Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Kapal kecil Ryden dan Elira meninggalkan Amazon Lily dengan iringan angin yang bersahabat, membawa mereka kembali ke rute utama Grand Line.
Log Pose di pergelangan tangan Ryden sudah mulai bergetar pelan, jarumnya perlahan mengunci arah menuju pulau berikutnya yang masih tersembunyi jauh di cakrawala.
Sepanjang pagi itu, Elira tampak lebih pendiam dari biasanya, sesekali melirik ke arah gelang perak pemberian Hancock yang kini tersimpan rapi di tas Ryden.
"Kau benar-benar akan menyimpannya?" tanyanya akhirnya, mencoba terdengar santai meski nada suaranya menyiratkan sesuatu yang lain.
"Tentu saja," jawab Ryden, tidak menyadari nuansa di balik pertanyaan itu. "Ini simbol kepercayaan dari seluruh suku Kuja. Aku tidak akan membuangnya begitu saja."
Elira mengangguk pelan, memilih untuk tidak melanjutkan topik itu lebih jauh, meski dalam hatinya ada perasaan campur aduk yang sulit ia definisikan sendiri—sebuah kesadaran baru bahwa hubungannya dengan Ryden mungkin tidak sesederhana yang ia kira selama ini, terutama setelah menyaksikan langsung bagaimana Hancock, salah satu wanita paling berkuasa di dunia ini, menunjukkan ketertarikan yang begitu jelas terhadap Ryden.
"Elira," Ryden akhirnya menyadari perubahan suasana hati temannya, menghentikan aktivitas memeriksa peralatan kapal.
"Ada yang mengganggumu?"
"Tidak, tidak apa-apa," Elira buru-buru tersenyum, mengalihkan pandangan ke arah laut lepas.
"Aku hanya... memikirkan banyak hal belakangan ini. Dunia ini benar-benar luas dan penuh kejutan, ya?"
Ryden mengangguk, meski insting halusnya merasakan ada sesuatu yang belum sepenuhnya diungkapkan Elira.
Ia memutuskan untuk tidak memaksa, memberi ruang bagi temannya untuk memproses perasaannya sendiri, sambil kembali fokus pada perjalanan yang masih panjang di depan mereka.
Hari itu berlalu dengan tenang, diselingi latihan ringan yang dilakukan Ryden untuk terus mengasah kemampuannya. Menjelang senja, sebuah notifikasi kecil muncul di sudut penglihatannya, menandai hari baru dalam catatan Sistemnya.
[SISTEM LOGIN HARIAN]
Rank Hadiah Hari Ini: F
Item: Sepotong Daging Asap Berkualitas
Efek: Mengenyangkan, tahan lama untuk perbekalan
Ryden tersenyum kecil membaca notifikasi sederhana itu, menyimpan daging asap tersebut ke dalam perbekalan kapal mereka yang mulai menipis.
"Kebetulan yang berguna," gumamnya, mengalihkan perhatian Elira yang masih tampak sedikit murung.
"Setidaknya kita tidak akan kelaparan malam ini."
Elira tersenyum tipis, sedikit terhibur oleh nada ringan Ryden.
Mereka berdua duduk di geladak kapal, menikmati hidangan sederhana sambil menyaksikan matahari terbenam di ufuk barat, warna jingga dan ungu berpadu indah di langit Grand Line yang selalu penuh kejutan.
"Ryden," Elira akhirnya memberanikan diri bertanya, suaranya pelan namun serius. "Bagaimana perasaanmu terhadap Hancock?"
Pertanyaan itu membuat Ryden terdiam sejenak, mempertimbangkan jawabannya dengan hati-hati.
"Aku menghormatinya sebagai seseorang yang kuat dan bijaksana," jawabnya jujur. "Tapi aku belum sepenuhnya memahami perasaanku sendiri terhadapnya. Semuanya terjadi begitu cepat dan tak terduga."
Jawaban itu tidak sepenuhnya menjawab apa yang sebenarnya ingin diketahui Elira, namun ia memilih untuk tidak mendesak lebih jauh, menyimpan pertanyaan-pertanyaan lain yang berputar di benaknya untuk waktu yang lebih tepat.
Malam itu, ketika mereka berdua akhirnya beristirahat di kabin kapal yang sempit, pikiran Ryden dipenuhi berbagai pertimbangan tentang perjalanan panjang yang masih menanti di depan—baik dalam hal kekuatan yang harus terus ia kembangkan, maupun hubungan-hubungan kompleks yang mulai terbentuk dalam hidupnya yang penuh kejutan ini.
Di kejauhan, bintang-bintang mulai bermunculan satu per satu, menyinari lautan luas yang akan membawa mereka menuju petualangan-petualangan baru yang tak terduga, penuh bahaya, namun juga penuh dengan momen-momen berharga yang perlahan membentuk kehidupan baru Ryden Vale di dunia yang dulunya hanya ia kenal lewat cerita.