NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Dilamar Ceo Dingin

Tiba-tiba Dilamar Ceo Dingin

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Airlangit

Follow IG-Airlangit9

Nekat pergi ke kota, bermodalkan Ijazah SMA untuk mengadu nasib. Siapa sangka, sebuah insiden membuatku terperangkap dalam hubungan tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Airlangit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prihatin

Arsi dan Dilara jalan berdampingan menuju halte busway.

"Memangnya setiap belanja pakaian, kamu akan membeli yang jenis seperti itu?"

"Tentu saja!" Dilara menjawab mantap. "Model selain ini, mahal-mahal. Sayang uangku mendingan dikirim ke kampung dan buat makan, kenyang serta bermanfaat. Lagian kebanyakan pakaianku dibelikan Emak."

"Termasuk pakaian yang kamu pakai sekarang?"

Dilara mengibaskan tangannya. "Bukan, kalau ini, pakaian pemberian Said waktu menginap di rumahnya."

"Benarkah? Masa Said menyimpan baju kuno kaya gitu."

"Kuno apa maksudmu?" Dilara langsung tersinggung. Dan Arsi langsung menutup mulutnya sendiri. "Kemarin waktu menginap tak ada pakaian ganti. Said baik hati mau memberikan pakaian ini pada saya. Katanya, ini pakaian neneknya. Saya harus menghargai pemberiannya."

Arsi manggut-manggut. Tak lama kemudian, dua perempuan muda itu telah sampai di halte. Kebetulan sekali bus langsung menyambut. Sepanjang perjalanan pulang,

keduanya menghabiskan waktu dengan mengobrol.

Tiba dekat tempat tinggal mereka, Arsi menahan lengan Dilara. "Sekali-kali main ke tempat saya."

"Nanti saja, saya lelah mau istirahat."

"Kalau begitu, saya yang main ke tempatmu." Arsi tersenyum lebar.

"Silakan saja."

Arsi langsung mengikuti langkah Dilara, dan Dilara sontak saja berhenti.

"Kok mengikuti saya?"

"Katanya boleh main."

"Tak sekarang juga kali. Saya capek ingin istirahat."

"Saya haus, Dil. Masih jauh kost-an saya."

Dilara menghela nafas panjang, dan membiarkan gadis itu mengikutinya.

Tiba dalam ruangan, Arsi kaget melihat kondisi ruangan yang sempit. Kompor diletakkan di atas bangku kecil, dan kasur lipat ditaruh di atas lemari box plastik. Serta kamar mandi yang hanya berada di balik tembok. Bagaimana mungkin Dilara betah tinggal di kontrakan yang hanya satu ruangan. Sebelum masuk ruangan pun, ia melihat jemuran bergelantungan depan pintu masuk.

"Kamu mau minum? Makan? Buat sendiri, ya. Saya lelah." Dilara menggelar kasur lantai dan merebahkan dirinya yang belum berganti pakaian ke atasnya.

"Hmmm," sahut Arsi kemudian duduk di atas karpet plastik kecil dekat kompor. Ada bahan-bahan masakan dalam wajan kecil di hadapannya serta rice cooker tercolok ke listrik.

"Gabung Kost-an saya aja, yuk, Dil. Murah, loh, kita patungan. Kost-annya lebih besar dari ini. Dapur terpisah, kamar mandi nyaman, jemuran terpisah juga." Arsi menyuarakan isi hatinya.

"Berapa harganya?" tanya Dilara malas. "Kontrakan ini, 600 ribu sebulan."

Arsi meraih gelas dan menuangkan air ke dalamnya. "Sama, kost-an saya harga 400. Jika berdua kita bisa patungan 200 ribu. Hemat, bukan?"

Dilara langsung bangkit dari tidurnya. "Wah, benarkah?"

Arsi mengangguk. "Lagian, saya ini penakut, Dil. Tak nyaman juga di Kost-an sendirian. Beberapa penghuni kost yang lain bahkan ada yang berempat satu kamar."

"Saya mau! Kapan saya bisa pindah? Saya sudah muak dengan pemilik kontrakan ini, pelit dan cerewet."

"Kapan saja kamu, mau." Arsi tersenyum lebar.

"Karena belum ada uangnya, setelah gajian aja, ya, Ar."

"Tenang, Say. Saya selalu welcome, kok."

Dilara pun melepaskan kerudungnya, Arsi sampai terdiam melihat gadis itu tanpa kerudung. Rambutnya hitam tergelung, wajahnya bersih putih seperti lehernya. Tampak sangat muda, beda jauh ketika saat berkerudung.

"Saya mandi, Arsi. Gak enak, bau keringat." Tanpa persetujuan, Dilara bangkit dan berjalan menuju kamar mandi di balik tembok.

Terdengar bunyi orang mandi. Sambil menunggu gadis itu selesai, Arsi selonjoran mengecek ponselnya.

Pintu kamar mandi terdengar terbuka, Arsi langsung menegakkan punggung. Dilara terlihat mengenakan kaos oblong hitam dan handuk yang dililitkan di pinggang.

"Alhamdulillah, segar sekali setelah mandi. Tadi malas saya. Karena ada kamu saya mandi sore."

"Biasanya tidak?"

"Jarang, seringnya ketiduran." Dilara nyengir kuda. "Bagaimana kalau kita masak-masak?" Gadis itu menawarkan.

"Apa yang mau dimasak?" tanya Arsi sambil memganggallkan pakaian formalnya, menyisakan tangtop saja. "Bentar, ya. Saya juga mau bersihin diri sebentar, gak enak bau keringat."

Setelah membersihkan diri, Arsi meminjam pakaian Dilara. Kemudian menjalankan rencana mereka masak-masak. Sebab ruangan tanpa jendela, saat masak-masak itu, pintu sengaja dibuka agar asap tak mengepul di dalam.

"Waw sepertinya enak, banget. Satu panci Mie, campur sayuran." Merasa sangat lapar, Arsi tak sabar mencicipi mie yang direbus itu.

Dilara mengangkat panci yang lumayan besar dan meletakkan di atas kardus. Memisahkan mie ke dua mangkuk kemudian membawa mie dalam mangkuk itu keluar ruangan.

"Mau ke mana, Dil?" tanya Arsi.

"Sebentar. Nganterin ini dulu, kedua kamar di samping."

"Oh." Arsi terdiam dan menatapi panci berisi mie yang penuh di hadapannya. Aromanya membuat perutnya terus berbunyi.

Tak lama berselang, Dilara kembali langsung duduk dan menyerahkan garpu padanya. "Ayok makan sampai kenyang," serunya dan makan langsung dari pancinya.

"Astaga, Dil. Kenapa gak pakai piring? Atau mangkok, Kek." Arsi yang memang jijian merasa risih. "Dan gaya makanmu itu gembul tau, gak ada anggunnya. Tak baik perempuan begitu."

"Kamu tak tahu betapa enaknya makan mie dari pancinya dan betapa enaknya makan satu wadah rame-rame."

"Pengalaman di mana itu?" Arsi memicingkan mata.

"Dulu ... di pesantren. Waktu SMP aku mesantren pulang pergi. Malamnya menginap, paginya pulang ke rumah masing-masing sekolah. Kita tuh, sebagai santriwati sering banget ngaliwet. Apal ngaliwet?"

Arsi geleng-geleng kepala. Dia tak pernah merasakan belajar agama. Tumbuh di tengah-tengah keluarga yang tak mementingkan pendidikan agama.

"Ya udah, coba saja sendiri. Kalau tak enak. Berhenti saja."

Dengan perasaan ragu, Arsi mengulurkan tangannya meraih garpu kemudian mulai melilitkan mie ke sela-sela garpu itu dan menyuapkan ke mulut. Ia tersenyum, rasanya pas dan bikin perasaan bahagia, gadis itu langsung menyuapkan mie lagi, bahkan semakin lama gerakan makannya semakin lahap.

"Nah, enak, kan?" Dilara tersenyum lebar. "Tak usah pedulikan orang saat makan, makan saja yang lahap. Perihal gembul dan anggun saat makan itu hanya ucapan perempuan gengsian di tempat umum. Di rumahnya aja kalau makan kaya monster kelaparan. Contohnya kamu."

Arsi langsung berhenti menyuap. "Saya begini karena lapar, tau?"

"Ya semua orang juga makan karena lapar, kali."

"Memangnya pesantren mengajarkan makan begini?"

"Sebenarnya tidak. Makanlah yang tenang menggunakan adab, satu per dua untuk makanan, satu per dua untuk minuman dan satu per dua untuk bernafas."

"Terus, kok kamu gak jalankan."

"Itu akunya yang memang salah. Dan gak patuh." Dilara tersenyum canggung. "Tanpa mentaati hadist di atas pun, dulu di kampung aku dan adik-adik sering lapar, makanya pas punya makanan banyak seperti ini, kami menghabiskan bukan karena rakus, tetapi karena bersyukur. Sayang kalau terbuang."

Arsi menghentikan gerakan tangannya. Ia merasa tersentil. Selama ini sering sekali ia membuang-buang makanan.

"Yok, makan lagi, Dil. Kita habiskan mienya. Sayang kalau kebuang."

Dua gadis itu pun meneruskan makan dalam diam.

1
Nur RaudLoh NauRa
menakjubkan/Drool/
Nur RaudLoh NauRa
bagus sila, dasar pemalas tu mbk2 m mas seenak e udelle
Nur RaudLoh NauRa
lucunya/Drool/
Apreel Leeya
typo trus..ayahnya dipanggil Murad..Murad...
Teresia Atik tinus
Kecewa
Cechen Mei li
lelaki dancuk
Cechen Mei li
kok murad sih
Cechen Mei li
said kk
Cechen Mei li
saik kk bukan Danil🤦‍♀️
Nayla Azizah
kasihan ms dilara menderita mulu Thor??kpan bahagia menghampiri'n??
Shen shandian luo
gak mau uangnya tapi tetep ikutan bohong...kan percuma bicara soal dosa....😂😂😂😂😂😂😂😂
Irma Yanti
dilara lugu.. kadang bikin emosi ya..maaf Thor
Irma Yanti
cerita bagus Thor...semangaaad
Yuniarti Rossyidie
ceritanya lumayan menghibur...lucu...
💟노르 아스마💟
sejauh ini bayik suka ...gk bertele²
Marchel
halo kakak author yang baik hati aku ijin share novel aku ya yang berjudul " Bos and me " dan " gadis cantik itu milikku " terimakasih kakak author 🙏
Cusy Low Aty
lanjut
Suriani Anhy
biarlah said bersama Dilara, utk daniel mudah2hn selamat dn mnjdi mafia utk bisa bls dendam kpd murad.... 😀😀🤭, bisa dong kita menghayal juga thor🤭
Ziza Yazid
lanjut persi dilara
Ziza Yazid
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!