NovelToon NovelToon
BadBoy

BadBoy

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kiandra 025

Ini cerita tentang Aresha, Arjuna dan juga Arsen.
Aresha yang memiliki kekasih ketua osis tampan seperti Arjuna. Namun Arjuna yang selalu menomor duakan Aresha demi urusan sekolahnya .

Lalu bagaimana hubungan antara Arjuna dan Aresha bisa bertahan jika Arjuna tidak pernah ada di saat Aresha membutuhkanya, dan di saat itulah Aresha memiliki masalah dengan Arsen. Cowok bertubuh jangkung dengan wajah yang menawan namun terkesan datar dan dingin itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra 025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 07

Aresha pikir Arjuna yang datang menemui nya, namun ternyata Aresha salah besar. Karena nyatanya, Arsen, lah yang saat ini berada di dalam kamarnya.

"Arsen, ngapain lo ke sini?" Aresha beranjak turun dari ranjang nya dan menghampiri Arsen yang kini menatap Aresha datar.

"Ini! Gue cuma mau ngembaliin handphone lo yang kemarin tertinggal di mobil gue." Arsen menyodorkan handphone kearah Aresha.

Aresha merebut handphone dari tangan Arsen dengan tak sabaran. Bagaimana bisa Aresha melupakan handphone nya begitu saja kemarin.

"Gue balik dulu!"

"Ehhh, tunggu dulu!" cegah Aresha dengan menahan tangan Arsen sebelum beranjak pergi.

"Apa?"

"Gak jadi deh, udah sana pergi aja!" Aresha melepaskan cekalan nya dan berlalu masuk ke dalam kamar nya, tak lupa untuk menutup pintunya kembali.

Namun, belum sempat Aresha duduk diatas ranjang, pintu kamar kembali dibuka bersamaam dengan masuknya Arsen kedalam kamar nya.

"Ngapain lo malah masuk kamar gue?" tanya Aresha menatap Arsen sedikit kesal, namun Arsen hanya diam dan mendudukan badanya di atas sofa kamar Aresha.

"Arsen!"

"Rumah lo jauh dari rumah gue. Jadi biarkan gue duduk dulu, lagian gue juga nggak mau berlama lama sama lo." jawab Arsen tanpa memperdulikan tatapan mata Aresha yang menatap nya kesal.

"Serah lo deh," sahut Aresha masa bodoh.

"Muka lo pucet, lo sakit ya?" tanya Arsen memperhatikan wajah Aresha.

"Hmm,"

"Pantes!" gumam Arsen yang masih bisa di dengar jelas oleh Aresha.

"Kenapa emang?"

"Makin jelek aja."

"Apa lo bilang?" Aresha melempar bantal ke arah Arsen dan beringsut menghampiri Arsen untuk memukuli tubuh pria yang telah membuat nya kesal.

"Stop it Aresha, ini sakit," Arsen menahan tangan Aresha yang masih ingin memukul nya. Bekas luka yang belum sepenuh nya sembuh di lengan nya, terasa sakit saat Aresha memukulnya.

"Lagian, berani banget lo ngatain gue jelek. Lo gak tau apa, kalau hampir satu sekolah mengidolakan gue."

"Iya percaya, buktinya lo bisa buat Arkan jatuh cinta." sahut Arsen yang berhasil membuat Aresha terkejut.

"Tahu darimana?" Tanya Aresha menatap Arsen curiga. Sebenarnya Aresha sudah ingin tanya ke Arsen tentang masalah di sekolah waktu itu, hanya saja Aresha belum sempat menanyakan nya, dan mungkin, ini saat yang tepat untuk menanyakan nya.

"Dan ada masalah apa lo sama Arkan, hingga dia mendatangi sekolah kita?"

"Gue nggak bisa cerita!"

"Dan gue maksa lo untuk cerita," paksa Aresha menatap Arsen lekat-lekat. Dapat Aresha lihat, Arsen membuang napas nya kasar, dari matanya, Aresha melihat ada beban berat yang sulit terungkap.

"Nyokap gue, nikah sama bokap nya Arkan."

"APA??" kejut Aresha.

"Tapi Bokap nya Arkan lebih peduliin gue dari dia. Dan itulah, alasanya kenapa gue sering berantem sama Arkan, terutama saat gue ngebentak Bokap nya dia." Arsen membuang pandangan nya ke arah lain. Berat rasanya untuk membagi kisah hidup nya dengan orang lain, apalagi ini yang pertama Arsen bisa cerita ke orang lain. Bahkan para sahabat nya pun tidak ada yang tau permasalahan nya dan hanya tau jika nyokap nya nikah lagi. Namun, bersama Aresha, Arsen seakan mudah untuk bercerita.

"Terus Bokap lo gimana? Bukanya Nyokap nya Arkan masih ada ya?"

"Bokap gue udah meninggal, kalau Nyokap nya Arkan memang masih ada."

"Dan itu alasan lo menjadi nakal? Lo mau lampiaskan semua masalah dengan menjadi nakal seperti sekarang?" Arsen membenarkan apa yang Aresha ucapkan.

"Wajar gue kayak gitu. Karena dari dulu, gue nggak pernah dapat kasih sayang lebih dari Nyokap gue, hanya dari Bokap gue yang saat ini masih belum bisa gue relain kepergian nya."

"Rumit juga ya kehidupan lo," gumam Aresha yang masih tak menyangka akan kehidupan Arsen yang rumit. Lebih rumit dari rumus matematika yang saat ini dipelejarinya.

"Gue iri sama lo,"

"Maksud nya?" heran Aresha.

"kehidupan lo sempurna, punya orang tua lengkap dan saling menyayangi, adik dan kakak yang selalu ada buat lo. Tapi gue gue juga heran sama lo. Kenapa lo masih juga nakal padahal kehidupan lo terbilang sangat sempurna."

Aresha terdiam dengan napas yang mulai tercekat, apa yang di katakan Arsen sungguh menyayat hatinya.

"Kasihan orang tua lo kalau lo masih kayak gini, sayangi mereka selagi mereka masih ada."

"Gue juga punya alasan kok kenapa gue kayak gini. Cuma beda cerita aja sama kehidupan lo."

"Alasanya?"

Aresha menghela napas perlahan, mengembuskan nya untuk mengontrol perasaan dalam hatinya.

"Lo kenal Daniel?" tanya Aresha.

"Anak 12 di SMA NB kan?"

Aresha mengangguk dan tersenyum sendu.

"Dia mantan gue! Gue pacaran sama dia lebih dari satu tahun. Dan karena pengkhianatan dia sama sahabat gue sendiri, akhirnya kita putus dan gue yang harus menahan sakit nya dikecewakan." Aresha terdiam sejenak untuk menahan rasa sakit yang masih terasa dalam hatinya.

"Gue belum bisa terima pengkhianatan mereka, dan untuk menutupi nya, gue berubah menjadi nakal. Tidak pedulikan apapun lagi kecuali untuk kesenangan gue sendiri." mata Aresha mulai berkaca kaca, sakit dalam hatinya kembali mencuat, ditambah lagi dengan pertengkaran nya dengan Arjuna kemarin.

"Terus lo kenapa bisa pacaran sama Arjuna?"

"Karena.gue mulai suka sama dia dan gue berharap akan kembali menjadi cewek baik setelah pacaran sama dia. Tapi nyatanya, makin kesini gue merasa hampa, dia benar benar cuek dan jarang perhatiin gue. Dia lebih mentingin urusanya ketimbang gue yang lagi butuh dia." Aresha bercerita dengan derai air matanya, kisah cintanya tidak semudah apa yang orang lain lihat.

"Dan sekarang, gue nggak tau harus bagaimana. Disisi lain gue lelah, dan di sisi lain gue juga nggak bisa lepas dari dia."

Aresha beralih menatap mata Arsen yang kini juga menatap nya, mereka saling menatap dengan rasa yang berbeda. Namun dengan cepat, Arsen buru buru mengalihkan perhatian nya dengan berpura pura mengangkat telepon.

Aresha menghela napasnya dan menghapus air matanya. Aresha tidak menyangka bisa terbawa suasana dengan menangis di depan Arsen yang notabe nya adalah musuh nya di sekolah.

"Gue balik dulu, tadi Refal menelepon nyuruh gue balik. Cepat sembuh dan jangan lupa minum obat nya." Arsen berjalan keluar dari kamar Aresha.

Aresha menatap kepergian Arsen dengan mulut yang tak bisa berhenti merutuki dirinya sendiri.

"Oh tidak! Bagaimana bisa gue nangis di depan Arsen, pasti dia ngira gue cewek cenggeng. Lihat saja Arsen, gue akan semakin membencimu jika sampai lo membeberkan masalah gue." Aresha mengusap kasar wajah nya, sebelum beranjak dan membaringkan diri diatas ranjang dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

📝

Keesokan harinya, keadaan Aresha jauh lebih baik dari sebelumnya. Aresha sudah kembali bersekolah, walau wajahnya masih sedikit pucat, Aresha masih bisa menutupi nya dengan polesan liptint di bibir nya.

Aresha berjalan menuju kelas nya dengan wajah tenang seperti biasa, namun seketika langkah nya harus terhenti ketika melihat sosok Arjuna berdiri di depan kelas nya.

Jika saja hubungan mereka sedang dalam keadaan baik, tentu saja Aresha akan senang hati menghampiri Arjuna, apalagi sampai pria itu mendatangi kelas nya, sudah dapat di pastikan betapa girang nya Aresha. Namun kini, Aresha hanya diam tanpa berniat menghampiri Arjuna yang sudah menunggu nya. Hatinya masih sakit bila mengingat kejadian satu hari yang lalu. Hingga suara dari belakang terdengar, membuat Aresha terpaksa membalikan badanya.

"Ngapain Aresha berdiri di sini? Kenapa gak masuk aja ke kelas." Aresha menatap tajam pria berpenampilan cupu yang berani menegurnya. Namanya, Vino, anak kelas XI IPA 3, teman sekelas nya Arsen.

"Ngapain lo ngurusi gue, kalau mau lewat ya lewat aja, nggak usah kebanyakan omong deh lo."

Vino menundukan pandangan nya ke arah bawah, tanpa berani menjawab pertanyaan ratu di sekolah nya ini.

"Aresha," Arjuna tiba tiba berjalan cepat menghampiri Aresha, dan itu semakin membuat mood Aresha hancur, karena belum sempat menghindar, Arjuna sudah mendatanginya.

"Ada apa ini, kenapa kamu marah marah?" tanya Arjuna menatap Aresha.

"Maaf Kak, saya nggak sengaja ngomong sama pacar Kakak." lirih Vino dan di balas anggukan oleh Arjuna, beda dengan Aresha yang menatap Vino sinis.

"Yaudah kamu pergi saja," Vino mengangguk patuh dan mulai berlari kecil meninggalkan Arjuna dan Aresha.

"Kenapa tadi nggak langsung masuk kelas, dari tadi aku nungguin kamu loh,"

Aresha hanya menatap Arjuna sekilas lalu kembali menatap sekeliling koridor yang nampak sepi.

"Aresha,"

"Tumben, biasanya aku samperin aja kamu nggak mau." sindir Aresha.

"Bukanya nggak mau, tapi aku__"

"Sibuk! Iya aku tau kok kalau kamu sibuk, tapi apa nggak bisa gitu luangkan waktumu sedikit aja buat aku?" Aresha tidak bisa menahan nya, amarahnya kini sudah mencuat dalam hatinya.

"Bisa gak sih kamu hargain aku sedikit saja," tegas Aresha mengeluarkan unek uneknya selama ini.

"Aku minta maaf, Aresha," sahut Arjuna.

"Minta maaf untuk apa?"

"Untuk kemaren yang di rumah, dan untuk hari ini." Aresha tersenyum sinis menatap Arjuna.

"Arjuna, kamu tau nggak kenapa aku masih bertahan sama kamu selama ini, walaupun sering kamu abaikan. Kamu tau nggak alasanya?"

Arjuna terdiam menatap Aresha lekat-lekat.

"Karena aku mencintaimu!"

"Iya aku tau dan aku juga mencintai mu," jawab Arjuna cepat.

"Kalau kamu mencintaiku, kamu nggak bakalan kayak gini. Mengabaikanku dan juga dengan tega nya membiarkanku pulang sendirian, padahal kamu tau kalau aku paling gabisa kecapean."

"Soal kemarin aku benar benar minta maaf, aku terlanjur marah lihat kamu sering berkumpul bersama sahabat sahabat kamu di bar."

"Tapi bukan gitu caranya Arjuna, kalau kamu beneran sayang sama aku, harusnya kamu ngajarin aku baik baik, bukan malah bersikap kayak__"

Aresha menghentikan ucapanya saat Arjuna menarik pelan tubuh Aresha kedalam pelukanya, pelukan hangat yang jarang sekali Aresha rasakan.

"Aku minta maaf Sayang, aku janji akan ngerubah sikap aku ke kamu. Aku akan berusaha agar bisa menjadi pacar yang baik buat kamu, maafin aku ya?"

Hanya dengan pelukan, kemarahan Aresha entah menghilang kemana. Aresha tau ini, semarah apapun dirinya pada Arjuna, itu tidak akan lama selama Arjuna mau membujuknya.

Aresha tersenyum dan mulai melepaskan pelukan nya.

"Kamu janji ya,"

"Iya janji!" jawab Arjuna cepat. Aresha kembali tersenyum dan memeluk tubuh Arjuna erat, tidak pedulikan terikan heboh orang orang yang mulai mengerubunginya. Menjadikan Arjuna dan Aresha sebagai tontonan gratis mereka di pagi hari, termasuk seseorang yang sedari tadi mengintip mereka berdua dari balik tembok dengan pandangan tak suka.

📝

Jangan lupa tinggalkan jejaknya. 😁😁

1
K_Forza
beranda sekali aku baca pas bagian ini 🤣
K_Forza
ternyata novel ini udah ada di tahun 2020 dan aku baru tau di 2025 lewat dubber nya novel ini..
keren novel nya bikin terharu, terbawa suasana mengingatkan jaman sekolah dlu
K_Forza
gak suka Arjuna ih
K_Forza
jangan bilang kalo vino juga suka Aresha?
K_Forza
bener, paling gak kuat dan males punya cowok cuek apalagi gak peka🥲
K_Forza
astaga koplak juga gurunya 🤣😂
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku gak rela cerita ini END sih thor,, Aku pengen baca sampai mereka nikahan semua dan punya anak masing2 nya..ck thor huaaa..Aku gak rela END😩😩😩😩
Qaisaa Nazarudin
Kita kawal sampai pelaminan thor..😅😅
Qaisaa Nazarudin
Yezzzz 💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻 Mau2,Mau dong 🥰🥰🥰😍
Qaisaa Nazarudin
Pikuran yg kel gini yg gak benar,Harus di perjuangkan,Bukannya nyerah gitu aja,,Sebel aku..
Qaisaa Nazarudin
Berarti cinta kamu belum kuat utk Aresha,nyatanya kamu tdk mempercayai nya,,Kamu malah lebih memilih Ego mu,Aku kecewa dgn mu Arsen..
Qaisaa Nazarudin
Aresha terlalu gengsian dan gak pernah peka dgn keadaan Arsen,Heran aku,,,
Qaisaa Nazarudin
Waahh Arjuna licik,Bawak bawain mama nya utk dekatin Aresha lagi, Curang..
Qaisaa Nazarudin
Mendingan sama Aldrin dari pada kamu yg masih mencintai cewek lain,tapi pacaran dgn Stephany,,🙄🙄Rasain kamu kan..
Qaisaa Nazarudin
Aneh ya,Kok ada kembaran yg saling musuhan kek gitu,Hanya di dunia novel kan..😂😜
Qaisaa Nazarudin
Sengaja ya Arsen kasih nomornya ke Nabila, katanya Cinta sama Aresha,Tapi kenapa gak bisa jagain hatinya Aresha?? Lama2 sebel aku dgn sikapnya Arsen,,
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti nomor Nabila,Blokir aja deh Aresha nomor nya..
Qaisaa Nazarudin
Arsen gengsian banget, giliran di dekatin Nabila malah diam aja,, Ini yg bikin mereka tambah salah paham, Kamu sendiri yg kasih peluang Arjuna dekatin Aresha lagi, Ntar jgn nyesel kamu..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu yg nemuin Arsen dan minta maaf,Kok sekarang malah kebalik,kamu yg ingin Arsen nemuin kamu,ck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Sikap Arsen yg suka berantem membuatkan Aresha meninggalkan Arsen,Udah tau Aresha gak suka kamu berantem,Malah Arsen kayak menantang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!