Bagaimana Alexandra Eyckerman Wiyana/Alexa tidak pusing tujuh keliling! Papanya sakit & harus menggantikan menjadi CEO WIYANA CORPORATION dan mencari 750 M dalam waktu sebulan!
Bos tertinggi ALVERO CORPORATION menawarkan investasi menggiurkan & sebagai gantinya agar perusahaannya tidak raib harus menikah & membuat putera tunggalnya, JORDAN ALVERO atau Jordy jatuh cinta padanya! Dia telah memiliki kekasih, model & artis terkenal tanah air, Elena Ariana. "Aku tidak bisa mencintaimu!" sahut Jordy. Tantangan datang dari rival-rival cintanya yang menantang duel. Dan 'cinta tak berbalas' dari seorang pria dari masa lalunya, William, datang menghampirinya!
Bisakah dia menyelesaikan duel dengan sempurna? Apakah panah cupid akan memanah mereka bedua?
Konspirasi bisnis & cinta mewarnai perjalanan kedua pewaris tunggal perusahaan raksasa tersebut. Antara tugas & cinta manakah yang mereka pilih! Ikuti kisah mereka. Jangan lupa like, komen dan Vote! Don't miss it 'coz you will gonna love them!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Sahabat Terbaik
Saat ini pukul tujuh malam, cuaca sangat cerah, cahaya bulan menembus halaman gedung besar tanpa rintangan, terdengar hingar bingar di dalam bangunan megah Klub Malam Caesar Palace milik Farrel salah satu sahabat Jordy sekaligus pemilik tempat tersebut.
Suara hentakkan musik mengiringi geliat tubuh berbalut busana minim meliuk di lantai dansa seakan menggoda para lelaki di hadapannya. Saling berpelukan insan sesama sejenis maupun berbeda jenis seolah dunia milik berdua (yang laen ngontrak hehe).
Bibir saling berpagut dan menggoda di telinga. Gelak tawa membahana di dalam ruangan yang terpasang AC. Bau alkohol dan asap rokok menyergap hidung di ruangan Smoking Area. Di setiap sudut bangunan terpasang big screen dan juga CCTV.
Sepuluh bartender pria di sisi kanan kiri dengan lincah meracik minuman sambil memperagakan aksi memutar toddler stainless ke berbagai arah menarik decak kagum pengunjung baik pria maupun wanita.
Pramusaji berseliweran membawa nampan. Di bagian depan terdapat dua orang petugas valet dan dua orang checker dengan perawakan tinggi besar yang bertugas memastikan bawaan pengunjung agar mereka tidak ada yang membawa narkotik, obat psikotropika dan benda tajam.
Setiap pengunjung sebagian besar adalah member. Masing-masing memegang kartu member yang digesekkan ke pintu masuk. Jadi karena pintu akses harus dibuka dengan kartu maka pengunjung yang membawa sudah terdaftar sebelumnya dan biaya register pun dikenakkan berbeda sesuai grade.
Untuk Kartu Silver biaya anggota dikenakkan dua juta lima ratus ribu rupiah hanya mengakses lantai dasar, Kartu Gold dikenakan lima juta rupiah dapat mengakses lantai dasar dan lantai dua dan Kartu Platinum dikenakan dua puluh juta bisa mengakses seluruh lantai.
Untuk mengakses lantai dua dan tiga, dipisahkan oleh elevator dan lift yang terdapat alat gesek. Durasi membership hanya setahun dan dapat diperpanjang tiap tahunnya sesuai tanggal kadaluarsa yang tertera di depan kartu. Di situlah letak keeksklusifannya.
Setiap member terpantau dan nama member dirahasiakan memakai nama samaran alias incognito. Jadi tidak terendus oleh wartawan atau paparazi. Banyak selebriti terdiri dari model, artis, influencer, pengusaha hingga politisan tumplek blek di tempat mewah tersebut yang menempati lahan satu hektar dan luas bangunan lima ribu meter persegi.
Tampak DJ bertampang bule sibuk menyuguhkan musik yang membius telinga. Bangunan ini terdiri dari tiga lantai, lantai satu adalah lantai dansa, lantai dua adalah koridor yang dipenuhi kursi dan meja sehingga bisa melihat lantai dasar dan lantai tiga.
Di sebuah ruangan dengan interior yang sangat mewah terletak di lantai tiga tampak empat orang sahabat karib saling melepas tawa. Yap, mereka adalah F5-nya Indonesia hehe yaitu Ivan, Jordan, Reynaldi, Devan dan Farrel. Sementara tiga orang tinggi besar tampak berjaga di luar ruangan.
Mereka adalah bodyguard yang ditugasi Edward Alvero untuk putera semata wayangnya yang saat ini sedang di-scorsing dalam waktu yang tidak bisa ditentukan
Mereka berempat hanya memandangi seorang sahabatnya yang terus menerus menenggak cairan wine terbaik yang dimiliki klub tersebut. Wine simpanan pribadi khusus untuk mereka berlima. Ruangan tersebut memiliki karaoke, meja biliar dan lima kamar tidur. Ini adalah ruang khusus yang disediakan owner untuk mereka berlima dan pasangan masing-masing.
Persahabatan mereka sangat spesial, sahabat dalam suka maupun duka, betapa tidak, mereka bersahabat sejak orok dan satu sekolahan, hanya tempat kuliah dan cita-cita yang berbeda. Mereka saling mendukung dalam segala hal yang positif yang tidak melanggar hukum namun masalah pribadi dan romansa urusan masing-masing.
"Hei nyet .... udah sih berhenti, udah setengah botol lo tenggak, kalem malam masih panjang!" Farrel sahabatnya memperingati sambil meraih sloki yang hendak ditenggak isinya yang baru saja dituangkan dari botol.
"Dasar brengsek ganggu kesenangan orang aja!" maki Jordy setengah sadar sambil berusaha meraih sloki yang direbut dengan sempoyongan
"Jo, minumnya sedikit demi sedikit, ntar lo keburu mabok, kita gak sempet ngobrol!" tegur Devan sambil meraih botol dan diikuti anggukan ketiganya. Sadar akan teguran dan niatnya datang ke klub tersebut, tangannya berhenti untuk merebut sloki dan botol. Kemudian terdiam.
"Shhhiiittt ..... sialan ..... berengsek ....!"
makinya berulangkali entah pada siapa.
"Lo kenapa seh, coba cerita kali kita bisa bantu!?" tanya Rey dan Devan serempak. Hanya Ivan yang terdiam sesekali menyesap cerutu.
"Van, lo kan satu perusahaan dan juga atasannya pula pasti tau lah apa yang terjadi!?" tanya Farrel pada Ivan yang sedari tadi bungkam dan hanya menyesap cerutu.
"Kan konpers udah digelar dan disangkal lantas apa lagi yang bikin dia bete!?" tanya Rey yang memang belum banyak tahu.
Kemudian Ivan menyesap cerutu dalam-dalam menghembuskan asap dan menaruhnya di asbak.
"Dia di-scorsing and di-grounded di
rumahnya!" jawab Ivan menjelaskan.
"Gue tahu itu, tapi kok hape si Jo gak bisa dihubungi dua hari ke belakang!?" tanya Farrel menuntut kejelasan dari Ivan.
"Seluruh fasilitas dicabut babehnya dari mobil, CC (Credit Card), DC (Debet Card), pembekuan rekening dan juga akses hp begitu juga punya si Elena!" jawab Ivan memberikan keterangan lengkap.
"WHAATTT!!! sampai segitunya, jadi zombie donk!?" jawab Rey terbelalak.
"Yoiii!" jawab Ivan datar.
"Edward Alvero lo lawan! Walau babe kandungnya, bener-bener kagak ada ampun!" jawab Farrel sambil bergidik.
"Terus sikap nyokapnya gimana?" tanya Devan lagi sambil membakar cerutu dan menyesapnya.
"Setahu gue sih sekarang nyokapnya ngedukung suaminya. Dulu doi selalu ngerengek supaya anaknya nggak dihukum
kalo sekarang udah give up!" jawab Ivan.
"Lantas, jam malam dia sekarang sampai berapa!?" tanya Rey lagi.
"Jam sembilan!" jawab Ivan seolah jubir bagi Jordy sedangkan yang bersangkutan menyandar di sofa kulit warna karamel tanpa bersuara sepatah kata pun.
"Gue kangen Elena, Man! Gue pengen
meluk dia and ngelumat bibirnya.
Gue pengen ngefuck dia saat ini, asli bukan echo!" racaunya sambil terpejam.
"Dasar otak lo ngeres, nyet! Di saat begini bisa-bisanya pengen gituan! Pantes aja
babeh lo ngamuk abis otak lo kagak di pake sih yang lo kedepanin nafsu birahi mulu dan yang dipake otak bagian bawah pula!"Jawab Devan yang duduk di sampingnya sambil mendegungkan kepala Jordy dengan geram.
"Khik .... khik .... khik ....," diikuti cekikikan Ivan, Rey dan Farrel.
"Yah tau sendiri, dari dulu otaknya ada di bawah terlebih setelah ngenal Elena, makin nyungsep tuh otak he he he," timpal Ivan sambil terkekeh.
"Heiii .... lo bertiga udah deh jangan ngebuli gue! Lo kan sobat gue tersayang. Cari solusi kek temen lo ini nggak menderita!" pinta Jordy dengan memelas.
"Yahhh, gimana Man, mau ngebantu gimana babeh lo emang menyeramkan!" Bukannya gak mau, kita aja diwanti-wanti untuk gak bantu lo dan Elena! Ortu kita juga ngancam agar kita nyuekin lo tapi kita gak bisa! Noh si Devan ngajuin petisi ke babeh lo tuk ketemu lo walau bentar. Dan akhir di Acc so here we are!" jawab Farrel pasrah.
"Thanks bro! Lo pada emang sahabat terbaik yang gue punya sambil memeluk salah satu dari mereka. Gue juga nggak nyangka babeh marahnya kaya gini. Gue juga dicuekin abis sama nyokap. Sepanjang makan, gue didiemin, Man! Gue bener-bener nggak di anggap, kaya kentut gitu pada bubar!" racau Jordy masih terpejam.
"Ya udah, Man! Sabar aja! Mudah-mudahan kemarahan babe lo mereda, fasilitas lo dikembaliin dan lo secepat nya bisa ketemu Elena. Moga ini jadi pelajaran buat lo, Jo!" Jawab Ivan bijaksana dan menyejukkan hati yang sedang terpuruk diikuti tepukkan hangat di kepala dan bahu dari kedua sahabatnya Devan dan Ivan. Ketiganya lantas terdiam.
"Tok ... tok ... tok ... tok .... ," terdengar pintu diketuk dengan keras memecah keheningan. Tak lama kemudian, seorang bodyguard memasuki ruangan yang memang diminta untuk tidak dikunci dari dalam.
"Maaf tuan-tuan sekedar mengingatkan, kami harus membawa tuan muda pulang karena jam malam sudah berakhir!" Dua orang bodyguard diizinkan masuk dan memapah tuan muda yang udah semaput tak sadarkan diri menuju lift ke basemen di mana mobil terparkir.
Dan keempat sahabat karib menghisap cerutu berbarengan dengan pikiran menerawang.
Malam pun beranjak pergi seiring semakin berdenyutnya kehidupan di lantai dasar. sampai pagi menjelang.
kenapa Lama Lo