icon yang bewarna hijau. "Hallo?" Sapanya.

"Nyonya, ibu Hayati sadar satu jam yang lalu, dia terus menanyakan anaknya. Resa," ucap perawat, yang berbicara di ujung telepon sana.

"Katakan, kalau Resa tengah bekerja, ia akan datang secepatnya."

"Baik Nyonya."

Ramida langsung menutup, panggilan teleponnya, dia menggeser layar ponselnya tersebut, jari jemarinya begitu lincah bergerak ke sana kemari, menyentuh kolom per huruf, hingga menjadi sebuah kata, dan menjadi seuntai kalimat perintah, lalu dia kirimkan pada orang yang bekerja padanya.

Napasnya terdengar begitu memburu. "Semoga saja, Sam dan gadis itu, sudah melakukan tugas mereka," Ramida sangat berharap, Sam menyentuh gadis itu, agar gadis itu bisa hamil secepatnya.

*****

Matahari hampir tenggelam di ufuk barat, dua insan yang tidur di tempat yang berbeda itu, masih larut dalam mimpinya masing-masing.

Sedang di halaman villa, dua buah mobil, yang melaju perlahan, mulai memasuki halaman villa itu. Dua orang laki-laki, berperawakan tegap, memakai setelan jas lengkap, turun dari mobil yang mereka kemudikan. Salah satunya membawa paperbag, mereka melangkah menuju pintu utama villa itu.

Tokkk tok tok!

Tokkk tok tok!

Tokkk tok tok!

Berulang kali salah satu dari kedua orang itu mengetuk pintu, namun tidak juga pintu itu terbuka.

"Pakai rencana kedua," seru yang satunya.

Orang yang di sampingnya merogoh saku celananya, terlihat tangan yang masuk kedalam saku memegang satu kunci.

"Semoga saja bisa di buka," gerutunya, sambil memasukkan anak kunci tersebut, pada lobang kunci.

"Berhasil!" Serunya.

Tanpa buang waktu, kedua orang itu, bisa masuk kedalam villa, saat kaki mereka sudah melangkah lebih dalam, terlihat seorang gadis tidur meringkuk, di sofa tamu. Salah seorang, dari dua orang suruhan Ramida itu mengambil ponselnya, dan mulai merekam keadaan.

"Mau apa kau?" Tanya salah satunya, saat melihat temannya mendekat kearah sofa, di mana wanita itu tertidur pulas.

"Membangunkannya," jawabnya.

Pukkk puk puk!

Tepukan lembut berulang kali mendarat di bahu wanita itu, perlahan mata yang tadi terpejam rapat mulai mengerjap.

Merasakan sentuhan di bahunya, perlahan Resa membuka kedua matanya, saat melihat samar dua orang bertubuh tegap dan memakai setelan jas lengkap, seketika kedua mata Resa terbuka, dia langsung meraih selimut, memastikan kedua pahanya tertutupi oleh selimut.

"Siapa kalian?" Resa sangat ketakutan.

"Maaf Nona, kami orang suruhan Nyonya Ramida, ini baju buat Anda, bersiaplah, ibu Anda mencari Anda, bersiaplah, kami antar Anda menemui ibu Anda." Orang suruhan Ramida, memberikan paper bag kepada Resa.

Resa menggerakkan tangannya, meraih paper bag yang di serahkan padanya. Tali paper bag itu, sudah berada di jemari Resa. "Bisakah kalian keluar, aku ingin ganti baju, di sini," pintanya, pada kedua laki-laki itu.

Perlahan, kedua orang itu, memutar arah punggung mereka, keduanya segera melangkah menuju kearah pintu. Melihat dua orang suruhan Ramida pergi, Resa segera meraih isi paper bag yang baru dia terima.

"Huh …." Resa sangat lega, baju yang dia terima sekarang adalah baju normal, bukan dress yang anggun seperti yang dia pakai tadi pagi, bukan juga pakaian yang kekurangan bahan, seperti yang dia temukan dalam lemari yang ada di kamar itu.

Rasa sakit itu terasa lagi, saat dia menggerakkan kedua kakinya untuk berdiri. Penderitaannya semakin lengkap. Rasanya milik Sam, masih membenam diantara kedua pahanya. Resa berusaha menahan rasa perih itu, dia segera mamakai baju yang baru dia keluarkan dari paper bag, selesai dengan pakaiannya, Resa memaksa kakinya, untuk melangkah menuju pintu.

"Kenapa sakit sekali? Bagaimana aku berjalan di koridor Rumah Sakit nanti, saat menuju kamar mama, sekarang saja aku sangat menderita!"

Tangannya meraih gagang pintu, saat pintu terbuka, terlihat punggung dua, kedua orang itu memandang kearah jalanan.

"Permisi Pak, silakan masuk, saya sudah selesai," ucap Resa.

Kedua orang itu, memutar arah punggung mereka.

"Bersiaplah Nona, anda harus ke Rumah Sakit sekarang, bersama kami," ucap salah satunya.

"Bagaimana Tuan Sam?" Tanya Resa.

"Tolong, Anda bangunkan dulu Tuan Sam, dan berikan kunci mobil pada Tuan, katakan kalau Nona Vania terus meneleponya." Salah satunya, memberikan kunci mobil pada Resa.

Resa tidak menerima kunci mobil yang di berikan padanya. "Bisakah kalian yang mengetuk pintu kamar itu, ku mohon, aku sangat menderita, jika harus berjalan lagi," rengek Resa.

Kedua laki-laki itu saling pandang, terlihat keduanya mengulum senyuman, keduanya mengerti apa derita istri kedua Tuan mereka ini.

"Baik Nona, biar saya yang mengetuk pintu kamar Tuan." salah satunya langsung masuk kedalam villa.

"Tolong ambilkan tas ku, yang ada di meja itu," pinta Resa.

Laki-laki itu terus melangkah kedalam villa, dia hanya mengacungkan jempolnya, menanggapi permintaan Resa.

"Nama saya, Mawan, Nona. Yang tadi rekan saya Toni." Laki-laki yang beridiri di depan Resa memperkenalkan dirinya.

"Saya Resa," jawabnya.

"Silakan Nona menunggu di mobil," ucap Mawan.

"Terima kasih," ucap Resa, sambil memberikan senyuman manisnya.

"Mobil putih Nona, anda duduk di bagian belakang," ucap Mawan. Jemari mawan, menekan remot yang ada di tangannya, mobil putih yang terparkir di depan sana, terdengar mengeluarkan suara, bersamaan dengan kilatan lampu.

Resa terus menahan rasa sakit yang menderanya. "Kamu harus kuat Resa! Kamu tidak boleh manja! Ayo! Sedikit lagi!" Gumam di hatinya, dia terus menyemangati dirinya

Akhirnya, usahanya tidak sia-sia. Dia sampai di mobil itu, meraih handle pintu mobil tersebut, setelah membukanya, dia segera masuk, memposisikan duduk dengan nyaman di kursi empuk, melangkah menuju mobil ini, sungguh membuatnya menderita.

1
Surati
bagus ceritanya 👍
Nori Hapsah
pasti sam posirip hamil. /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Nori Hapsah
awal bertemu benci setelah ber kali jali jadi bucin.
Aprilia Hadiwasana
Kek nya bukan anak nya sam, soal nya waktu itu sam di villa sm resa sedangkan vania dia hbs dr luar negri…
deandra syahfitri
Luar biasa
Wulhan Agustyna Ismail
laki laki bodoh jabatannya aja CEO
ratnaayunsari@yahoo.com
Luar biasa
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
mantul ceritanya 👍🏻👍🏻👍🏻
fatimatus zahro
sam kq bego tenan seh sebel aqw.. pernh aqw tuh cinta bgt sm cow.. tp yh gg sebego sam.. aqw tegesin diri.. kalo aqw mw bahgiain diri itu pntg bukn bahagian org lain..
fatimatus zahro
sumpah ini kerakter cowx ter ter pokokx.. gg tegas mbulettttt ae n gg jelas.. aslix bagus in novel.. cuma kurang mateng aja.
Zhafira Ndriani
menarik sekali cerita nya
Maya Sari Niken
bnyak yg ga masuk akal,resa ttp mmksa sam bertahan sama istri yg begitu,kedua sam kurang tegas
pokoknya serba ga masuk akal
Nori Hapsah: /Grin//Grin//Grin/ biar rame
total 1 replies
Maya Sari Niken
terganggu dg kata2 merengek
seolah2 semua org suka merengek
bukannya merengek itu bearti seperti manja
Oktavia
yg terlantar cuma anak vania, kok penylis tega bgt ya ? resa jadi perawat anak vania… enak di dia nanti suatu saat bisa aja datang
Oktavia
enak bgt si vania anaknya di rawat tesa nanti. emang baby sitter
Oktavia
alasan tapi kamar ga pernah di kunci. emang tesa juga sengaja
Oktavia
resa cuma cadangan ya ? egois bgt, ingin bahagia sendiri dan lebih utama vania. kasihan resa
Maya Kurnia
Sam trllu BuCin... jd bersikap sangat BODOH
Bagus Slayer
lanjut thorrr
Amelia Syharlla
ceritanya bagus banget Thor aku suka semangat thor untuk karya barumu❤️❤️❤️❤️🌟🌟🌟🌟🌟
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!