NovelToon NovelToon
Psychopath & My Possessive Devil

Psychopath & My Possessive Devil

Status: tamat
Genre:Mafia / Action / Romantis / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Parawansa

RE-PUBLISH! So, ini sudah direvisi ya:) 🦋

Adult content!

Karena obsesi, seorang individu dapat melakukan apa pun yang dia inginkan, termasuk melukaimu. Earnest Ford adalah pria yang mengenalkan Katryn pada obsesi, pria itu datang membawa cinta berbalut obsesi dan... Dendam!


Allard Edbert Helbert menolong Katryna dari jeratan Earnest secara tidak langsung tentunya. Banyak yang Katryna lupakan tentang Allard, termasuk melupakan Allard adalah pria yang mewarnai kehidupan remajanya.


Kisah mereka begitu rumit.... Earnest menginginkan Katryna sekaligus ingin membalas dendamnya, Allard menginginkan gadisnya kembali ke dalam pelukannya dan Katryna menginginkan kehidupan normal pada umumnya.


Lantas, apa sebenarnya yang membuat Earnest memiliki dendam pada Katryn? Mengapa Katryna bisa melupakan Allard? Siapa yang akan bersatu bersama Katryna nantinya, Allard ataukah Earnest? Bagaimana kisah mereka? Yuk, langsung dibaca! ❤


*Seluruh cerita asli dari pemiki

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Parawansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9. Not Katryna Anymore!

...Telah direvisi....

...Happy reading...

...***...

“Katryn!” panggil Alessa ketika membuka pintu kamarnya.

“I am here!” ucap Katryn dari arah balkon. Alessa berjalan ke asal suara.

“Apa yang kau lakukan di sini?”

“Mencari angin,” jawabnya.

“Ayo masuk, ada yang ingin aku bicarakan!” ucap Alessa, lalu berbalik. Katryn tak bertanya, dia segera mengikuti Alessa memasuki kamar.

“Apa itu?” tanya Katryn melihat sebuah dokumen dipegang oleh Alessa.

Alessa menyodorkan dokumen tersebut, memerintahkan Katryn membaca isinya. Katryn menurutinya, dia ikut mendudukkan diri di sebelah Alessa yang telah duduk di atas ranjang.

“Pengubahan identitas diri?” tanya Katryn memastikan.

“Right. Sekarang namamu adalah Elena Steave, bukan Katryna Helena Vinson lagi! Rahasia hanya di antara kita, jangan mengatakan pada siapa pun! Paham atau ada yang ingin kau tanyakan?” jelas Alessa diakhiri pertanyaan.

“Apakah itu harus?” Alessa mengangguk membenarkan.

“Earnest akan mudah menemukanmu dengan identitas asli. Maka, aku mengubah identitas kalian!”

“Kalian? Marchell dan orang tuaku?” Alessa kembali mengangguk.

“Jadi, jangan membocorkan rahasia ini pada siapa pun.”

“Oke! Terima kasih, Alessa!” ucap Katryn.

“You’re welcome! *Sama-sama*”

“Oh, ya... aku ada pekerjaan untuk beberapa hari ke depan. Jika membutuhkan sesuatu, beritahu pada Leni,” ucap Alessa memberitahu.

“Kapan kau akan pergi?”

“Malam ini.”

“Bukannya kau mengatakan ini hari liburmu sampai minggu depan?”

“Sangat benar. Bosku tiba-tiba menelepon dan memintaku untuk melakukan pekerjaan ini,” ucap Alessa dan Katryn tak lagi bertanya lebih lanjut tentang pekerjaan apa yang akan Alessa lakukan.

“Kalau begitu hati-hati!”

...***...

“Matcha latte for my best!” ujar Katryn meletakkan segelas minuman di hadapan Alessa.

“Thanks, Dear!”

“So, bagaimana harimu?” tanya Katryn setelah duduk tepat di depan Alessa.

“Flat! *datar*” jawab Alessa tak berminat.

“Elena, aku ingin menanyakan satu hal!” Katryn mengerutkan dahinya, sedikit risih dipanggil seperti itu, mungkin karena belum terbiasa.

“Apa?”

“Kenapa kau menolak permintaan Uncle Thomas untuk melanjutkan kuliahmu? Kurasa, perkataan Uncle Thomas benar!”

“Aku tak lagi hidup penuh dengan kekayaan, Alessa. Perekonomian kami yang sulit sekarang tidak akan bisa membayar pembayaran uang kuliah dan segala macam di dalamnya. Dari mana aku atau orang tuaku mendapatkan uang dalam sekejap mata?” jelasnya panjang lebar. Alessa terdiam, apa yang Katryn katakan adalah benar.

“Bekerja seperti ini saja belum bisa membayar setengah dari biaya itu,” ucap Katryn.

Pekerjaan Katryn saat ini adalah sebagai penghibur di salah satu kafe yang cukup terkenal di New York pada siang sampai sore hari. Sedangkan di pagi hari, ia bekerja di sebuah kursus musik yaitu mengajar biola pada anak-anak.

...***...

Sebulan kemudian~

Setelah mengajar siang ini, Katryn terburu-buru memasuki kafe. Untungnya, sesampai di kafe Bernard—pemilik kafe tempat ia bekerja—tidak menegur atas keterlambatannya hari ini.

Seperti biasa, Katryn bekerja di sini sebagai penghibur pelanggan dengan gesekan biola yang ia kuasai. Satu hal lagi, Katryn sekarang lebih berani bergaul. Ya, sifat yang dulu ia miliki perlahan kembali, walau terkadang Katryn sedikit merasa ketakutan ketika berkenalan dengan orang asing.

“Elena?” Katryn atau yang saat ini orang yang mengenalnya sebagai Elena menoleh.

“Yes, Sir?” tanyanya pada Bernard yang beberapa langkah dari ia berdiri.

“Lala malam ini izin, tolong kamu yang mengisi hiburan, ya!” pinta sang bos.

“Ada uang saku tambahan juga!” tambahnya.

Mendengar perkataan tersebut, Katryn mengiyakan. Well... Bernard selalu meminta dia untuk mengisi hiburan di malam hari jika Lala berhalangan hadir. Katryn tidak hanya ahli di bidang biola, tetapi ahli juga dalam bernyanyi, itulah alasan Bernard amat sangat menyukai karyawannya satu ini.

Karena ini akan terus berlanjut, Katryn menghubungi sang adik, mengabarkan bahwa dia akan pulang telat. Tepat di pukul delapan lewat sepuluh, Alessa memasuki kafe dengan senyuman bangga melihat Katryn bernyanyi di atas panggung. Ia langsung mengambil tempat duduk tak jauh dari panggung tersebut. Tanpa Katryn sadari, sedari dua jam yang lalu seseorang mengintai gerak-geriknya.

“Selamat malam!” sapanya pada seluruh pelanggan menggunakan mic.

“Malam!” sapa para pelanggan balik.

“Instrumen yang akan saya bawakan ini adalah atas permintaan pria di ujung sana,” ucap Katryn tersenyum sambil melihat ke sudut ruang.

“Selamat menikmati!” tambahnya dan ia mulai menggesekkan biola secara perlahan yang menimbulkan alunan indah.

Selama memainkan alat musik itu, Katryn menghayati setiap gesekan tersebut. Namun saat di pertengahan permainannya, bayangan-bayangan abstrak melintas sangat cepat di dalam kepalanya. Seorang pria, tetapi Katryn tidak dapat mengingat dengan jelas wajah yang berada di dalam pikirannya.

“Siapa pria itu?” pikirnya.

Permainan selesai, Katryn segera menuruni panggung dan menghampiri Alessa. Katryn memijit keningnya yang terasa sakit.

“Ryn, are you okey? *Kau baik-baik saja?*” tanya Alessa khawatir.

“Kepalaku pusing,” akunya.

“Minum,” perintah Alessa menyodorkan segelas air putih yang belum ia sentuh sama sekali. Katryn mengambil gelas tersebut dan meneguknya hingga menyisakan setengah. Sedikit berangsur baik, akan tetapi ke penasarannya terhadap pria di dalam pikiran itu sedikit pun tidak menghilang.

“Siapa dia?” lirih Katryn yang didengar oleh Alessa.

“Dia siapa, Ryn?” Alessa tahu itu adalah pertanyaan bodoh.

“I don’t know *Aku tidak tahu*. Bayangan itu, tetapi aku tidak siapa pria itu!” Alessa mengerutkan dahinya bingung, mencoba memahami maksud dari perkataan Katryn barusan.

“Earnest?” Katryn menggeleng cepat dan tegas.

“Apakah bisa bayangan abstrak itu terjadi?” tanya Katryn.

“Bisa saja. Atau mungkin itu hanya khayalanmu saja,” jawab Alessa.

 Di dalam hati, Alessa mengatakan bahwa otak Katryn tengah mengingat sesuatu yang menghantarkannya pada masa lalu.

“Jelaskan, bagaimana ciri-ciri pria di dalam bayangan itu?” tanya Alessa.

“Tinggi, perawakan bule dan putih!”

“Itu hanya bayanganmu saja, Katryn. Jangan dipikirkan!” ucap Alessa, dan Katryn mengangguk.

Reaksi Katryn seperti ini menandakan bahwa ia kehilangan ingatan, itu yang Alessa simpulkan, tetapi itu belum jelas, hanya dugaan. Pandangan Alessa tak sengaja jatuh pada pria di sudut sana yang sebelumnya Katryn tunjuk dari atas panggung.

Pria itu memperhatikan Katryn, ada kekhawatiran di balik mata biru itu. Alessa tahu siapa pria itu, ia tak terkejut sama sekali melihat pria di sudut sana.

“Batter? *Lebih baik?*” Katryn menggeleng.

“Bayangkan kau berada di sebuah pantai sedang bermain air,” ucap Alessa mengalihkan pikiran sang sahabat. Dan itu berhasil, Katryn teralihkan dengan ucapan tersebut.

“Bagaimana?”

“Lebih baik!”

“Good. Lalu, apakah kau akan tampil lagi?”

“Tentu, sampai jam 12!”

Katryn kembali menaiki panggung, dan Alessa memperhatikan secara seksama setiap pergerakannya. Sesekali kerutan di dahi Alessa terlihat, memastikan hal yang ia pikirkan, Alessa menoleh pada pria di sudut sana, lalu ia beralih menatap Katryn.

“Ah, Alessa... sedari awal kau seharusnya sudah mengerti!” gerutunya di dalam hati.

...***...

1
sukahati
Thor buat cerita tntg keynand & lyla dong
sukahati
Cerita bngus bnget thor🫶🏻
MapansaID
cerita Alessa (The Second Story of Our Married) sudah tersedia ya temen-temen✨🕊 boleh kunjungi profil aku buat mampir☺🙏🏻
bubur diaduk 🍛: follow back kak
total 1 replies
Ayunda Fadillah
kayaknya alland better deh daripada earnest, but tetep team earnest sih, entahlah
MapansaID: team Earnest banget nih? 🤭😭
total 1 replies
Ayunda Fadillah
posesif bangett wkwk
Juna Dong
luar biasa
gita lailasari
kereeennn
pkkY yg berbau² mafia gni ku slalu syukaaa
ai yua
sedikit laginlah..biar tak gantung
Ester Joy Ruth Situmorang
cerita nya bagus
penggunaan kalimat utk dialog tdk bertele".
episode tdk berlebihan.
semua porsi dalam cerita ini pas dan tepat
Ester Joy Ruth Situmorang
cerita nya bagus, tdk. bertele", penggunaan kalimat dalam cerita, dalam hal dialog orang per orang tdk bertele",.lgsg pada inti pembicaraan shg tdk lelah membaca nya, sangat suka, ceritanya bagus, sangat suka 👍👍👍👍
Ani Suriani
lanjuttt
Ani Suriani
nicknya kmbliin donk thor,, kshan alissa nya...
Fenty arifian
eeehh ada lagi...
Retno
seneng banget dapat 2 bab... moga2 Othornya rajin Up tiap hari...
Retno
lama banget baru muncul lagi, Lanjut lagi ya Thor....
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
MapansaID: Hey, thank you ya! 🙏
total 1 replies
RhositaSimpel Simpel
aduh dag Dig dug takut ketangkep Ama tuh sikopat
RhositaSimpel Simpel
duh kasian amat amat cewenya di sukai Ama laki"sikpat
Turnip Cristian
wah......kerennn bener ada tegangnya ada serunya.ceritanya bagus dan gak monoton.krn dr sekian novel yang Kubaca terlalu banyak kesamaan dengan novel yg lainnya.saya sangat suka
uli
baca kayak nonton film kolosal
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!