18+ SESUAIKAN BACAAN DENGAN USIA!
Disaat tuntutan hidup terus mendesaknya, Alana memutuskan untuk menukar dirinya dengan harta. diatas pernikahan kontrak Alana berhasil merubah hidupnya dalam sekejap.
"Kau boleh melakukan apapun, selama aku menjadi istrimu dan kau terus memanjakanku dengan kekayaan."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 9
Alana mengerjap. memulihkna penglihatannya setelah tidak sengaja terlelap. tangan halus Alana meraih pelipisnya memijatnya secara perlahan, "Astaga aku ketiduran."
"Apa kau sedang membayangkan sesuatu dalam tidurmu? kau sangat liar ternyata."
Alana membulatkan matanya. ia langsung beranjak dan menatap kearah Nathan yang sedari tadi sedang memperhatikannya.
"Kau bagaimana mungkin..." Alana tidak menyelesaikan ucapannya, ia langsung meraih remot untuk mematikan tayangan fulgar yang masih terputar. "Sial," umpat Alana merona.
"Apa yang akan kau lakukan?" Nathan mendekati dan menarik tangan Alana hingga keduanya jatuh diatas ranjang.
Dengan gugup dan sedikit malu lantaran ketahuan menonton kaset dewasa. wanita itu menelan salivanya menatap dua bola mata Nathan intens, "Aku hanya..."
"Kau terlihat polos tapi siapa sangka kau memiliki hobi senakal itu," Celetuk Nathan memiringkan senyum.
Alana menggelengkan kepalanya dengan cepat. ia meraih bahu Nathan dan berusaha mendorong pria yang sedang menin*dihnya tersebut agar segera menyingkir. "Ini tidak seperti apa yang kau bayangkan!"
"Baiklah, katakan alasan apa yang kau miliki untuk menjelaskan semua ini." ucap Nathan mencecar.
Bibir Alana bergetar. ia terdiam dengan pikiran yang sibuk mencari alasan untuk menjelaskan pada sang suami tentang apa yang sudah ia rencanakan.
"Jawab. kau diam? sungguh aku sangat ragu atas kegadisan yang kau katakan," tambah Nathan menyeringai.
Alana menghela nafasnya perlahan, ia membuka mulutnya sedikit lalu mulai memberanikan diri dan berkata. "Aku... aku..."
Nathan menajamkan tatapannya seolah sudah tidak sabar ingin mendengar pernyataan yang akan Alana lontarkan.
"Aku hanya, aku..."
"Sepertinya dugaanku benar! kau sedang membodohiku."
Alana kembali menggelengkan kepalanya dengan cepat, "Tidak! aku hanya sedang mempelajari bagaimana caranya memuaskan seorang pria." ucapnya spontan.
Nathan terpaku, itu cukup terdengar masuk akal. ia melepaskan tubuh istrinya kemudian mengambil alih remot ditangan Alana.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Alana heran.
"Duduklah, lihat ini bersamaku. aku akan mengajarimu!" titah Nathan.
Alana memberanikan dirinya terduduk tepat disebelah Nathan. tangan gadis itu sampai bergetar dan berkeringat hebat, dalam pikirannya ia terus bertanya. apa yang akan Nathan lakukan padanya jika pria itu terangsa*ng akibat film yang sedang mereka lihat bersama.
"Kenapa kau diam? kau mengatakan jika kau ingin belajar!" Nathan memangkas jaraknya, ia duduk di belakang tubuh Alana lalu menyentuh bahu gadis itu agar Alana fokus menatap layar.
"Kenapa kau pindah kebelakang?" tanya Alana dengan suara bergetar.
"Aku akan menikmati hal lain," ucap Nathan santai.
Astaga kenapa jantung Alana semakin tidak terkontrol. perasaannya todak karuan, Alana terus mengutuk dirinya lantaran kecerobohannya tersebut.
Alana meraih lehernya, mengusap leher tersebut perlahan. sungguh ia sangat merinding, Nathan menggunakan bahu Alana sebagai penyangga dagunya. mata pria itu tertuju pada layar dengan hebusan mafas berat yang menyapu area selangka Alana.
"Aku... aku tidak nyaman," celetuk Alana.
Nathan hanya memiringkan senyumnya tanpa membalas satu patah katapun.
"Ya Tuhan, aku merasa seluruh tubuhku gatal." batin Alana tidak karuan, gadis itu bahkan terus saja meremat kain sprei yang ia duduki. sungguh ia sangat tidak fokus untuk saat ini.
"Rilex, lihat kearah layar." Nathan berbisik sambil menggenggam tangan Alana untuk memberikan sedikit ketenangan pada gadis tersebut.
Alana patuh, ia mengikuti apa yang Nathan katakan. sejenak gadis itu menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan. Keduanya larut dalam tontonan memalukan, tontonan yang mungkin saja akan membuat keduanya dikuasai oleh api gairah.
Nathan sudah terlebih dulu hanyut, tanpa sadar tangannya terus mengelus tubuh istrinya dengan dekapan yang semakin kuat memeluk tubuh Alana dari belakang. Alana tidak menyadarinya, yang ia rasakan sekarang adalah darahnya berdesir hebat sampai membuat seluruh tubuhnya merasakan suatu keanehan.
"Mmm..." Nathan melenguh sambil mengecup setiap inci bagian ceruk Alana, pria itu benar-benar sudah terangsang. tangannya pun menyusup kebalik mini dres bagian atas yang Alana kenakan. dengan sangat terlatih dan penuh kehati-hatian Nathan mengelus dan merasakan bagian yang menonjol itu tersentuh olehnya.
Tubuh Alana memanas, nafasnya semakin berat. sadar akan apa yang Nathan lakukan padanya sekarang wanita itupun melenguh, "Mmmm, aku masih datang bulan."
Siapa peduli? toh Nathan hanya sedang memanjakan dirinya dengan menyentuh bagian-bagian sensitif milik sang istri. sudah beberapa hari mereka menikah, dan Nathan sendiri sebelumnya belum melihat ataupun menyentuh haknya tersebut. terdengar konyol, sudah membayar mahal tapi tetap harus menunda malam pertama. menyedihkan!
jangan lupa mampir di loser man ya semuanya. 🔥🔥🔥🔥 panas dan bikin merinding sih tapi ceritanya juga bagus. yuk cuss mampir di karya mak . makasih semua
kenapa eh kenapa berjud itu haram??
eh malah nyanyi lagu pak aji rhoma pulak wkwkkwk
satu pesan untuk kalian berdua...Nathan n Alana...kalau cinta jangan gengsi...perjanjian kontrak hanya antara klen berdua tohh???udindut alias udaaah langgar tabrak libas gelinding ajaaaaa.....ciyus dehh dengerin kaya uwekkkk