NovelToon NovelToon
Jalan Yang Aku Pilih

Jalan Yang Aku Pilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Cinta Murni
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: kak meyla

Nana Ayunda adalah gadis cantik yang ceria dan selalu mengutamakan kebahagian orang terdekatnya. Terutama Mama dan Abangnya.
Ia juga selalu menyingkat nama orang sesuka hatinya.

Nana menyukai sahabat kakaknya yang hanya dianggap adik olehnya, akankah Nana bisa mendapatkan cintanya yang penuh perjuangan itu? Atau akan dianggap seorang adik untuk selamanya?

ikuti kisah Nana Ayunda dengan penuh canda dan air mata.
Selamat membaca Terima kasih
mohon dukungannya🥰🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kak meyla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Pria itu tengah berdiri menatap seseorang yang sepertinya ia kenal, karena tak percaya dengan penglihatannya Keri kemudian mengucek ke dua matanya. Ia sangat tak percaya dengan apa yang ia lihat yaitu Zaidan seperti seorang yang tak waras saat ini, dia melihatnya tadi tertawa tapi mengapa sekarang dia tiba-tiba menangis. Terus sedang bersama siapa dia sekarang Gumamnya. Akhirnya Keri menguping obrolan mereka karena rasa penasarannya yang telalu kuat sehingga berjalan mendekat ke arah mereka tanpa mereka mengetahui kehadirannya sama sekali, karena saat ini Keri sedang berada di ditaman mencari udara segar tapi malah melihat Zaidan bersama wanita yang tidak ia kenali sama sekali.

"Berapa kali aku katakan jika aku tak ingin membuka hati oleh wanita manapun Ais, tolong mengertilah aku sangat mencintainya dan jangan terus mendesak ku seperti ini, aku tak akan sanggup." Seru Zaidan dengan menangis dan meremas rambutnya dengan kasar. Ia kemudian duduk di kursi taman di ikuti oleh Aisyah.

"Tapi kamu harus membuka hati Zaidan, ini demi kebaikanmu sendiri, cukup..!!! kamu jangan terus mencari wanita seperti Resty. Kamu tak akan mendapatkannya, cobalah buka hatimu aku mohon, pasti akan ada wanita yang lebih baik darinya, tapi jangan pernah merubah wanita manapun menjadi Resty." Aisyah tak habis dengan fikiran Zaidan sekarang ini, Ia terlalu mencintai orang yang telah tiada.

"Cukup Ais...!!! Kamu jangan mencampuri urusanku lagi, biar aku sendiri yang mengurusnya. Kamu saja di tinggal nikah oleh Riyan, itu artinya kamu tidak lebih baik dariku, tapi kamu malah sibuk mengurusi apa yang tidak seharusnya kamu campuri." Teriaknya tak kalah nyaring, saat ini Zaidan sedang mencemooh sepupunya itu, padahal barusan Zaidan menangis. Tapi sekarang malah teriak tak tentu arah menahan gejolak yang kian membara.

"Baiklah Mas Zaidan. Ini terakhir kalinya aku mencampuri urusanmu, lain kali aku tak akan ikut campur, asal kamu tau aku hanya meneruskan amanah dari mantan tunanganmu itu, selebihnya itu bukan urusanku lagi dan aku janji ini terakhir kalinya aku menasehatimu, lakukan apa yang menurutmu baik dan semoga kelak kamu tak menyesalinya. Permisi...!!!

"Kalau aku tak bisa mendapatkan wanita Seperti Resty, maka aku akan membuat wanita lain menjadi seperti Resty Gumamnya lirih dengan penuh keyakinan tapi masih di dengar oleh Aisyah.

"Kamu jangan gila Zidan, dengan kamu membuat seperti itu kamu sama saja melukai hati wanita itu. Ujarnya membatin dan segera meninggalkan pria dewasa itu, tanpa berniat membalas ucapan Zidan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di sebuah minimarket Renata dan Nana sedang berkeliling mencari buah-buahan yang ingin di belinya. Setelah jam pulang kantor Nana memaksa Renata untuk menemaninya belanja sebentar ke minimarket jadi mau tak mau terpaksa Renata mengikuti kemauannya. "Kamu mau cari apa lagi abis ini?" Tanyanya dengan mengedarkan pandangan ke arah buah-buahan yang begitu banyak yang segar dan sehat itu."

"Ini saja sepertinya sudah cukup Ba Ret...!!! Ayo kita ke kasir untuk membayarnya, aku juga sepertinya sangat lelah ingin segera pulang dan beristirahat."

Mereka kemudian ke kasir tapi sebelum memberikan barang belanjaannya, Nana yang tadi membeli jeruk kemudian mengupas kulitnya satu-persatu tanpa tersisa. Mba kasir dan Renata yang melihat itu menjadi kaget serta bingung, apalagi Nana kemudian menyodorkan jeruk yang sudah di kupas nya itu dan menyuruh kasir tersebut untuk menimbangnya tanpa memberikan kulit jeruknya. Sang kasir kemudian menerima dengan tatapan bingung.

"Kenapa anda mengupas jeruk itu Kak? Apa anda sudah gila?" Tanya Kasir tersebut dengan bingung bercampur emosi tapi tetap berusaha tenang.

"Saya itu masih sangat waras ko Ba Kar...!!! Saya itu tau hak saya sebagai pembeli." Kemudian Nana bertanya kepada Mbak kasir. "Kulitnya di makan atau tidak?" Tanya Nana kepada kasir tersebut.

Kasir yang ditanya seperti itu reflek menjawab tidak atau menggelengkan kepalanya. "Itu anda tau, itu artinya kulit jeruknya harus saya kupas, untuk apa saya membeli sesuatu yang tidak saya makan, bikin rugi saya dong Ba Kar...!!!" Jawab Nana dengan enteng.

"Ba Kar...?" Ucap Kasir tersebut dengan memijat pelipisnya. Antara bingung dan kaget. Tapi juga emosi. Dia menghela nafas dengan kasar kemudian melanjutkan perkataanya." Tapi jika kakak ingin membeli jeruk itu harus bersama dengan kulitnya, kakak tidak bisa mengupasnya begitu saja dan hanya mengambil isinya saja." Lanjutnya lagi dengan mencoba tetap sabar."

"Ba Kar itu kepanjangan dari Mba Kasir, gitu aja harus Nana jelasin, kenapa harus bingung.!!! Buruan di timbang Ba Kar, lama banget sih. Kan udah aku jelasin dari tadi masa sih ngak ngerti-ngerti. " Ucapnya tak merasa bersalah sedikitpun dan merasa apa yang dilakukannya adalah hal yang wajar.

Melihat suasana yang kurang kondusif, Renata ber inisiatif menjadi penengah perdebatan Nana dengan Sang kasir itu, karena dia juga tau jika Nana di sini yang salah. Renata kemudian memberi kode kepada kasir tersebut melalui bahasa tubuh. Renata mengangkat jari telunjuknya kemudian mengarahkan ke dahinya membentuk garis miring yang artinya orang itu stress. Renata mengatakan jika temannya ini gila dan biar dia yang membayarkan untuknya tak lupa Renata meminta maaf kepada kasir tersebut.

Nana yang melihat itu mendelik tajam ke Renata, ia kesal karena di katakan gila olehnya. Tapi dia tak bisa berbuat macam-macam karena Renata segera membayar barang Nana dan segera menyeretnya keluar dari minimarket tersebut sebelum membuatnya bertambah malu.

"Ya Tuhan, mengapa aku harus mempunyai sahabat gila seperti ini." Ujar Renata membatin dan tertunduk lesu.

...----------------...

"Saya siap lahir dan Batin menjadi istrimu Mas." Ucap Seseorang itu dengan yakin tanpa ada keraguan sedikitpun.

Mohon meninggalkan jejak berupa like dan komen. jika berkenan mohon berikan hadiahnya. Terima kasih banyak🥰🙏

1
Zhu Yun💫
Ya gak ngorbanin orang lain juga kali Ker,,, adil apanya, ya gak adil buat Aisyah lah 🙄🙄🙄

🌹🌹 buat kakak author biar semakin semangat update 💪🥰🥳🥳
Zhu Yun💫
Sadar Nad,,, dirimu sudah bersuami 🤧 sekarang enggan berkedip tapi dulu bisa berpaling 😜
Zhu Yun💫
good Nana 👍👍👍👍👍
Teteh Lia
🌹🌹 meluncur
Teteh Lia
kalian mau kabur gitu?
malah bakal bikin bang Keri tambah marah itu mah . 🤦‍♀️
Teteh Lia
sosok Kaka yang begitu menyayangi adiknya, dia ga mau adiknya di sakiti
Teteh Lia
Ngamuk beneran ini mah .. 😱
Zhu Yun💫
2🌹🌹 buat kakak author biar semangat update 💪🥰🥳🥳
Kak Meyla: Makasih banyak Kak🥰😍🙏
total 1 replies
Zhu Yun💫
Jangan nekad kamu Zaid,, mending kamu berjuang minta restu baik-baik. kalau kabur berarti kamu pengecut yang lari dari kenyataan, secara tidak langsung kamu tidak bisa menyelesaikan masalah. bagaimana keluarga Nana akan mempercayai kamu jika sikap kamu saja malah memilih lari dari masalah, bukan menyelesaikannya dengan baik. Sebagai suami dan kepala rumah tangga kamu harus memberikan contoh yang baik Zaidan,,,, 😁
Kak Meyla: Zaidan : Dari dulu emang aku pengecut😁🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
Keri bukannya nyelesein masalah, malah nambah masalah 😤😤
Zhu Yun💫
Sikap kalian berdua sama-sama menyakiti Nana,, beruntung Zaidan sudah tobat,, tobat maksiat 🤭😆😆✌️
Kak Meyla: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
begitu syuulliiitttt Ker,,, adikmu udah cinta setengah modar sih,,,, goyahlah dia, mana mau dia pisah sama si Zaid 😁
Kak Meyla: Nana Udah gila karena cinta🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Teteh Lia
🌹🌹🌹 meluncur .
Kak Meyla: Makasih banyak Kakak🙏🥰🥰
total 1 replies
Teteh Lia
Nah, kan...kan...kan... apa kubilang.. meleyot lagi, Nana ke zidan.
Kak Meyla: 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Teteh Lia
mulut mu berbicara sesuai hati mu ..😩. ya gimana ya... Nana kan emang udah bucin dari dulu ya ..
Kak Meyla: Bener kak, susah berpaling😁
total 1 replies
Teteh Lia
setelah ini, aq yakin.. Nana bakal meleyot lagi ke Zaidan.
Kak Meyla: Susah Nana udah bucil pooolll🤣
total 1 replies
Teteh Lia
istri mu itu, Nana lho ya .. bukan Resty.
Teteh Lia
aq malah salut sama Aisyah. dia bener2 dukung Zaidan buat berjuang . saudara memang harusnya seperti itu
Teteh Lia
minimal usaha dululah... langsung meleyot gini... katanya nyesel... katanya cinta...

maaf ya, Kaka author. ikut esmosi baca nya 🙏
Teteh Lia
rumit di bikin sendiri... andai kamu bisa lebih bijak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!