"Tapi tahukah kau, bahwa semua itu adalah tipuan Georges semata. Pernikahan mu hanyalah panggung sandiwara agar dia bisa menikmati tubuhmu tanpa perlawanan." ucap Angela dengan nada menghina.
"Kau bukan wanita pertama baginya. Georges sudah banyak berhubungan dengan bayak wanita dan sebagaimana dia lari dariku, dia akan selalu kembali ke dalam pelukanku. Kau tahu kenapa? karena dia milikku."
"Pergi sebelum Georges mempermalukanmu dan hati mu semakin sakit."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Makan siang bersama
Setelah keluar dari ruang kerja tuan tampan Felicia kembali ke dapur menemui bibi Ruth dan Elisabeth.
Mereka tampaknya heran dengan raut wajah Felicia yang tampak sedikit muram.
"Ada apa nona Felicia?" tanya bibi Ruth.
"Apa kau sakit?" tanya Bibi Elisabeth.
Felicia menggelengkan kepalanya tapi tetap diam.
"Lalu kenapa kau termenung seperti itu?" tanya Leticia yang tiba - tiba berdiri di samping Felicia.
"Tuan tampan, eh..maksudku Tuan Muda Georges dia suka marah ya?" tanya Felicia dengan raut wajah penasaran.
Tampak bibi Ruth, bibi Elisabeth dan Leticia saling berpandangan heran.
"Apakah tuan muda marah kepadamu?" tanya Leticia.
Felia mengangguk menjawab pertanyaan Leticia.
"Kenapa dia marah dan apa yang dikatakannya?" tanyanya kembali.
"Tadi aku sudah mengetuk pintu ruang kerjanya berulang kali. Bahkan aku menempelkan telingaku ke pintu. Kemudian karena tidak yakin mendengar suara dia di dalam atau tidak, aku langsung masuk dan meletakan cemilan di meja kerjanya." Felicia menjelaskan.
"Lalu..." tanya mereka bersamaan dengan penasaran.
"Tentu saja dia marah dan membentakku. Bahkan dia menyuruhku mengetuk pintu terlebih dahulu. Padahal aku sudah melakukannya berulang kali." Felicia menjelaskan kejadian sebelumnya sambil menarik nafas panjang.
"Apakah dia akan mengusirku?" tanyanya lagi sedikit kuatir.
Sontak saja ketiga wanita dihadapannya tertawa terbahak - bahak mendengarkan cerita Felicia. Bagi mereka ini adalah kejadian luar biasa. Tuan muda yang sudah lama menjadi pendiam setelah kecelakaan yang menimpa diri nya dan hidup tanpa expresi tiba - tiba bisa meluapkan expresi nya. Meskipun hanya kepada Felicia.
"Bagus nona Felicia. Bagus." Leticia mengusap kepala Felicia dengan gemas sementara Felicia memandangnya dengan heran.
"Tetaplah jadi dirimu sayang," sambung bibi Elisabeth.
Felicia menjadi semakin heran, kenapa mereka tampak senang tuan tampan memarahi dirinya.
Benito datang memecahkan lamunannya.
"Hai lucky princess sedang apa, melamunkan diriku?" tanya Benito sambil tersenyum riang dan duduk di di seberang meja.
"Tidak ada. Apakah kau sudah menyelesaikam pekerjaanmu ?" tanya Felicia.
"Tentu saja sudah. Aku kan cepat dan kuat." Benito mengangkat tangannya dan memamerkan otot bahu layaknya binaragawan.
"Iya.iya aku percaya." sahut Felicia.
"Kau makan disini Benito?" tanya bibi Ruth.
"Baiklah bila bibi memaksaku." Jawab Benito dengan raut wajah lucu.
"Tidak ada yang memaksamu Benitooo." Leticia tiba-tiba angkat bicara menggoda Benito.
"Ah jangan begitulah Leticia yang baik hati." Raut wajah Benito memohon dengan bibir mengrucut kedepan. Dan mereka semua tertawa melihatnya.
"Benito bawa ini dan panggil yang lainnya, hari ini kita akan makan bersama di kebun belakang." Bibi Elisabeth memberikan satu bakul nasi kepada Benito.
"Siap nona - nona cantik." Benito membawa bakul nasi sambil bersiul riang ke arah kebun belakang.
"Bibi, dirumah ini ada kebun juga?" tanya Felicia.
"Iya benar. Tidak besar hanya seluas kurang lebih 850 meter persegi." sahut bibi Elisabeth.
"Ooo.. " bibir mungil Felicia membentuk huruf O.
"Ayo kemari bawa sambal ini ke belakang." bibi Ruth memberikan satu mangkok besar sambal. Dan mereka semua berangkat ke belakang dengan masing - masing membawa makanan.
Meja kayu yang berukuran panjang dan cukup besar muat untuk kami bersebelas. Pekerja rumah tuan tampan ini cukup banyak. Dua orang bagian dapur yaitu bibi Elisabeth dan bibi Ruth, satu orang bagian mencuci pakaian yaitu Leticia, Tiga orang bagian kebersihan bernama Linda, Lila dan Lolita mereka adalah kakak beradik yang sudah mengabdi semenjak remaja, dua orang bagian kebun yaitu paman Juan dan paman cili, mereka memanggilnya Cili karena tubuhnya yang kecil tetapi gesit. Paman Sanches membantu mengawasi nelayan - nelayan dan Benito yang membantu di perkebunan.
Kami semua duduk riang sambil menikmati makan siang yang sederhana tapi luar biasa nikmat. Nasi putih, sayur asam, tahu , tempe, ikan goreng kecil dan sambal. Apalagi cuaca siang hari ini tidak panas.
"Bibi bagaimana dengan makan siang tuan Georges." tanya Felicia kepada bibi Elisabeth.
"Dia jarang makan siang dirumah. Biasanya dia akan menghabiskan waktu siang hari di perkebunan." sahut bibi Elisabeth.
Felicia mengangguk - anggukan kepalanya dalam hati dia bertanya - tanya, bukannya hari ini tuan tampan ada dirumah? Apakah dia tidak kesepian sendirian didalam .
"Hari ini kami juga terkejut, dia jarang sekali kembali secepat ini." Leticia angkat bicara.
"Benar, sebentar lagi jam satu siang, Nona bisa membawakan makan siang kepadanya." Kata bibi Ruth.
"Aku?" Felicia menunjuk kearah dirinya sendiri.
Mereka mengangguk serempak.
"Tapi, aku takut dia marah lagi padaku." Felicia bergidik.
"Tidak akan. Tuan Georges berhati baik." bibi Ruth meyakinkan.
Sementara Felicia masih ragu meskipun dia menganggukan kepalanya.
"Ayo Felicia kita kembali." ajak bibi Ruth. Felicia beranjak dari kursinya mengikuti bibi Ruth.
"Hei lucky princess mau kemana kenapa kau tinggalkan kami?" ujar Benito.
"Hentikan candaanmu Benito, ada tugas penting untuk nona Felicia." kata bibi Ruth pura-pura marah pada Benito. Langsung saja Benito memasang muka cemberut yang konyol.
"Sampai ketemu besuk Benito dan paman Sanches." Felicia melambaikan tangan dan masuk mengikuti bibi Ruth.
Sesampainya di dapur bibi Ruth menyediakan makanan untuk dibawa kepada tuan muda Georges.
Tok.tok.tok. Felicia mengetuk pintu ruang kerja tuan muda Georges. Kembali tidak ada jawaban. Tok.tok.tok. tidak ada jawaban. Gadis itu mulai bingung apa yang harus dia lakukan. Ragu - ragu sejanak di depan pintu. Kemudian dia meletakan nampan makanan di meja kecil tinggi dekat pintu dengan menggeser sedikit vas bunga diatas meja tersebut.
"Tuan permisi anda didalam ?" Felicia memberanikan diri membuka pintu dan menengok ke dalam dengan posisi tubuh masih di pintu dan tangan masih memegang handle. Dia memutar pandangannya kedalam ruangan tapi tidak ada seorang pun disana.
"Apa yang kau lakukan?" Suara seorang pria mengejutkan membuatnya langsung membalikan tubuh semampainya dan bergerak mundur seketika mendorong pintu yang dia pegang sebelumnya. Felicia terhuyung hampir jatuh tapi tangan kekar pria itu menahan tubunya. Felicia terkejut memandang pria dihadapannya. Matanya terbelalak bulat.
"Cepat berdiri kau berat."
"Iya maaf tuan." Felicia segera menguasai dirinya dan berdiri dihadapan tuan Georges sambil tertunduk malu. Pria tampan dihadapannya dengan tangan kiri yang menahan diatas tongkat dan tangan kanan yang menopangnya tampak begitu memukau.
Dia terpaku sejenak hingga suara pria itu menyadarkannya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya nya.
"Maaf tuan, saya hendak mengantarkan makanan untuk anda." Jawab Felicia sambil menunjukan nampan berisi makanan yang dia letakan di meja samping pintu.
"Bawa masuk dan letakan di meja." Felicia segera membawa masuk makanan tuan tampannya dan meletakan di meja sementara tuan tampan mengikutinya dari belakang dan kemudian duduk di balik meja.
"Saya permisi tuan." pamit Felicia. Tuan tampan itu hanya diam saja. Felicia akhirnya melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tanpa meyadari bila tuan tampan memperhatikan gerakannya.
Tapi langsung ambyar ketika relate sama makanan Thor .ini Eropa apa asia?😁