Xue Yao, murid pertama Sekte Yiyuan, kehilangan segalanya ketika Raja Iblis menghancurkan sektenya. Sebagai satu-satunya yang selamat, ia melarikan diri membawa pusaka sekte, Cincin Zhutian, demi membalas dendam.
Namun saat dikepung musuh, ia menghancurkan kultivasi dan memecah kesadarannya sendiri. Takdir justru membuat seluruh serpihan kesadarannya terserap ke dalam Cincin Zhutian dan tersebar ke berbagai dunia. Setelah hampir seratus tahun tertidur, Xue Yao terbangun dan mendapati setiap serpihan hidup dalam penderitaan akibat keterikatan batin yang dapat melahirkan iblis hati.
Kini, dengan kekuatan Cincin Zhutian, ia harus kembali ke setiap dunia untuk menyelamatkan, mengumpulkan, dan menyatukan kembali seluruh serpihan jiwanya. Namun, mampukah Xue Yao mengembalikan dirinya yang utuh... atau justru kehilangan segalanya untuk kedua kalinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhu Ge Liang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Takdir yang Tertukar¹⁵
Di bawah sikap keras Nyonya Xue, Xue Mo sama sekali tidak memiliki ruang untuk menolak.
Nyonya Xue tidak memberitahukan perkara ini kepada Xue Ba. Di satu sisi, ia khawatir semakin banyak orang yang mengetahui, semakin besar pula kemungkinan rahasia itu bocor. Di sisi lain, ia tidak ingin Xue Ba kembali kecewa terhadap Xue Mo.
Sambil menatap foto-foto yang dikirimkan detektif swasta melalui ponselnya, Nyonya Xue berdiri tanpa ekspresi menatap jendela, menatap Xue Ba yang baru turun dari mobil. Tatapan matanya dalam dan dingin, terasa menakutkan.
Setelah Xue Ba masuk ke rumah, Nyonya Xue pun mengangkat persoalan pertunangan Xue Mo.
Tentu saja alasannya terdengar sangat masuk akal.
"Xue Mo sempat meninggalkan kesan yang kurang baik di mata ayah. Ayah merasa ia masih muda dan impulsif. Sekarang usianya juga tidak kecil lagi. Jika kita memilih keluarga yang pantas dan mengatur pertunangan, di satu sisi itu bisa membuatnya belajar bertanggung jawab. Di sisi juga bisa meredakan penilaian buruk Ayah terhadapnya, agar Xue Mo dapat segera kembali ke perusahaan."
Xue Ba merasa penjelasan itu masuk akal dan mengangguk.
"Kau saja yang mengaturnya."
Dengan demikian, dalam waktu kurang dari setengah bulan, Nyonya Xue menyaring daftar para nona dari berbagai keluarga dalam lingkaran mereka.
Meskipun waktunya mendesak, ia tetap ingin memilih yang terbaik untuk putranya.
Namun, tidak ada seorang pun yang bodoh.
Perkara Yu Yunqi baru berlalu setahun. Walaupun Yu Yunqi pernah 'dijebak' oleh kakak beradik keluarga Xue, reputasinya di kalangan atas tetap sangat baik. Parasnya cantik, kemampuannya menonjol, dan ia adalah pemain cello didikan maestro ternama, reputasinya dikenal di kancah internasional. Bahkan sejak dewasa, ia telah menggelar konser solo.
Ucapan Yu Yunqi cukup dipercaya banyak orang.
Dari mulutnya, Xue Mo digambarkan sebagai orang yang tidak tegas dan tidak mampu membedakan prioritas.
Pernikahan politik memang mempertimbangkan kekuatan keluarga, tetapi tidak ada keluarga yang ingin dengan mudah mendorong putrinya ke dalam 'api'.
Ditambah lagi, langkah mendadak Nyonya Xue mencari calon menantu membuat banyak pihak semakin ragu.
Akhirnya, banyak keluarga memilih mundur sambil mengamati situasi.
Saat Nyonya Xue tengah gelisah karena tak menemukan kandidat yang cocok, justru datang seseorang yang amat sesuai, seperti bantal bagi orang yang mengantuk.
"Qu Ning? Jika ia memilih Xue Mo, itu benar-benar seperti menikah turun derajat."
Xue Yao membolak-balik berkas di tangannya. Ia sendiri juga merasa heran mengapa Qu Ning bersedia memilih Xue Mo.
Keluarga Qu adalah keluarga bangsawan lama, turun-temurun berkecimpung di dunia bisnis, memiliki kekuatan besar serta jaringan luas di ranah politik dan bisnis.
Yang paling penting, Qu Ning sendiri sangat luar biasa.
Ia adalah anak bungsu generasi keluarga Qu. Beberapa tahun lalu, ia mengambil alih industri mode keluarga Qu di luar negeri, dan dalam waktu singkat berhasil menciptakan reputasi. Gaun adibusana yang dikenakan Xue Yao pada pesta ulang tahunnya pun berasal dari perancang ternama yang terikat kontrak dengan keluarga Qu.
Cantik, latar belakang kuat, kemampuan unggul. Orang seperti itu mengapa justru dipilih untuk pernikahan politik?
"Dalam perkara ini, Qu Ning sebenarnya tidak punya pilihan."
Su Chen yang duduk berhadapan dengan Xue Yao, mengeuarkan sebuah foto dari ponselnya dan meletakkannya di hadapan Xue Yao.
Saat itu, mereka berada di ruang privat restoran Yueshaotou, merk dapur pribadi keluarga Xue.
Sepekan sebelumnya, aset ini secara resmi dialihkan oleh kakek kepada Xue Yao.
Wakil presiden yang membimbing Xue Yao telah berkali-kali memujinya di hadapan kakek. Sebagai orang kepercayaan kakek, ia tahu dirinya seharunya bersikap netral. Tetapi Xue Yao memang terlalu menonjol.
Cerdas, cepat memahami apapun, dan yang terpenting, rajin hingga menakutkan.
Dalam waktu satu bulan, Xue Yao tidak hanya menuntaskan pemahaman atas seluruh laporan tahunan dan kasus berimbal hasil tinggi perusahaan, tetapi juga melakukan riset menyeluruh terhadap proyek yang ia tangani.
Dalam rapat pengajuan proyek, paparannya bahkan lebih tajam dibandingkan para senior yang telah lama berkecimpung di industri.
Kecerdasan, kerja keras, dan dorongan kuat semua itu membangkitkan kembali semangat sang wakil presiden yang hampir memasuki masa pensiun.
Setelah mendengar laporan kinerja Xue Yao selama sebulan, kakek pun menyerahkan kepadanya sebagian aset pinggiran keluarga Xue, termasuk Yueshaotou untuk dikelola.
Keputusan ini tidak menimbulkan banyak riak di internal keluarga Xue.
Bagaimanapun, itu hanyalah aset pinggiran dengan keuntungan terbatas, yang tidak banyak diminati.
Namun Xue Yao memahami, ini adalah tanda bahwa kakek benar-benar mulai memberinya kesempatan.
Hasil yang ia peroleh melalui kerja keras diatas rata-rata, akhirnya membuat kakek mengakuinya dalam ranah bisnis.
Pengakuan itu sebanding dengan pengorbanannya, menggunakan jimat penyegar pikiran setiap hari, memaksa kesadarannya yang retak untuk memperpanjang waktu belajar.
Di mata orang lain hanya sebulan berlalu, tetapi didalam kesadarannya, ia telah belajar dengan pahit selama bertahun-tahun.
Prestasi yang memukau ini bukan hanya mendatangkan pengakuan kakek, tetapi juga rasa hormat dari Su Chen.
Ia menyadari bahwa sebelumnya ia telah meremehkan Xue Yao.
Mungkin, kerja sama mereka benar-benar akan menghasilkan akhir yang berbeda.
"Qu Ning tertangkap kamera di luar negeri sedang bermesraan dengan seorang desainer yang berada dibawa naungannya. Keluarga Qu mengeluarkan biaya besar untuk menekan berita itu."
Foto tersebut diperoleh Su Chen melalui seorang kenalan.
Dalam foto itu, Qu Ning memeluk sosok mungil, wajah mereka dipenuhi senyum lepas.
"Sekalipun ia membuka wilayah bisnis bagi keluarga Qu, kini cabang luar negeri telah diambil alih oleh kakaknya, Qu Han. Qu Ning pun dijadikan alat pernikahan politik. Orang dalam foto itu juga dihancurkan kariernya oleh skandal yang direkayasa."
Nada suara Su Chen dingin.
Yang ia ceritakan seolah tentang Qu Ning, namun juga bukan hanya tentang Qu Ning.
Sebelumnya Su Chen tahu betul perusahaannya dijegal oleh kakaknya, tetapi ayahnya hanya menyuruhnya untuk menerima keadaan.
"Perusahaan kecil itu, seberapa besar keuntungannya? Jika ingin maju, lebih baik masuk ke grup dan membantu kakakmu."
Membantu?
Itu sama saja menjadi bawahan seumur hidup, bekerja di bawah kendali kakanya.
Xue Yao tentu memahami semua ini.
"Apakah Qu Ning benar-benar mau?"
Melihat sosok perempuan yang angkuh dan bebas dalam berkas, Xue Yao sulit percaya bahwa Qu Ning akan patuh pada pengaturan keluarga.
"Mau atau tidak, tidak ada bedanya. Keluarga Qu bisa dengan mudah menghancurkan desainer itu. Skandal hanyalah peringatan. Selama Qu Ning masih memiliki perasaan pada kekasihnya, ia tak punya pilihan selain tunduk."
Seperti ancaman Nyonya Xue terhadap Xue Mo kala itu, uang dan kekuasaan keluarga besar cukup untuk menghancurkan siapapun.
"Carikan kesempatan. Aku ingin bertemu Qu Ning. Kamu ikut."
Tatapan Xue Yao menjadi mantap, seolah sebuah rencana telah terbentuk.
"Baik."
Su Chen mengangguk.
Ia bergerak cepat. Pertemuan itu diatur dua hari kemudian, di sebuah klub pribadi milik Su Chen, sangat tertutup.
Ketiganya berada disana dari sore hingga larut malam.
Beberapa hari setelah itu, Lin Ling melihat tajuk utama surat kabar di apartemennya.
"Aliansi Kuat Keluarga Miliarder: Grup Xue dan Industri Qu Akan menjadi Besan!"
Foto yang dimuat adalah potret tunggal kedua tokoh yang digabungkan.
Terlihat benar-benar serasi, bak pasangan yang ditakdirkan.
Dalam laporan tersebut juga tertulis jelas bahwa pesta pertunangan akan digelar di kastel pribadi milik keluarga Xue, dengan dana ratusan juta, menjadikannya sebuah perjamuan impian.
Xue Yao tidak membohonginya.
Kakak Mo... benar-benar akan bertunangan?
Wajah Lin Ling seketika pucat.
Di belakangnya, Lin Zhi Du merebut surat kabar itu dan membacanya. Semakin ia membaca, semakin buruk raut wajahnya.